
"Sayang, apa kamu tau sesuatu?" ujar Vano saat dirinya sedang berdua dengan Kayla di sebuah restoran. Mereka berdua janjian untuk makan siang bersama.
"Tau apa sayang?" tanya Kayla dengan sedikit cemas.
Kayla menjadi cemas karena tidak biasanya Vano bertanya tentang Kayla mengetahui tentang suatu hal. Padahal biasanya Vano akan langsung mengatakan apa yang diketahui oleh dirinya tanpa embel embel kamu mengetahui tentang sesuatu.
"Ini ada video" ujar Vano sambil memberikan ponselnya kepada Kayla.
"Video? Video apa?" Kayla semakin penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Vano kepada dirinya. Dia benar benar tidak mengerti dengan video yang dimaksud oleh Vano sebentar ini.
"Kamu jangan bikin aku pusing sayang. Aku sama sekali tidak mengerti dengan video apa yang kamu katakan sebentar ini" ujar Kayla.
"Kamu tengok aja dulu. Nanti kamu akan tau video apa yang aku maksud" jawab Vano.
Kayla melihat video yang dikirimkan oleh Vano. Betapa kagetnya Kayla saat melihat video yang sudah dilihat banyak orang itu dan menjadi sangat viral di media sosial. Wajah kaget Kayla sempat terbaca oleh Vano, tetapi setelah itu Kayla berusaha menstabilkan kembali wajahnya. Dia sama sekali tidak ingin terlihat seperti seorang yang sedang cemas dan kaget. Apalagi kalau sempat seperti orang yang bersalah, Kayla tidak mau itu terjadi.
"Itu bukannya Anggie saudara kamu kan sayang?" tanya Vano kepada Kayla.
Kayla mengangguk, dia mau berbicara tetapi suaranya seperti tercekat di tenggorokan. Sehingga hanya berupa anggukan saja diberikan oleh Kayla sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Vano kepada dirinya.
"Aku penasaran, apa yang dikatakan oleh orang dalam mobil itu kepada Anggie, sehingga membuat Anggie menjadi marah seperti itu" ujar Vano.
Pertanyaan Vano semakin membuat Kayla menjadi cemas. Dia tidak ingin Vano menjadi curiga kepada dirinya. Kalau sempat Vano curiga, maka sudah bisa dipastikan Vano akan mencari tau. Kayla tidak akan siap mengahadapi kemungkinan terburuknya.
"Sepertinya ini sahabat lama Anggie sedang berbicara sama dia sayang" ujar Kayla berusaha memberikan jawaban yang dirasa masuk akul kepada Vano
"Nggak mungkin sayang." jawab Vano
"Kenapa nggak mungkin?" lanjut Kayla lagi.
Kayla sangat penasaran. Sejauh mana Vano mengetahui karakter dari seorang Anggie, makanya Kayla sangat ingin tau sekali.
__ADS_1
"Kalau itu teman lama, pastinya orang itu membawa Anggie masuk ke dalam mobil. Tapi ini tidak, mereka malahan membuntuti Anggie. Kan aneh itu" lanjut Vano menjelaskan kepada Kayla.
"Apa mereka bermaksud jahat kepada Anggie ya?" kata Vano lagi sambil melihat kembali video yang tadi diberikannya kepada Kayla
'Untung saja nggak ada plat nomor gue di situ yang kerekam, kalau ada bisa gawat' kata Kayla dalam hatinya yang masih mensyukuri semuanya.
Vano kembali melihat video viral tersebut. Dia memperhatikan dengan seksama video itu. Tetapi sayangnya, Vano tidak menemukan sebuah petunjuk apapun yang bisa digunakan sebagai bukti yang akan membuat orang yang ada di dalam video menjadi tersangka atau terdakwanya.
"Kenapa diam sayang?" tanya Kayla
Kayla tidak ingin Vano memikirkan masalah video itu. Kayla hanya ingin Vano memikirkan dirinya saja tidak memikirkan wanita lain, apa lagi itu Anggie, satu satunya wanita yang sangat dibencinya di atas dunia ini.
"Ada apa? Kenapa diam?" ujar Kayla yang nada suaranya sudah naik satu oktaf. Kecemburuan Kayla terhadap Anggie, membuat dirinya tidak bisa mengendalikan kemarahannya. Dia bener bener muak melihat Vano yang memikirkan Anggie saat ini.
"Nggak ada diam." jawab Vano dengan santai.
Vano memang tidak ada maksud apa apa, sehingga apapun yang ada dalam otak Kayla sekarang itu hanyalah sebuah rasa ketakutan Kayla saja
Kayla benar benar membenci Vano sekarang ini. Menurut Kayla, Vano sudah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal sekali.
"Kenapa harus pakai ribut Kayla. Aku tidak suka seperti ini." balas Vano dengan nada yang juga meninggi.
