Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *46


__ADS_3

Dokter Kevin kemudian berjalan kembali menuju kursi tempat dia duduk tadi. Dia sudah tau siapa yang menghubungi Anggie tadi. Sehingga dia sudah merasa lebih aman sekarang.


Anggie kembali fokus kepada Mama, dia sama sekali tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh dokter Kevin sebentar ini. Dia hanya menganggap dokter Kevin tidak mau pasiennya terganggu oleh ponsel.


Anggie masih menggenggam tangan Mama. Anggie memijat kaki mamanya secara pelan. Anggie tidak ingin mama merasakan sakit akibat pikirannya itu.


"Ma cepat sembuh ya Ma. Tapi mama mau masak udang untuk Anggie. Mama juga mau masak seafood untuk Anggie kan ma." kata Anggie dengan sangat pelan.


"Ma sejujurnya Anggie ingin ngomong di telinga Mama. Tapi apa daya Anggie ma. Anggie nggak bisa melakukan itu Ma. Anggie hanya bisa duduk di dekat tangan Mama saja. Tapi Anggie harap Mama mendengar apa yang Anggie katakan Ma" lanjut Anggie sambil mengusap air matanya yang perlahan hendak jatuh karena hatinya yang sedang bersedih.


Satu jam berlalu semenjak Anggie masuk ke dalam ruang rawat Mama. Dokter kevin merasa kalau waktu satu jam itu sudah lebih dari cukup. Dokter kevin beranjak berdiri dari kursinya. Dia berjalan mendekat ke arah Anggie.


"Anggie udah saatnya kita keluar. Biarkan Mama beristirahat" ujar dokter kevin mengajak Anggie untuk keluar dari dalam ruangan itu.


"Oke dokter" jawab Anggie uang menurut apa yang dikatakan oleh dokter kevin.


"Ma Anggie keluar dulu ya. Anggie akan berada tepat di depan ruangan Mama" kata Anggie sambil sekali lagi mengelus dengan lembut tangan Mama.


Anggie kemudian berdiri. Dia ingin mengecium pipi Mamanya itu. Tetapi Anggie mengurungkan niatnya. Dia lebih memilih mencium tangan Mama yang tidak terluka.


Dokter kevin berjalan paling depan. Anggie mengikuti sambil berjalan dengan jalan mundur. Dokter kevin yang melihat hal itu terjadi terniat untuk menjahili Anggie. Dokter kevin berhenti mendadak. Anggie yang tidak melihat langsung menabrak dokter kevin.


Dokter kevin yang nggak ingin Anggie kenapa kenapa, langsung memeluk wanita cantik itu.


"Maaf" kata dokter kevin.


"Harusnya aku yang minta maaf karena sudah jalan mundur dan menabrak kamu" jawab Anggie yang sedikit malu karena di peluk oleh Kevin dari belakang.

__ADS_1


Dokter kevin dan Anggie kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan ICU.


"Kamu sudah makan?" tanya dokter kevin saat mereka berdua sudah berada di luar ruangan ICU.


"Belum." jawab Anggie dengan menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Mau saya belikan makanan ke kantin?" tanya dokter Kevin sambil berdiri dari posisi duduknya.


Anggie dengan spontan menarik tangan dokter Kevin untuk duduk kembali, dia tidak mungkin membiarkan dokter kevin membelikan makanan untuk dirinya.


"Nggak usah saja, Vina nanti datang bawa makanan untuk aku" ujar Anggie melarang dokter kevin untuk membelikan makanan.


"Yakin? Nggak bohong kan ya?" tanya dokter Kevin yang nggak ingin Anggie menolak karena dia segan kepada diri nya.


"Serius dan sangat yakin. Nggak usah aja. Nanti Vina datang bawa makanan. Tadi sudah nitip" jawab Anggie mengulang kembali jawaban dari dirinya, kalau dia tidak berbohong kepada dokter Kevin.


Dokter Kevin masih tetap duduk di kursi yang sama. Dia sama sekali tidak beranjak dari posisi duduknya. Dia masih setia menemani Anggie yang menunggui Mama sendirian.


"Jam berapa teman kamu mau datang?" tanya dokter kevin yang sudah menemani Anggie selama setengah jam di depan ruang ICU.


