
Suara burung berkicau riang. Clein bergerak pelan ketika ada dekapan tangan seseorang yang memeluk tubuhnya. Pelan-pelan ia mengerjapkan matanya. Clein membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat Karel tengah memeluk dirinya dengan kepala yang berada di ceruk lehernya. Refleks Clein mendorong tubuh Karel agar menjauh darinya.
Mendapat dorongan yang kuat, Karel langsung membuka matanya karena tidurnya terganggu oleh tindakan Clein.
"Kenapa anda mendorong saya?!" Kesal Karel langsung mendudukkan tubuhnya seolah meminta penjelasan.
"Sudah saya katakan menjauh dari saya! Semalam saya sengaja tidur di luar karena saya tidak ingin melihat wajah anda. Tapi kenapa saya berada disini? Dan kenapa anda tiba-tiba memeluk saya?!" Ujar Clein tak kalah kesal.
"Hello, Clein! Ingat-ingat apa yang terjadi pada anda semalam! Ingat lagi! Justru saya membantu anda dengan memindahkan anda kesini!" Tegas Karel.
"Membantu saya? Tidak! Anda pasti bohong. Anda hanya ingin mencari-cari kesempatan saja untuk menyentuh saya!" Ulang Clein seakan tidak percaya dan hanya menganggap omongan Karel hanyalah omong kosong.
"Berhenti untuk menuduh saya! Biar saya ingatkan kembali, semalam anda tidur di luar dengan tubuh kedinginan. Anda selalu bergumam mengatakan dingin, dingin, lalu setelah itu saya memindahkan anda kesini. Kemudian anda masih saja menggumamkan kata dingin padahal saya sudah menyelimuti anda dengan selimut. Sampai pada saat itu saya berinisiatif untuk memeluk anda untuk menyalurkan kehangatan. Setelah itu anda baru bisa tidur nyenyak! Ingat kembali malam itu!" Tegas Karel.
Clein menyipitkan matanya dan mencoba untuk mengulang ingatannya. Benar semalam ia sempat kedinginan, samar-samar ia bisa mengingatnya. Clein kemudian diam dan merasa bersalah.
"Sudah ingat? Apa masih menganggap ucapan saya ini hanya kebohongan?" Tanya Karel.
"Terima kasih." Ucap Clein yang mencoba mengesampingkan rasa gengsinya.
"Minta penjelasan dulu dari saya, baru setelah itu anda bisa memberikan penilaian untuk saya. Saya ini tidak seburuk yang anda kira." Ucap Karel.
"Tetap saja perlakuan anda tidak akan bisa mengurungkan niat saya untuk bercerai dari anda! Saya masih belum bisa menerima semua perlakuan anda dalam menghancurkan pertemanan saya!" Tegas Clein.
"Anda akan tetap ingin bercerai dari saya? Tidak kah anda beri saya kesempatan terlebih dahulu?"
__ADS_1
"Tidak keputusan saya sudah bulat." Tegas Clein.
Clein bangkit dari kasur dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Baru saja ia sampai beberapa langkah, Clein langsung menghentikan langkah kakinya.
"Sekarang saya punya kebebasan untuk melakukan apapun. Jangan pernah melarang saya lagi. Bahkan untuk bertemu dengan teman saya. Memang status anda sekarang sebagai suami saya. Tapi itu hanya sekedar formalitas saja sebelum kita bercerai." Tegas Clein kemudian melangkah kembali menuju kamar mandi.
Karel mengepalkan tangannya dengan sempurna. Ia menggertakkan giginya dengan tatapan mata menyorot tajam. Karel menarik sprei dengan perasaan emosi. Ia berjalan ke depan meja rias lalu menatap dirinya pada pantulan cermin.
Prayyy
Karel memukul cermin dengan kepalan tangannya. Sampai Penggung telapak tangannya mengeluarkan darah. Di dalam kamar mandi Clein terperanjat kaget. Entah suara pecahan apa yang baru saja terdengar ke telinganya. Karel sangatlah egois. Ia hanya mementingkan kepentingannya semata.
******
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Clein bergegas keluar dari kamar mandi. Ia mengintip di balik celah pintu karena Clein tidak bisa langsung melesak keluar hanya dengan handuk yang melekat di tubuhnya. Ia lupa membawa pakaian ke kamar mandi. Clein sangat merutuki kebodohannya.
