Tap Your Heart

Tap Your Heart
Bagian 55


__ADS_3

Clein memberikan aba-aba pada anak-anak yang ia ajarkan. Mereka semua terlihat serius saat Clein mempraktekkan gerakan serta teknik-teknik pada mereka.


"Hormat!" Teriak Clein.


Semua orang memberi hormat.


"Silahkan istirahat, setelah istirahat kita lanjutkan kembali." Ucap Clein. Mereka semua mengangguk kemudian berpencar untuk mencari tempat untuk nyaman dipakai istirahat.


Clein duduk di atas rumput hijau. Tak berapa lama Oki datang lalu menghampiri Clein dan menyodorkan satu botol air mineral. Clein melihat Oki dengan menyunggingkan seulas senyum.


"Sudah dua kali kamu memberikan minum pada saya, Ki. Semalam dan hari ini. Padahal saya bisa membeli sendiri nanti." Ucap Clein. Membuka tutup minuman itu lalu menenggaknya setengah.


"Santai aja Clein. Berarti gue beli minum ini gak sia-sia. Setidaknya gue bisa bermanfaat buat lo." Ucap Oki mengedipkan sebelah matanya.


"Saya sangat bersyukur kamu hadir di hidup saya. Selain teman yang setia, kamu juga penghibur yang baik dikala saya sedang sedih seperti ini." Ujar Clein menatap manik mata Oki dalam.


Oki berdecak dan menatap Clein dengan tatapan malu.


"Biasa aja Clein biasa aja. Kan jadinya gue malu. Seorang teman itu hadir bukan dikala senang aja tapi juga dikala sedih. Kita ini berteman udah lama, gue gak akan mudah terprovokasi, gue lebih percaya lo daripada teman komunitas lainnya." Ujar Oki.


Clein tersenyum haru, ucapan Oki cukup membuatnya bahagia dan sedih secara bersamaan. Dengan sadar, Clein menyandarkan kepalanya di bahu Oki.


"Hidup saya sekarang sekarang terasa lebih baik. Terima kasih ya Allah atas karunia-mu telah menghadirkan sahabat seperti Oki. Dan terima kasih juga Oki mau menemani saya." Ucap Clein.


Oki tersenyum dan merangkul bahunya Clein lalu menepuk-nepuk bahu itu pelan.


Dari kejauhan diikuti banyak bodyguard, Karel terlihat mengepalkan tangan ketika melihat Clein yang terlihat mesra dengan seorang pria. Dari belakang, ia bisa melihat kemesraan itu. Karel mencoba menarik nafas untuk meredam emosinya. Ia tidak boleh gegabah dalam mengambil sikap. Ia tahu kalau hatinya cemburu, tapi ia tidak boleh menambah kebencian Clein padanya.


"Cepat lakukan apa yang saya katakan tadi!" Tegas Karel.


"Baik Tuan." Ucap semua bodyguard.


Mereka melakukan tugas mereka masing-masing. Pertama dimulai dari beberapa pria bertubuh kekar yang membawa meja panjang, diikuti bodyguard yang memasang taplak meja, kemudian menata bunga agar terlihat cantik. Setelah itu makanan dan minuman di tata dengan rapi disana. Apa yang mereka lakukan tidak luput dari tatapan anak-anak pencak silat yang Clein latih.


Seorang bodyguard yang tubuhnya paling kekar, berjalan menghampiri Clein. Clein terkesiap ketika sebuah tangan berhasil mengangkatnya.


"Ehhh turunin saya! Apa-apaan ini!" Clein terus memberontak namun tangan itu begitu kuat memegangnya. Oki yang juga panik langsung membalikkan tubuhnya dan mengikuti kemana pria itu membawa Clein.

__ADS_1


"Hey! Lepasin temen gue, gak sopan banget lo jadi orang! Jangan mentang-mentang tubuh lo gede deh!" Teriak Oki.


Semua anak mendekat, mereka penasaran apa yang terjadi pada pelatih silat mereka. Saat sampai di meja panjang yang sudah di desain romantis, Clein didudukkan di kursi yang ada disana.


Oki menghentikan langkahnya ketika Karel melangkah maju mendekat pada Oki.


"Ternyata anda yang berani menyentuh istri saya!" Desis Karel masih bersikap setenang mungkin.


"Apa lo?! Jangan sok formal gitu deh. Dari SMA lo gak berubah, masih aja kayak anj*ng!" Balas Oki menatap bengis manik mata Karel.


"OKI!" Karel meninggikan nada bicaranya, kemudian tatapannya melihat pada Clein yang akan bereaksi. Karel menggeleng cepat dan kembali menarik nafasnya.


"Sebaiknya sekarang anda menjauh dari sini! Beri waktu saya dan istri saya untuk sarapan bersama!" Usir Karel.


