
Gelap telah hadir menutupi kebahagiaan...
Penyesalan telah nampak ke permukaan...
Hati dan jiwa benar-benar telah berpisah...
Menghalangi penyatuan dua raga...
Mencoba menumbuhkan asa dalam luka...
Mencoba menumbuhkan rasa dalam hati...
Tersadar...
Menyesal...
Ada asa tuk kembali ke masa lalu...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Pangeran Fang Yi mengambil surat itu dan membacanya. Tiba-tiba surat itu terjatuh dan pangeran Fang Yi menitikkan air matanya untuk pertama kali.
"Mengapa? mengapa kamu benar-benar pergi? apakah aku sudah sangat melukaimu?" ucap pangeran Fang Yi dengan kesedihan yang mendalam, dia terus menangis dan merasakan dadanya yang sesak.
Dengan hati yang terluka. Dengan jiwa yang penuh penyesalan. Pangeran kembali ke kediaman dan mengurung diri di kamarnya. Dia mencoba membaca kembali surat yang ditinggalkan istrinya.
Pengeranku..
Suamiku..
Maafkan aku..
Maafkan kesalahan yang sudah aku lakukan selama mengenalmu. Aku tahu semua yang telah aku lakukan salah. Aku telah berbohong agar kamu bisa diobati. Aku tidak pernah jujur padamu sejak awal. Maafkan aku yang sudah melanggar perjanjian kita.
Jujur sebelum pengobatan itu, aku hanya memenuhi janjiku untuk menolongmu. Tapi apakah kamu tahu pangeran? sejak aku memulai penyatuan itu untuk mengobatimu, aku mulai merasakan hal yang aneh dalam hatiku. Ada perasaan yang tidak bisa aku pahami dan perasaan itu selalu membuatku sesak.
Saat bersamamu, saat tidur denganmu, ada rasa nyaman dihatiku, jantungku terus berdetak kencang saat di dekatmu. Jujur perasaan ini membuat diriku selalu ingin berasa disampingmu.
Setiap malam ketika aku belum melihat wajahmu, aku benar-benar merindukan wajah tampanmu. Saat aku menyentuh tubuhmu, aku merasakan hasrat yang dalam untukmu. Jujur pangeran saat mendekati hari terakhir pengobatan itu, aku ingin berkata yang sebenarnya padamu. Aku tidak ingin membohongi orang yang aku cintai lagi.
Pangeranku..
Apakah kamu tahu? hingga detik terakhir sebelum aku memutuskan untuk pergi, aku berharap kamu datang kepadaku dan mencoba memegang tanganku agar aku tidak pergi. Tapi, kamu benar-benar tidak pernah datang. Kamu benar-benar tidak peduli padaku. Saat itu aku benar-benar kecewa dan aku membenci diriku sendiri. Kenapa aku bisa mencintaimu? kenapa aku berharap bisa bahagia denganmu? kenapa aku selalu berharap bisa menjadi istrimu yang sebenarnya? kenapa aku masih berharap cinta yang tak mungkin tersampaikan. Sampai akhirnya aku tersadar, bahwa aku tak akan pernah ada harapan untuk dicintai olehmu.
Pangeranku..
Aku sudah mengikhlaskan semua. Aku sudah memutuskan untuk pergi dari hidupmu selamanya. Jagalah kesehatanmu. Mintalah kepada kaisar seorang guru yang mampu mengajarimu untuk berkultivasi. Bahkan jika kau ingin aku benar-benar menghilang dari hidupmu, ceraikan aku dan hiduplah bahagia dengan wanita yang kau cintai. Kau sudah sembuh dan bisa menikah dengan siapapun yang kau inginkan, aku sudah merelakan semua ini. Bahkan jika kamu ingin memiliki seorang permaisuri dan banyak selir, aku sudah merelakannya. Karena aku tahu kita tidak mungkin bersatu lagi.
Pangeranku...
__ADS_1
Aku berikan pedang ini, sebagai hadiah terakhir karena dirimu benar-benar sudah sembuh dan kau bisa menggunakan pedang ini untuk memulai kultivasimu bersama guru yang kau inginkan.
Pangeranku..
Jangan mencariku..
Bahagiakan dirimu..
Menikahlah dengan wanita yang kamu cintai..
Lupakan jika kita pernah bertemu..
Lupakan jika kita pernah menikah..
Lupakan jika aku pernah menjadi istrimu..
Bahkan lupakan jika aku pernah berkata bahwa aku sangat mencintaimu..
