Tawanan Mr. Perfect

Tawanan Mr. Perfect
Bab 54 Berita Heboh


__ADS_3

Akhtar dan Kania sudah menyelesaikan fitting baju untuk pesta pernikahan mereka. Dan kini mereka sedang makan siang bersama di mansion milik keluarga Farzan. Pertama kalinya Kania dibawa ke mansion mertuanya. Awalnya Akhtar ingin mengajak Kania makan siang di kantor. Namun mama Sonya sudah mengajak lebih dulu Kania makan.


Akhtar mengernyitkan dahinya heran. Matanya fokus menatap layar yang sedang menyala. Bima sedang meneleponnya. Akhtar pun mengangkat ponselnya yang sudah selesai makan siang.


"Ada apa, Bim?" tanya Akhtar sambil melirik Kania yang sedang makan samping mama Sonya.


"Tuan! Ada berita heboh tentang anda dan nona Kania!" jawab Bima di balik telepon.


"Berita? Tentang apa?" tanya Akhtar sambil beranjak pergi dari meja makan. Akhtar berjalan ke arah teras belakang.


"Anda dan nona Kania menjadi perbincangan di media sosial. Bahkan video anda yang sedang berpelukan dengan nona Kania di depan perusahaan, sudah beredar luas. Saya masih menyelidiki siapa yang pertama kali menyebarkannya!" jawab Bima.


"Berarti kejadian tadi? Mungkin karyawan yang merekamnya!" gumam Akhtar dengan lirih.


"Halo, tuan!" seru Bima yang hanya mendengar suara bisik-bisik.


"Iya, aku masih dengar, Bim! Kalau begitu kamu cari orangnya yang pertama kali menyebarkannya! Kemungkinan salah satu karyawan di perusahaan. Dan hentikan semua media yang menyebarkan berita ini! Karena belum saatnya masyarakat tau tentang wanitaku!" perintah Akhtar dengan tegas dan tanpa sadar menyebut Kania sebagai wanitanya.


'Tuan Akhtar sudah menganggap Kania wanitanya? Wah, benar-benar kemajuan!' batin Bima tersenyum.


"Halo, Bima! Apa kau melamun?" seru Akhtar kesal karena tidak ada respon dari Bima.


"Maaf, tuan! Saya mendengarnya kok, tuan!" jawab Bima dengan gugup.


"Beraninya kau bohong! Kau itu gugup, Bima! Itu artinya tadi kamu tidak mendengarkanku!" ketus Akhtar dengan kesal.


"Hehehe! Maaf, tuan! Tadi melamunkan, tuan!" balas Bima tertawa kecil di balik telepon.


"Beraninya melamunkan aku! Sudah bosan hidup kamu?" gertak Akhtar bercanda.


"Damai, tuan! Kan hanya becanda! Jangan dianggap serius, tuan! Aku masih mau hidup!" balas Bima dengan nada memohonnya di balik telepon.


"Sudahlah, malah bahas kemana-mana! Yang penting sekarang kamu urus semuanya sampai beres! Jangan sampai ada lagi berita tentangku dan Kania! Karena nanti ada waktunya sendiri aku mengenalkannya ke dunia!" sergah Akhtar sambil melirik ke arah meja makan.


"Siap laksanakan, tuanku!" goda Bima dengan becanda.

__ADS_1


Akhtar mendecih kesal dengan Bima. Lalu mematikan panggilan setelah tidak ada pembicaraan lagi. Akhtar berjalan masuk lagi ke arah meja makan.


"Sudah selesai makannya?" tanya Akhtar menatap piring yang sudah kosong di depan Kania.


Kania hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menunduk. Mama Sonya baru datang dari dapur membawa puding khusus buatannya sendiri untuk Kania.


"Mama buat puding untuk kamu, sayang! Dihabiskan ya!" seru mama Sonya sambil meletakkan piring kecil yang berisi puding buah.


"Iya, ma! Terima kasih!" balas Kania tersenyum kaku. Pasalnya perut Kania sudah merasa kenyang. Namun karena tidak enak dengan mama Sonya, akhirnya Kania memakan puding itu.


"Bagaimana rasanya? Enakkan, sayang?" tanya mama Sonya yang duduk di sebelah Kania.


"Apa bagianku tidak ada?" tanya Akhtar meledek mamanya.


"Ah, mama sampai lupa sama anak mama sendiri! Bik! Tolong ambilkan puding buah yang di lemari es ya! Sekalian bawa piring kecilnya!" seru mama Sonya pada asisten rumah tangganya.


Tak lama, seorang ART paruh baya datang membawa puding buah dengan pring kecil. Lalu diletakkan di atas meja dekat mama Sonya.


