
Fia baru saja selesai membersihkan diri dan berganti pakaian menjadi lebih nyaman dibanding gaun pengantin tadi yang terasa begitu berat di pakainya.
Ia duduk sambil memainkan ponsel dan membalas pesan dari teman-temannya yang mengucapkan selamat atas pernikahan nya.
Karena terlalu fokus memainkan ponselnya, ia tak menyadari jika asisten Lee, ralat, suaminya sudah selesai mandi dan keluar hanya dengan handuk yang melingkari pinggangnya.
Aroma harum mint tercium di hidung Fia, hal itu sontak membuat nya menoleh. Mata Fia seketika melebar melihat penampilan di depannya.
"Astaga, Pak!!!" pekik Fia menjatuhkan ponselnya dan beralih menutup mata dengan kedua tangannya.
Lee mengerutkan keningnya mendengar teriakan dari gadis yang kini telah sah menjadi istrinya, ia mendekati Fia lalu menarik tangan gadis itu.
"Kenapa hmm?" tanya Lee dengan santainya.
"Pak, pakai bajunya di dalam!!!" Jawab Fia gugup.
Penampilan Lee yang saat itu hanya bertelanjang dada dan rambut yang basah membuat ketampanannya menjadi berlipat ganda, ditambah lagi tetesan air dari rambut yang mengenai dada bidang serta perut kotak-kotak nya dan hal itu sukses membuat Fia menelan salivanya dengan kesulitan.
"Kenapa harus pakai baju, kan mau main." Celetuk Lee diakhiri tawa.
Fia melototkan matanya, ia memukul bahu polos Lee dengan pelan dengan wajah yang menekuk sebal. Sementara Lee tak bisa berhenti tertawa melihat tingkah menggemaskan istrinya, ia dengan cepat menciumi wajah cantik Fia kecuali bibir.
Fia memejamkan matanya, tangannya sudah sejak tadi melingkari leher sang suami membuat posisi keduanya terlihat lebih intim.
"A-aku sedang membalas pesan dari teman-teman, Mas." Ucap Fia dengan terbata.
"Apa? Panggil apa tadi hmm?" tanya Lee dengan suara yang berat.
"Mas, Anindya bilang jika ingin lebih mesra maka harus memanggil 'mas'. Mas nggak suka?" tanya Fia membuka mata menatap dalam mata Lee.
Lee tersenyum, ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Fia lalu menariknya hingga tubuh mereka semakin dekat.
"Cantik sekali istriku ini." Puji Lee seraya membelai lembut wajah cantik Fia.
Fia terkekeh, ia memegang tangan suaminya yang masih mengusap pipinya. "Mas juga tampan, hehehe." Timpal Fia membuat Lee ikut terkekeh.
__ADS_1
Lee melepaskan pelukannya, ia berniat untuk memakai pakaiannya karena ia tak akan meminta hak nya malam ini dengan alasan enggan memaksa istrinya yang pasti belum siap. Namun siapa sangka tangannya di pegang oleh istrinya itu hingga pergerakannya terhenti.
"Kenapa, Sayang?" tanya Lee dengan begitu mesra.
Wajah Fia tampak panas mendengar panggilan suaminya yang dingin dan cuek itu, ia memejamkan mata dan mengingat ucapan Anindya sebelum akad tadi.
"Nggak mau ambil hak Mas malam ini?" tanya Fia dengan bibir gemetar.
Lee tersentak mendengar ucapan istrinya, ia kembali mendekati Fia yang menunduk lalu perlahan mengangkat wajah itu.
"Aku bukan nggak mau, Sayang. Aku nggak mau memaksamu, aku paham kamu belum siap." Jawab Lee dengan penuh pengertian.
Fia menggigit bibirnya lalu menggeleng pelan, ia memegang tangan suaminya lalu menggenggamnya erat.
"Aku siap, aku siap malam ini. Mas jangan pikir aku murahan karena langsung siap, tapi aku hanya gak mau bikin Mas kecewa." Ujar Fia dengan wajah yang begitu menggemaskan.
"Hei, mana ada aku bilang gitu. Kamu ini benar-benar menggemaskan!!!" desis Lee langsung memeluk Fia sambil menciumi kepala istrinya.
