Tawanan Mr. Perfect

Tawanan Mr. Perfect
Bab 37 Pesta Kecil


__ADS_3

"Hai, bro!" sapa Jonas langsung masuk tanpa ketuk pintu ruangan kerja Akhtar.


"Hai, Bim! Masih betah loe jadi asisten Akhtar?" seru Jonas ke arah Bima. Kemudian duduk di depan meja kerja Akhtar dengan santai.


Ck


Akhtar berdecak kesal. Tidak Michael, tidak Jonas, sama saja. Tidak ada sopan santun. Bima hanya tersenyum melihat tingkah Jonas yang selalu seenaknya.


"Gimana kabar loe? Gue denger-denger udah nikah bro?" tanya Jonas duduk santai di depan Akhtar.


"Lama di luar negeri, lupa aturan di sini?" tegur Akhtar kesal menatap Jonas.


"Sorry, bro! Gue udah kangen banget sama loe! Apalagi tau kabar loe merid. Ya gue penasaran dong! Cewek mana yang bisa loe deketin?" jelas Jonas dengan santai.


Ck


"Gak usah panggil gue, bro! Dan gak perlu basa-basi! Gue tau tujuan utama loe ke sini bukan hal itu!" ketus Akhtar menatap Jonas.


"Loe emang sahabat gue terbaik, Akhtar! Ya, emang bukan itu aja sih! Loe harus ngadain pesta kecil-kecilan entar di apartemen loe atau di club!" jelas Jonas enteng.


"Pesta apaan?" tanya Akhtar mengernyitkan dahi.


"Ya pesta merayakan pernikahan loe lah! Sekalian menyambut kepulangan gue!" jawab Jonas enteng.


"Enak aja! Gak ada pesta-pestaan! Gue tau pesta di otak loe!" sergah Akhtar menolak dengan cepat.


"Gak ada cewek! Tenang aja! Cuma kita berempat aja! Istri loe juga gak perlu tau! Gimana?" jelas Jonas sambil menaikturunkan alisnya.


"Gue males!" balas Akhtar singkat.


"Ya elah! Cuma sekali aja, Akhtar! Udah lama juga kan, kita gak pesta berempat?" paksa Jonas merayu Akhtar.


Akhtar melihat Bima lalu melihat Jonas lagi. Akhirnya Akhtar menyetujui kemauan Jonas. Ia mengangguk sebagai jawaban. Jonas yang tahu jawaban Akhtar langsung tersenyum lebar dan senang.


"Di apartemen gue aja! Males gue kalau harus ke klub! Yang ada digodain sama cewek-cewek lagi! Hiiii! Kambuh nanti alergi gue!" sahut Akhtar sambil merinding membayangkan wanita yang berusaha mendekatinya.


"Oke! Gue setuju aja! Oh ya, gimana nanti istri loe kalau tau kita lagi pesta?" jawab Jonas dan bertanya.


"Dia gak serumah sama gue! Lagian gak ada yang perlu ditakutin oleh seorang Akhtar! Yang harusnya takut itu, dia!" balas Akhtar tegas.


"Kok bisa gak serumah? Berati kalian gak sekamar dong?" tanya Jonas penasaran lagi.


Jonas memang tahu Akhtar sudah menikah dengan seorang wanita yang lebih muda darinya. Namun Jonas belum tahu tentang perjanjian nikah kontrak yang dilakukan Akhtar dan Kania. Karena Michael hanya memberi tahu sebatas Akhtar yang menikah.


"Udah, loe gak perlu tau! Orang yang terlalu kepo, hidupnya gak bakal lama!" balas Akhtar enteng.


"Si*lan loe malah nyumpahin gue!" kesal Jonas menimpuk Akhtar dengan pena yang di meja.


Namun Akhtar menangkapnya sebelum mengenai wajah tampannya.

__ADS_1


"Loe main lempar-lempar aja!" protes Akhtar kesal Terus menatap laptopnya lagi.


"Kalau gitu, entar malem gue ke apartemen loe! Gue dateng sama Michael. Loe gak perlu nyiapin apa-apa! Gue sama Michael udah nyiapin semua." ucap Jonas menatap Akhtar.


Akhtar menghentikan kegiatannya dan menatap Jonas. Akhtar menyipitkan matanya.


"Kalian gak ada rencana aneh-aneh kan?" tanya Akhtar penuh selidik.


"Aneh-aneh apaan sih, Akhtar? Loe curiga aja sama kita!" kilah Jonas mengelak.


"Siapa tau aja!" balas Akhtar asal.


"Udah, gak ada! Kalau gitu, gue pulang dulu! Loe jangan lupa dateng juga, Bim! Udah lama kita gak ngobrol tentang cewek!" sergah Jonas mengalihkan pembicaraan dan pamit ke Akhtar lalu ke Bima.


Akhtar dan Bima hanya mengangguk. Jonas keluar ruangan dengan wajah menyeringai.


"Kamu curiga sama Jonas gak, Bim?" tanya Akhtar menoleh ke Bima.


