Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *18


__ADS_3

"Kamu harus duduk dulu sayang. Jangan menahan sakit sambil berdiri seperti ini. Nanti akan menjadi lebih parah lagi. Sini aku bantu untuk berbaring di sofa" ujar Vano sambil membantu membawa Kayla ke sofa tamu yang ada di ruangannya itu.


Vano benar benar cemas saat melihat Kayla yang menahan sakit di kepalanya. Apalagi dengan melihat wajah Kayla yang memerah dan meringis kesakitan karena menahan sakit kepala.


Vano membantu Kayla untuk membaringkan tubuh indahnya itu di sofa panjang. Setelah itu Vano berjalan ke arah pantry yang ada di dalam ruangannya untuk mengambilkan air minum dan potongan buah untuk Kayla.


Kayla melihat dan memperhatikan dengan seksama bagaimana reaksi dan juga apa yang dilakukan Vano terhadap adegan drama sakitnya itu. Drama sakit yang benar benar berhasil dilakukan oleh Kayla untuk menjebak Vano supaya memperlihatkan bagaimana pentingnya Kayla dalam kehidupan Vano. Satu hal yang paling membuat Kayla menjadi sangat bangga.


'Rasain kamu Kayla kamu lawan. Nggak ada yang bisa meremehkan aku. Termasuk kamu Vano. Aku akan mendapatkan apa yang aku mau. Sedangkan merusak rumah tangga orang yang harmonis aja aku bisa. Masak mendapatkan kamu aku tidak bisa' ujar Kayla dalam hatinya dengan nada bangga melihat sikap dan tingkah laku Vano kepada dirinya saat ini.


Kayla tersenyum saat melihat wajah panik Vano saat melihat dirinya menahan rasa sakit di kepalanya itu. Apalagi dengan gerakan cepat Vano untuk pergi mengambilkan air minum semakin membuat Kayla merasa sangat bahagia sekali.


'Berhasil' ujar Kayla dalam hatinya.


'Haha haha haha.' Kayla tertawa bahagia


' kartu kamu sudah di tangan aku Vano' ujar Kayla lagi.


'Jadi kamu tidak akan bisa bermain main lagi dengan aku Vano. Kamu akan menjadi penurut sekali sama aku'


'Aku akan membuat kamu menjadikan aku sebagai pusat dunia kamu'


'Aku akan pastikan itu terjadi Vano. Lihat saja' ujar Kayla.


Wanita cantik yang dicintai oleh Vano karena kebaikannya itu. Hal yang diketahui oleh Vano. Sedangkan apa yang ada sebenarnya di dalam diri Kayla sama sekali Vano tidak tahu.


Vano kembali membawakan Kayla air putih dan potongan buah. Vano memang terlihat sangat panik dengan keadaan Kayla sekarang ini. Vano tidak menyangka kalau keegoisannya tidak mengangkat panggilan dari Kayla tadi membawa dampak yang luar biasa seperti sekarang ini. Dalam bayangan Vano palingan Kayla hanya akan marah atau ngambek seperti biasanya. Ternyata hal yang laur biasa terjadi, Kayla mengamuk sejadi jadinya sampai sampai membuat kepalanya menjadi sakit.

__ADS_1


"Sayang.... " panggil Vano kepada Kayla yang masih memejamkan matanya dan tidak lupa adegan memijit kepala yang tidak sakit itu. Sebenarnya sakit sedikit karena emosi tadi saja.


Kayla dengan perlahan membuka matanya. Dia membuat ekspresi menahan kesakitan yang luar biasa sekali. Siapapun yang melihat ekspresi Kayla sekarang ini, mereka akan tau dan mengerti kalau Kayla sedang menahan rasa sakit. Mereka yang melihat akan langsung percaya kalau Kayla memang sedang sakit saat ini.


"Sayang, apa kamu bisa duduk?" tanya Vano sambil menatap penuh rasa bersalah kepada Kayla.


Kayla semakin senang dibuatnya. Ini adalah apa yang diharapkan oleh Kayla dari seorang Vano. Kayla benar benar sangat bahagia Vano menjadi seperti sekarang ini.


