Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *25


__ADS_3

"Anggie" panggil Vina saat Anggie baru saja kembali masuk ke dalam restoran tempat mereka akan makan siang


Anggie kali ini tidak menolak ajakan makan siang di luar dari Vina. Bukan karena apa apa, pikiran Anggie yang sedang tidak sehat itu, membutuhkan waktu untuk dirinya refresing sejenak. Jadi, pada akhirnya dia menerima ajakan Vina untuk makan di luar.


Anggie berjalan menuju meja tempat sahabatnya itu duduk. Semua menu makanan yang lezat lezat sudah tersaji di atas meja makan yang sangat besar itu. Anggie menatap heran ke meja tersebut.


"Vin, loe ngundang kawan yang lainnya?" tanya Anggie saat dirinya sudah duduk di kursi dengan Vina.


Vina menggeleng, dia memang tidak ada mengundang orang lain. Dia hanya akan makan berdua dengan Anggie saja saat ini


"Terus kalau nggak ada, kenapa loe mesan makanan segini banyaknya. Siapa yang mau menghabiskan" protes Anggie.


"Kalau ini nggak habis maka akan mubazir jatuhnya Vina" lanjut Anggie lagi dengan nada sedikit marah. Tetapi Anggie tidak mungkin marah kepada Vina, mereka berdua makan keluar karena Vina yang mentraktir. Jadi apapun menu yang dipesan, maka semua itu sepenuhnya hak Vina.


"Sekali sakali Nggie. Lagian kita tidak sering juga makan siang ke restoran" jawab Vina dengan santai.


Vina tidak ingin makanan yang sudah di pesannya itu membuat dirinya dan Anggie bertengkar. Bagaimanapun juga, Vina ingin merayakan keberhasilannya menyelesaikan magister berdua dengan sahabatnya itu.


"Apa lagi hari ini adalah hari bahagia gue Nggie. Gue bisa menyelesaikan magister gue barengan dengan loe sahabat gue" lanjut Vina meyakinkan Anggie kalau yang dilakukannya kali ini bukanlah suatu masalah.


"Oke, berhubung ini adalah perayaan keberhasilan kita berdua, maka mari kita santap semuanya" ujar Anggie dengan penuh semangat. Anggie tidak ingin mengecewakan Vina, sahabatnya itu.


Kedua gadis cantik, yang juga pintar itu mengambil makanan yang akan mereka makan. Terlihat semua lauk ada di atas piring mereka masing masing. Mereka tida lagi memikirkan table manners yang harus mereka patuhi saat mereka sedang makan di restoran mewah seperti tempat mereka makan sekarang ini.


"Kenapa tu manusia nggak tau diri itu?" ujar Vina menanyakan tentang keadaan Kayla kepada Anggie.


"Siapa?" tanya Anggie yang pura pura tidak mengerti dengan siapa orang yang dimaksud oleh Vina.


"Nggak usah pura pura ogeb loe. Loe pasti tau siapa yang gue maksud" bantah Vina yang sudah bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran Anggie saat ini

__ADS_1


"Nona muda Sanjaya maksud loe?" kata Anggie dengan santainya memakai nama belakang keluarganya.


Vina mengangguk. "Siapa lagi" jawab Vina dengan santai sambil memasukkan sebuah anggur ke dalam mulutnya.


"Pingsan. Tapi loe jangan tanya gue kenapa. Gue nggak tau dan juga tidak mau tau" jawab Anggie lagi dengan santai.


Anggie benar benar tidak ingin tau tentang kejadian tadi. Bagi Anggie semua itu tidaklah penting.


"Serius loe nggak peduli?" tanya Vina dengan menatap Anggie mencari tau kebenaran dari apa yang dikatakan Anggie sebentar ini.


"Ya. Gue nggak mau tau sama dia. Dia mau ngapain terserah" ulang Anggie menjawab pertanyaan berdasarkan keragu raguan dari seorang Vina.


"Apa loe meragukan jawaban gue?" kali ini Anggie yang bertanya.


"Jujur gue jawab, ya gue ragu" jawab Vina dengan sangat mantap.


