
Clein telah rapi menggunakan pakaiannya. Ia tidak melihat keberadaan Karel disana, yang ia lihat hanyalah pecahan kaca saja yang belum dibersihkan.
Kaos hitam dipadupadankan dengan celana jeans panjang terlihat melekat di tubuh Clein. Aura Clein yang dulu kini kembali. Rambutnya sengaja ia kuncir kuda. Clein menuruni anak tangga, disana ia melihat Frey yang juga akan menaiki anak tangga.
"Mau kemana?" Tanya Clein.
"Saya mau membersihkan pecahan kaca." Jawab Karel menghentikan langkah dengan tatapan melihat pada lantai.
"Karel yang menyuruh anda?" Tanya Clein.
"Iyah nona." Jawab Frey.
Clein mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kunci mobil mana?" Tanya Clein.
Frey langsung melihat wajah Clein dengan mengerutkan keningnya.
"Kunci mobil? Untuk apa?" Tanya Frey.
"Saya mau pergi mengajar anak-anak pencak silat. Tapi saya tidak ingin diantarkan oleh anda. Sekarang saya sudah punya kebebasan." Ucap Clein.
"Maaf nona tapi saya tidak bisa memberikannya karena saya takut tuan Karel marah." Lirih Karel.
"Dia tidak akan marah dan dia sudah tidak punya hak untuk melarang-larang saya!" Tegas Clein.
Frey masih tetap diam, ia belum bisa mempercayai Clein. Clein berdecak kesal, ia mengulurkan tangannya.
"Cepat berikan kuncinya!" Tegas Clein.
Tidak ada pergerakan dari Frey, Clein langsung menggeledah pakaian pria itu dimulai dari jaket sampai celana.
"Dimana kuncinya? Cepat berikan pada saya Frey! Jangan membuang-buang waktu saya!" Tegas Clein menatap tajam wajah Frey.
Dengan terpaksa Frey pun mengambil kunci mobil di saku jasnya. Lalu ia memberikan kunci itu pada Clein. Tanpa pikir panjang Clein langsung mengambilnya.
"Nah begini dong, kalau dari tadi anda memberikannya, mungkin saya tidak akan meninggikan nada bicara saya." Ucap Clein kemudian pergi meninggalkan Frey.
__ADS_1
Saat melihat punggung Clein yang mulai menjauh, Frey pun hanya menghela nafas panjang.
"Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Kalau nanti tuan menanyakan tentang nona, saya hanya bisa mengatakan yang sebenarnya saja." Ucap Frey kemudian kembali melanjutkan langkah menuju kamar Clein dan juga Karel untuk membersihkan sisa-sisa pecahan kaca.
Clein sudah berada di dalam mobil dan mobil melaju membelah jalanan kota. Semalam Clein sudah mengatakan pada Oki agar datang ke tempat dimana ia akan mengajar anak-anak remaja pencak silat. Clein tidak dapat menghubungi temannya itu karena handphonenya masih berada di tangan Karel.
Tak butuh berapa lama, mobil sudah sampai di tempat tujuan. Clein langsung turun dan menghampiri anak-anak yang jumlahnya sekitar 20 orang itu. Anak-anak itu tengah bersiap dengan memakai baju pangsi dan celana komprang.
Saat melihat kedatangan Clein, anak-anak itu langsung melakukan teknik salam. Clein membalas salam mereka dengan kedua tangan membentuk sudut 90 derajat yang di rapatkan di depan dada.
Seorang anak remaja terlihat menghampiri Clein. Ia memberikan baju pangsi dan celana komprang yang biasa Clein pakai tidak lupa dengan lembaran batik dan juga ikat kepala dari batik juga.
"Sudah lama kakak tidak datang kesini. Kami semua rindu pada kakak." Ucapnya setelah memberikan baju pada Clein.
Clein hanya tersenyum.
"Semua teman-teman disini tidak lagi semangat ketika kak Clein tidak ada. Walaupun ada yang mengajarkan kami, tapi rasanya berbeda. Kami semua seperti tidak punya gairah untuk berlatih." Lanjutnya lagi.
"Tidak seharusnya kalian seperti itu. Seharusnya mau ada kakak ataupun tidak, kalian harus tetap semangat berlatih. Kemarin kakak hanya mencoba untuk beristirahat. Buktinya sekarang kakak pun ada disini." Ucap Clein.