Mama Sonya memotong pudingnya dan diserahkan ke Akhtar. Kania masih menikmati puding itu dengan lamban.


"Mama buat puding ini spesial untuk menantu mama! Kamu harus makan yang banyak ya! Lihat badanmu, kurus begini! Apa anak mama itu tidak memberimu makan yang layak, nak?" ucap mama Sonya sambil menyindir Akhtar yang sedang menikmati puding dengan santai.


"Kalau kamu makannya banyak dan sehat, maka kamu akan cepat hamil, sayang! Mama itu sudah tidak sabar ingin gendong cucu! Jadi puding ini sebenarnya khusus untuk kesuburan kamu!" lanjut mama Sonya sambil memperhatikan Kania makan.


uhuk uhuk uhuk


Akhtar dan Kania tersedak lalu batuk bersamaan. Mama Sonya sampai kaget melihat keduanya batuk. Mama Sonya segera menepuk bahu Kania. Sedangkan Akhtar langsung menegak minumannya dengan cepat.


"Kenapa kalian tidak hati-hati makannya? Tersedak sampai kompak begitu!" cetus mama Sonya sambil menyodorkan segelas air ke Kania.


"Lagian mama, orang lagi makan diajak bicara!" sahut Akhtar yang sudah mereda batuknya.


"Kan mama cuma ingin kasih tau! Mana mama tau kalau kalian bakal tersedak bebarengan begini!" balas mama Sonya yang tidak ingin disalahkan Akhtar.


"Ya sudah! Akhtar sama Kania pulang dulu kalau begitu, ma! Akhtar masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini!" ucap Akhtar setelah mengelap mulutnya dengan kain.

__ADS_1


"Kenapa tidak menginap di sini saja?" tanya mama Sonya kecewa.


"Lain kali ya, ma!" jawab Akhtar lembut menghampiri mamanya dan memeluknya.


Akhtar dan Kania berpamitan dengan mama Sonya. Meski berat, tapi mama Sonya terpaksa merelakannya. Mama Sonya ingin sekali Kania menginap di sini. Banyak hal yang ingin mama Sonya ceritakan dengan Kania.


Di dalam mobil, Kania baru mengecek ponselnya yang ia mode silent sejak tadi. Saat membukanya, panggilan tak terjawab sebanyak 10 kali dari Dini. Kania yang penasaran pun menghubungi Dini.


"Halo!" sapa Kania setelah diangkat oleh Dini.


"Ya ampun, Kania! Darimana aja sih loe? Gue telponin dari tadi, baru ada kabar!" seru Dini di balik telepon.


"Sorry, tadi HP aku silent! Jadi gak denger! Emang ada apa, Din?" balas Kania pelan sambil melirik Akhtar yang duduk tenang di sebelahnya.


"Pantes aja loe gak heboh duluan! Loe tau gak? Loe sama tuan Akhtar jadi trending topik hari ini di dunia maya!" balas Dini.


"Karena apa? Jangan ngarang, Din!" sergah Kania memikirkan ucapan Dini.


"Gue gak ngarang! Nanti loe buka tuh HP dan liat di internet! Loe pelukan sama tuan Akhtar di depan kantor tadi siang, ternyata ada yang ngerekam dan nyebarin ke sosmed!" balas Dini dengan mantap.


"Apa? Yang bener aja, Din?" sentak Kania mendengar ucapan Dini di telepon.


"Ih, kok gak percaya sih! Gue tuh gak becanda! Mending loe cari tau sekarang! Biar loe percaya sama omongan gue!" ketus Dini seolah-olah marah dengan Kania.


"Ya udah, aku cek dulu!" jawab Kania lalu mematikan ponselnya.


Kania membuka sosial media. Dan benar saja, berita tentangnya dan Akhtar muncul dimana-mana. Kania menoleh ke Akhtar yang masih fokus pada tabletnya.


"Aku sudah menanganinya! Tenang aja! Gak perlu khawatir!" ucap Akhtar yang seakan tahu Kania ingin meminta penjelasan.


"Jadi tuan sudah tau? Sejak kapan? Kenapa tidak memberitahuku?" cecar Kania menoleh ke Akhtar.


Akhtar mematikan tabletnya lalu menoleh ke Kania yang sedang menatapnya.


"Aku rasa tidak perlu memberitahumu! Karena justru akan membuat kamu heboh sendiri dan terlalu banyak memikirkan hal-hal tak penting." jawab Akhtar menatap dalam ke mata Kania yang bening.

__ADS_1


Kania memutus pandangannya terlebih dahulu. Kania baru mengingat janjinya sendiri untuk membatasi diri dari Akhtar.


Akhtar tersenyum tipis saat melihat Kania yang berpaling darinya.


__ADS_2