Takdirku Bersamamu

Takdirku Bersamamu
bab 32


__ADS_3

hay kakak kakak semua 😀😀 jangan lupa dukung diana ya tinggalkan jejak kalian: like, komen and vote serta saran untuk melengkapi kekurangan cerita ini.


selamat membaca 😘😘😘


**


setelah dari kantor niko langsung memutar mobilnya menuju club malam yang 3 hari berturut turut ia datangi setiap malamnya. niko menghabiskan waktu nya disana sampai jam 12 malam. tempat itu seperti tempat pelampiasan hati nya yang beraduk kacau. mabuk mabukan adalah candu baru yang ingin dia nikmati baru baru ini. sesampai disana niko langsung memesan minuman seperti biasa. suara riang musik kini mulai membuatnya tersenyum melirik para perempuan yang tengah berjoget" di arah sana. niko menegukkan minuman nya lalu menuangkan kembali ke gelas itu.


" hey sendiri aja, kata seorang perempuan menghampirinya. "mh..


boleh aku temani gak? menuangkan minuman itu ke gelas niko dan membelai bahunya perlahan. "tentu saja boleh, lelaki mana yang gk tergoda di temani gadis se seksi dirimu. " kamu bisa ajah! gadis itu melerka saling bersulang dan melemparkan senyumnya manisnya.


" mas seperti biasa, kata malik kepada pelayan club itu."


niko melirik pria yang baru saja berbicara di samping nya. suara itu memang tidak asing bagi pendengarannya, dengan keadaan masih sadar niko menyapa malik dengan santainya.


gorilla black!


malik mengalihkan pandangannya dan melihat niko yang tersenyum kepadanya. malik mengerutkan dahinya seakan akan tidak percaya siapa orang yang sok kalem selama ini yang dianggap sebagai musuh.


ck.. ******* juga ternyata!


oo jadi ini cewe baru lo, kata malik dengan santainya. mmm, apa jangan jangan lo udah buang cewek kampung itu ke tong sampah?


bukan urusan lo! niko terdiam sejenak mengingat gadis yang membuat dia jadi brantakan seperti ini. oh gadis itu dia sangat merindukannya! gadis yang sekarang berstatus adik tirinya. niko tidak lagi mendengarkan ucapan malik yang sedang mengatainya keparat lah, ******** lah sama seperti dirinya. pikiran niko melayang kepada adiknya itu. perempuan itu memegang lengan niko dengan lembut."kamu gpp kan, tanya nya. "


hei, lo sama gue aja ntar gue bayar lebih mahal dari pada dia."oh ya? kamu berani bayar berapa?


berapa pun yang lo minta akan gue kasih!


" okey, maaf ya sayang lain kali kita akan bersama. malik juga perempuan itu meninggalkan niko yang masih dalam pikiran kosongnya. sudah sekitar 3 botol minuman yang ia tengkuk. niko meraba saku dan mengambil ponselnya. terlihat di layar mama sedang memanggil. niko menggeser tombol merah untuk mematikan panggilan.


lagi mas, pesannya!


"astaga anak itu membuat ku naik daras setiap malam, ucap anggi mencekal pinggangnya." kamu tenang dulu dong, nanti kamu bisa sakit kalau marah" begini kata agri menenangkan anggi. mas, sudah 3hari berturut turut niko pulang tengah malam dengan keadaan mabuk, bagaimana aku bisa tenang? ini semua gara gara anak kamu tau gak!


cukup anggi, berhenti menyalahkan diana!


ini bukan salah mereka, melainkan salah kita.


ayo kita cari niko sekarang!


kamu mau cari niko kemana mas, kota ini sangat luas.


tok.. tok..


nah itu pasti niko, anggi segera melajukan langkahnya menuju pintu dan melihat niko yang sudah bersandarkan di hendle pintu itu yang hampir saja terjatuh. "niko, kenapa kamu mabuk mabukan seperti ini aa? mencoba menarik tangan niko untuk dia rangkul namun dengan cepat niko mengibaskan tangan anggi. "lepas, hentaknya berjalan oleng olengan menuju kamarnya. agri juga mencoba menahan tangan niko, "cukup niko, cukup menghancurkan diri mu sendiri.