(Zhang Lin)
Isi surat itu benar-benar membuat pangeran Fang Yi menyesal. Dia benar-benar kehilangan teman yang sangat percaya padanya dan bahkan pangeran Fang Yi sangat menyesal kenapa dia tidak bisa mencintai istrinya dan membalas perasaan wanita yang sudah menolong dirinya.
*****
"Ibu!" teriak pangeran Fang Tse dengan cemas setelah mengetahui bahwa kakaknya sudah sembuh dari racun bunga hitam itu.
"Apa yang akan kita lakukan, bu? setelah dia sembuh, pasti kakak akan nobatkan oleh ayah kaisar menjadi putra mahkota dan penerus ayah kaisar." ucap pangeran Fang Tse mondar-mandir dengan panik.
Tiba-tiba permaisuri mendapatkan ide cemerlang. Dia berpikir bahwa kunci utama keberhasilan pangeran Fang Yi karena keberadaan putri Zhang Lin. Sehingga dia berencana untuk membunuh putri Zhang Lin dan meracuni pangeran Fang Yi kembali dengan racun yang lebih ganas.
"Lapor permaisuri, hamba ingin melaporkan keadaan di kediaman pangeran Fang Yi dan putri Zhang Lin" ucap mata-mata tersebut.
"Hmm, masuklah! katakan informasinya!" perintah permaisuri Wen Jie.
Kemudian mata-mata tersebut menceritakan semua yang terjadi secara rinci kepada permaisuri Wen Jie dan pangeran Fang Tse.
"Hahaha.. Sepertinya langit mendukung rencana kita. Langit sungguh sangat baik kepada kita. Ternyata putri Zhang Lin sudah pergi dan meninggalkan pangeran Fang Yi." permaisuri tertawa dengan kencang merasa sangat senang dengan berita yang didengarnya.
"Ibu.. Selanjutnya apa yang akan kita lakukan? apakah kita masih ingin meracuni kakak?" tanya pangeran Fang Tse penasaran.
"Tidak perlu. Sekarang justru kita harus menghibur pangeran Fang Yi dan menyuruhnya untuk mencari selir baru. Nanti aku akan mengatur selir untuknya. Sehingga kita bisa memanfaatkan selir barunya untuk membunuh pengeran Fang Yi secara perlahan." ucap permaisuri dengan wajah jahatnya.
Hahahaha... Hahahaha...
Mereka tertawa dengan sangat kencang. Mereka benar-benar merasa senang melihat pangeran Fang Yi menderita dan terpuruk.
Tak perlu lama untuk permaisuri Wen Jie melancarkan rencana jahatnya. Dia benar-benar datang ke kediaman pangeran untuk menghiburnya.
"Anakku sayang. Apa kabarmu, nak? bagaimana perasaanmu sekarang?" ucap permaisuri Wen Jie menunjukkan kecemasan palsunya.
"Sudahlah, lebih baik kau jangan terlalu memikirkan wanita itu, masih banyak wanita bangsawan yang ingin menikah denganmu. Aku sudah membicarakan ini dengan ayah kaisar. Dia setuju untuk memberikan selir baru kepadamu." ucap permaisuri Wen Jie dengan niat liciknya.
__ADS_1
Pangeran hanya terdiam tanpa mempedulikan kepedulian permaisuri jahat itu. Pangeran Fang Yi tahu, niat licik permaisuri Wen Jie terhadapnya. Dia tidak akan benar-benar peduli dengan keadaan pangeran Fang Yi.
"Maafkan aku ibu permaisuri. Aku bukannya bermaksud untuk menolak niat baik ayah kaisar dan ibu permaisuri. Hanya saja aku masih mencoba mencari istriku dan membawanya kembali. Hanya dia satu-satunya yang akan menjadi pendampingku ketika aku menjadi calon kaisar nanti." ucap pangeran dengan lembut.
Permaisuri Wen Jie mencoba menekan kekesalannya. Dia mengepalkan kedua tangannya menahan emosi karena sindiran halus pangeran Fang Yi.
"Baiklah. Baiklah. Jika itu sudah menjadi keputusan yang terbaik untukmu. Aku akan mencoba membicarakan kembali dengan ayah kaisar tentang masalah pengangkatan selir ini." ucap permaisuri Wen Jie sambil menahan emosinya.
Tak terasa sudah empat bulan dari kepergian istrinya. Pangeran Fang Yi bersama dengan pengawal istana dan jendral Zhang Ye pergi mencari Zhang Lin. Namun semua sia-sia. Tidak ada satupun yang menemukan kabar tentang Zhang Lin.