"Kenapa?" Anggie balik bertanya.


"Sumpah, bener bener nggak habis pikir gue sama loe" kata Anggie mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya saat mendengar Vina yang meragukan jawaban yang diberikan oleh dirinya.


"Sebelumnya gue minta maaf. Tapi melihat bagaimana loe mau menolong mengambilkan tasnya tadi, perbuatan loe yang seperti itu yang membuat gue ragu jadinya" Vina menjelaskan kepada Anggie atas dasar apa dia bisa menjadi ragu atas jawaban yang diberikan oleh Anggie kepada dirinya.


"Haha haha haha. Vina, apa loe lupa atau amnesia ya?" Anggie tidak bisa menahan tawanya saat mendengar alasan yang diberikan oleh Vina kepada dirinya sebentar ini.


"Aih kok loe jadi ketawa kayak gitu. Apanya yang lucu" protes Vina yang tidak terima di ketawain oleh Anggie.


"Gimana nggak lucu. Loe juga taukan gimana persahabatan gue dengan Vano?" tanya Anggie.


Vina mengangguk. Vina sangat tau bagaimana jalinan persahabatan Anggie dengan Vano. Bahkan Vina juga tau bagaimana cintanya Anggie kepada Vano, haya saja Anggie tidak mengakuinya kepada Vina.

__ADS_1


Persahabatan yang terjalin karena dimulai oleh pertemuan keluarga Sanjaya dan Witama untuk membahas perjanjian bisnis antar dua perusahaan besar itu.


Vina sebenarnya juga penasaran dengan jalannya persahabatan Anggie dan Vano saat ini, karena Anggie sekarang tidak lagi tinggal di mansion keluarga Sanjaya. Tetapi Vina ingin bertanya menjadi segan karena takut Anggie tersinggung dengan pertanyaannya nanti.


"Nah yang tadi minta tolong untuk gue ngambilin tas nya nenek lampir kecil itu Vano. Mana mungkin gue menolak permintaan tolong Vano" jawab Anggie.


Vina main angguk saja. Vina tau kalau bukan itulah alasan paling utama Anggie mau menolong Vano. Tapi alasan paling pertamanya adalah cinta.


"Yakin alasannya persahabatan?" tanya Vina sambil memainkan alis matanya.


"Lah bener karena persahabatan. Mau karena apa lagi?" ujar Anggie balik bertanya kepada sahabatnya itu.


"Mana taukan ya, ada di baliknya lagi" jawab Vina dengan sangat santai.


"Maksud loe gimana? Kok gue kurang ngerti?" tanya Anggie lagi sambil berusaha sedikit tersenyum.


"Maksud gue itu, bener karena rasa persahabatan atau ada rasa micin, rasa msg, rasa manis manisnya gitu" jawab Vina yang jawabannya semakin absurd dan tidak dimengerti oleh Anggie.


"Alah jangan pake rasa rasa nano nano lah. Langsung aja" Anggie setengah kesal saat mendengar jawaban rasa yang diberikan oleh Vina kepada dirinya.


"Maksud gue tuh ya manusia yang pura pura oon. Rasa sayang dan rasa cinta serta rasa memuja elo ke Vano yang buat loe mau bantuin dia tadi" ujar Vina pada akhirnya menyebutkan ketiga rasa yang ada tadi kepada Anggie.


"Haha haha haha. Ngawur loe" jawab Anggie dengan santainya.


"Udah yuk jalan. Gue harus masuk kerja cepat hari ini. Ada rekan kerja gue yang harus pulang cepat" kata Anggie mencari alasan yang paling masuk akal supaya dia bisa terlepas dari pertanyaan Vina


"Banyak alasan kalez jadi orang" ujar Vina.


"Haha haha haha" Anggie tertawa bahagia. Dia berhasil membuat Vina kesal.

__ADS_1


Vina kemudian melakukan pembayaran ke kasir. Setelah itu mereka berdua pergi meninggalkan restoran mewah itu. Vina akan mengantarkan Anggie terlebih dahulu ke swalayan, setelah itu dia akan ke perusahaan keluarganya.


__ADS_2