"Apa yang harus kamu marahi, aku sama sekali tidak cemas terhadap Anggie, tidak pernah memikirkan Anggie. Cuma karena dia saudara tiri kamu saja, makanya aku seperti ini" lanjut Vano dengan nada marah dan kesal. Dia sangat tidak suka sekali dengan sikap Kayla yang meragukan dirinya seperti sekarang ini.
"Sama saja" bentak Kayla yang nggak mau mengalah.
"Kamu mulai meragukan aku Kayla?" tanya Vano sambil menatap tajam ke dalam mata Kayla.
Kayla balas menatap Vano. Sepasang kekasih ini sama sama tidak mau mengalah antara satu dengan yang lainnya. Mereka berdua saling tatap menatap satu dengan yang lainnya.
"Loe boleh perhatian ke siapapun. Tetapi tidak dengan wanita itu" ujar Kayla yang sudah sangat emosi sekali. Hal ini membuat Kayla tidak lagi memilih kata kata yang akan dipakainya dengan tepat. Dia sudah benar benar tidak bisa mengontrol dirinya lagi.
__ADS_1
Untung saja saat ini mereka di ruang VVIP sebuah restoran ternama, kalau tidak, bisa dipastikan mereka berdua akan menjadi tontonan para pengunjung restoran tersebut. Restoran yang akan selalu ramai oleh pengunjung dari kalangan eksekutif saat jam makan siang seperti sekarang ini.
"Kayla" teriak Vano saat Vano sudah merasa tidak dihargai lagi oleh Kayla keberadaannya di situ.
"Apa?" ujar Kayla.
Kayla kemudian merasakan kepalanya yang mendadak sakit. Dia memegang erat rambutnya. Dia benar benar merasakan sakit yang amat sangat sekali. Sebuah sakit yang selama ini hanya ada di dalam halusinasi sekaligus drama yang sering dilakukan oleh Kayla di depan Vano. Tetapi kali ini berbeda sekali. Sakit yang dirasakan oleh Kayla adalah benar benar sebuah rasa sakit yang teramat sangat.
Vano menatap ke arah Kayla. Vano sebenarnya sangat kasihan dengan kondisi Kayla saat ini, tetapi di sudut hati Vano dia masih sakit hati mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla tadi. Vano tidak bisa menerima apa yang dikatakan oleh Kayla kepada dirinya tadi.
"Vano, tolong, sa..... kit...... Sekali Vano" ujar Kayla sambil meremas rambutnya dengan begitu keras memakai kedua tangannya.
Vano kaget mendengar suara Kayla yang penuh kesakitan itu. Vano langsung menggendong Kayla. Dia menggendong Kayla dan berjalan keluar dari dalam ruang VVIP. Saat itulah Vano melihat Anggie dan Vina masuk ke dalam restoran tersebut.
"Nggie, bisa minta tolong?" ujar Vano kepada sahabat masa kecilnya itu.
"Apa?" ujar Anggie yang sama sekali tidak menatap ke arah Kayla. Dia sangat sangat tidak suka dengan wanita itu, salah satu wanita yang membuat dirinya dan Mama menjadi hancur seperti sekarang ini.
"Tolong ambilkan tas Kayla di ruangan itu. Kemudian bawakan ke mobil ya" ujar Vano sambil tetap berjalan membawa Kayla yang berada di dalam gendongannya ke arah mobil.
"Oh oke" ujar Anggie yang masih tidak akan pernah bisa menolak keinginan dan perintah dari Vano. Anggie akan selalu menuruti keinginan Vano, walaupun itu berkaitan dengan orang yang paling tidak di sukainya di atas dunia ini.
Vina yang melihat apa yang dilakukan oleh Anggie hanya bisa geleng geleng kepala saja. Dia masih tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam otak Anggie. Sudah beberapa kali Vina mengatakan kalau yang dilakukan oleh Anggie adalah sebuah kesalahan. Tetapi Anggie tetap dengan pendiriannya. Dia tetap mau membantu Vano.
Anggie berjalan menuju ruangan yang tadi dijadikan oleh Vano dan Kayla untuk makan siang. Anggie melihat tas Kayla berada di atas meja. Anggie mengambil tas itu. Dia kemudian mengantarkan tas itu ke mobil Vano.
"Makasi Anggie" ujar Vano sambil tersenyum.
"Sama sama Vano" ujar Anggie menjawab.
Vano kemudian berlalu dari hadapan Anggie. Vano akan mengantarkan Kayla ke rumah sakit.
__ADS_1
"Wajah cemas kamu, membuat hati aku menjadi hancur Vano" ujar Anggie saat melihat mobil yang dikemudikan oleh Vano menghilang di telan keramaian jalan ibu kota negara Indomesia