"Nggak tau juga. Sepertinya dia sedang ada urusan, jadi agak telat sampai" jawab Anggie dengan sedikit melihat ke arah dokter kevin.


"Oh kirain ndak jadi" jawab Dokter kevin.


"Kalau dokter ada kegiatan lain silahkan dokter. Saya tidak apa apa di sini sendirian" jawab Anggie yang melihat dokter kevin agak sedikit kesal karena Vina yang datang terlambat.


"Oh tidak maksud saya seperti itu." kata dokter kevin dengan sangat cepat membantah apa yang dikatakan oleh Anggie barusan.

__ADS_1


"Saya hanya tidak yakin saja kalau teman kamu itu akan datang mengantarkan makanan untuk kamu" kata dokter kevin selanjutnya.


Dokter kevin masih sangat berharap kalau Anggie tidak menolak keinginannya untuk pergi makan bersama ke kantin, atau mereka akan makan berdua di depan ruangan ICU itu.


"Maaf sebelumnya dokter. Vina tidak seperti itu. Dia akan selalu menepati janjinya kepada saya. Jadi, saya sangat yakin dia akan datang" jawab Anggie membantah apa yang dikatakan oleh kevin sebentar ini.


"Baiklah kita tunggu setengah jam lagi. Kalau dia tidak datang juga, maka suka tidak suka, kamu akan saya ajak makan ke kantin rumah sakit" kata dokter kevin yang sudah habis kesabarannya untuk menunggu kedatangan Vina ke rumah sakit mengantarkan makanan untuk Anggie.


"Oke" jawab Anggie yang terpaksa setuju dengan apa yang diminta oleh dokter kevin kepada dirinya.


Anggie untuk menolak tidak akan mungkin, dia pasti akan segan dengan dokter kevin. Dokter Kevin sudah sangat baik kepada dirinya, sehingga untuk menolak akan membuat Anggie merasa tidak ada rasa terimakasih kepada dokter Kevin atas semua kebaikan dokter Kevin kepada dirinya dari tadi sore sampai sekarang.


Dokter Kevin yang sudah mulai jenuh mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana. Dia akan bermaksud bermain game untuk menghilangkan rasa jenuhnya saat menunggu kedatangan sahabat dari Anggie.


Sedangkan Anggie yang melihat dokter Kevin sudah jenuh dan berusaha menghilangkan kejenuhan nya dengan bermain game hanya bisa duduk santai sambil menjulurkan kakinya sepanjang panjangnya. Anggie benar benar lelah hari ini.


Saat itulah Vina datang dengan kekasihnya yang merupakan pemilik cafe langganan Anggie untuk makan siang atau bersantai selama ini. tetapi kekasih Vina tidak langsung menuju ruang rawat Mama, melainkan ada keperluan sebentar ke tempat lain.


"Anggie" panggil Vina yang baru saja datang bersama dengan kekasihnya. Kiri kanan tangan Vina menenteng beberapa paperbag yang terlihat merupakan bungkusan makanan dari cafe langganan mereka berdua.


Anggie yang mendengar suara sahabatnya langsung berdiri dari posisi duduknya.


"Vina" panggil Anggie.


Anggie memeluk Vina dengan sangat kuat. Pertahanan yang diperlihatkan Anggie dari tadi, pertahanan yang sangat kuat itu mendadak rubuh saat Anggie bertemu dengan sahabatnya itu. Anggie menangis tersedu sedu dalam pelukan Vina.


Dokter Kevin yang melihat bagaimana Anggie menangis dalam pelukan sahabatnya, tidak menyangka kalau Anggie akan bisa seperti sekarang ini. Tadi Anggie benar benar terlihat tegar dan kuat, tidak ada tangis yang lolos dari mulut Anggie. Sedangkan sekarang, Anggie menangis sampai tersedu sedu, semua emosi dikeluarkan oleh Anggie di dalam pelukan sahabat baiknya itu. Sahabat yang selalu ada untuk dirinya selama ini.

__ADS_1


"Ternyata dia sangat pandai mengendalikan dirinya" kata dokter Kevin dengan suara sangat pelan sekali.


__ADS_2