__ADS_1


niko melirik agri dengan tajam, ck kamu bilang apa tadi? kamu yang membuat saya jadi seperti ini. jangan pernah ikut campur dengan urusan saya. urus saja kehidupan kalian, hentak nya dengan keras.


niko, jangan kurang ajar kamu sama papamu!


yang segera mendekati niko melayangkan satu tamparan. "anggi apa yang kamu lakukan, cukup! bukan dengan cara menamparnya akan membuat dia berubah. kamu liat sendiri kan mas, anak ku jadi bejat seperti ini gara gara anak mu yang tidak tau diri itu sama seperti mamanya.


diam!!!! hentak niko mengetatkan rahangnya melirik kedua orang tuanya itu. jangan pernah menyalahkan diana yang sangat ku cintai, tapi salahkan diri mu yang menghancurkan hubungan ku dengan nya. anggi merasa susah menelan slavinya mendengar ucapan niko. ok jadi sekarang anak nya pun berpihak kepada gadis itu.


agri hanya terdiam sejenak menunduk mencoba menerapi perkataan niko yang sakit. dia sangat tau kalau niko sangat mencintai anaknya. "niko, maafkan papa sama mama yang sudah menghukum kalian dengan keadaan seperti ini, papa tau kamu sangat hancur. tapi tolong jangan buat diri mu semakin hancur. kamu dan diana itu saudara sayang kalian tidak bisa bersama. jadi sayangilah dia sebagai adik mu. meskipun kami tidak menikah, kalian tetap saja tidak bisa bersatu. niko menjatukan dirinya duduk di anak tangga mencoba menenangkan emosinya.


niko, papa benar" minta maaf nak!


papa mohon terima lah diana sebagai adik mu. mas, kamu ngomong apa sih? aku tidak ingin anak itu dekat dengan niko! dan kamu niko, jangan pernah berhubungan dengannya kalau kau tidak mau mama hajar dengan kejam. kamu dengar itu?


ck, niko berdecih dan mencoba bangkit memegang tangga untuk menjadi sandarannya berdiri. "silahkan ma, silahkan hancurkan hidup saya biar kamu puas hidup bersama lelaki ini. niko berlalu meninggalkan mereka dan berjalan perlahan ke atas.


**


huuuaayaammm.. dian mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk.


pesan dari nomor tidak di kenal yang mengirimkan foto niko sedang menyurup minumannya bersama seorang perempuan di club malam. " apa, ini beneran niko?" sontaknya terbangun dari kasur nya. kenapa dia di tempat ini, apa yang di lakukan niko bersama perempuan itu? dian mencoba mengingat kenangannya bersama niko yang membuat hati nya tersayat tak berdarah. jujur saat ini hatinya juga belum berpaling dari niko, tidak bisa menerima kalau mereka adalah bersaudara. dian meneteskan air mata beningnya, mengambil nama niko untuk melakukan videocall. " jangan dian, jangan tlvn dia, kamu akan susah melupakannya batinya. "tapi aku tidak tega melihat keadaannya sekarang, niko juga tidak bersalah atas ini semua.


berdering!


mendengar suara getaran ponselnya diatas kasur, niko meraba dan mengucek matanya melihat layar panggilan dari my love 💕


~ kamu baru bangun ya?


niko hanya terdiam memandangi wajah itu dengan mata sayunya.


~ aku merindukan mu dian, katanya dengan suara serak khas baru bangun tidur.


sejenak dian menunduk menghembuskan nafasnya dan memcoba tersenyum kembali.


