
~berjumpa part 2~
****
ibu ika sudah bersiap" berdandan.
dia memakai gaun span berwarna hijo.
serasi dengan kulit nya yang putih
agri terus memandangi istrinya saat berdandan. sesekali ika melirik agri dari kaca riasnya. seketika pandangan mereka saling bertemu, ika memasang muka datar.
"apakah kamu harus berpenampilan seperti itu untuk bertemu yani?? tanya agri
ika hanya diam, dan sibuk dengan mek'upnya
tok. tok....( masuk )
malam ma, pa... ucap dian.
mama mau kemana cantik" gini??
mama mau bertemu dengan tante yani dn bosnya untuk membicarakan pekerjaan itu untuk mama. jawab ika
dian menarik tangan mama kluar.
"dian mau bicara sama mama".
"kamu mau bicara apa? jawab dengan santai
"apakah harus berpenampilan seperti ini bertemu dengan tante yani? "
dian nggak suka mama berpenampilan seperti ini. bentaknya? !
plakkkk... menampar dian.
kamu nggak berhak mengatur hidup mama, sudah cukup mama sengsara selama 2 tahun ini mengurus papa kamu. mama ingin bekerja, toh itu bisa membantu kebutuhan keluarga kita.
tapi ma?
"sudah sana. (mendorong dian, kemudian pergi)
dian bangkit dan mengejar mamanya. tapi semua sia sia. sejenak dia terdiam, dan otaknya terus berputar penuh dengan pertanyaan. ada apa??? dan kenapa bisa terjadi???
dian teringat dengan papa, dia berlari kekamar dn menghapus air matanya. dia tidak ingin papanya bersedih melihat situasi ini.
" pa???
apakah papa udah tidur? (memeluk papanya)
papa jangan terlalu banyak berfikir ya, dian akan menjaga mama,
"maafkan papa nak, papa sungguh sangat tidak berguna."
"papa nggak boleh ngomong seperti itu, papa yang terbaik untuk dian sama dika."
(mencoba tegar didepan papa)
sekarang papa istrhat ya, dian akan menunggu mama pulang..
***
__ADS_1
di restoran xxx...
ika dan yani sudah sampai di restoran tsb.
beberapa menit mereka menunggu kedatangan moris.
yani..... (panggil moris melambaikan) tangannya
yani berdiri dan tersenyum.
mbak, kenalkan ini pak moris, ucap yani.
hai, saya moris dan ini putra saya malik.
saya ika. (membalas uluran tangan moris. )
"ayo silahkan duduk,...ajak ani"
lama mereka berbincang-bincang. namun tak satu patah katapun keluar dari mulut malik. dia hanya fokus pada layar hpnya. tiba" dia teringat dengan dian.
"huffff.... perempuan itu menghilangkan moodku sepanjang hari ini. batinnya
berani" nya dia mengataiku gorilla..
tunggu aja pembalasan ku dian... mengepal tangannya.
malik.... malik.... panggil moris
"mmhhhh.... iya pa???"
"apa kamu setuju dengan keputusan papa tadi?"
"keputusan??? apa yang mereka bicarakan tadi? ahhhh bodo amet.. (batin malik)
***
dian sangat gelisah. pikirannya sangat kacau sekarang. belum lagi masalah perkerjaannya.
"ntah apa yang akan di lakukan gorilla black itu besok. apakah dia akan memecatku?
atau dia akan dia akan membunuhku??
aaaaa.......bagaimana ini?
semua gara-gara niko.... 😩😩
dreettt... dretttt.
" hallo..?
"hallo di, ini aku niko. kamu udah tidur belum?"
"kalau aku udah tidur, mana mungkin aku bicara sama kamu. "
" eh iya... nggak usah ngegas dong di, aku jadi takut ni."
"aduhh nikooo, kamu ganggu tau nggak, aku lagi nggak mood ngomong ni."
"jangan gitu dong di. aku masi mah ngomong sama kamu.aku minta maaf ya soal yang tadi sore.aku nggak bermaksud nyakitin hati kamu. aku hanya mau melindungi kamu dari pria jahat itu.
" melindungi gmana aa?
__ADS_1
aku bahkan nggak tau bagaimana nasib aku kalau bertemu dengan gorilla itu?"
"aaaaa, gimana dong nik?(merengek)
tok.. tok... terdengar seseorang mengetuk pintu.
"eh nik, udah dulu ya.
"hallo di?di... ya elah main mati"in aja ni anak."
dian membuka pintu. ternyata yang pulang dika. berhubung tadi dian sangat capek, hanya dika yang membuka warung mereka.
"kok kakak belum tidur?"
"kakak nungguin kamu dek, menatap adek nya dengan penuh rasa iba. maafkan kakak ya, seharusnya kamu tidak ikut bekerja sampai larut malam sperti ni. batinnya.
yaudah, kamu mandi ge dek.,trus itu istrhat.
"sip👌"
dian sengaja tidak mengatakan tentang mamanya kepada dika. karena dian takut adeknya akan berbuat nekat, terhadap mama.
dan dian tidak ingin sekolahnya terganggu karena masalah kelurga saat ini.
sudah pukul 23.30, mama belum pulang juga. hati dian semakin gelisah.
"bagaimana ini... mama belum pulang juga"
terdengar suara mobil di luar sana.
mungkin itu mama, batin dian.
" makasi ya mas, sudah antar aku pulang" (ika)
" sama-sama yaaudah kamu masuk ge.. " (moris)
ika menggangguk, lalu kluar.
dian langsung membuka pintu, dia melihat mamanya melambaikan tangan sama laki" yang ada di dalam mobil sana.
"kenapa kamu belum tidur?" tanya ika
"siapa laki" yang mengantar mama barusan? "
ooo itu, dia bos mama, mulai besok mama sudah bisa bekerja di perusahaan dia.
ya sudah, mama sangat capek mau istrhat.dian mau ngomong sama mama!
apa lagi sih?
kalau mama bekerja bagaimana dengan papa? siapa yang akan mengurus papa di rumah ma? .
"papa kamu itu udah sehat, jadi dia bisa urus diri sendiri. mengerti kamu?? " (mencengkram dagu dian dn menepiskan dengan kasar)
perlahan dian membaringkan tubuhnya di kasur, air matanya yang bening mulai membasahi pipinya. begitu berat beban yang harus di tanggung. bagaimna jika papanya sakit lagi? bagaimana jika adek nya tau, kalau mama akan bekerja dan melantarkan papa?
sejenak dia terdiam.
" aku tidak boleh lemah seperti ini, aku kan sudah janji sama papa, bahwa aku akan jaga mama.
next.......
__ADS_1
trimakasi sudah mampir.🙏
mohon dukungan dan sarannya, untuk melengkapi kekurangan cerita ini.