
**
niko langsung membuka pintu ruangan mamanya tanpa mengetuk terlebih dahulu. disana terlihat papa andini sedang berbica dengan mamanya.
nih anaknya sudah datang, niko ayo duduk sini sayang, mama dan om ingin bicara sama kalian kata mama anggi.
niko hanya menurut dan duduk di samping mamanya. begitu juga dengan andini.
niko, om datang kemari untuk membicarakan pertungan kamu dengan andini. tadi om juga udah membicarakan ini sama mama kamu kata papa andini.
iya niko, tapi semua kepetusan ada di tangan mu sayang, lanjut anggi.
tapi om berharap kamu tidak menolak pertunangan ini niko.
niko sontak terkejut mendengar ucapan papa andini yang seenaknya saja mengatur kehidupannya. tetap rileks niko, batinnya.
sebelumnya saya minta maaf om, saya tidak bisa bertunangan dengan andini.
tapi kenapa niko? andini sangat mencintaimu. aku tidak mencintai andini om, aku sudah menganggap dia sebagai adik ku sendiri.
tidak, aku tidak mau menjadi adik mu. aku sangat mencintai mu kak, memeluk lengan dan menyandarkan kepalanya di bahu niko.
niko, tolong jangan buat andini kecewa, kata omnya. saya akan memberikan apa pun yang kamu mau asalkan kamu mau bertunangan dengan andini.
sudah cukup om, jangan memperumit perasaan ku. kalian dengan seenaknya mengatur kehidupan ku. aku tidak membutuhkan apa apa dari om. dan kamu andini, berhenti mengejarku, aku tidak mencintaimu, jangan buang buang waktumu.
niko sayang, tolong kamu pikirkan matang" dengan keputusan mu itu kata anggi.
berapa kali harus aku bilang sama mama, aku tidak mencintai andini.
__ADS_1
om dan mama anggi saling melirik, ada rasa kekecewaan dimata om ketika mendengar ucapan niko. dia memikirkan nasib putrinya yang sudah di tolak sama niko.
parr... andini berdiri dan melayangkan satu tamparan ke pipi niko. kamu jahat sama aku kak, aku kurang apa aa?
kalau aku tidak bisa mendapatkanmu, maka tak ada satu orang pun yang bisa memiliki mu hentak andini dan keluar dari ruangan itu.
niko, om harap tolong pertimbangkan kata katamu tadi, kamu tau kan jika keinginan andini tidak terpenuhi, dia akan melukai dirinya sendiri dan om tidak mau kehilangan andini.
om permisi dulu ya..
niko membanting vas bunga yang ada di meja itu, sehingga membuat mamanya terkejut.
brengsekkk....
niko, kamu tenang dulu sayang, jangan marah marah begitu..
bagaimana bisa tenang ma, dia seenaknya saja mengatur ku, dan hanya memikirkan perasaan anaknya.
tak ada gunanya kamu marah" begini.
niko kluar dan membanting pintu ruangan mamanya. sehingga membuat karyawan yang memandangnya ikut merinding melihat niko yang begitu marah.
ada apa dengan niko, aku tidak pernah melihatnya begitu marah batin rani.
yah niko emang gitu gengs, tidak bisa mengontrol emosi ketika sedang marah.
dian, tolong kamu antar berkas ini dan minta tanda tangan pak niko, ucap radit.
is tu kan, jujur dian tidak ingin bertemu dengan niko saat ini.
__ADS_1
dian, kenapa kamu suka melamun begini sih, tanya radit.
aa maaf pak, dian mengambil berkas itu kemudian menuju ruangan niko dengan betenya.
dian mengetuk pintu dan membuka hendle pintu. permisi pak, sa....
keluar kamu, saya tidak ingin di ganggu ucap niko yang tidak menyadari kalau dian yang sedang berdiri di belakangnya.
jep... hati dian terasa tidak kuat mendengar bentakan niko. kakinya bergetar dan matanya sudah mulai berkaca kaca.
niko membalikkan pandangannya ketika tidak lagi mendengar jawaban wanita tsb.
dengan sontaknya dia melihat dian yang berdiri menunduk bagaikan tak sanggup lagi melangkahkan kakinya.
dian... panggilnya menghampiri dian.
aa.. aku minta maaf, aku tidak mengira kalau itu kamu kata niko meraih tangan dian.
dian mengangkat kepalanya dan mencoba untuk tegar dan memandang niko dengan tatapan kosong.
aaku kesini untuk memberikan berkas ini dan kamu harus menandatanganinya.
baik lah, ayo duduk dulu kata niko yang merangkul bahu dian.
maaf pak, saya tidak punya banyak waktu dan harus segera bekerja. silahkan tanda tangani.
dian, aku minta maaf aku tidak bermaksud membentakmu.
gpp kok pak, saya mengerti ucap dian menundukkan kepalanya
__ADS_1
**