Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *50


__ADS_3

"I love you too" Vano membalas ungkapan cinta dari Kayla kepada dirinya.


"Kenapa aku tidak yakin ya kalau Kayla dalam kondisi yang baik baik saja. Kenapa aku merasa kalau kondisi Kayla sedang payah saat ini" kata Vano bergumam sendirian.


"Tapi kalau desak dia untuk ngaku itu akan semakin parah. Aku hanya bisa menunggu saja" Vano akhirnya memutuskan untuk menunggu hasilnya saja.


"Kayla keyla semoga tidak ada yang terjadi dengan kamus ayang. aku tidak akan sanggup melihat kamu sakit dan menderita karena sakit itu" ujar Vano denga sangat lemah dan tidak berdaya kalau seandainya Kayla memang menderita penyakit yang gawat.


Vano melanjutkan pekerjaannya kembali. Dia tetap akan ke butik Kayla jam satu siang saja. Sekarang pun Vano akan ke butik Kayla, maka yang akan terjadi tetap sama, Kayla tetap akan memaksa berangkat jam dua saja dari butiknya itu.


...****************...


"aku harus selesai cepat. Tidak bisa lama lama Mana sudah jam tujuh lagi. Kuliah mulai jam delapan" Kata Anggie yang mulai melakukan semuanya dengan kecepatan penuh. Anggie tidak mau telat sampai di kampus. Bisa bisa reputasinya akan jelek sebagai dosen baru yang sudah berani terlambat dan bahkan tidak masuk kelas. Anggie tidak mau itu terjadi.


Anggie yang juga sudah selesai berkemas kemas dan membersihkan diri, berjalan keluar menuju mulut gang rumahnya. Dia akan menunggu taksi online yang sudah dipesannya di sana nanti untuk menuju kampus.


"Panasnya, padahal masih jam delapan pagi" kata Anggie saat menunggu taksi online pesanannya yang akan mengantarkan dirinya ke kampus untuk melakukan kewajiban sebagai tenaga pengajar di almamater tempat Anggie menyelesaikan studi magister nya itu


Tak lama sebuah mobil mini bus berhenti di depan Anggie.


"Dengan Nona Anggie?" tanya sopir taksi online bertanya kepada Anggie yang sudah dari tadi menunggu taksi online itu


"Iya Pak" jawab Anggie berusaha terlihat tetap ramah. Padahal hatinya sudah sangat sangat ingin marah, karena sopir taksi online telat lima belas menit dari perjanjian.


Anggie kemudian masuk ke dalam taksi onlinenya itu. Sopir taksi kemudian mengemudikan mobilnya menuju kampus, tujuan yang sesuai dengan pesanan Anggie.


"Nona Anggie, maaf tadi saya telat, karena tiba tiba tadi istri saya nelpon kalau anak saya jatuh dari motor. Jadi saya pergi ke puskesmas dulu untuk mengantarkan biaya ya. Maafkan saya karena sudah membuat Nona Anggie menunggu lama" kata sopir taksi online menjelaskan kepada Anggie kenapa dirinya sampai sangat lama ke tempat Anggie.


Anggie terdiam mendengar apa yang diadakan oleh sopir taksi online. Nasip mereka berdua sama, orang yang mereka cintai sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Terus anak bapak bagaimana?" tanya Anggie lagi yang sekarang sudah sadar kalau dia salah.


"Saya belum tau Nona. Tadi saya hanya bisa mengantarkan uang saja. Tidak sempat untuk berbicara dengan dokter" jawab sopir taksi online menjawab pertanyaan dari Anggie.


"Kenapa Pak?" tanya Anggie penasaran.


"Saya sudah menerima pesanan dari Nona. Saya tidak mau membatalkan karena takut Nona memberikan bintang satu. Lagian saya juga butuh tambahan uang untuk berobat anak saya Nona" jawab sopir taksi online menjelaskan kepada Anggie.


"Nasib kita sama Pak. Saya, ibu saya sedang di rawat di rumah sakit karena kecelakaan juga. Malahan sekarang sedang koma" Anggie mengatakan apa yang sedang terjadi terhadap Mama kepada sopir taksi online.