"Seharusnya anda tidak melakukan ini! Lihat, luka di tangan anda ini terjadi karena sifat kekanak-kanakan anda!" Kesal Clein saat melihat beberapa pecahan kaca masih menempel disana. Ia hanya bisa meringis dengan mengigit bibir bawahnya.
Karel hanya diam dan menatap wajah istrinya dengan tatapan memelas. Clein menghela nafas panjang kemudian bergegas mengambil kotak P3K. Clein duduk tepat di samping Karel. Perlahan ia mulai membersihkan pecahan kaca lalu membersihkan luka Karel. Tidak terlalu parah namun rasanya pasti perih.
Saat Clein mengoleskan alkohol Karel terlihat biasa saja dan tidak merasakan sakit. Sedangkan tatapan Karel terus saja memandang pada wajah Clein.
"Saya mohon pertahankan rumah tangga kita." Lirih Karel. Clein menatap wajah Karel dengan tatapan terkejut. Saking terkejutnya, Clein sampai menekan luka Karel terlalu keras. Membuat Karel meringis kesakitan.
"Sorry." Ucap Clein kembali mengoles pelan luka Karel.
__ADS_1
"Sekali lagi saya meminta pada anda Clein agar tidak melanjutkan perkara perceraian kita. Saya, saya sudah mencintai anda." Ucap Karel.
Clein langsung menyudahi untuk mengobati luka Karel saat pria itu mengungkapkan soal perasannya.
"Tidak semudah itu. Saya punya harga diri yang harus saya junjung tinggi. Saya yakin ucapan anda hanya manipulasi saja. Saya tidak percaya dari kata cinta yang baru saja anda ungkapkan." Ucap Clein.
"Anda ingin apa? Saya akan lakukan apapun untuk anda asalkan anda tetap bersama dengan saya." Ucap Karel.
Clein bangkit berdiri lalu menyimpan kotak P3K itu di atas nakas.
"Yang saya inginkan dari anda sekarang hanyalah lepas dari anda dengan cara bercerai. Tidak ada yang lain!" Ucap Clein penuh tekad.
Gadis itu berjalan untuk mengambil pakaian di lemari namun tiba-tiba Karel memeluknya dari belakang. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher milik Clein. Satu kecupan berhasil mendarat mulus disana sampai Clein membatu di tempatnya.
"Kali ini saya tidak mencoba untuk memanipulasi anda, Clein. Sungguh saya benar-benar sudah mencintai anda. Saya tidak lagi membenci anda. Kebersamaan kita selama ini membuat perasaan saya terasa berbeda. Ada degupan jantung yang selalu memompa dengan cepat ketika saya bersama dengan anda. Tolong, tetaplah bersama saya." Lirih Karel.
Clein melepaskan tangan Karel dari pinggangnya. Ia membalikkan tubuhnya untuk menatap manik mata Karel.
"Saya tidak akan luluh dengan ucapan anda! Walaupun anda bilang anda mencintai saya, tapi saya tidak bisa membalas cinta anda karena perasaan saya tetap sama saya sangat membenci anda!" Ucap Clein.
"Tolong lah Clein jangan egois. Saya akan melakukan apapun untuk anda, tapi please jangan akhiri hubungan pernikahan ini. Mari perbaiki semuanya dan beri saya kesempatan." Ucap Karel masih dengan harapan yang sama.
"Egois? Anda pikir yang anda lakukan kemarin tidak egois?" Clein berdecih pelan.
"Semua yang saya miliki anda kendalikan termasuk pertemanan. Sekarang apa? Teman saya telah pergi, pertemanan saya hancur, tidak ada lagi yang percaya kepada saya. Seandainya dulu saya tetap melawan anda dan tidak khawatir akan ketakutan yang terjadi hari ini, mungkin semua akan baik-baik saja." Lanjut Clein.
__ADS_1
"Saya tau saya salah, sekarang saya mulai sadar akan semua kesalahan saya. Apakah anda tidak mau memaafkan saya."
"Untuk saat ini belum bisa. Kesalahan anda bukan kesalahan kecil. Terima saja keputusan saya, kita berdua akan berada pada kehidupan semula dengan kebebasan yang sama." Ujar Clein kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.