Tawanan Cinta Casanova

Tawanan Cinta Casanova
BAB 46


__ADS_3

"Bandung, jadi ibunya berasal dari Bandung." Gumam Arsen membaca laporan yang anak buahnya berikan setelah mendapat identitas Anindya.


Mata Arsen tampak berkaca-kaca, entah mengapa hatinya begitu bahagia seakan Anindya benar-benar akan dipertemukan dengan nya hari ini. Air mata Arsen tanpa sadar menetes, hal itu sontak membuat asisten Lee dan anak buah yang lain sedikit terkejut melihat bos mereka menangis karena seorang wanita, selama ini justru para wanita yang menangis karena Arsen.


"Lee, kau ikut denganku ke Bandung. Kita pergi ke alamat ini, aku yakin Assa-ku ada di sana." Ucap Arsen dengan begitu semangat.


Asisten Lee membenarkan posisi kacamatanya, ia mengangguk lalu segera pergi untuk menyiapkan mobil yang akan mereka pakai untuk pergi ke Bandung.


"Assa, aku datang." Gumam Arsen tersenyum lebar.


Arsen dan Asisten Lee langsung pergi ke Bandung dengan menggunakan mobil, untung saja kota itu tidak terlalu jauh sehingga bisa ditempuh dengan naik mobil.


Selama perjalanan Arsen tak henti tersenyum, jantungnya berdetak cepat membayangkan pelukan hangat wanitanya yang sudah teramat dirindukan nya dan ya, dia penasaran dengan anaknya yang pasti sudah semakin besar di perut ibunya.


"Lee, percepat." Pinta Arsen tak sabar sampai meminta asistennya untuk mempercepat mobilnya agar bisa segera bertemu Anindya.


Setelah perjalanan yang memakan waktu lebih dari 2 jam, akhirnya mobil Arsen telah sampai di kota Bandung, Arsen memeriksa alamat yang anak buahnya dapat.


"Kita kesini, kau tau kan?" tanya Arsen menunjuk layar iPad yang menunjukkan alamat Anindya.


"Baik, Tuan." Balas Asisten Lee langsung menuju alamat yang Arsen tunjukkan.

__ADS_1


Waktu perjalanan untuk sampai di alamat adalah 40 menit, kini Arsen dan Asisten Lee telah sampai di alamat yang tertera, dan ya apa yang mereka temukan disana hanyalah sebuah lahan kosong yang tertera patok bertuliskan bahwa tanah tersebut adalah milik negara.


"Tuan, seperti rumah ibu nona Anindya sudah lama digusur, lihat tahun nya." Ucap Asisten Lee menunjuk nomor kepemilikan yang terdapat tahun juga.


Arsen seketika terdiam, mengapa begitu sulit menemukan Anindya, ia sudah berusaha mencari kesana kemari namun ternyata ia tak kunjung menemukan Assa-nya.


"Lee, apakah ini hukuman untukku sampai aku sangat sulit menemukan Assa." Lirih Arsen menundukkan kepalanya.


Asisten Lee menatap atasannya dengan nanar, ia sangat tahu perbuatan Arsen dan jika ia boleh jujur, maka memang benar ini adalah sebuah hukuman untuk Arsen karena telah menyakiti wanita seperti Anindya, bahkan disaat wanita itu dinyatakan hamil, atasannya itu tak memberikan harapan apapun selain tetap menjadikan budak pelampiasan napsu semata.


"Tuan, jika boleh apakah saya bisa berhenti menjadi asisten anda selama 5 menit?" tanya Asisten Lee dengan sopan.


"Tidak, Tuan. Tapi ada yang ingin saya katakan," jawab Asisten Lee.


"Baiklah, kau dipecat selama 5 menit kedepan. Katakan!" Tutur Arsen memaksa.


"Arsenio Lucifer, anda adalah orang yang hebat dan sangat dikagumi oleh banyak orang, tetapi sayangnya anda semena-mena terhadap seorang wanita dan hanya menilai mereka dari uang saja. Wanita yang telah anda sakiti selama ini juga punya hati, dan anda tidak pernah memperdulikan itu semua." Ucap Asisten Lee menghilangkan panggilan 'Tuan'.


"3 menit tersisa."


"Anda juga sangat jahat pada nona Anindya, bahkan disaat wanita itu sedang mengandung, anda tidak menunjukkan tanda-tanda menghormati dirinya, atau bahkan bertanggung jawab dengan menikahi nya, anda justru tetap memandang nona Anindya sebelah mata." Lanjut Asisten Lee.

__ADS_1


"Nona Anindya sering menangis, saya sering menyaksikan bagaimana setetes air mata selalu jatuh membasahi wajahnya, bahkan saat Anda menyebutnya sebagai wanita pemuas, saya tahu bahwa hatinya benar-benar hancur karena anda." 


"Jadi 35 detik yang tersisa ini saya hanya ingin mengatakan bahwa inilah karma anda, Anda tidak bisa menggunakan kekuasaan anda untuk menemukan nona Anindya, bahkan anda kehilangan sesuatu dalam diri anda. Selamat bersenang-senang dengan hukuman anda." 


"Lee!" tegur Arsen pelan setelah mendengarkan dengan seksama ucapan Asisten itu.


"Maafkan saya, Tuan. Lebih baik sekarang kita kembali ke Jakarta, nona Anindya tidak ada disini." Ajak Asisten Lee kembali menjadi bawahan Arsen.


Arsen tiba-tiba saja jatuh terduduk di bawah tanah, ia menunduk sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Yang asisten Lee katakan berhasil menusuk semua perasaan bersalah hingga bocor begitu saja, hasratt ingin bertemu dengan Anindya semakin besar, namun rasa malu mengalahkan itu semua. Ya, Arsen malu untuk menemui Anindya.


"Lee, aku tidak bisa bertemu Assa, aku malu." Lirih Arsen membuat asisten Lee ikut berlutut di depan Arsen.


"Tuan, bangunlah. Tuan, jika anda benar-benar menyesalinya dan siap untuk bertobat maka saya yakin bahwa anda akan kembali di pertemukan oleh nona Anindya, dan disaat itu benar-benar terjadi saya harap anda tidak akan mengulangi kesalahan anda lagi." Timpal Asisten Lee memberi pencerahan kepada Arsen.


Asisten Lee membantu Arsen bangun, pria itu membawa Arsen masuk ke dalam mobil disusul oleh dirinya. Mereka segera pergi untuk kembali ke Jakarta dengan hasil yang nol, tidak ada Anindya disana.


DIKIT LAGI KETEMU, DEMI ARSEN DAN ANIN AKU NGGAK BOHONG ✌️


Btw, besok up 3 bab mau nggak? kan besok aku santai 🤣


To be continued

__ADS_1


__ADS_2