
diana melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 5 sore. kenapa niko belum nyampe juga? mmm mungkin lagi dijalan kali ya. dian mengemasi berkas berkas yang berserak di mejanya. seseorang dari belakang menutup matanya.
"rani, udah deh jangan bercanda mulu!"
diana melepaskan tangan itu kemudian berbalik arah. dia melihat kekasinya yang sedang tersenyum dan merentangkan tangannya minta di peluk.
niko! dian memeluk niko sekejap dan langsung melepaskannya. "kok di lepas sih, kamu gak kangen sama aku ya?
"kamu tau kan ini di kantor"
"terserahlah aku mau peluk kamu sini!
nanti aja ya sayang, ayo kita pergi!
bener ya nanti di mobil harus peluk dulu kata niko dengan manjanya.
mereka berjalan beriringan dan semua mata para karyawan sontak melihat mereka yang begitu dekat. biasanya niko hanya pergi bersama dengan sekretarisnya. namun dian dan niko tidak pedulikan itu.
sesampainya di mobil, tanpa harus minta izin niko langsung menarik tangan dian untuk maju lebih dekat. niko memeluk dian dengan erat.
"aku sangat rindu kamu sayang"
"aku juga rindu kamu"
kemudian niko melepaskan pelukanya beralih pada bibir dian yang merah ranum yang siap ia *****. masi menempelkan bibirnya, niko merasa getaran di saku celananya.
diana langsung melepaskan bibirnya.
"angkat gih, ada tlfn"
"siapa sih, ganggu aja. "mama"
~hallo ma?
~kamu kok belum sampe sayang?
~niko udah sampe di kantor ma, sekalian mau jemput dian sebentar lagi juga nyampe.
~oh, yaudah kalian hati hati ya!
tante bilang apa?
gpp, ayo kita lanjutkan. ngapain?
ya tentu saja melepas rindu.
udah lah ah, nanti juga bisa kita lanjutkan sekarang tante sudah munggu kita nih.
"mmm pantang aja ada yang ganggu, kamu pasti merasa sudah merdeka lepas dari ku! "
"iya tentu saja dong sayang, uluhh uluhh kamu gemes banget sih kalau lagi ngambek begitu. "
niko melajukan mobilnya dengan wajah yang cemberut. niko kamu jelek banget sih begitu!
niko tidak menjawab. *ni anak kalau belum di cium pasti akan tetap ngambek batin nya.
diana menggeser duduknya dan mendekat ke niko untuk di kecup.
cup.
setelah di cium wajah niko berubah berseri dan tersenyum ke dian*.
__ADS_1
"gitu dong dari tadi sayang. mereka saling tertawa dan saling meledek. "
beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah niko. ayo sayang!
niko menggandeng tangan dian masuk dan memanggil mamanya.
"hei sayang, kalian sudah sampai"
kami memberi salam ke tante.
ayo dian bantu tante masak, kata niko kamu jago masak.
ayo tante!
yaudah kalian masak aja dulu, niko mau mandi dulu ya ma!
iya sayang kamu pasti capek!
dian dan tante anggi sedang sibuk di dapur, beberapa menit kemudian terdengar suara bel pintu. dian, kamu lanjutkan dulu ya nak, tante mau buka pintu. iya tante
eh rani, kamu sudah sampai sayang, ayo masuk dian juga sudah sampai.
"kok dian gak bilang" mau berangkat kesini sih."
di, kok kamu gk ngajak aku kesini sih? di cariin juga dari tadi eh malah udah sampe disini cemberut
maaf ya ran, tadi aku gk sempat ngajak kamu, soalnya niko langsung menarikku kedalam mobil.
mmhh bilang aja kalian tidak mau di ganggu kan?
ya ampun, udah ya kalian gk usah berdebat di dapur tante, nanti rasa makanannya gak enak lagi! hehe... mereka memasak sambil bercerita.