"Kenapa Nona tidak izin saja kuliahnya?" tanya sopir taksi online yang kaget mendengar kalau orang tua penumpangnya itu sedang dalam keadaan koma.


"Tuntutan juga Pak. Makanya saya masih harus mengajar di kampus. Kalau bisa dan banyak uang, tentu saya hanya ingin menunggui mama saya saja di rumah sakit tapi sayangnya ini tidak bisa" kata Anggie menjawab pertanyaan dari sopir taksi online.


"Nona kuat sekali Nona. Saya saja belum tentu bisa sekuat Nona menghadapi ujian itu Nona" puji sopir taksi online kepada Anggie.


"Manusia di uji Tuhan sampai dimana batas kemampuannya Pak. Saat umatnya sudah tidak mampu lagi, maka Tuhan akan mencabut ujian itu. Saya ingin lulus ujian ini Pak" jawab Anggie dengan memberikan jawaban yang paling bijak yang bisa diberikan oleh Anggie kepada sopir taksi online. Jawaban yang juga bisa membuat sopir taksi online semangat untuk memperjuangkan keselamatan anaknya itu.


Tak terasa karena perjalanan itu di barengi dengan mengobrol membuat waktu perjalanan tidak terasa saja. Mobil taksi online sudah masuk ke dalam lingkungan kampus tempat Anggie akan mengajar.


"Ini Pak. Terimakasih banyak. Semangat terus Pak" kata Anggie memberikan motivasi kepada sopir taksi online.


"Nona uangnya berlebih" ujar sopir taksi online saat menerima pembayaran ongkos yang tidak sesuai dengan aplikasi.


"Berikan ke anak Bapak saja. Katakan sama dia, cepat sembuh dari kakak Anggie" jawab Anggie sambil tersenyum kepada sopir taksi online.


"Makasi Nona Anggie, akan saya sampaikan kepada anak saya. Saya juga pasti akan mendoakan mama Nona Anggie cepat sembuh" kata sopir taksi online.


"Terimakasih Pak" jawab Anggie.

__ADS_1


Anggie kemudian berjalan menuju ruangan para dosen. Dia akan membuat sebuah surat izin yang akan diberikan kepada ketua jurusan


"Semoga aku diberikan izin" ujar Anggie berdoa sebelum memulai menulis surat izin untuk menjaga mama di rumah sakit.


"Hay Anggie, kemaren kamu kemana? Ada beberapa mahasiswa mencari kamu" ujar salah seorang dosen yang sedang berada di ruangan


"Maafkan aku, mama kecelakaan kemaren, sekarang sedang koma di rumah sakit" ujar Anggie memberitahukan kepada rekan sesama dosennya tentang bagaimana keadaan mama sekarang.


"Koma?" ujar dokter itu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Anggie kepada dirinya.


"Ya koma. Makanya kemaren tidak masuk setengah hari dan membatalkan janji temu dengan beberapa mahasiswa" kata Anggie menjelaskan kepada rekannya itu.


"Maafkan kami, kami tidak tau" kata rekan dosen Anggie dengan wajah penuh rasa bersalah.


"Sekarang kenapa kamu ke kampus?" tanya rekannya lagi.


"Mau buat surat izin. Lagian sekarang juga ada delapan jam kelas" kata Anggie menjawab.


"Sudah tinggalkan saja. Nanti akan saya suruh asisten untuk masuk menggantikan kamu mengajar. Jangan cemas"


"Sekarang yang paling harus dipedulikan adalah Mama. Sana pergi ke rumah sakit. Masalah urusan izin, saya yang akan menyampaikan" kata dosen itu.


Anggie menatap ke arah rekan kerjanya. Dia tidak menyangka kalau rekan kerjanya akan mengambil sikap seperti itu.


"Yakin?" tanya Anggie masih ragu.


Rekan kerjanya berdiri dari mejanya. Dia langsung menuju meja Anggie.


"Nggak ada tapi tapi sekarang berangkat" ujar rekan dosen Anggie.

__ADS_1


Anggie akhirnya kembali pulang menuju rumah sakit. Dia tidak jadi mengajar hari ini. Rekan sesama dosen akan menggantikan Anggie mengajar.


__ADS_2