
Seorang gadis tampak serius mengerjakan tugasnya, jari-jarinya dengan terampil menekan keyboard agar bisa menyelesaikan tugasnya yang harus membuat laporan bulanan. Ditengah-tengah kesibukannya, seorang pria masuk tanpa mengetuk pintu ruangannya lebih dulu.
“Sibuk sekali hmm?” tanya Asisten Lee seraya menarik kursi untuk duduk di depan kekasihnya, apa? tidak mungkin sebutan yang cocok adalah calon istrinya, maybe.
“Anda disini, Pak. Kapan anda datang?” tanya Fia seraya bangkit dari duduknya.
Asisten Lee tersenyum dan ikut bangkit dari duduknya, ia mendekati Fia lalu mengusap kepala gadis itu pelan. Perlakuan manis Lee seperti ini hanya akan ditunjukkan kepada Fia saja, jika di depan karyawan maka ia tetap terkenal dingin.
“Sebanyak itu pekerjaanmu sampai bedakmu luntur?” gurau Asisten Lee mendapat cubitan di tangannya.
“Saya tidak pakai bedak tebal, Pak. Wajah saya memang tidak putih, tapi bukan berarti akan dempul juga!” Timpal Fia dengan kesal, setiap hari ada saja kelakuan asisten Ceo ini, tapi jujur saja bahwa ia gemas akan tingkah Lee yang sangat jauh berbeda jika bersama orang lain.
“Saya hanya bercanda, malam ini bagaimana jika nonton bioskop?” tawar Asisten Lee tidak ada romantisnya.
Fia berdecak, ia mengerucutkan bibirnya mendengar ajakan yang lebih mirip ke perintah karena tidak ada romantisnya sama sekali.
“Tidak romantis, bintang 2.” Desis Fia melirik kesal Lee.
Asisten Lee tertawa pelan mendengar ucapan Asisten Lee, hanya Fia yang akan berani bicara demikian kepadanya, sementara karyawan yang lain bahkan keburu takut jika sudah berhadapan dengannya.
“Saya jemput kamu jam 7 malam, selamat bekerja Nona Manis!” tutur Asisten Lee kemudian beranjak pergi dari ruangan Fia.
Fia hanya bisa mendengus, namun tak ayal ia tersenyum senang. Ia tak pernah menyangka jika dirinya akan sedekat ini dengan Asisten Lee padahal dari yang ia dengar dari teman-temannya bahwa asisten adalah pria berdarah dingin dan tidak menyukai wanita.
Fia melanjutkan pekerjaannya, ia harus segera selesai agar bisa pulang lebih awal dan pergi bersama asisten tampan yang senang sekali meledeknya. Fia memukul kepalanya, entahlah mengapa ia bisa menyukai asisten Lee.
***
Fia tampak cantik dengan dress selutut berwarna mocca, rambutnya digerai dengan wajah yang dipoles make up natural membuat penampilan Fia benar-benar mempesona. Belum lagi heels yang dikenakan gadis itu membuat penampilannya tambah menawan.
Tak lama ponsel Fia berdering mendapatkan telepon dari asisten Lee, ia segera turun saat pria itu mengatakan bahwa ia sudah di bawah menunggunya.
__ADS_1
Fia mendekati mobil asisten Lee yang mana sudah ada pemiliknya disana tengah menunggu kedatangannya. Fia memasang wajah biasa saja meski sebenarnya ia gugup saat Lee tak mengalihkan tatapan darinya.
“Apa?” tanya Fia mendelik sebal.
“Cantik.” Puji Lee membuat wajah Fia merona mendengarnya.
“Bajunya.” Lanjut Lee seketika membuat Fia menekuk wajahnya dan membalik badan dengan tangan melipat di dada.
Lee terkekeh melihat Fia yang sepertinya marah padanya, ia memegang sebelah bahu Fia lalu membalik badan gadis itu hingga kini menghadapnya meski wajahnya masih ditekuk.
“Bajunya memang cantik tapi tak lebih cantik dari gadis yang memakainya, bahkan bukan hanya wajah tapi hatinya pun cantik. Meski bibirnya sering berkata dengan ketus!” ujar Asisten Lee dengan jujur.
Fia mencubit hidung Lee dengan gemas, ia melakukan itu tentu tanpa disadari olehnya sendiri dan ketika sadar ia langsung menjauhkan tangannya dengan senyuman lebar tanpa dosa.
“Hehe, maaf ya Pak. Ayo pergi atau kita akan ketinggalan film nya,” ajak Fia menggandeng tangan Lee.
Lee hanya bisa terkekeh melihat kelakuan aneh gadis dihadapannya ini, namun meski aneh justru gadis itulah yang berhasil membuat hatinya berdesir hanya dengan melihatnya, ia sangat mencintai Fia yang polos, jujur, dan sangat manis.
