Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat untuk Kembali *17


__ADS_3

Kayla yang merasa telponnya sama sekali tidak digubris oleh Vano, mengambil tas dan juga ponselnya. Dia meninggalkan begitu saja desaind baju pengantin yang sedang dibuatnya, padahal desain itu akan di diskusikan dengan pemesan besok siang, karena persoalan Vano yang tidak angkat telpon membuat Kayla memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan pergi menuju perusahaan Vano.


"Anak itu bener bener menguji kesabaran gue. Gue akan memperlihatkan kepada dirinya bagaimana emosinya seorang Kayla kalau panggilan telponnya di tolak berkali kali"


"Awas aja tu anak saat gue sampai di sana. Nggak akan gue kasih aman dia"


"Gue bener bener marah, bener bener kesal. Dia tidak tau aja siapa gue. Gue akan perlihatkan siapa Kayla sebenarnya saat Kayla di acuhkan seperti tadi"


Kayla berjalan cepat keluar dari dalam ruang kerjanya, dia mengomel sepanjang jalan karena kesal dengan sikap Vano. Beberapa pelanggan butik yang sedang memilih milih pakaian menatap heran ke arah pemilik butik tersebut, mereka baru sekali ini melihat Kayla bersikap seperti itu. Sedangkan para karyawan butik sudah biasa melihat owner mereka bersikap seperti itu. Serta mereka sudah tau juga penyebab dari mengakuinya owner mereka tersebut.


Kayla mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi menuju perusahaan Vano. Kemarahan Kayla sudah di puncak ubun ubunnya, sehingga bisa dikatakan kalau Kayla sekarang tidak memakai akal sehatnya sama sekali saat mengemudikan mobil.


Kayla tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di perusahaan Vano. Dia hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari tiga puluh menit untuk sampai di perusahaan Vano. Kayla memarkir mobil yang dikemudikannya dengan semrampangan saja, sehingga beberapa orang karyawan Vano hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan dari kekasih CEO mereka.


"Vano, gue datang" ujar Kayla dengan wajah emosi.


Kayla berjalan masuk ke dalam perusahaan yang luar biasa besar itu. Saat menyebutkan nama keluarga Vano, maka semua orang sudah langsung tau siapa dan perusahaan apa yang dimaksud orang tersebut.


Kayla berjalan masuk ke dalam perusahaan. Bunyi sepatu Kayla saat dirinya berjalan melewati lobby perusahaan benar benar terdengar saat kuat sekali. Beberapa karyawan yang sedang bekerja langsung mengangkat kepala mereka saat mendengar bunyi tumit sepatu dan lantai beradu tersebut.


"Oh........ itu. Udah biasa" ujar salah seorang Karyawan saat melihat siapa yang berjalan dengan bunyi sepatu yang luar biasa.


"Yah wanita itu. Maklum ajalah" ujar karyawan yang lainnya menimpali apa yang dikatakan oleh karyawan sebelumnya.


"Hus nanti kalau terdengar dia bisa gawat. Sudah sudah lanjut kerja saja. Nggak usah banyak cerita" kata salah seorang karyawan yang tidak ingin, apa yang mereka perbincangkan terdengar oleh kekasih CEO mereka itu.


"Bener, bisa bisa nanti dia semakin mengamuk. Apa kalian semua mau dia mengamuk dan membuat kita semua di pecat?"


"Kalau gue maaf gue ogah, gue masih butuh pekerjaan ini" lanjut karyawan lainnya yang masih berpikiran logis dan tidak ingin mencari masalah dengan Kayla.

__ADS_1


Kayla sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh para karyawan kantor. Dia berjalan lurus tanpa memikirkan orang orang di sekitarnya yang menjadikan dirinya sebagai bahan gosip karena tingkahnya saat masuk ke dalam perusahaan.


Brak.


Vano yang sedang membaca dokumen dokumen perusahaan menjadi sangat kaget saat pintu ruang kerjanya di buka secara paksa oleh seseorang dari arah luar.


Vano yang kaget langsung mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berani masuk ke dalam ruang kerjanya dengan cara tidak sopan seperti itu.


Vano melihat siapa yang masuk ke dalam ruang kerjanya. Ternyata yang masuk adalah kekasih hatinya Kayla. Kayla masuk dengan wajah cemberut dan terlihat tidak ramah. Vano bisa melihat kalau Kayla sedang dalam keadaan emosi.