'Seandainya gue tidak sedang dalam keadaan pura pura sakit. Maka gue pastikan gue akan bergoyang bahagia saat melihat Vano yang seperti ini sekarang'


'Vano yang merasa menyesal karena sudah bikin gue sakit.'


'Oh bahagianya gue' ujar Kayla bersorak dalam hatinya saat melihat reaksi dari Vano.


'Ini adalah reaksi yang gue harapkan dari tadi'


Kayla dengan gayanya yang mendalami karakter seseorang yang sedang sakit parah langsung duduk dengan perlahan lahan dan sangat meyakinkan. Untuk keahlian dalam memerankan karakter tokoh sakit, maka Kayla adalah nomor satunya.


"Sini sayang, aku bantu untuk bangun" kata Vano.


Kayla tersenyum. Vano kemudian membantu Kayla untuk duduk. Vano sangat cekatan dalam melayani semua kebutuhan Kayla saat ini.


"Kamu minum dulu ya" ujar Vano dengan sangat ramah dan penuh kasih sayang yang sangat tulus kepada Kayla.


Kayla mengangguk dengan lemah. Vano tersenyum. "Gadis pintar" puji Vano atas kepatuhan Kayla untuk mau minum air.


Vano membantu Kayla untuk minum. Kayla menikmati perlakuan yang diberikan oleh Vano kepada dirinya. Tidak ada rasa bersalah sedikitpun dalam diri Kayla karena sudah mempermainkan kasih sayang Vano yang tulus kepada dirinya. Kayla benar benar sudah dibutakan dengan niat pertamanya itu. Hal ini membuat Kayla berani untuk melakukan semuanya agar niatnya itu tercapai.

__ADS_1


"Selesai" ujar Vano sambil menaruh kembali gelas minum Kayla ke atas meja kaca.


"Mau buah?" tanya Vano sambil mengangkat piring buah yang di atasnya tersaji buah segar yang sudah dipotong potong.


Kayla menggeleng. "Belum bisa makan" jawab Kayla.


"Padahal sedang pengen buah" lanjut Kayla.


Kayla sengaja mengatakan hal itu supaya Vano semakin merasa bersalah dengan sikapnya tadi yang sudah mengacuhkan Kayla dengan sebegitunya. Kayla tidak setengah setengah dalam memainkan peran yang saat ini dialah penulis skenario, stradara sekaligus pemeran utama. Kayla benar benar total dalam memainkan perannya saat ini.


Vano tersenyum dia tidak berusaha memaksa Kayla untuk memakan buah potong yang sudah disiapkan nya itu.


"Oke sip. Nanti kalau kamu sudah sehat kamu bisa makan buah ini. Kalau sekarang jangan dipaksakan dulu" kata Vano dengan bijaksana.


Vano kemudian mengambil tangan Kayla. Dia menggenggam tangan kekasihnya itu dengan lembut. Kemudian sebelah tangan Vano yang lainnya, mengelus lembut punggung tangan Kayla.


Kayla tersenyum kepada Vano. Dia sangat bahagia melihat sikap perhatian Vano kepada dirinya. Vano yang melihat Kayla tersenyum kepada dirinya, memberikan balasan yang sama. Vano memberikan senyuman terbaiknya kepada Kayla dengan sangat tulus dan penuh cinta.


"Gimana sakit kepala kamu?" tanya Vano saat melihat Kayla uang sudah tidak meringis lagi menahan rasa sakit di kepalanya itu.


"Sudah agak mendingan. Tidak sesakit saat aku marah marah tadi" jawab Kayla.


Kayla memang sengaja memancing pembicaraan kearah awal mula kedatangannya ke ruangan Vano dengan emosi yang meledak ledak, dengan kemarahan yang tidak berusaha di kontrol oleh Kayla.


Vano paham kemana arah pembicaraan Kayla saat ini. Dia sangat yakin kalau Kayla pasti ingin membahas masalah ini sekarang.


"Sebelumnya aku minta maaf, karena kesalahan aku, kamu menjadi sakit begini" ujar Vano mulai membuka percakapan antara dirinya dengan Kayla untuk membahas permasalahan kedatangan Kayla yang marah marah tadi dan pada akhirnya berujung kepada Kayla yang dengan tiba tiba jatuh sakit.

__ADS_1


__ADS_2