
sedangkan di posisi lain, rani dan doni saling menyatukan kening mereka dan melakukan aksi seperti adegan film itu.
niko, kamu tau gk jantung hampir copot kata dian melepas tangannya dari genggaman niko. kamu bisa gk sih, berpikir panjang sebelum mengucapkannya.
yaelah di, pikiran niko itu gk serumit pikiran lo.
harus berpikir panjang seperti mengarang sebuah cerita.
ya aku memang serius sama kamu, aku tidak peduli dengan berbagai perbedaan kita. kita bisa belajar saling melengkapi kan?
di dengarkan aku, menggegam tangan dian kembali, aku tulus sayang sama kamu, kalau kamu gk pengen cepat" nikah sama aku gk masalah. kita bisa berpacaran dulu.
berikan aku waktu untuk memikirkannya nik.
ok baik lah di, aku akan menunggu jawaban dari minggu depan. kata niko menyodorkan minuman orange ke mulut dian
**
setelah film berakhir, mereka keluar dari bioskop menuju parkiran.
mereka berpisah dengan melanjutkan tujuan masing".
di, kamu kenapa kok diam aja?
aku gpp kok nik, aku hanya memikirkan tentang pekerjaan.
bagaimana kalau kamu kerja di kantor aku di? rani juga bekerja disana.
mmm emang bisa nik?
ya bisa lah, dari kemaren sih aku punya rencana ngajak kamu kerja di kantor aku, tapi sepertinya kamu masih fokus dengan keluargamu, maka dari itu aku undur untuk mengutarakannya.
iya, jadi apa nih syarat" nya bekerja di kantor kamu?
kamu tinggal datang kesana dengan membawa surat lamaran. setelah itu akan di interview sama mama aku.
apa mama kamu sangat galak?
ya gk lah, cuma sebagai atasan mama sangat tegas.
__ADS_1
kalau begitu, apakah besok pagi aku bisa datang kesana?
niko mengangguk dan tersenyum ke arah willa.
makasih ya nik, kamu sangat baik sama aku.
kita kemana lagi nih? tanya niko
bagaimana kalau kita ke taman hijau disana sangat sejuk loh.
baik lah nona dian, hehe
beberapa menit kemudian mereka tiba di taman hijau pinggir kota.
berhubung karena hari ini hari minggu, tempat itu di penuhi para pengunjung.
nik, kita kesana yuk sepertinya disana tidak terlalu padat.
apa kamu sering mengunjungi tempat ini?
tidak baru beberapa kali, jawab dian.
tunggu sebentar, biar aku belikan.
beberapa menit kemudian niko datang dengan membawakan es crim cup di tangannya
mereka menikmati es krim dengan cuaca yang sangat gerah di tempat itu.
di, apa kamu pernah berpacaran sebelumnya? pernah sih, waktu kuliah dulu.
dengan siapa?
kamu gk bakalan kenal sama dia.
namanya siapa?
kamu kepo deh nik.
ya aku cuma pengen tau aja masa lalu kamu.
__ADS_1
namanya bagas, aku berpacaran dengan nya selama 6 bulan.
kenapa bisa putus di?
dian terdiam sesaat mengingat masa lalunya dengan bagas. orang tuanya tidak suka dengan ku yang tidak sebanding dengan anaknya. kita bagaikan langit dan bumi.
apa cuma gara" itu dia ninggalin kamu?
mmm..
apa kamu sangat mencintainya?
iya, aku bahkan sempat tidak ingin mengenal cinta lagi.
wkwkwk... niko tertawa terbahak"
kenapa kamu tertawa nik?
kamu itu terlalu polos di, masa gara" kamu putus dengan nya tidak ingin mengenal cinta lagi.
ya iya lah, secara aku sangat mencintainya..
terus, dia bilang apa sama kamu?
aku kecewa sama dia dengan mudahnya mengatakan cinta dan dengan mudahnya mengakhiri hubungan kami tanpa ada pertahanan.
ya bagus dong di..
loh apanya yang bagus?
maksud aku bagus dong, dengan begitu kamu bisa tahu siapa dia, yang tidak begitu serius dengan mu. buat apa kamu mempertahankan lelaki seperti itu?
iya sih, tapi hatiku yang terluka.
apa kamu juga seperti itu?? tanya dian dengan ekpresi curiga.
eh jangan sembarangan gitu dong di, aku ya aku, beda sama dia.
ya makanya kamu terima cinta ku, biar kamu tau aku gimana. aku gk mau memuji diri sendiri, biarlah kamu sendiri yang menilainya.
__ADS_1