"eh ada anak rusuh nih kata niko menghampiri kami"
" ya gk mungkin lah, gue kan mau mesra" sama dian, secara udah lama gk ketemu juga.
"mmm.. resek tau gak lo, dian niko gk apa apain kamu kan soalnya aku gk percaya sama ni anak. "
"ya suka hati gue dong, mau gue cium mau gue sentuh diakan pacar gue. jadi lo gk usah sibuk begitu"
gue nanya dian bukan lo! ayo jawab di, niko abis melakukan apa?
"kita tadi ciuman"
niko, kamu....dian menggantungkan kata"nya menahan malu.
iya emang betul kan di, tadi kamu nyium aku?
ih niko malu tau..
udah" kalian jangan berdebat begitu dong sayang. mama jadi pusing dengarnya!
niko tu tante resek banget.
oya tan, apa calon om aku itu ganteng?
mendengar itu dian mengerutkan dahinya heran. apa tante akan menikah lagi?
" iya dong sayang, walau pun sudah tua, calon om kamu itu gagah loh".
" oh ya, wahh tante aku pasti lagi bahagia ya rani memeluk tantenya. sementara niko dan dian mencicipi semur buatannya. "
__ADS_1
"oya tante, apakah tante mau menikah? " tanya dian dengan ragunya.
"iya sayang, emang nya niko belum cerita sama kamu?
dian menggeleng. berarti kamu gk tau dong tujuan kita masak banyak seperti ini? menggeleng lagi.
"ya ampun niko, kenapa kamu tidak cerita ke dian sayang? aku belum sempat cerita sama dian ma! dian, malam ini calon papa mertua kamu mau melamar tante sayang.
niko melirik dian dengan wajahnya yang biasa saja. mendengar pernikahan, dian jadi ingat papa yang akan menikah sebentar lagi.
"ok semuanya sudah siap, tante mau bersiap dulu ya, sebentar lagi om kalian akan datang. oya tante, perlu rani dandani gak?
lo gak usah sibuk dandan mama, ini bukan pertama mama di lamar, jadi biasa saja.
mendengar itu, anggi hanya terdiam. niko mama sama sekali belum pernah menikah sayang batin nya, setelah menikah mama akan mengatakannya padamu.
setelah mama anggi pergi hanya mereka bertiga yang tertinggal di dapur itu.
niko, apa lo gak senang kalau tante menikah lagi? tanya rani
awalnya gue memang gak suka ran, tapi aku tidak ingin mama menangis Karena hal itu.
kalau gue nanti menikah dengan dian, jadi sudah ada papa yang bisa jaga mama.
yee.. apa lo yakin dian mau menikah dengan lo?
ya iya lah, secara kami saling mencintai. iya kan sayang? niko memeluk dian dari belakang dan mencium pipinya.
niko lepasin ih, malu tau gak di liat rani.
eh niko, lo gak usah pamer begitu di depan gue. "biaran aja,"
beberapa menit kemudian anggi turun dan menghampiri mereka di dapur.
kok kalian masi disini, kenapa gk ngomong di depan aja sayang,?
gpp tante kita lebih nyaman disini. oya, ini sudah jam 7.30 kok om belum datang juga tante?
"palingan sebentar lagi akan sampe sayang."
tokk.. tok...
terdengar suara pintu dari depan.
dak dik dukk debaran suara jantung mama anggi.
itu pasti om kamu. duhh tante kok jadi dekdean gini ya?
ya ampun mama gak usah lebay begitu deh, kaya orang baru jatuh cinta aja pakai dekdean segala.
ih niko kamu ini ya, kalau begitu mama mau buka pintu dulu. ayo niko kamu temani mama sayang.
lo aja yang nemani mama ran!
yaudah ayo tante...
anggi membuka pintu dan melihat 2 orang lelaki di depannya.
mas...
rani melalakkan matanya dan menutup mulutnya ketika melihat kedua lelaki itu.
__ADS_1
**