
"Akhirnya selesai sudah kegiatan hari ini" kata Anggie saat menyelesaikan tugas mengajarnya hari ini.
"Wow jam lima, apa masih ada angkot ya?"
Anggie kaget saat melihat jam tangan miliknya. Jam tangan yang sudah lama sekali itu menunjukkan angka lima, Anggie ragu kalau masih ada angkot menuju rumahnya. Anggie kemudian meraih dompet yang ada di dalam tas miliknya. Dia melihat di dalam dompet nya masih ada uang sekitar dua ratus ribu.
"Oke, masih cukup untuk sampe gajian, walaupun harus naik taksi online nanti pulang ke rumah" ujar Anggie setelah menghitung berapa pengeluarannya dan membandingkan dengan uang yang ada di dalam dompetnya.
Anggie berjalan keluar dari dalam kampus. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi menyapa dosen muda mereka itu. Anggie terkenal sangat ramah dengan setiap mahasiswanya.
Anggie memilih untuk menunggu angkot terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk pulang dengan taksi online.
"Selagi bisa hemat ngapain boros" ujar Anggie pelan
Tin tin tin. Bunyi klason mobil yang posisi mobilnya sudah berhenti di depan Anggie saat ini. Melihat mobil yang parkir di depannya Anggie sudah tau siapa yang ada di dalam mobil.
"Masuk cepat" ujar Vina meminta sahabatnya itu untuk masuk ke dalam mobil.
"Dari mana loe?" tanya Anggie saat dirinya sudah berada di dalam mobil Vina.
"Gue sekarang kerja di anak cabang perusahaan Papi" jawab Vina memberitahukan apa aktifitasnya saat menunggu wisuda yang akan dilaksanakan besok.
"Wow keren. Di sana memang passion loe. Loe nggak mungkin ngajar kayak gue" kata Anggie yang bahagia sahabat terbaiknya itu sudah mulai bekerja di perusahaan keluarganya.
"Tapi kita jarang ketemu kalau gitu ya?" lanjut Anggie keceplosan kepada Vina.
__ADS_1
Vina tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.
"Jangan pikirkan hal bodoh itu. Gue akan jemput loe setiap jam makan siang. Gampang kan? Loe kira gue tinggal di luar negeri sono, sehingga nggak bisa ketemu sama loe" komentar Vina saat mendengar apa yang dikatakan oleh Anggie tadi.
Akhirnya karena obrolan sepanjang jalan dan diselingi dengan berhenti membeli martabak telor, Anggie dan Vina sudah sampai di depan rumah Anggie.
"Turun dulu yok Vin" kata Anggie mengajak Vina untuk masuk ke rumah.
"Kali ini kayaknya nggak dulu deh Nggi. Gue capek banget" tolak Vina dengan sangat halus kepada sahabatnya itu
"Oke. Hati hati di jalan ya" kata Anggie kemudian.
Anggie kemudian keluar dari dalam mobil Vina. Vina yang sudah memastikan Anggie sudah di depan pintu pagar rumahnya, kemudian mengemudikan mobil miliknya untuk pergi dari rumah Anggie. Vina akan langsung pulang ke mansion keluarganya yang letaknya lumayan jauh dari rumah Anggie yang sekarang ini.
Anggie membuka pintu rumah dengan kunci miliknya sendiri. Dia kaget saat melihat Mama yang masih ada di meja makan sambil menonton televisi. Hal yang sudah lama tidak terjadi, semenjak kedatangan keluarga Vina ke rumah mereka.
"Belum" jawab Mama dengan sangat singkat.
"Kamu sudah makan?" tanya Mama.
Anggie yang sedang mengambil air minum, kaget mendengar pertanyaan yang sudah sangat lama tidak di dengarnya itu. Pertanyaan yang selama ini sudah di kangeninya sekali.
"Belum Ma. Mama sudah makan?" jawab Anggie dan kembali bertanya kepada Mamanya itu.
"Sudah. Kamu makan dulu, nanti sakit" lanjut Mama yang masih terlihat sedikit gengsi untuk berbicara lama dengan Anggie.
__ADS_1
"Iya Ma. Tapi Anggie mandi dulu, baru setelah itu makan"
Anggie berlalu masuk ke dalam kamar mengambil handuk dan pakaian gantinya. Mama masih setia menonton televisi di sana. Sebenarnya Mama ingin mengatakan sesuatu kepada Anggie, tapi saat Anggie sudah datang, Mama memilih untuk tidak mengatakannya kepada Anggie.