~niko, aku minta sama kamu jangan berlarut terluka memendam rasa yang pernah kita lalui bersama. mungkin ini sangat berat, matanya sudah mulai berkaca kaca, tapi kita harus bisa menerima keadaan. aku tidak mau kamu melakukan hal bodoh yang bisa menghancurkan dengan sekejap.


~ dian, apakah kamu bisa melupakanku secepat ini?


~ mhh.. terpaksa aku harus melupakan mu.


~apa yang harus aku lakukan untuk bisa melupakanmu?


~ dengan menyibukkan diri dan menerima orang lain dalam hidupmu.


panjang cerita mereka saat pagi tadi yang mengambil keputusan tidak saling membenci dan belajar menerima keadaan. pagi ini diana terburu buru pergi ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk di mejanya.


" selamat pagi pak, sapa diana ke pak retno."

__ADS_1


iya selamat pagi juga. bagaimana dengan meting nanti siang, apakah semua bahan" pengajuan sudah beres?


sudah pak, semua berkas itu sudah saya serahkan ke ibu mia. "ok baik lah kalau begitu, silahkan lanjutkan aktivitas mu.


siang ini mereka akan melakukan meeting dengan client dari luar kota untuk membangun proyek wahana di kota ini. setelah mempersiapkan berkas berkasnya, dian dengan para atasannya segera masuk ke ruang meeting. pihak client meminta mereka untuk menjelaskan masalah biaya yang di perlukan proyek itu. sejauh ini meeting berlangsung dengan lancar. para atasan segera keluar dari ruangan di ikuti dengan karyawan lainnya.


huufff, akhirnya selesai juga batin dian menyandarkan punggungnya ke badan kursi.


di, makan yuk! ajak mery


ayo, tapi tadi aku udah sempat bawa bekal loh. "yaudah gpp kita makan di kantin aja. "


sesampai di kantin, mery memesan makanannya dan memulai pembicaraan.


"di aku dengar dengar para medis dari luar kota akan berkunjung minggu depan ke sini."


kenapa mer?


kamu kan tau, kota ini masih terpencil dengan serba kekurangan. bulan lalu kita membangun sekolah dasar untuk anak anak di sini. ya mungkin tenaga kesehatan juga sangat di butuhkan.


oya, kita juga membutuhkan tenaga kerja sebagai guru, mungkin akan di bahas di meeting selanjutnya. " eh, aku lupa kita kan beda bagian, hehe jadi pantes saja kamu tidak mengerti dari tadi. "iya sih, tapi gpp kok mer aku juga pengen belajar mengenai itu semua. ya mungkin kita bisa saling bertukar pendapat jika ada kesulitan di bagian masing masing.


iya sih. oya di, kamu udah punya pacar belum?


uhukk.. uhukk dian tersedak mendengar ucapan mery tentang pacar. mmm aku belum memikirkan itu mer, katanya terbata bata.


kenapa?


ya gpp sih, mau fokus ke kerjaan aja dulu.


ya elah, serius amet si cari recehan gitu hihihi. " kamu sendiri bagaimana mer? "


kamu jangan bilang sama siapa" ya, berbisik ke telinga dian. sebenarnya aku menjalin hubungan dengan pak retno diam diam.


apa??


mengeraskan suaranya sehingga semua orang di kantin itu melirik mereka dengan heran. dian menutup mulutnya dan melalak melihat mery yang sedang tersenyum.


dian, tolong kecilkan suaramu!


mer, kamu apa"an sih? pak retno itu kan sudah punya istri. "iya sih, tapi kata pak retno istrinya tidak bisa memberikan pelayanan dengan baik. ya maka dari itu kami berhubungan secara diam diam.


ya tuhan, kenapa aku bisa berteman dengan seorang pelakor sih, amit..amit batin dian.


dian, tapi kamu janji ya tidak mengatakannya pada siapa pun?


i-iya, aku tidak ingin mencampuri urusan pribadimu mer. tapi saran aku, sebaiknya kamu jangan melakukan itu, tidak baik tau gk.

__ADS_1


ya sih, tapi _...


__ADS_2