"Hmmm namanya juga manusia kak. tapi sekarang aku sama temen-temen yang lain pasti semangat latihannya, soalnya ada kakak disini." Ucapnya diikuti senyuman mengembang.
"Ren, beritahu semua teman kamu untuk segera berbaris. Kita akan segera memulai latihan." Ucap Clein pada Rendi.
"Siap kak." Rendi bergegas untuk memberikan interupsi agar semua teman-temannya berbaris karena latihan akan segera dimulai.
******
Karel tengah mengendarai mobilnya. Ia telah selesai untuk bertemu dengan seorang pengacara. Sekarang ia sangat ingin mempertahankan pernikahannya. Apapun yang terjadi, ia sangat mengharapkan perceraian tidak akan pernah ada dalam hidupnya.
Mobil berhenti saat ia sudah sampai di dalam mansion. Saat Clein mengganti pakaiannya tadi, Karel bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi lain karena pertemuan di atur secara mendadak. Setelah itu kemudian ia pergi. Sangat tidak mungkin Clein mencari keberadaannya karena bagaimana pun dia masih sangat membenci Karel.
Karel melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Mansion. Disana ia dapat melihat Frey tengah duduk santai memainkan handphone di bangku samping lapangan golf.
"Apa Clein belum turun dari kamar? Dia tidak mengajak kamu pergi kemana pun?"
Saat mendengar suara Karel, Frey langsung terkesiap lalu berdiri tegap.
__ADS_1
"Eh tuan, maafkan saya karena saya terlalu santai." Ucap Frey menundukkan wajahnya
"Tidak apa-apa, saya hanya butuh kamu menjawab pertanyaan saya tadi." Ucap Karel.
Frey semakin menundukkan wajahnya, ia harus memberitahukan semuanya. Semua akan semakin rumit ketika ia berbohong soal Clein yang memaksa untuk pergi sendiri. Dengan helaan nafas panjang Frey mencoba memberanikan diri menatap manik mata Karel.
"Begini tuan, sebelumnya saya mau minta maaf. Tadi nona Clein sudah pergi. Dia memaksa untuk membawa mobil sendiri dan tidak ingin ditemani oleh saya." Ucap Frey apa adanya.
Karel menaikkan alis kanannya.
"Pergi? Sendiri? dia pergi kemana?" Tanya Karel.
"Tadi nona Clein mengatakan akan pergi untuk mengajar anak-anak pencak silat." Ucap Frey.
"Syukurlah dia tidak pergi menemui teman-temannya lagi. Dia membawa mobil yang biasa kamu pakai, kan?" Tanya Karel.
"Iyah tuan." Jawab Frey.
"Untungnya saya sudah memakai GPS di mobil itu. Saya tidak akan pusing mencari keberadaannya, Sekarang saya harus menyusulnya." Ucap Karel.
"Tapi tidakkah tuan membawakan nona Clein makanan? Sepertinya dia belum sarapan karena setelah turun dari kamar, dia langsung pergi begitu saja. Saya rasa dengan cara itu tuan akan semakin dekat dengan nona." Ucap Frey yang seakan mengetahui hubungan Karel dan Clein sekarang.
Karel menyunggingkan senyum tipis.
"Benar juga apa kata kamu, Frey. Saya akan membuatkan Clein sarapan dengan tangan saya sendiri. Makanan yang dibuat akan menggunakan bumbu-bumbu cinta agar dia cepat jatuh cinta pada saya." Ucap Karel mengulum senyumnya.
"Siap tuan, saya yakin dia akan menyukainya." Ujar Frey yakin.
"Saya juga akan membuat sarapan paginya kali ini akan terasa istimewa. Tapi saya juga butuh bantuan kamu Frey. Saya tidak bisa membuatnya sendiri karena pasti akan membuang banyak waktu." Ucap Karel.
"Siap tuan. Saya pasti akan membantu anda." Balas Frey antusias.
Karel terlihat berpikir sebentar.
"Menurut anda makanan apa yah yang cocok saya buatkan pagi ini? Saya sangat bingung, Frey. Saya takut Clein tidak menyukainya." Tanya Karel.
Frey juga terlihat berpikir.
__ADS_1
"Menurut saya buatkan sandwich sayur dan ayam saja tuan, selain buat kenyang makanan itu juga menyehatkan." Ucap Frey.
"Oke, saya akan menggunakan saran dari anda jadi saya akan mencobanya." Ucap Karel yang terlihat bersemangat.