Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
tempat untuk kembali *10


__ADS_3

"Anggie, sayang, bangun Nak sudah pagi" ujar Mama membangunkan Anggie yang masih tertidur dengan sangat pulas sambil memeluk gulingnya.


"Lima menit lagi ya Ma. Anggie beneran masih ngantuk" ujar Anggie memohon kepada Mama untuk menambah jam tidurnya lima menit lagi. Anggie bener bener merasa lelah hari ini dengan semua aktivitas yang telah dilakukan oleh dirinya seharian kemaren.


"Tapi sayang, kamu belum shubuh loh. Nanti siap shubuh kamu boleh tidur lagi. Nggak lima menit, sejam pun boleh. Pokoknya kerjakan dulu kewajiban kamu sayang. Sampai izin kuliah pun nggak masuk kerja pun Mama bolehkan" ujar Mama tersenyum mendengar apa yang diminta oleh anak perempuannya yang sudah bekerja keras di luar sana untuk melanjutkan hidup mereka berdua setelah tragedi rumah tangga keluarga Sanjaya.


Anggie berusaha membuka matanya walaupun terasa sangat berat. Anggie tidak ingin membuat Mama kecewa dengan permintaan nya itu. Setiap hari hanya yang lima itu saja diminta oleh Mama kepada Anggie, tidak ada yang lainnya.


"Oke Mama, Anggie sudah bangun, Mama Anggie paling cantik, paling baik hari. " ujar Anggie menggoda Mama.


Mama tersenyum menatap putrinya itu. "Good morning sayang" ujar Mama dengan lembut sambil menepuk pundak Anggie.


"Good morning, Mama yang selalu cantik" balas Anggie.


Anggie kemudian keluar dari kamar untuk pergi membersihkan dirinya, sedangkan Mama menuju dapur untuk membuat sarapan nasi goreng telur. Memang hanya itu yang tinggal bahan makanan di dapur, Mama berencana nanti mau ke pasar pagi untuk membeli keperluan mereka satu minggu. Anggie yang telah selesai menjalankan kewajiban, lanjut membersihkan tubuhnya, dia semalam tidak sempat mandi karena hari yang sudah terlalu malam.


"Mama masak sarapan apa?" tanya Anggie yang baru selesai membersihkan tubuhnya dan juga melaksanakan kewajibannya.


"Masak nasi goreng telur sayang." kata Mama sambil menaruh nasi goreng yang selesai dimasak.


"Loh kamu nggak jadi melanjutkan tidurnya? Tapi masih mengantuk?" ujar Mama melihat Anggie yang sudah duduk di meja makan sambil meniup niup teh yang tadi dibuatnya.


"Udah bablas kantuk nya Mama. Lagian Anggie juga ada kuliah sama ngajar pagi" jawab Anggie sambil tersenyum ke arah Mama.


"Hem kamu marah sama Mama, nak?" Mama menatap ke mata Anggie.


Mama yakin kalau Anggie marah, karena Mama membangunkan Anggie dari tidurnya. Mama juga tahu kalau Anggie sangat letih bekerja sehari ini.

__ADS_1


Anggie menggeleng, "Anggie nggak pernah marah sekalipun kepada Mama"


"Mama tahukan, hanya mama satu satunya yang Anggie punya sekarang. Lagian Mama berhak menegur Anggie untuk apapun Mama." lanjut Anggie sambil tersenyum kearah Mama.


"Anggie adalah anak yang paling berbahagia di atas dunia karena mempunyai Mama yang super duper perhatian kepada Anggie" kata Anggie selanjutnya.


Anggie memeluk mamanya itu. Wanita hebat yang dimiliki dan menjadi idola serta panutan bagi Anggie untuk menjalani hidup sebagai seorang wanita.


"Mari kita sarapan, nanti nasi goreng nya keburu dingin" kata Mama mengajak Anggie untuk menikmati sarapan yang dibuat oleh Mama.


