
"Kau duduk di situ!" perintah Akhtar menunjuk sofa, setelah masuk ruangannya diikuti Bima dan Kania.
Kania menuruti dan duduk di sofa panjang.
"Buatkan kopi dan jus, Bima!" seru Akhtar duduk di kursinya sambil melonggarkan sedikit dasinya. Jasnya sudah ia letakkan di cantolan khusus jas.
"Baik, tuan!" Bima mengangguk lalu menghubungi OB di lantai itu.
Kania fokus dengan ponselnya. Karena ia bingung mau melakukan apa. Jadilah ia memilih membaca novel di NT dengan judul "Cinta yang salah" karya Zyvaraku. Novel yang buat dia greget dengan kisah cinta Danar dan Devina. Author malah promo nih! Gak papa ya, sekalian, hehehehe
Tak lama, OB pun masuk memberikan kopi di meja Akhtar dan jus di meja sofa. OB di lantai itu masih Adri ya! Dedemenan Dini. Mereka gak jadi dipecat kok! Untung Akhtar masih baik ya! Terima kasih Akhtar, eh author.
Adri hanya melirik sekilas ke arah Kania. Sedangkan yang dilirik tetap fokus ke layar ponselnya. Ekspresi Kania tampak kesal menatap ponselnya. Adri pun pamit keluar ruangan. Sementara Bima sudah kembali ke ruangannya setelah menghubungi OB.
Tak ada pembicaraan antara keduanya. Akhtar masih fokus mengerjakan pekerjaannya. Saat ia melirik ke arah Kania, ternyata gadis itu sudah tidur bersandarkan sofa. Sementara ponselnya tergeletak di pahanya.
Akhtar pun menghentikan pekerjaannya. Lalu melangkah menghampiri Kania yang terlihat nyenyak karena mulutnya sedikit terbuka. Akhtar berdiri di hadapan Kania. Kemudian ia menunduk hendak membangunkan Kania. Namun tangannya menggantung di udara. Akhtar tak jadi membangunkan Kania.
Akhtar terus menatap lekat wajah Kania yang cantik alami. Bibirnya yang pink tanpa polesan lipstik, hanya lipbalm sebagai pelembab. Bibirnya tampak mengkilap dan membangkitkan jiwa kelelakian Akhtar. Seperti ada magnet yang menarik diri Akhtar ke bibir Kania.
Cup
Kecupan sekilas, Akhtar sematkan di bibir Kania. Dag dig dug, debaran jantung Akhtar. Ia semakin tak bisa mengendalikan dirinya yang bergejolak. Kecupan pertama kali ia lakukan ke seorang wanita. Akhtar semakin penasaran dan kecanduan mengecup bibir Kania lagi.
Cup
Kali ini lebih lama, Akhtar tempelkan bibirnya di bibir Kania. Dengan mata terpejam, Akhtar mencoba menyelami perasaannya ini.
Eeghh
Kania menggeliatkan badannya. Karena merasa ada yang menggangu tidurnya. Namun karena terlalu mengantuk, ia enggan membuka matanya. Dan tertidur lagi.
Akhtar langsung berdiri dan menahan detak jantungnya yang semakin kencang.
Huft
'Untung saja! Kau ini kenapa Akhtar?' umpat Akhtar dalam hati sambil memukul dadanya pelan.
Akhtar berjalan menuju meja kerjanya lagi. Duduk dan mencoba mengatur napas dan debaran jantungnya yang cepat. Setelah cukup tenang, Akhtar kembali melirik Kania yang justru tertidur di sofa dengan kaki yang menggantung di lantai.
Melihat itu, Akhtar bangkit lagi menuju Kania. Tanpa pikir panjang, Akhtar pelan-pelan mengangkat Kania dan menggendongnya ala bridal style. Membawanya ke kamar pribadinya. Waduh Akhtar, kamu mau ngapain Kania?
Akhtar meletakkan tubuh Kania di ranjang perlahan. Menatap lagi wajah ayu dan manis itu. Akhtar tanpa sadar tersenyum melihat Kania yang memanyunkan bibirnya sekilas. Pemandangan itu sungguh menggemaskan di mata Akhtar.
Akhtar semakin berani mendekatkan wajahnya ke Kania. Akhtar dipengaruhi gejolak yang tiba-tiba muncul, mencoba mencium bibir Kania lagi.
Cup
Sambil membuka matanya. Akhtar menatap mata Kania yang terpejam. Akhtar semakin penasaran. Ia sedikit ******* bibir Kania yang membuatnya candu.