Oki terlihat berdecak pelan. Hubungan Karel dan Clein sudah berubah. Hubungan pernikahan adalah hubungan kuat yang tidak mungkin Oki anggap sepele.


"Kali ini gue mau nurutin kemauan lo, karena lo suami Clein. Setelah apa yang lo lakuin kemarin, gue berharap lo bisa perbaiki semuanya. Gue harap lo bisa memulihkan kehidupan Clein." Ujar Oki.


"Udah-udah jangan banyak ngomong, cepetan sana pergi!" Usir Karel yang tak sabar. Tanpa Oki beritahu ia pun sudah tau apa yang harus ia lakukan.


"Hihhh! Bangs*t banget!" Gumam Oki kemudian pergi dari sana.


"Oki! Mau kemana?" Teriak Clein.


Karel langsung menghampiri Clein dan duduk tepat dihadapan gadis itu.


"Dia mau pergi dulu, sudahlah duduk saja dengan nyaman!" Ucap Karel.


Clein memicingkan matanya.


"Anda kan pasti yang menyuruhnya pergi?!"


"Iyah." Singkat Karel.


"Benar saja! Untuk apa sih anda buat acara seperti ini lalu menyuruh teman saya pergi? Anda ingin merencanakan sesuatu yang akan menghancurkan saya lagi? Tidak puas kah dengan apa yang anda lakukan kemarin pada saya, hah?!" Ujar Clein sedikit meninggikan nada bicaranya. Disana semua bodyguard telah pergi yang tersisa hanyalah anak-anak yang berlatih dengan Clein.


"Syut, bisa pelankan suaranya tidak? Anda ingin mereka tau soal masalah kita?" Tanya Karel menunjuk anak-anak itu dengan ekor matanya. Clein langsung menatap ke arah yang Karel tunjuk kemudian menyandarkan punggungnya.

__ADS_1


"Apa tujuan anda sebenarnya?" Tanya Clein yang sudah merendahkan nada bicaranya.


"Tujuan saya mengajak anda sarapan bersama kemudian memperbaikinya hubungan kita." Jawab Karel.


"Sudah saya katakan, keputusan saya sudah bulat untuk bercerai. Tidak ada lagi yang harus kita perbaiki." Ujar Clein.


"Untuk saat ini berhenti untuk membicarakan soal perceraian. Kita nikmati momen ini, beri saya waktu untuk memperbaiki semuanya. Saya akan membuktikan bahwa saya layak menjadi suami anda." Ucap Karel.


Clein menaikkan alis kanannya.


"Apa yang akan anda lakukan?" Tanya Clein. Ia dapat melihat sebuah ketulusan dari ucapan Karel.


"Saya tidak bisa memberitahukan sekarang. Karena semua itu akan menjadi kejutan untuk anda." Balas Karel.


"Saya tidak tau apakah yang akan anda lakukan itu mampu meluluhkan hati saya. Pertemanan serta komunitas saya lebih penting dari apapun termasuk dari hubungan pernikahan ini yang tidak pernah saya inginkan sebelumnya."


"Jika nanti anda belum mampu menerima saya setelah apa yang saya usahakan, maka saya akan menerima perceraian itu. Saat ini saya mohon agar anda bersabar dan beri saya kesempatan, baru saat itu anda memberi sebuah keputusan." Ucap Karel.


"Tapi saya tidak mencintai anda, Karel!"


"Tapi saya mencintai anda Clein. Sudah saya katakan tadi, saya akan mencoba untuk meluluhkan hati anda. Saya yakin seiring berjalannya waktu anda pasti akan mencintai saya." Ucap Karel yakin.


Clein hanya diam dengan melipat tangannya di depan dada.


"Sudahlah! Kalau kita terus membicarakan masalah hubungan kita, kapan akan makannya?" Ucap Karel.


Karel bergerak mendekati Clein. Ia mengambil makanan lalu menyuapi Clein dengan tangannya. Sedangkan Clein masih merapatkan bibirnya.


"Buka mulutnya! Makanan ini semuanya saya yang buat. Saya berharap anda menyukainya dan menghargai usaha saya." Ucap Karel.


Clein menatap semua makanan lalu menatap Karel. Perlahan Clein mulai membuka mulutnya dengan enggan. Entah setelah perlakuan Karel rasanya seharusnya ia tidak sebaik itu. Seharusnya ia jangan asal mau menerima perlakuan Karel. Namun rasa iba ada dalam hatinya.


Karel tersenyum.


"Seperti yang anda katakan dulu, anda ingin mengajarkan saya sholat, saat ini saya bersedia. Saya ingin di tuntun untuk kembali mendekatkan diri pada Tuhan saya."


"Anda serius dengan yang ada katakan barusan?" Tanya Clein yang tidak percaya.

__ADS_1


"Tentu saja, saya ingin menjadi imam yang baik untuk anda." Ucap Karel.


__ADS_2