"Kamu!!!!" ujar Kayla sambil menunjuk Vano dengan telunjuknya.


"Ada apa?"


"Kenapa harus pakai nunjuk nunjuk segala?" tanya Vano yang kesal dirinya di tunjuk tunjuk oleh Kayla seperti itu.


"Kau sengaja mau menghindar dari Aku? Apa salah aku sehingga kamu dengan sengaja menghindar?"


Kayla mengeluarkan semua tuduhannya kepada Vano. Kekurangan Kayla lainnya yang berusaha diingkari oleh Vano, yaitu menuduh tanpa bukti.


Kayla sama sekali tidak menurunkan tingkat kemarahannya. Dia masih sangat kesal dengan Vano. Vano telah membuat Kayla menjadi sangat kesal.


Vano yang mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla hanya diam saja, Vano sama sekali tidak memberikan reaksi apapun kepada Kayla. Vano membiarkan saja Kayla dengan kekesalannya. Vano tau apa yang menyebabkan Kayla menjadi marah besar seperti sekarang ini. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah dirinya juga. Makanya Vano lebih memilih untuk diam saja dari pada melayani kemarahan Kayla.


"Kenapa kamu diam? Kamu sengajakan melakukan hal ini. Kamu sengaja tidak mengangkat panggilan telpon dari aku karena kamu tidak ingin diganggu aku lagi" teriak Kayla yang semakin tidak bisa dikontrol.


"Kamu sengajakan tidak balas pesan chat aku, supaya kamu bisa duduk santai di sini tanpa harus mengetik pesan" lanjut Kayla semakin marah tidak tau arah.


"Aku hanya butuh kepastian dan kabar dari kamu saja. Aku nggak akan melanjutkan pesan chat dan tidak akan menghubungi atau menelpon kamu berkali kali kalau kamu memberikan kabar kepada aku"

__ADS_1


"Kamu tau betapa cemas nya aku di sana saat telpon dan pesan chat aku tidak kamu jawab" teriak Kayla.


Teriakan Kayla membuat seorang manager yang bermaksud untuk melakukan meeting dengan Vano membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam ruang kerja CEO nya itu. Kondisi di dalam sedang tidak dalam keadaan kondusif. Sehingga mau tidak mau, manager itu harus membatalkan niatnya, walaupun sebenarnya meeting kali ini sangat diperlukan sekali dan tidak bisa diundur undur apalagi di batalkan.


Kayla yang melihat Vano tidak bereaksi apa apa atas kemarahannya membuat dirinya semakin kesal. Diamnya Vano bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Kayla. Kayla ingin Vano memeluk dirinya yang sedang marah, atau meminta maaf dan berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Kayla. Tetapi ternyata tidaklah hal ini yang dilakukan oleh Vano, melainkan Vano hanya diam saja dan terlihat menikmati kemarahan Kayla.


'Gue harus pura pura sakit lagi supaya Vano menjadi panik dan mengubah sikapnya kepada gue" ujar Kayla yang sudah menukar rencananya dengan rencana terpaling keren yang dimiliki Kayla.


"Ka..... Ka.... Kamu te.... Tega sayang" ujar Kayla sambil memegang kepalanya. Kayla berlagak seperti seseorang yang sedang menahan sakit yang luar biasa dibagian kepalanya.


Kayla terhuyung huyung seperti seseorang yang benar benar sakit. Drama yang dilakukan oleh Kayla benar benar sebuah drama yang sangat sempurna sekali.


"Sayang kamu kenapa? Apa yang sakit sayang?"


Vano langsung panik saat melihat Kayla yang menahan rasa sakit di kepalanya.


Vano memeluk pinggang Kayla.


"Kamu harus duduk dulu sayang" ujar Vano sambil membantu membawa Kayla ke sofa tamu yang ada di ruangannya itu


Kayla melihat reaksi Vano terhadap adegan drama sakitnya itu. 'Rasain kamu Kayla kamu lawan. Nggak ada yang bisa meremehkan aku. Termasuk kamu Vano' ujar Kayla dalam hatinya.


Kayla tersenyum saat melihat wajah panik Vano saat melihat dirinya menahan rasa sakit di kepalanya itu.


'Berhasil' ujar Kayla dalam hatinya.


'Haha haha haha.' Kayla tertawa bahagia


' kartu kamu sudah di tangan aku Vano' ujar Kayla lagi.

__ADS_1


__ADS_2