Eegghh
Tangan Kania mendorong tubuh Akhtar. Seketika Akhtar tersadar dari perilakunya. Dan langsung pergi ke kamar mandi.
Huft huft
"Ada apa denganmu Akhtar? Kenapa kau berkali-kali menciumnya? Dan kau? Kenapa kau harus bangun begini hah? Gimana aku harus menidurkanmu? Hah! Aku rasa, aku udah gila karena gadis itu! Gadis itu emang sangat berbahaya! Aku harus menjauhinya! Aku gak boleh seperti ini!" gumam Akhtar menatap wajahnya di cermin wastafel. Lalu ia membasuh wajahnya agar kewarasannya kembali.
Akhtar pun mengguyur tubuh dan kepalanya di bawah shower. Maklum perjaka ting ting. Jadi bingung mau nidurin tuh uler kalau udah bangun. Harap maklum ya!
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian di ruang ganti. Akhtar kembali ke meja kerjanya. Sedangkan Kania semakin nyenyak tidurnya. Karena Kania bermimpi dicium oleh pangeran. Namun Kania tidak bisa melihat jelas wajah pangeran itu. Yang pasti di mimpi Kania, pangeran itu mengendarai kuda putih dan gagah.
__ADS_1
"Hai, man!" sapa Michael masuk ruangan Akhtar tanpa ketuk pintu.
"Sialan! Loe gak punya aturan apa? Ketuk pintu dulu, baru masuk! Main nyelonong aja!" gerutu Akhtar melempar pulpennya ke arah Michael.
"Sorry, bro!" balas Michael menghindar dari lemparan Akhtar. Lalu duduk di sofa.
"Kebiasaan tau gak! Gak sopan!" Akhtar kesal.
"Iya, iya! Sorry! Kayak lagi ketangkep basah aja sih, loe!" balas Michael enteng.
"Loe ngapain ke sini?" tanya Akhtar mengalihkan pembicaraan menatap Michael dari kursinya.
Michael bangun dan pindah duduk di depan meja Akhtar.
"Pengen main aja! Suntuk gue! Lagi off hari ini!" jawab Michael enteng dan bersandar.
"Enak bener loe jadi dokter! Semaunya aja! Untung gak kerja di rumah sakit gue! Udah gue pecat loe kalau nyantai kayak gini!" balas Akhtar sinis.
"Hari ini tuh emang jatah gue libur! Gue aja bangun baru tadi siang! Terus gue ke sini. Karena bingung di apartemen mau ngapain." jawab Michael sambil memainkan hiasan patung kecil di meja Akhtar.
"Tapi gue lagi sibuk! Gak bisa diganggu! Mending loe pulang aja deh!" sahut Akhtar memaksa Michael pulang.
Akhtar tidak mau Michael sampai tahu, ada Kania di kamar pribadinya.
"Pelit amat loe! Gue gak bakal ganggu loe kerja! Loe lanjutin aja kerjaan loe!" balas Michael sewot.
"Udah mending loe pulang aja! Gue masih....!" jawab Akhtar terpotong dan menoleh ke belakang. Karena terdengar suara pintu kamarnya terbuka.
Hoam
Kania berdiri di pintu sambil menguap dan merenggangkan otot-otot badannya. Kania masih belum sadar sepenuhnya. Saat ia bangun tadi, tidak begitu memperhatikan ruangan. Kania langsung bangun dengan mata setengah terbuka dan menuju pintu. Ia pikir di tempat tinggalnya yang baru.
Akhtar dan Michael melongo melihat tingkah Kania yang apa adanya. Apalagi kemeja atasnya sempat ketarik sedikit ke atas saat Kania merenggangkan kedua tangannya ke atas. Hampir saja menampilkan perut putihnya yang rata.
Kania tersentak mendengar suara laki-laki di ruangan itu. Seketika Kania membuka matanya dan melihat di depannya. Kania melotot dan langsung menurunkan kedua lengannya.
Deg deg deg
Detak Kania serasa copot di depannya ada tiga pria yang memandangnya tanpa berkedip. Kania langsung berbalik dan masuk ke kamar lagi dan menguncinya. Ia tak sadar malah masuk ke kamar itu lagi. Kania duduk di belakang pintu dan menangis. Malu. Kania sangat malu.
Ekhem ekhem
Akhtar sadar dan berdehem menetralkan debaran jantungnya lalu meraih segelas air putih di mejanya. Michael dan Bima juga tersadar dan menghela napas. Tiga pria yang terpesona dengan kecantikan alami Kania. Rambut kucirnya yang sedikit berantakan menambah kesan seksi di mata mereka.
