
**
jam sudah menunjukkan pukul 18,00 wib
di, kita pulang bareng yuk ajak rani.
gue yang akan mengantar dian pulang potong niko yang menghampiri mereka.
rani dan dian melihat arah suara tsb. rani mengingat waktu dia melihat yang membanting pintu ruangan mamanya.
rani kenal betul dengan niko, kalau udah marah, semua orang yang berbicara padanya pasti kena sasaran.
ayo di, aku antar kamu pulang kata niko.
gk usah pak, aku pulang bareng rani saja, soalnya kita masih ada urusan ketempat lain kata dian melirik rani.
eh iya nik, kita mau ke mol dulu.
dian kamu jangan menghindar dari ku, aku tau kamu sedang berbohong.
huuuff ini anak ya, buat aku semakin geram aja. maunya aja yang di ikuti, gak tau apa aku lagi ngambek sama kamu, batin dian.
niko, lo apa apaan sih, seenaknya ajak maksa dian. ran, gue lagi butuh dian.
apa, butuh?
eh niko, lo jangan macam macam ya sama dian, lo butuh apaan aa??
dasar ini otak selalu saja berpikir negatif sama sepupu senderi. niko menyentil keningnya rani.
auuu sakit tau..
aku tunggu kamu di parkiran kata niko pergi meninggalkan mereka.
di, apa kamu yakin pergi dengan niko?
yaudah gpp kok rani, niko juga gk bakal berani macam macam sama aku. mungkin dia lagi ada masalah maka nya sifat dia dingin begitu.
niko sudah berdiri di depan mobilnya dan membukakan pintu penumpang untuk dian.
selama di perjalanan mereka hanya diam membisu tanpa ada satu patah katapun keluar dari mulut niko.
__ADS_1
dian mencoba untuk menahan egoisnya dan memecahkan keheningan mereka.
niko, dian memegang tangan niko
ada masalah apa, kenapa kamu kelihatan macam seperti itu?
niko melirik dian dan tersenyum, gpp kok sayang, aku kangen aja sama kamu.
is tu kan, kenapa sih dia resek begini. padahal aku sudah coba tidak egois marah sama dia. seharusnya aku yang marah tau gak batin dian.
sayang aku laper nih, pengen makan masakan kamu. namun tidak di jawab oleh dian.
di, kamu kok diam aja?
yaudah kita langsung pulang aja kerumah, *jawab dian dengan nada cueknya.
niko tersenyum memandang dian, kalau saja tidak sedang menyetir ingin sekali dia memeluk gadis yang sedang ngambek itu.
kini mereka sudah sampai di rumah dian. mereka masuk dan niko duduk di sofa merentangkan dan memejamkan matanya*.
kamu istrhat saja dulu disini, biar aku siapkan makanan dulu kata dian.
dimana om agri, tanya niko.
ooo, kalau begitu bagus dong.
apanya yang bagus?
kita bisa berduan di rumah, hehehe.
dian melempar bantal kursi ke wajah niko, jangan coba" merayu ku.
mmhhh punya pacar kok judes amet begini sih.
sudah diam disitu, aku mau kedapur dulu.
baik lah nona, aku tidak akan mengganggu mu.
dian sedang sibuk memasak berbagai macam makanan.
niko menghampirinya dan memeluk pinggang dian dari belakang.
__ADS_1
dian terkejut dan ingin memukul niko.
ihhh niko, kamu ngapain sih?
aku cuma memeluk mu sayang,
lepasin deh, aku sedang sibuk ini..
bukannya di lepas, niko malah mengeratkan pelukannya dan menundukkan kepalanya ke bahu dian.
niko, geli tau. udah deh jangan ganggu aku nanti makanannya gosong.
di, aku mencintaimu bisik niko mencium jenjang leher dian.
dian mematikan kompornya dan membalikkan badannya menghadap niko.
hufff, kamu itu gk peka apa, aku lagi marah sama kamu.
aku tau kamu sedang marah, tapi aku tidak ingin membahas masalah yang tidak penting kata niko memeluk tubuh dian.
is kamu tu ya... lepasin ah
niko mengeratkan pelukannya dan mencium bahu dian.
di, aku hanya ingin memelukmu sebentar saja.
akhirnya dian membalas pelukan niko dengan penuh rasa nyaman.
niko melepaskan pelukkannya dan meraup pipi dian dan mencium bibirnya.
dian menutup matanya dan menikmati ciuman mereka. niko merasakan dian menepuk" punggungnya akibat kesusahan bernafas. sejenak niko melepaskan ciuman itu dan beralih ke rahang dian.
tok.. tok..
dian melepaskan pelukan niko.
sebentar aku buka pintu kata dian dengan canggungnya.
kak, lagi ngapain kok lama sekali buka pintunya kata dika yang baru saja pulang les privatnya.
mas niko ada disni ya?
__ADS_1
mm iya dek, tadi kita lagi memasak, jadi gak dengar deh kamu ngetuk" pintu.
huuffff hampir saja..