"Mah, ini nasi goreng yang paling nikmat di atas dunia" ujar Anggie memasukkan suapan terakhir nasi goreng ke dalam mulutnya.


"mana ada, ini hanya nasi goreng biasa saja sayang, nggak ada istimewanya" ujar Mama


"Yang istimewa bukan nasinya Mama. Tapi yang bikinnya yang paling istimewa mama" ujar Anggie


Mereka berdua kemudian menikmati menu sarapan sederhana yang dibuat oleh Mama. Menu sarapan yang sama sekali tidak pernah tersaji sewaktu mereka masih tinggal di mansion besar itu.


"Mama hari ini mau kemana?" tanya Anggie saat mereka sudah selesai sarapan dan memastikan kalau masih ada waktu untuk berdiskusi dengan Mama.


"Rencananya Mama mau ke pasar pagi sayang, bahan bahan untuk memasak sudah habis jadi Mama mau membelinya hari ini" kata Mama memberitahukan kepada Anggie dirinya akan melakukan aktifitas apa hari ini.


"Mama hati hati ya, maaf Anggie tidak bisa menemani Mama ke pasar" ujar Anggie sambil tersenyum kepada Mama.


"Tidak apa apa sayang. Kamu hati hati ya, jangan malam malam seperti malam tadi pulangnya. Mama cemas sayang" ujar Mama mengingatkan Anggie supaya tidak pulang larut malam seperti malam tadi.


"Siap Nyonya, saya tidak akan pulang malam lagi, tapi pulang jam sebelas malam" ujar Anggie sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


"Sama aja itu Nona" jawab Mama.


"Haha haha. Anggie beberes dulu ya Ma" ujar Anggie.


Mama mengangguk. "Syukur Anggie anak yang tidak cerewet dan juga mau menerima semua keadaan. Ya Tuhan aku sangat bersyukur memiliki anak seperti dia" ujar Mama mengucapkan syukur karena memiliki anak seperti Anggie.


"Ma, Anggie pergi dulu ya. Doakan anak kamu ini sukses ya Ma" ujar Anggie berpamitan kepada Mama.


"Kamu akan selalu di dalam doa Mama sayang" jawab Mama.


Mama mengantarkan Anggie sampai depan pagar rumah sederhana Nan asri milik mereka. Rumah tersebut ditanami berbagai bunga dan sayur serta bumbu dapur oleh Mama. Mama setelah membersihkan rumah, akan selalu bekerja di halaman rumah mereka.


Anggie berjalan menuju jalan besar depan rumahnya. Hari ini dia akan naik angkot menuju kampus.


"Semoga ada angkot yang lewat" ujar Anggie.


Tepat saat Anggie berharap ada angkot yang lewat, ternyata yang berhenti di depannya adalah sebuah mobil sport warna hitam keluaran terbaru dari merk ternama.


"Kamu mau ke kampus Nggie?" ujar laki laki yang berada di dalam mobil mewah itu.


"Yup. Mau kemana Vano?" tanya Anggie sambil tersenyum.


Anggie sangat bahagia hari ini karena paginya dimulai dengan melihat wajah pria tampan yang selalu berada di dalam hati Anggie sejak dia masih kecil. Sebuah cinta monyet yang masih dibawa dan dirasakan oleh Anggie sampai sekarang ini.


"Ke kantor. Masuk Nggie gue anter" ujar Vano meminta Anggie untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Beneran? Nanti gue ngerepotin elo lagi" ujar Anggie yang pura pura menolak apa yang ditawarkan oleh Vano. Padahal dalam hatinya Anggie sangat bersorak karena Vano bersedia mengantarkannya ke kampus.

__ADS_1


"Banyak gaya loe, nanti loe nyesel kalau nggak naik ke mobil gue" ujar Vano.


"Haha haha bener ya, kapan lagi gue naik mobil mewah dan diantar sama cowok ganteng kayak elo" balas Anggie yang luar biasa senangnya bisa diantar oleh Vano ke kampus.


__ADS_2