Takdirku Bersamamu

Takdirku Bersamamu
bab 34


__ADS_3

selamat sore semuaahh, udah lama banget gak up nih. jangan lupa dukung cerita ini ya gaes! Tinggalin jejak like, komen, and vote serta saran nya untuk melengkapi kekurangan dari cerita ini.


Happy reading yauu 😀


^%^%^%^%^%^%^%^%


Malam ini Mereka akan mengadakan pesta open house bersama dengan warga setempat. Berbagai acara ritual dari adat mereka yang telah di saksikan oleh para pendatang. Ini sangat lah minim jika di bandingkan dengan acara yang selalu di hadiri di balai kota.


Meski pun begitu, Kami sangat senang jika bisa membantu desa ini menjadi lebih maju.


Diana duduk bersama Ema, Meri dan juga para karyawan lainnya di sebelah kanan para medis. Pak Retno Selaku Manager perusahaan memberikan kata" sambutan juga memberikan pengarahan mengenai kemajuan yang akan di bangun untuk masa depan Anak" warga desa ini.


Selepas acara resmi, para karyawan serta semua kaum muda warga ini akan mengadakan acara dance juga bernyanyi bersama. Dance adalah sebuah kata yang asing bagi mereka. Mereka bahkan tidak mengerti bagaimana cara berdance.


"Baik lah, kita akan mulai acara selanjutnya." kata seorang Imam yang mengambil alih acara itu. "Ayo siapa yang ingin mempersembahkan lagu?"


Ema menawarkan dirinya untuk mempersembahkan sebuah lagu cinta. "Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yng jauh disana, kata Ema dengan senangnya.


Huuuuiiiii... teriakan mereka saat mendengar suara Ema yang begitu merdu.


Melalui malam-malam yang begitu indah bagi mereka yang jarang mengadakan pesta bersama.


.


.


.

__ADS_1


Pagi ini mereka akan kedatangan clien yang mempunyai ke kuasaan besar dari luar negeri. Mereka akan mengadakan rapat untuk membangun sebuah tempat Wisata terbesar di kota itu.


Beberapa karyawan yang mengambil alih untuk menyambut Pak Arsya selaku bos yang mereka hormati. Mata mereka terpaku melihat ke gagahan Arsya saat kluar dari mobil mewah itu. Bertubuh tegap dan berjalan dengan mantap menuju ruang meeting.


Memandang semua peserta rapat dengan angkuhnya. Berpakaian biasa saja dan kembali mengalihkan pandangannya pada berkas. Mereka mungkin tidak penting baginya. Walaupun proyek itu akan segera di bangun, Arsya akan memperkerjakan karyawan dari luar negri. Belum memulai saja dia sudah merendahkan kemampuan karyawan yang ada di hadapan nya.


Eki selaku sekretaris Arsya mengambil alih untuk memulai rapat tersebut.


Pak Retno selaku manager segera mempersentasikan rancangan yang sudah mereka terapkan di jauh hari. Tanpa mengalihkan pandangannya, Arsya memasang headset pada telinganya.


Tidak ada satu orang pun yang berani untuk menanyakan pendapatnya. Saling melirik kaku, dan suasana semakin canggung di ruang rapat. Bahkan pak Eki sekalu tangan kanan nya pun tidak berani untuk berbicara.


Pak Retno memandang Diana untuk melanjutkan presentasi di bagian dana.


Dengan mantap Diana berdiri dengan tegap, memandang Arsya yang sama sekali tidak melihatnya.


Ckk, penjelasan konyol!


Stop!!


Katanya memotong penjelasan Dian. Semua orang yang ada di ruangan itu tengah merasa gugup. Ada rasa takut jika proyek yang mereka ajukan tidak di terima oleh client besar itu.


Berdiri dengan tegap, "Saya sangat muak dengan penjelasan embel-embel mu!" katanya dengan angkuh menatap tajam Diana.


Jantung para karyawan disana sudah semakin menciut. Tidak berani memandang Wajah murka Arsya.


Kaki Diana sudah semakin dingin dan bergetar dibawah sana. Sejenak Memejamkan matanya menenangkan hati dan mentalnya. Tenang Diana, kau pasti mampu menangani makluk ciptaan Tuhan ini!

__ADS_1


"Maaf pak, jika penjelasan saya tidak berguna bagi anda. Tapi saya mohon, berikan kesempatan untuk menjelaskan rancangan lainnya."


Bersandarkan kedua tangan di atas meja dan menatap Diana dengan tajam.


"Apa kamu tau, dari semua penjelasanmu sudah terlihat titik kelemahan yang akan menghancurkan proyek ini."


"Ya, saya tau itu, Menjawab dengan tegas. "Saya sengaja menjelaskan garis besarnya saja untuk mengalihkan pandangan anda. Saya ingin anda memberikan komentar.


Mengerutkan kening menatap geram ke Diana. "Kamu hanya akan mendapatkan komentar buruk dari saya."


"Baik lah, itu yang saya inginkan. Itu berarti anda sedikit menanggapi penjelasan kami. Saya juga ingin menjelaskan titik kelemahan dari rancangan ini. Dan saya harap kita saling memberi komentar dan pendapat.


Berani sekali gadis ini.


Duduk kembali dan menatap Eki. Itu berarti Arsya akan berusaha mendengarkan penjelasan Diana.


Memasang monitor dan menjelaskan grafik secara terperinci.


Kali ini suasana rapat semakin membaik dari sebelumnya. Arsya sudah menyetujui proyek yang mereka ajukan.


Penutup dari acara itu, Pak Retno memberikan sedikit kata-kata semangat kepada mereka yang ada disana.


Sebelum keluar dari ruangan itu, Sejenak Arsya menghentikan langkahnya dan memandang Diana yang sedang menunduk memberi hormat.


"Bersiap siap lah, saya akan pakai kamu!"


Mendengar kata pakai, Dian memberanikan diri untuk menatap Arsya dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2