Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
tempat untuk kembali *14


__ADS_3

Seorang wanita cantik bertubuh tinggi, putih mulus dan memiliki rambut ikal yang digerai itu berjalan masuk ke dalam sebuah perusahaan ternama milik seorang anak muda genius yang tidak mau meneruskan perusahaan keluarga, melainkan mendirikan perusahaannya sendiri. Wanita cantik yang menjadi pusat perhatian semua pegawai di perusahaan itu. Pandangan pandangan iri diberikan oleh setiap karyawati yang ada di sana, sedangkan tatapan memuja diberikan oleh setiap karyawan yang ada di perusahaan itu. Wanita cantik yang merupakan kekasih dari pemilik perusahaan itu berjalan dengan sombongnya. Dia sama sekali tidak tersenyum kepada setiap karyawan maupun karyawati yang sudah tersenyum dan bahkan menyapa dirinya.


"Sikap Nona Kayla sangat berbeda sekali sekarang" ujar salah seorang karyawati saat dirinya sudah menyapa Kayla tetapi Kayla sama sekali tidak. Memberikan tanggapan.


"Ya sangat berbeda sekali. Kalau dia sedang jalan dengan direktur, maka dia akan berubah menjadi seseorang wanita yang ramah bak malaikat." Respon salah seorang karyawati yang ada di sana menimpali apa yang dikatakan oleh rekannya tadi.


"Coba kalau tidak. Waduh jangankan untuk membalas teguran dari kita. Tersenyum aja dia ogah" jawab yang lain.


Kayla memang sudah menjadi pokok bahasan yang jelek di perusahaan milik Vano kekasihnya itu. Kayla sudah mendengar semuanya. Tetapi dia sama sekali tidak menanggapi apa yang mereka katakan. Bagi Kayla semua karyawan Vano tidak satu level dengan dirinya. Sehingga dia tidak perlu menanggapi mereka. Kayla tidak ingin membuang buang energinya dengan menanggapi apa yang mereka katakan tentang dirinya itu. Bagi Kayla, selagi Vano tidak tau, maka dia merasa tidak perlu mengubah sifat sombongnya itu.


"Hay sayang" ujar Kayla yang langsung main membuka pintu ruang kerja Vano tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


Kayla merasa kalau ruang kerja Vano adalah ruang kerjanya juga. Sehingga Kayla boleh keluar masuk ke dalam ruangan itu sesuka hatinya tanpa perlu mengetuk pintu atau bertanya kepada asisten Vano terlebih dahulu.


Betapa kagetnya Vano dan juga semua manager yang sedang rapat di ruangan Vano. Mereka semua tidak menyangka kalau ada seseorang yang bisa masuk ke dalam ruang kerja Vano tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Kayla yang tau kalau dirinya sudah mengagetkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Bersikap cuek dan acuh saja. Dia merasa kalau dia tidak bersalah, sehingga dengan acuhnya dia tetap berjalan masuk ke dalam ruang kerja Vano tanpa memperdulikan semua orang yang ada di dalam ruang kerja itu dan juga sedang rapat tersebut.


"Ada apa sayang?" tanya Vano yang suda bisa menetralisir amarahnya yang sempat naik tadi.


"Makan siang di luar yuk" ujar Kayla dengan santainya mengajak Vano untuk pergi makan siang keluar.


"Oke. Tapi aku meeting bentar. Kamu tunggu saja di sana" kata Vano menunjuk kursi kerjanya yang kosong.


"Oke" jawab Kayla.


Kayla berjalan santai menuju kursi kerja Vano. Sedangkan Vano kembali memimpin meeting yang sempat tertunda karena gangguan yang dilakukan oleh Kayla tadi.


Sambil menunggu Vano meeting, Kayla membuat sebuah desain baju pernikahan. Kayla sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Vano dan manager yang ada di sana. Bagi Kayla, urusan pekerjaan Vano bukanlah urusan yang perlu diurusnya.

__ADS_1


Saking seriusnya dengan desain yang sedang dibuatnya itu, Kayla sama sekali tidak menyadari kalau Vano sudah duduk di depannya dari tadi. Vano sibuk memperhatikan Kayla yang sibuk menggambar desain sebuah gaun tersebut.


'Ehem" ujar Vano yang merasa sudah terlalu lama memperhatikan Kayla yang sibuk dengan pekerjaannya itu.


"Hay maaf, apa kamu sudah lama siap meetingnya?" tanya Kayla yang kaget mendengar Vano yang berdehem tadi.