"Gak ada, tuan! Mungkin hanya perasaan tuan Akhtar aja!" sergah Bima tegas.


"Ya, mungkin! Ya udah, kamu boleh kembali ke ruanganmu!" balas Akhtar datar. Lalu ia fokus ke laptopnya lagi.


Bima pun pamit dan kembali ke ruangannya. Jonas, Bima, dan Michael memang merencanakan sesuatu untuk Akhtar. Tapi sesuatu yang baik tentunya.


Di kamar, Kania sudah merencanakan besok ia ingin ke rumah sakit untuk melakukan proses bayi tabung. Nanti setelah kepulangan Akhtar dari kantor, ia akan menemui Akhtar untuk mengatakannya. Kania tidak mau menunggu terlalu lama lagi. Karena ini sudah hampir satu bulan pernikahan kontrak mereka.


Jam pulang kantor pun tiba. Akhtar berjalan menuju mobilnya bersama Bima. Seperti biasa, Bima bertugas menyetir mobil tuannya.


"Coba loe hubungi Akhtar, udah sampai mana dia?" perintah Michael pada Jonas.


"Ok!" jawab Jonas singkat.


Lalu merogoh ponsel yang ada di saku celananya. Melakukan panggilan singkat dengan Akhtar.


"Masih macet katanya!" ucap Jonas setelah mengakhiri panggilannya dengan Akhtar.


"Ya udah, kita tunggu aja!" balas Michael.


Mereka membawa banyak minuman dan makanan ringan. Tentu saja minuman beralkohol, tapi kadar rendah.


Saat mereka sedang menunggu di luar penthouse Akhtar, terdengar suara pintu terbuka di seberang mereka berdiri.


Ceklek


Kania membuka pintu dengan tampilan santainya. Celana training dan kaos oversizenya. Rambutnya ia cepol asal ke atas. Mengamati kedua lelaki yang berdiri tak jauh darinya. Sementara Michael dan Jonas tertegun melihat tampilan Kania yang mempesona. Meski tidak berdandan tapi tetap Kania terlihat menggemaskan.


Merasa diperhatikan terus, Kania merasa risih. Ia berencana ingin menemui Akhtar, namun justru bertemu dua lelaki asing. Kania pun berbalik dan hendak masuk lagi.


"Eh, tunggu!" seru Michael berjalan mendekati Kania.

__ADS_1


Kania berbalik dan menatap Michael yang mendekatinya. Kania merasa takut dan cemas.


"Jangan takut! Gue temennya Akhtar! Gue lagu nungguin dia!" ucap Michael berhenti karena melihat kecemasan di wajah Kania.


Kania bersikap waspada dan memegang handel pintu dengan erat.


"Gue cuma mau tanya aja! Loe istrinya Akhtar, kan?" ucap Michael lagi dengan lembut.


Kania hanya menganggukkan kepalanya tanpa berani menatap Michael. Jonas masih memperhatikan Kania.


'Gila! Nemu dimana Akhtar, cewek kayak gini? Cantik dan manis!' batin Jonas.


"Oh ya, nama loe siapa? Gue Michael dan itu Jonas!" tanya Michael lagi sambil mengulurkan tangannya ke depan.


"Kania!" jawab Kania singkat tanpa membalas uluran tangan Michael.


Michael tersenyum tipis melihat sikap Kania. Ia memakluminya. Michael ingin bertanya lagi, namun seruan Akhtar menghentikannya.


"Kania, masuk!" seru Akhtar keluar dari lift.


Kania yang mendengar suara Akhtar, menoleh sekilas ke arah Akhtar yang berjalan ke arahnya. Lalu menekan handel pintu dan masuk ke apartemennya.


Ck


"Loe pelit banget sih! Gue kan cuma mau kenalan sama istri loe!" ucap Michael kesal dengan sikap Akhtar.


"Udah, ayo masuk!" ajak Akhtar masuk ke penthousenya.


Michael dan Jonas pun masuk setelah Akhtar dan Bima. Mereka duduk di ruang tengah depan TV. Akhtar melepaskan jas dan dasinya. Lalu membuka kancing kemejanya paling atas. Kemudian menggulung lengan bajunya sampai ke siku. Penampilan Akhtar yang seperti itu, membuatnya semakin tampan.


"Loe kapan sih, jeleknya?" tanya Jonas menyindir.


"Gue gak pernah jelek!" sergah Akhtar duduk dan mengambil minumannya.


"Dia kan Mr. Perfect! Gak bakalan dia jelek! Emang loe, Jonas!" sahut Michael menimpali dan melempar kulit kacang ke wajah Jonas.


"Si*lan loe!" umpat Jonas.


Mereka pun mengobrol banyak hal. Terutama mengenang masa lalu mereka saat sekolah dulu.


*


*


Maaf ya, author telat updatenya!


semoga masih setia ya dengan cerita Akhtar dan Kania.


Jangan lupa kasih like dan komennya yang banyak!

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2