Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 23 : Merayakan Hari Pernikahan!


__ADS_3

Hari bahagia telah menetap...


Telah lama terikat janji suci...


Bersama sang buah hati tercinta...


Merayakan hari pernikahan...


Yang penuh cinta dan kasih...


Butiran cinta yang telah melekat...


Membuat kebahagiaan semakin merekah...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


"Mana mungkin kami meninggalkan anak kami yang luar biasa hebat dan sangat lucu ini" ucap kaisar Fang Yi sambil mencubit pelan pipi putranya.


"Iya sayang. Mana sanggup kami meninggalkan anak kami yang sangat baik ini" ucap Zhang Lin sambil mengusap pelan kepala putrinya.


"Ayah kaisar lihatlah kami membawa sesuatu" ucap Jian sambil menunjukkan sesuatu ke kaisar Fang Yi.


"Selamat hari pernikahan.. Ayah kaisar.. Ibu permaisuri.." ucap Jiantou sambil memberikan sebuket bunga.


Kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin merasa sangat senang sekali. Mereka merasa bahagia, tak terasa sudah 11 tahun usia pernikahan mereka. Begitu pula dengan anak-anak mereka yang kini sudah berusia hampir 10 tahun.


Kaisar Fang Yi merasa bersyukur dapat merasakan kebahagiaan ini. Kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan selama ini. Ternyata di balik kisah masa kecil yang selalu terluka dan tersakiti. Kini dia dapat merasakan memiliki keluarga yang sempurna. Kaisar Fang Yi memeluk kedua anaknya. Dia memeluk mereka dengan erat. Dia mencurahkan semua kasih sayang kepada kedua anaknya.


"Terima kasih anak-anakku. Terima kasih atas semuanya. Ayah kaisar sayang kalian. Kalian sangat berharga" ucap kaisar Fang Yi sambil menitikkan air mata penuh keharuan.


"Ibu permaisuri juga mau peluk. Eum.. Anak-anakku memang teh best." ucap Zhang Lin sambil memeluk keduanya anaknya.


Kedua anaknya hanya terdiam bingung mendengar perkataan ibunya. Mereka tak memahami perkataan ibunya.


"Hahaha.. Sudah. Sudah. Tidak perlu menghiraukan perkataan Ibu" ucap Zhang Lin sambil tertawa bahagia.


"Baiklah, kalian bertiga tunggu Ibu di kediaman ayah kaisar. Ibu mau membuat sesuatu." ucap Zhang Lin sambil mengedipkan matanya.


Akhirnya mereka bertiga beranjak pergi meninggalkan Zhang Lin sendiri. Mereka penasaran apa yang akan dilakukan oleh ibunya ini. Tak lama setelah mereka semua pergi, Zhang Lin langsung pergi menuju dapur. Zhang Lin mengeluarkan kantong ajaibnya yang pernah diberikan oleh Hudie.

__ADS_1


Awal dia sampai di dunia ini, dia pernah menyimpan semua barang-barangnya di kantong ini, namun dia bingung cara menggunakan kantong ajaib ini.


"Hudie.. Hudiee.. Hudieee.. Hudieeeee" panggil Zhang Lin memanggil Hudie tidak sabar.


"Ha, kenapa sih berisik banget. Tidak tahu apa, kalau aku lagi baca novel romansa nih" ucap Hudie menampakan wajah kesalnya.


"Apa sih? Kalau tidak butuh juga tidak akan panggil kamu" ucap Zhang Lin membalas dengan wajah sinis.


"Ngomong-ngomong baca novel apa? seru gak? semenjak berada di dunia ini, aku sudah lama tidak membaca novel. Hihihi" ucap Zhang Lin tertawa kecil sambil penasaran.


"Kasihan. Ish.. Ish.. Ish.. Aku baca novel tentang seorang wanita bodoh yang masuk ke dunia novel" ucap Hudie menjawab sedikit menyindir.


"Maksudmu iutu seperti kisahku." ucap Zhang Lin dengan tatapan tajamnya.


"Helloo kamu yang disana, begitu saja baper." ucap Hudie sedikit menggoda.


"Hahaha.. Aku tuh keren dan hebat bukan bodoh" ucap Zhang Lin memuji diri sendiri.


Setelah pembicaraan yang makin tidak jelas, mereka mulai memasang wajah serius.


"Hudie, bisakah kamu membawakan bahan-bahan dari duniaku? Aku ingin sekali membuat donat dan es buah untuk keluargaku." ucap Zhang Lin sedikit memohon dengan wajah polosnya.


"Apa sih yang tidak bisa bagi Hudie? Akulah yang keren." ucap Hudie sambil menyombongkan diri.


Kemudian Hudie mengeluarkan semua bahan-bahan untuk membuat donat dan es buah. Zhang Lin sangat senang, dia ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.


"Baiklah sudah selesai. Aku langsung pergi ya. Aku mau melanjutkan membaca novel lagi" ucap Hudie langsung menghilang.