'Gila! Cantik banget tuh cewek! Tapi siapa dia? Kenapa ada di kamar pribadinya Akhtar? Apa itu istrinya Akhtar? Berarti cewek OB itu?' batin Michael sembari melihat Akhtar.
"Ee... tu...tuan, ini..ini laporan yang Anda minta!" ucap Bima gugup menyodorkan berkas laporan kepada Akhtar.
"Ya! Kau boleh kembali!" jawab Akhtar datar menerima berkas itu.
"Baik, tuan! Permisi!" balas Bima pamit dan keluar masih berusaha menetralkan debaran jantungnya.
"Loe juga pulang sana! Gue masih banyak kerjaan!" ucap Akhtar tanpa melihat Michael dan sibuk melihat berkasnya.
"Gak ada yang mau loe jelasin dulu ke gue?" tanya Michael menatap intens.
"Jelasin apa?" tanya Akhtar balik seolah-olah tidak tahu apa-apa.
Ck
Michael berdecak sebal melihat wajah sok polos Akhtar.
__ADS_1
"Loe gak mau kasih tahu gue, siapa cewek tadi?" tanya Michael penasaran.
Akhtar langsung memasang wajah datarnya.
"Apa pentingnya buat loe? tanya Akhtar balik dengan datar.
" Akhtar, Akhtar!" Michael menggelengkan kepalanya pelan.
"Cewek tadi yang loe nikahin, kan? Dia istri loe kan?" cecar Michael menatap Akhtar.
"Kalau loe udah tahu jawabannya, kenapa mesti tanya lagi?" jawab Akhtar dengan pertanyaan. Membuat Michael semakin kesal.
"Gue tanya itu, dijawab. Bukan dengan pertanyaan lagi! Loe mah! Ah! Kesel gue sama loe!" balas Michael kesal.
"Iya, istri gue! Istri kontrak tepatnya!" jawab Akhtar malas.
"What? Istri kontrak? Gila loe?" Michael terkejut.
Akhtar memutar bolanya malas dan melihat layar laptopnya yang masih menyala lagi.
"Itu artinya loe kawin kontrak gitu? Kawin di atas perjanjian?" tanya Michael penasaran lagi.
"Nikah, Mic! Bukan kawin!" sergah Akhtar.
"Sama aja! Mau kawin atau nikah, intinya juga nikah kan?" ucap Michael enteng. Akhtar hanya menatap Michael datar.
"Gue gak habis pikir sama loe, Akhtar! Cewek secantik dia, tapi loe nikahin kontrak! Dan bukannya itu cewek yang nyentuh loe, tapi alergi loe gak kambuh kan?" lanjut Michael. Akhtar hanya mengangguk.
"Itu artinya loe bisa punya keturunan langsung sama dia! Loe bebas nyentuh tuh cewek! Secara kalian sah di mata hukum dan agama. Iya kan?" jelas Michael tersenyum.
Akhtar masih diam dan menatap Michael.
"Jangan-jangan loe takut nyentuh istri loe sendiri! Karena loe takut alergi loe kambuh lagi? Apa begitu?" tanya Michael penuh selidik.
Akhtar hanya mengedikkan bahunya dan bersandar.
Ck
"Atau loe jadi gak doyan sama cewek? Kalau gitu, loe kasih aja istri loe buat gue! Gue bakal bahagiain tuh cewek. Bila perlu gue nikahin juga tuh cewek! Gila aja! Cewek secantik itu dianggurin. Rugi bro! Apalagi ini udah jadi istri! Beh! Gue gempur tiap hari kalau gue jadi suaminya!" ucap Michael frontal.
Akhtar yang mendengar ucapan Michael, menjadi geram dan kesal. Tangannya terkepal. Entah, dia sendiri bingung dengan reaksi tubuhnya mendengar ucapan Michael tentang Kania.
"Keluar!" seru Akhtar dengan dingin.
Michael tersentak dan merinding mendengar nada suara Akhtar.
"Akhtar! Gue..." ucap Michael terpotong.
"Gue bilang keluar! Atau gue tendang dari sini!" seru Akhtar dengan tegas dan tajam.
Michael mengangguk pasrah. Lalu bangun dan keluar dari ruangan Akhtar.
"Istri loe buat gue Akhtar!" pekik Michael sebelum menutup pintu.
Akhtar melempar penanya lagi ke arah pintu. Akhtar kesal dengan sahabatnya. Lalu bersandar dan menyugar rambutnya ke belakang.
*
*
Mohon dukungannya ya readers!
__ADS_1
Biar jadi salah satu novel favorit di NT.
Jangan lupa like dan komennya ya!