Jalanan yang cukup macet membuat mereka harus sampai lebih lama ke mall, sesampainya disana mereka segera masuk ke dalam mall dan naik ke lantai dimana bioskop berada.
“Kenapa kamu gugup hmm? kita ini akan menonton bioskop bukan perang.” Celetuk Lee seperti biasa asik menggoda Fia.
Fia berdecak, ia mendongak menatap Lee dengan tatapan kesal karena pria itu selalu saja berhasil meledeknya. “Sudahlah, Pak. Saya benar-benar gugup saat ini karena tangan anda yang asal gandeng.” Ujar Fia menghela nafas pelan.
“Memangnya kenapa jika digenggam oleh saya?” tanya Lee semakin memancing kekesalan dari Fia.
“Pak, ini mall dan anda ini tampan serta terkesan dingin. Bagaimana jika ada karyawan yang lain dan melihat anda bersama saya sambil gandengan gini kaya mau nyebrang?” tanya Fia menekuk wajahnya.
Asisten Lee tersenyum simpul, ia menghentikan langkahnya seraya menggenggam kedua tangan Fia, ditatapnya gadis itu dengan hangat. “Jangan pedulikan orang lain, kita yang menjalaninya dan orang lain tidak akan ikut andil.” Jelas Lee membuat Fia terdiam dan mengangguk paham.
Mereka sampai di bioskop, Fia mengerutkan keningnya saat asisten Lee langsung ke studio film tanpa membeli tiket lebih dulu, masih positif thinking mungkin saja pria itu sudah membeli tiketnya via online.
__ADS_1
Fia menghentikan langkahnya saat pria di sebelahnya ini juga berhenti, mereka berdiri di depan studio 5. Asisten Lee meminta Fia masuk ke dalam dengan alasan ia akan membeli popcorn dan minuman. Fia menurut saja, ia masuk duluan sementara Lee pergi.
Fia masuk ke dalam studio, ia mengerutkan keningnya dan terkejut saat melihat dalam studio itu sepi dan gelap.
"Kenapa sepi sekali, apakah film nya belum dimulai?" gumam Fia seraya melangkah dan duduk di salah satu kursi.
Fia berusaha tenang, ia menoleh ke layar saat tiba-tiba layar menyala hingga hampir membuatnya lompat.
"Halo, Fia. Saya tidak tahu harus mengatakan apa untuk membuat kamu percaya kepada saya, namun satu yang ingin saya sampaikan bahwa saya sangat mencintai kamu. Kamu gadis yang baik, manis dan sangat jujur, semua yang ada dalam diri kamu saya suka. Saya minta maaf jika selama ini saya tidak bisa romantis, bahkan saya belum memberikan status jelas kepada kamu, namun hari ini saya benar-benar ingin mengikat kamu dalam ikatan suci."
Tampak sebuah video yang memperlihatkan asisten Lee sambil memegang buket bunga di tangannya.
Fia kembali duduk, ia tak menyangka jika Asisten Lee akan bisa berbuat begini untuknya.
"Saya serius sama kamu, Fia. Saya ingin melamar dan memberikan kamu status jelas, pacaran itu tidak perlu, dan beberapa bulan terakhir saya kira cukup untuk membuat kita saling mengenal." Lanjut Lee setelah beberapa saat terdiam.
Fia menutup mulutnya, ia bangkit dari duduknya lalu mencari-cari dimana Lee. Matanya berkaca-kaca, ia terharu mendapatkan kejutan seperti ini dari pria dingin itu.
"Will you marry me, Alfia?" tanya Lee tiba-tiba sudah berada di depan Fia.
Fia tersentak, ia menelan salivanya dengan sulit lalu perlahan tangannya terulur dan kepala yang mengangguk.
"Yes, I Will and I love you more." Jawab Alfia dengan yakin.
Asisten Lee tersenyum, ia bangkit dari posisinya lalu langsung menarik Fia masuk ke dalam pelukannya. Pertemuan mereka mungkin singkat, namun mereka sudah sama-sama yakin dengan hati masing-masing dan akan lebih baik jika semuanya dilakukan dengan cepat.
"Maafkan saya jika tidak romantis, tapi percayalah bahwa di hati saya hanya ada kamu, Fia. Saya sangat mencintai kamu," bisik Lee masih memeluk Fia.
Fia menganggukkan kepalanya, ia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar Lee.
"Anda yang terbaik, Pak. Saya juga cinta sama anda." Timpal Fia membuat senyuman bahagia terbit di wajah Lee.
__ADS_1
GERCEP YA ASISTEN LEE MELAMAR KU😂😂
To be continued