Takdirku Bersamamu

Takdirku Bersamamu
bab8


__ADS_3

2 minggu sudah berlalu, keadaan papa dian sudah semakin membaik. dika juga sudah kembali ke sekolah.


mama ika juga sudah sah menjadi istri moris. moris dan anak perempuan nya santi sangat menyayangi ika. namun berbeda dengan malik. dia tidak terlalu menyukai ika. tetapi dia tidak berani membantah keinginan moris.


dretttt.. drettt


panggilan dari "niko"


hallo nik?


"kamu dimana di? aku didepan rumah kamu nih."


kamu ngapain sore" kerumah? iya deh bentar aku kluar.


dian berlari dan membuka pintu. ayo masuk!!


niko mengambil buket bunga mawar yang tadi dia beli khusus buat dian.


"buat kamu 🌹🌹😊 ....."


wahhhhh kok tumben kamu kasi aku bunga?


dian mencium bunga yg dia terima dari niko.


"emang gk bole ya??


dian hanya tersenyum. terimakasi ya nik. aku sangat suka bunga ucap dian. ayo silahkan masuk. kamu mau minum apa?


" gak usah di, aku gk lama kok. kamu sendiri aja nih di rumah? "

__ADS_1


dian menatap niko dengan tatapan tajam.


niko bisa melihat ekspresi dian dengan tatapan marah..


wahh gawat,, apa dian marah dengan pertanyaan ku tadi?


"emang kalau aku sendiri kenapa? jangan macam-macam kamu ya.. tunjuknya di depan niko.


" iya gk lah, kamu gk usah mikir aneh" deh.


"hahhahaha aku cuma bercanda kok nik. aku sama papa di rumah."


"oohh, mmm..... kedatangan aku kesini mau ajak kamu kluar di, mau gk?"


"bukannya gk mau nik, tapi aku kan harus buka warung. dika gk bisa kerja karena sebentar lagi ada ujian semester. aku tidak mau ganggu sekolahnya.


dan ini kan malam minggu, pasti pada rame.


" gk usah nik, nanti kamu kecapeaan,.


"gk kok, aku malah senang bisa bantu kamu, kalau bisa sih, setiap malam juga bisa bantu, supaya bisa dekat kamu terus. hehehhee. "


" dasar gombal... " ucap dian.


**


baru malam ini niko ikut membantu dian jualan. meski pun gagal mengajak dian pergi, namun niko tetap senang karena bisa bersama dengan dian.


jadi aku harus ngapain ni? tanya niko.

__ADS_1


oya, tolong kami ladeni pelanggan kita ya, ucap dian.


siap bos....


dian tersenyum melirik niko. dian bisa merasakan ketulusan hati niko.


"emmhhhhh...... "terdengar suara berdehem mendekati dian. dian sangat terkejut melihat orang yang sudah berdiri di depan nya. hati dian sangat sakit jika melihat pria itu.


"jadi ini kerja sampingan mu slama ini? "


lo mau gk kerja lagi sama gue, kerja sama gue lebih menguntungkan dari pada lo jualan yang gk guna seperti ini adik tiri.. (menekankan nada bicaranya adik tiri) malik


"bisakah anda pergi sekarang? saya tidak ingin melihat muka anda!


"santai saja dong lo, gk usah ngegas.! gue bisa haancurkan ini smua saat ini juga.


"coba aja kalo lo brani..(niko)


niko menarik tangan malik keluar dari warung.


eh lepasin gue...


lo gk usah ikut campur ya, lo juga bisa hancur,ngerti lo?? (menepiskan tangan niko)


" lo pikir gue takut sama lo? gua peringatkan lo ya, jangan pernah dekati dian, dan jangan pernah mengancam dia, kalau sampai lo nyakiti hatinya, lo bakalan berurusan sama gue.


plakkk.... satu jonjokan mengenai hidung niko. niko begitu terkejut dan hidungnya bercucuran darah.


plakkkk... hal sama yang niko lakukan pada malik. mereka saling bertarung sehingga orang orang sudah datang bergumulan melihat apa yang sedang terjadi. dian juga segera lari menghampiri mereka.

__ADS_1


stopppp.....


niko menghentikan aksinya ketika mendengar suara tsb.


__ADS_2