Genap sudah dua tahun penantian kabar yang tak pasti. Membuat pangeran Fang Yi benar-benar terluka hati dan tubuhnya. Dia mulai menyadari bahwa ternyata dia sudah mencintai istrinya sejak lama. Hanya saja perasaan itu selalu ditepis dan tidak dipercaya. Pangeran Fang Yi merasakan penyesalan yang tak bisa dihilangkan. Andai saja dia menyadari perasaannya sejak dulu, dia tidak mungkin kehilangan istrinya.
"Zhang Lin, istriku sayang. Dimanakah kamu?" tanya pangeran Fang Yi sambil menitikkan air matanya.
"Aku sangat merindukanmu. Aku sangat mencintaimu. Aku mohon kembalilah padaku. Aku mohon kembalilah untukku." pinta pangeran Fang Yi penuh harapan dalam hatinya.
Sudah dua tahun pangeran Fang Yi tak pernah tidur nyenyak. Dia tidur dengan gelisah. Setiap malam dia selalu bermimpi bertemu dengan istrinya dan setiap kali bermimpi istrinya selalu pergi meninggalkan tanpa menoleh ke arahnya sekalipun. Sehingga setelah bangun dari tidurnya, pipi pangeran selalu basah karena air matanya sendiri dan matanya terlihat sangat lelah.
Saat dia membuka matanya. Dia sedikit melamun dari sadarnya. Dia merasa tak berdaya. Dan tiba-tiba saja...
"Pangeran. Pangeran Fang Yi." teriak pengawal yang sangat dipercaya olehnya.
"Pangeran. Apakah hamba boleh masuk?" teriak pengawal dengan lantang.
"Hmm, masuklah!" perintah pangeran Fang Yi.
"Katakan ada apa? apakah ada kabar dariĀ Zhang Lin?" tanya pangeran Fang Yi dengan penasaran.
"Pangeran hamba sudah menemukan keberadaan putri Zhang Lin. Hamba sudah menemukannya. Tapi..." ucap pengawal dengan ragu.
"Ada apa? apa yang terjadi padanya? kenapa kamu ragu mengatakan itu? katakan semuanya!" perintah pangeran Fang Yi dengan penasaran.
"Putri Zhang Lin sekarang tinggal di sebuah kerajaan kecil di bawah bukit kupu-kupu perak. Kami tidak tahu sudah berapa lama dia tinggal disana. Tapi..." pengawal menceritakan dengan detail namun ragu kembali.
"Cepat katakan! Tapi apa?" tanya pangeran Fang Yi mulai kesal.
"Dia tinggal di istana bersama anak berusia hampir dua tahun. Dia telah menjadi orang kepercayaan putra mahkota. Mata-mata kita memberikan informasi bahwa ada rumor yang mengatakan bahwa putra mahkota kerajaan itu adalah ayah dari anak itu. Ada juga rumor yang mengatakan bahwa anak itu bukan anak putra mahkota, hanya saja rumor yang lebih menghebohkan mengatakan bahwa putra mahkota akan segera menikahi putri Zhang Lin." ucap pengawal ketakutan.
"Apa?" teriak pangeran Fang Yi terkejut.
"Tidak. Tidak mungkin. Ini semua bohong. Dia tidak mungkin memiliki anak dari pria lain. Dia tidak mungkin menikah lagi. Dia sangat mencintaiku. Dia sangat mencintaiku. Hahaha. Bagaimana mungkin dia benar-benar berani untuk meninggalkanku" pangeran Fang Yi tertawa kencang dengan perasaan yang tak menentu, wajahnya terlihat sangat ketakutan dan penuh penyesalan.
"Istriku tidak mungkin meninggalkanku untuk selamanya. Dia tidak mungkin berpaling dariku. Dia sangat mencintaiku. Dia sangat mencintaiku." ucap pangeran Fang Yi semakin tak terkendali. Setelah cukup lama dalam pikirannya sendiri, pangeran Fang Yi tersadar dan mencoba untuk merebut kembali istrinya.
"Cepat. Siapkan pengawal sebanyak mungkin. Aku akan meminta ijin kepada ayah kaisar untuk membawa istriku kembali. Tak peduli apapun, jika putra mahkota itu tidak mau mengembalikan istriku, kita musnahkan kerajaan kecil itu." ucap pangeran Fang Yi penuh dengan niat jahat.
Akhirnya pangeran Fang Yi bersama sepuluh ribu pengawal datang ke kerajaan kecil tersebut.
"Tunggu aku Zhang Lin. Tunggu aku istriku. Aku akan menjemputmu dan membawamu kembali." ucap pangeran Fang Yi dalam hatinya.
~Bersambung~
__ADS_1