Tap Your Heart

Tap Your Heart
Bagian 21


__ADS_3

Edvin dan Marcel sudah berada di kamar hotel mereka. Mereka belum juga pulang dan masih tinggal di Riyadh, Keduanya nampak memasang wajah gelisah.


"Aku beneran kepikiran soal semalam. Rasanya menang dua penghargaan pun enggak ada senengnya." Ujar Marcel.


"Aku juga ngerasain hal yang sama. Aku kira semua akan berjalan baik dan acara itu akan menambah kedekatan antara kak Clein dan Abang Karel ternyata dugaanku benar-benar salah! Semuanya berantakan." Ujar Edvin.


"Terus bagaimana sekarang? Sepertinya hubungan kak Clein sama Abang kamu akan tetap seperti ini. Mereka tidak akan mungkin berbaikan." Ucap Marcel.


Edvin mengetuk kening dengan telunjuknya. Ia nampak berpikir keras.  Jika ia membiarkan hubungan Clein dan Karel tetap buruk, rasanya hubungan pertemanan Edvin dan Marcel tidak akan tenang. Mereka harus membuat gebrakan yang merubah kebencian antara Clein dan Karel.


"Yesss! Aku ada cara, Cel. Kayaknya kita harus nekat ngelakuin ini."


Marcel yang terlihat penasaran langsung mendekat pada Edvin.


"Apa?"


Edvin langsung membisikkan sesuatu hal pada telinga Marcel. Sontak Marcel langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


"Mana bisa kayak gitu! Enggak mau ah. Nanti kalau kak Clein tau kita yang ngelakuin itu, dia pasti bakalan marah banget sama aku, Vin." Tolak Marcel.


"Gak ada cara lain lagi, Cel. Kita harus coba dan terima semua konsekuensinya. Demi kakak kita berdua dan demi hubungan baik pertemanan kita." Ujar Edvin berusaha meyakinkan Marcel.


"Kalau cara ini gagal gimana?" Tanya Marcel


"Aku yakin gak mungkin gagal kalau kita sama-sama kompak buat kerja sama!"


Marcel mengangguk paham.


"Kalau gitu kita harus cepat pulang dan mempersiapkan semuanya. Kita gak bisa lagi buat nunda-nunda rencana ini. Semakin cepat akan semakin baik!" Jelas Edvin.


Marcel kembali mengangguk dan bergegas untuk mengemasi semua pakaiannya. Entah hal gila apa yang akan dilakukan keduanya.


******


Clein tengah berada di dalam Markas. Setelah melihat kondisi Reynold, Clein kembali bergabung bersama teman-temannya.


"Mau sampai kapan kita siksa Reynold?" Tanya Oki.


"Sampai dia mati." Jawab Clein.


"Kenapa gak langsung bunuh aja? Takutnya nanti antek-antek James ngelakuin berbagai cara untuk ngebebasin Reynold."


"Tidak mungkin kita membiarkan dia mati semudah itu. Jika James berani membebaskan Reynold, maka saat itu kita langsung bunuh keduanya. Untuk saat ini kita nikmati proses penyiksaan ini. Anggap saja kita membalas setiap nyawa yang dia hilangkan." Tegas Clein.


"Tapi sejauh ini gue ngerasa aneh, kenapa James belum ngelakuin apa-apa yah? Gue takut James bakal kasih kejutan yang bikin komunitas kita hancur sehancur-hancurnya." Ujar Son.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin. Kita sudah mengirimkan mata-mata dalam anggota komunitas mereka. Jika James melakukan gebrakan untuk membebaskan Reynold, Mata-mata yang kita kirimkan pasti sudah mengatakannya." Jelas Clein.


"Sepertinya James sengaja tidak langsung membebaskan Reynold. Seperti ada sesuatu yang ia tunggu atau ia akan membiarkan Reynold tetap menjadi tawanan kita? Kemarin saat James datang kesini, dia seperti menahan hasratnya untuk menyerang kita semua. Apa dia menyukai Clein? Gue liat pancaran matanya aja kemarin beda banget." Ucap Deva.


"Gak mungkin. Tipe ceweknya James aja bertolak belakang sama karakternya Clein. Rasanya gak mungkin James suka sama Clein." Ucap Shane.


"Saya juga tidak yakin dengan pendapat kamu Deva. Jangan berpikir terlalu jauh, rasanya itu hal yang mustahil. Dan saya tidak senang jika James menyukai saya." Ujar Clein.