"Pelayan, tolong jaga pintu dapur. Jangan ada yang masuk ke dapur sebelum aku selesai." perintah Zhang Lin.


"Baik permaisuri. Hamba mengerti" ucap para pelayan istana dan berdiri tanpa kata untuk sigap menjaga di depan dapur.


Setelah beberapa jam memasak di dapur. Zhang Lin mulai menyiapkan hasil makanannya. Zhang Lin memerintahkan semua pelayan istana yang ada di dapur untuk membawa makanan itu ke istana barat.


"Sayangnya Ibu. Sudah siap semua." ucap Zhang Lin sambil membawakan seluruh masakannya.


Mereka semua duduk berkumpul di meja makan. Mereka sangat terkejut melihat masakan yang disajikan permaisuri. Mereka semua merasa heran, karena baru pertama kali menemukan masakan seperti ini.


"Di hari pernikahan Ibu permaisuri  dan Ayah kaisar. Ibu ingin memberikan masakan spesial untuk kalian. Ini namanya donat dan es buah. Rasanya sangat manis dan lezat." Zhang Lin menjelaskan dengan senyum bahagia.


Kemudian mereka mencoba makanan itu satu persatu, mereka semua merasakan makanan lezat itu. Kaisar Fang Yi dan kedua anaknya merasakan rasa yang luar biasa dari makanan lezat ini.

__ADS_1


"Ibu, ini sangat lezat." ucap si kembar sambil melahap semua makanan itu.


"Sayang, ini sangat lezat. Kamu sangat luar biasa. Makanan ini benar-benar sangat lezat. Aku bahkan tidak tahu bahwa kamu sangat pandai memasak. Bisakah kamu membuatnya lagi saat ulang tahun anak-anak kita nanti." ucap kaisar Fang Yi memuji masakan Zhang Lin sambil melahap semua makanan lezat itu tanpa sisa.


Hari pernikahan mereka yang ke-11 tahun ini benar-benar terasa sangat bahagia. Meskipun dirayakan secara sederhana dan hanya dirayakan oleh keluarga kecil mereka. Itu benar-benar melekat dalam hati kaisar Fang Yi.


"Aku berjanji akan melindungi kalian sampai akhir hidupku. Sampai saatnya aku pergi dari dunia ini" ucap Zhang Lin berjanji dalam hati hingga tanpa sadar menitikkan air matanya.


"Permaisuriku ada apa? kenapa kamu menangis?" tanya kaisar Fang Yi cemas sambil menggenggam tangan permaisurinya.


Zhang Lin hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya sangat bahagia hari ini" ucap Zhang Lin sambil tersenyum tipis dan mengecup bibir suaminya dengan lembut.


Seminggu setelah mereka merayakan hari pernikahan mereka secara sederhana. Kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin memutuskan untuk meliburkan sehari rakyat dari pekerjaan mereka dan menghapuskan dari membayar pajak sehari penuh serta membiarkan rakyat masuk ke dalam istana. Kaisar Fang Yi beserta semua keluarganya menjamu semua pejabat istana dan rakyat dengan makanan yang lezat. Seluruh rakyat menyambut kebaikan yang dilakukan oleh kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin. Semua berdoa untuk kebahagiaan mereka. Seluruh kerajaan berdoa untuk pernikahan mereka.


"Selamat berbahagia untuk kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin. Semoga panjang umur untuk kaisar dan permaisuri. Semoga kerajaan Fang diberikan kejayaan" ucap seluruh rakyat mendoakan kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin.


Kaisar Fang Yi ditemani permaisurinya merasakan kebahagiaan yang tampak di wajah rakyatnya. Membuat mereka semakin bahagia dengan pernikahan mereka.


"Sayang apakah kamu bahagia?" tanya kaisar Fang Yi kepada istrinya.


Braak..


"Permaisuri!" teriak kaisar Fang Yi melihat Zhang Lin menjatuhkan gelas dan terjatuh.


"Sayang, kamu baik-baik saja" tanya kaisar Fang Yi dengan penuh kecemasan.


"Pelayan, panggil tabib istana. Cepat!" perintah kaisar Fang Yi kepada seluruh pelayan istana.


Seluruh rakyat dan para pejabat terkejut melihat permaisuri Zhang Lin jatuh pingsan. Mereka menunggu dengan cemas saat pelayan istana membawa permaisuri kembali ke kediamannya.


"Apa yang terjadi pada permaisuriku? apakah dia baik-baik saja?" tanya kaisar Fang Yi semakin cemas.


"Jawab yang mulia, hamba sudah memeriksa keadaan permaisuri Zhang Lin" ucap tabib istana pelan.


"Keadaan permaisuri baik-baik saja, namun tubuhnya sangat lemah yang mulia" ucap tabib istana kembali.


"Lalu kenapa dia tiba-tiba jatuh pingsan jika dia baik-baik saja?" tanya kaisar Fang Yi.


"Karena permaisuri..." ucap tabib istana semakin membuat kaisar Fang Yi penasaran.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2