
happy readyyyyyng...
****
yani terkejut nendengar suara tsb, perlahan dia melepaskan cengkraman.
DIka mengepal kedua tangan nya, hatinya sangat membara. Ika bahkan tidak pernah mendengar anak laki" nya itu marah.
berani"nya kau....
dika mencengkram baju yani dan mengangkat tubuh yani dengan satu tangan, sehingga yani berasa melayang di udara. ira ingin menyerang dika untuk menyelamatkan yani, namun sayang, dika juga melakukan hal yang sama.
dika lepaskan mereka...
mereka bisa mati nak. ucap mamanya.
dika melirik mamanya dengan tatapan membunuh.
"apa kau juga mau seperti ini aaaaa???"
dika melemparkan tubuh yani dan ira ke lantai. dika melepaskan tali pinggang yang ada pada lilitan seragam sekolahnya. sementara dian mencoba berdiri untuk mengambil obat papanya, karena agri merasakan sesak didadanya.
plaakkkkkkkk...... (cambukan pertama)
aaaauuuuu.... mereka menjerit.
dika melirik mama dan
plakkkkkkk......
__ADS_1
selama ini aku hanya sabar memandangi tingkah laku mu yang menjijikkan itu.
aku bekerja membiayai sekolahku sendiri, karena aku menyayangi mu, aku tidak ingin kau terbebani. setiap hari aku melihat kakakku menangisi orang sepertimu. kau selalu mengatai papa orang tidak berguna. tapi apakah kau sudah berguna?
mungkin aku sama papa tidak ingin mengingat mu lagi, tapi aku memikirkan kakaku, yang akan kehilangan mama bagaikan kehilangan separuh nyawanya. karena dia itu perempuan sama sperti mu.
batinnya lebih dekat dengan mu.
katanya seorang ibu mengerti semua perasaan anaknya, apa yang kau tau tentang anak mu itu?
kau bahkan tidak tau kalau anak mu kekurangan GIZI (ucap dika)
((**** apakah dika kekurangan gizi? ****
kita dengarkan aja ya, apa yang akan dia ucapkan lagi.))
apa kamu mengerti aaa?????
jangan coba" bergerak, brengsekkk.....
dian hanya diam tak henti hentinya menangis sambil memeluk papanya. agri tidak menyangka anak laki-lakinya akan semarah itu. selama ini yang dia tau bahwa dika tidak mengetahui masalah ini.
berbeda dengan situasi sekarang ini..ntah apa yang akan dika perbuat lagi.
dika melirik kertas yang berada di meja itu. dika bergerak dan mengambil kertas tsb.
dan surat itu adalah surat perceraian antara mama dan papanya. dia menatap tajam mama nya. matanya kini memerah dan mengepal telapak tangannya.
mamanya tidak mampu melirik mata dika.
__ADS_1
dika berjalan menghampiri papanya di sudut pintu kamar.
papa... (dika)
(memegang erat tangan papanya, dan sejenak terdiam memejamkan matanya. dia mencoba berfikir mengeluarkan kata" yang tepat. dika juga mencoba untuk menahan amarahnya)
apa yang ingin kamu katakan nak?
papa mohon jaga emosimu. (agri)
aku ingin menghentikan derita ini pa, dika tidak ingin ada lagi yang mengeluarkan air mata. mungkin hanya sesaat saja kita akan kehilangan. dan seterusnya kita bisa hidup bahagia tanpanya..
dian :" apa yang kamu katakan dek?
kakak tidak mau kehilangan mama. biarkan mama bersama kita, dan biarkan kakak aja yang akan mengurus masalah ini.
dika :" apa yang mau kakak urus??
dia saja tidak mau tinggal bersama mu, kenapa kamu mau menderita lebih lama lagi?
aku tidak sanggup lagi melihat dia diantar sama laki-laki itu setiap hari.
amarah ku bisa meledak dan ingin membunuhnya. DAN TENTU SAJA AKU TIDAK INGIN MENJADI ANAK YANG DURHAKA. maka lebih baik kita melepasnya.
tapi dek.......
ssttttttttttttt... cukup kak
mohon dukungan dan sarannya ya. 🙏
__ADS_1
jangan lupa like,& komen,
trimakasi sudah mampir🙏😊😊