"Sorry Clein, tapi gimana lagi gue mikirnya ke situ." Ucap Deva cengengesan.


"Apa tidak ada pembahasan lain selain membahas soal Reynold dan James?" Tanya Andres yang mulai merasa bosan.


"Ada." Jawab Revan.


"Apa?"


"Besok kita akan meresmikan bisnis baru kita. Bisnis hotel Black Tyrannical apa kalian lupa?" Ujar Revan.


"Oh iyah. Clein besok lo bisa kan datang buat ngeresmiin hotel Black Tyrannical?" Tanya Shane.


"Bisa. Besok saya tidak akan pergi kemanapun. Jadi untuk hadir meresmikan hotel baru rasanya saya bisa." Ujar Clein.


"Good. Soalnya besok bakalan banyak wartawan juga yang ngeliput. Jadi kalau lo datang, semua pasti aman." Ucap Shane.


Hallo Bunda?


^^^Kak pulang sekarang!^^^


^^^Bunda butuh bantuan kakak^^^


Ucap seorang wanita diujung telepon sana.


Bantuan apa Bunda?


^^^Udah pulang aja dulu!^^^


^^^Nanti Bunda kasih tau^^^


Baik


Setelah itu telepon dimatikan.


"Sekarang saya harus pulang. Malam ini saya tidak akan datang ke Markas. Besok saya akan datang lagi kesini." Ujar Clein.


"Apa ada masalah Clein?" Tanya Shane.

__ADS_1


Clein menggeleng.


"Saya juga belum tau, tapi sepertinya bukan masalah." Jawab Clein.


"Oke. Pastiin besok datang, jangan sampe gak dateng!" Ucap Shane.


"Tenang aja Shane gak usah khawatir." Ucap Clein pada Shane. Shane tersenyum dan mengangguk.


"Semuanya saya pulang dulu!" Lanjut Clein.


"Siap, Aman!" Ucap semua orang.


Clein bergegas pergi dan melajukan motornya. Angin sejuk berhembus cukup kencang. Beberapa warga yang menyadari keberadaan Clein langsung menghentikan langkah mereka dan melambaikan tangan pada gadis itu.


"Kak Clein! Kak Clein!" Panggil seorang anak kecil sembari sesekali melompat.


Clein hanya bisa mengangguk dan tersenyum dibalik helmnya. Dicintai banyak orang menjadi kesan tersendiri bagi seorang Clein. Cinta dan benci adalah suatu rasa yang saling berdampingan. Clein harus menerima soal perasaan masing-masing manusia. Di dalam hidup banyak sebuah pilihan-pilihan yang dikendalikan oleh orang lain yang tidak bisa ia pilih.


Motor terus melaju melewati hiruk-pikuk aktivitas warga. Akhir-akhir ini Clein dapat merasakan dengan nyata bahwa tubuhnya merasa lelah.


Citttttt


Motor Clein hampir saja menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti tepat di depannya. Hampir saja motor tak bisa ia kendalikan. Clein berhenti lalu turun dari motornya dengan masih menggunakan helm. Pengemudi mobil tersebut juga terlihat turun dari mobilnya.


"Anda bisa menjalankan motor anda atau tidak?!" Sentak seorang pria yang terlihat marah pada Clein.


Clein sempat terdiam sebentar saat menyadari siapa orang tersebut. Ia langsung membuka kaca helmnya dan ekspresi pria itu berubah dengan cepat, ekspresi yang sama seperti ekspresi Clein tadi.


"Sepertinya anda yang tidak bisa mengemudi mobil anda sendiri! Lihat! Siapa yang membawa kendaraan berlawanan arah?! Buka mata anda baik-baik Karel!" Tegas Clein.


Karel tersenyum miring dan menutup mulutnya tak percaya.


"Dunia ini memang sempit, bosan setiap saat harus ditakdirkan bertemu dengan anda! Percuma saya menyalahkan anda karena anda akan berbalik menyalahkan saya!" Ujar Karel.


"Memang faktanya anda yang salah! Jika disini ada seorang saksi mata, dia juga akan mengatakan hal sama seperti yang saya katakan!" Tegas Clein.


"Sudahlah. Terserah anda! Saya muak melihat wajah anda. Buang-buang waktu saja!" Sewot Karel.


Ia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Anda pikir saya senang bertemu dengan anda?! Terlalu percaya diri!" Balas Clein.


...Terima Kasih Sudah Membaca 💚...


Support terus cerita ini yah💚💚

__ADS_1


__ADS_2