Anggie kemudian membersihkan seluruh badannya yang terasa sangat lelah sekali. Dia benar benar capek sekarang. Walaupun kerjaannya sekarang tinggal hanya jadi dosen saja tidak ada lagi jadi karyawan supermarket, tetapi capek capek yang dirasa oleh Anggie sudah sangat keterlaluan sekali. Anggie bener bener lelah sekarang ini.
"Loh Mama kemana?" tanya Anggie saat melihat tidak ada lagi Mama di meja makan
Anggie melihat ke kamar, lampu kamar Mama sudah mati. Anggie yakin kalau mamanya sudah tidur sekarang. Anggie kemudian membuka tudung saji, Anggie melihat di sana ada gulai telor dengan daun tapak leman dan juga tahu kesukaannya. Serta tidak lupa sambal lado pakai ikan asin yang di bakar.
Anggie mengambil piring dan mulai mengisi piringnya dengan semua makanan yang sangat sangat enak dan menggugah selera. Sebenarnya Anggie sudah kenyang, karena sebelum pulang dia dan Vina sudah makan martabak telor, tetapi saat melihat sambil yang di masak Mama, membuat perut Anggie kembali bernyanyi dengan nyaringnya.
"Wow bener bener enak banget. Masakan Mama tidak ada duanya." kata Anggie yang merasa sangat kenyang sekarang ini.
"Makasih Mama ku sayang. Walaupun Mama sedang kecewa dengan Anggie, tapi Mama tetap masak untuk Anggie. Anggie mencintai Mama. Anggie hanya memiliki Mama lagi. Tidak ada yang lain" ujar Anggie dengan tulus. Air mata yang sedikit jatuh di ujung mata Anggie, di usap nya dengan sangat lembut.
Mama yang mendengar ungkapan isi hati Anggie, juga meneteskan air matanya. Mama sekarang sadar kalau dirinya sudah membuat kecewa putri tunggalnya itu.
"Maafkan Mama sayang. Mama janji, Mama tidak akan mengecewakan kamu lagi Nak. Mama mencintai Anggie juga. Anggie satu satunya kepunyaan Mama sekarang" kata Mama membalas ungkapan isi hati Anggie dengan ungkapan isi hatinya sendiri.
Anggie yang sudah selesai menikmati makan malam yang sangat lezat itu, kemudian membersihkan meja makan. Anggie juga mencuci semua piring kotor dan beberapa peralatan dapur yang belum sempat di cuci Mama.
Selesai mencuci piring kotor, Anggie melihat tumpukan kain yang belum sempat di gosok oleh Mama. Anggie kemudian memilih untuk menggosok semua pakaian yang sudah di cuci oleh Mamanya itu. Anggie sadar dengan usia mamanya tambah lagi Mama selama ini yang dikelilingi oleh para pelayan tentu merasakan kesulitan saat harus mengerjakannya sendiri, sehingga beberapa pekerjaan akan dikerjaan oleh Anggie saat malam hari. Selain menggosok semua pakaian yang sudah di cuci Mama, Anggie juga memasukkan semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci pakaian. Anggie mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu yang sama. Hal yang sudah sangat biasa dilakukan oleh Anggie selama ini.
Tepat jam sebelas malam semua pekerjaan sudah diselesaikan oleh Anggie. Mulai dari membersihkan piring kotor dan dapur, kemudian menggosok pakaian serta mencuci pakaian kotor. Semua sudah diselesaikan oleh Anggie. Jadi, Mama besok pagi tinggal masak dan menyapu rumah saja. Bahkan kain yang sudah selesai di cuci Anggie juga sudah di jemur nya. Besok pagi pagi sekali Anggie akan mengeluarkan jemuran kain itu ke halaman samping rumah
__ADS_1
"Saat nya istirahat. Besok merupakan hari yang panjang dan sangat membahagiakan. Semoga Mama besok bisa datang" ujar Anggie lagi.
Anggie sangat berharap Mama mau datang ke acara wisudanya. Jadi, acara wisuda itu akan semakin sangat berarti dalam hidup Anggie dengan kedatangan Mama.