"Lumayan, semenjak kamu baru menggambar penutup kepala gaun itu" Jawab Vano dengan santainya.


"Itu lama sayang. Maafkan aku ya" ujar Kayla meminta maaf dengan bersungguh sungguh kepada Vano.


"Tidak apa apa sayang. Ayuk jalan, aku udah lapar" kata Vano mengajak Kayla untuk pergi makan siang.


Mereka berdua berjalan keluar dari dalam ruang kerja Vano. Saat mereka berjalan berdampingan itulah beberapa karyawan hanya menegur Vano saja. Mereka sama sekali tidak menegur Kayla lagi.


Vano merasa heran dengan kelakuan dari karyawannya itu.


"Sayang, kenapa?" tanya Kayla yang bisa melihat kalau Vano sedang memikirkan sesuatu.


"Oh Oke" jawab Kayla yang malas mengejar jawaban jujur dari Vano.


Vano bukan tipe pria yang mau dikejar pertanyaan. Bagi Vano kalau dia sudah mengatakan nggak ada, maka pembahasan masalah itu selesai sampai di situ saja. Tidak akan ada tambahan lainnya.


'Gue harus cari tau, kenapa karyawan di perusahaan berubah sikapnya kepada Kayla' kata Vano yang masih penasaran dengan perubahan sikap karyawannya. Padahal selama ini semua karyawan Vano bisa dikatakan sebagai karyawan yang sangat menghormati Kayla sebagai kekasih Vano.


Sepasang kekasih yang sangat serasi itu, kemudian masuk ke dalam mobil. Vano mengemudikan mobilnya sendiri menuju restoran tempat mereka biasanya makan siang berdua.


"Restoran biasa sayang?" tanya Vano saat dia sudah mulai mengemudikan mobilnya.


"Ya, restoran biasa saja sayang" jawab Kayla.

__ADS_1


Mobil bergerak menuju restoran tempat mereka biasa santap siang bersama. Vano dan Kayla larut dalam obrolan. Mereka membahas berbagai hal di luar bisnis.


Mereka berdua turun dari dalam mobil dan berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam restoran mewah tersebut. Vano memesan menu makan siang favorit mereka berdua.


"Sayang, kemaren aku ribut sama seseorang di depan supermarket" ujar Kayla membuka cerita.


"Dengan?" ujar Vano yang tertarik dengan cerita dari Kayla.


Vano tidak menyangka kalau Kayla bisa ribut dengan seseorang.


"Aku nggak tau namanya, tapi yang jelas tu cewek bener bener bikin kesal aku. Kamu kan tau sendiri kalau aku tidak pernah mau cari ribut dengan orang lain" kata Kayla mulai mengarang cerita.


Kayla harus menempatkan dirinya sebagai seseorang yang baik di depan Vano. Dia tidak boleh menjadi jahat di depan Vano. Bisa bisa Vano mengamuk kalau tau bagaimana sikap asli seorang Kayla.


Vano mengangguk mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla.


"Jadi, tu cewek, sudahlah nyerempet aku, eeee jangankan minta maaf, malahan dia yang maki maki aku" kata Kayla lagi.


"Ya udah. Aku udah berusaha ngomong baik baik ke dia, tapi dia tetap ngegas. Aku ya langsung marah juga" lanjut Kayla.


"Apa aku salah sayang?" tanya Kayla kepada Vano dengan nada manja.


"Nggak sayang. Kamu tidak salah. Dia yang salah, udahlah dia mencelakai kamu, e malahan dia yang ngamuk ngamuk" jawab Vano yang yakin dengan apa yang dikatakan oleh Kayla kepada dirinya.


"Kamu nggak apa apakan sayang? Apa ada yang sakit?" ujar Vano mengingat Kayla kekasihnya di serempet mobil.


"Nggak ada sayang. Aku baik baik saja. Nggak ada yang sakit" jawab Kayla dengan nada manja.


Beberapa orang pelayan restoran datang menghidangkan menu menu yang tadi di pesan oleh Vano. Mereka berdua kemudian menyantap hidangan makan siang itu.

__ADS_1


Sekali sekali terlihat Kayla menyuapi Vano. Begitu juga sebaliknya. Kadang Vano menyuapi Kayla. Sepasang kekasih itu bersikap sangat romantis sekali, membuat siapapun yang melihatnya menjadi iri dengan apa yang mereka gerdua lakukan


__ADS_2