Setelah beberapa saat berpelukan, Fia mendongak menatap wajah tampan Lee.
Lee terkekeh, tanpa aba-aba ia langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang hotel bertaburan bunga mawar.
"Mau lah, yakali nolak rezeki." Jawab Lee dengan cepat.
Fia membulatkan matanya mendengar jawaban spontan suaminya, kini ia hanya bisa pasrah dibawah kungkungan pria yang dulu selalu membuatnya kesal namun kini malah menjadi suaminya.
Lee menatap dalam mata indah istrinya, dengan perlahan ia mulai mendekatkan wajah mereka hingga bibir keduanya saling menyatu dalam tarian bibir penuh gairahh.
Fia yang baru pertama kali menerimanya hanya bisa diam menikmati, ia memejamkan mata dengan tangan yang sudah mengalung di leher suaminya sambil sesekali jarinya meremat rambut Lee guna menyalurkan rasa yang baru pertama kali ia rasakan.
"Ahhhh …"
Lee tersenyum mendengar suara indah Fia, ia semakin gencar menggoda setiap inci tubuh indah istrinya.
"Langsung ya?" tanya Lee yang hanya bisa dianggukki oleh istrinya.
__ADS_1
Dengan perlahan-lahan Lee menyatukan milik mereka, pekikan sakit disertai air mata membuat Lee sempat merasa kasihan namun jika harus berhenti rasanya benar-benar tanggung.
"Ahhh … pelan-pelan, Mas!!!!" teriak Fia merasakan sakit sekaligus nikmat.
Akhirnya sepasang pengantin baru itu benar-benar melewati malam pertama dengan banjir keringat, Lee tampak begitu bersemangat menggagahi tubuh istrinya yang pasrah.
Setelah puas akhirnya Lee ambruk di sebelah Fia yang sudah tampak lelah, ia menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya dan mereka sama-sama tertidur kelelahan.
Dilain tempat, sepasang suami istri yang melebihi pengantin baru itu masih belum menyelesaikan kegiatan yang sudah mereka tunda selama hampir 2 bulan.
Arsen tampak begitu bersemangat untuk membuat istrinya kelelahan, ia memacu tubuhnya dengan kasar sampai membuat pekikan tak terelakan keluar dari bibir manis istrinya.
"Ahhhh … Mas pelan-pelan, Arvin nanti bangun!!!" ucap Anindya ditengah-tengah desahannya.
"Ahh … sayang, nikmat … kamu nikmat!!!" lenguh Arsen sambil terus menggerakkan tubuhnya.
Anindya meremat bahu suaminya demi menyalurkan rasa yang diterimanya, ia hanya bisa pasrah menghadapi tenaga suaminya yang sudah berpuasa cukup lama.
"Mas … ahhh capekhhhh …" lenguh Anindya membuat Arsen tak tega.
Arsen menciumi seluruh wajah istrinya, ia semakin memacu tubuhnya hingga akhirnya pelepasan didapatkan nya. Arsen mengerang keras merasakan nikmat tiada tara, bahkan suaranya sukses membuat Arvin yang sedang tidur di box bayi terbangun.
"Mas ihhh, kan aku bilang pelan-pelan!! Awas ah." Ketus Anindya bangkit dari tempat tidur lalu memungut dasternya dan memakainya tanpa dalaman lagi.
"Maaf Sayang, abis nggak tahan." Timpal Arsen menyesal.
Anindya tak menjawab, ia mengambil Arvin lalu mengajaknya tidur di ranjang. Anindya ikut berbaring lalu menyusui anaknya hingga akhirnya ia ikut tertidur.
Arsen menatap dua orang paling berharga dalam hidupnya, jika ada yang berani menyakiti keduanya maka Arsen tak akan segan untuk menghabisi orang itu dengan tangannya sendiri.
"Selamat bobok kesayangan Papa." Bisik Arsen mencium kening istrinya lalu beralih ke pipi putranya.
NGGAK MAU TERLALU PANAS AHH NANTI KALIAN GERAH 🥵😂
To be continued
__ADS_1