
Kayla memang sengaja memancing pembicaraan kearah awal mula kedatangannya ke ruangan Vano dengan emosi yang meledak ledak, dengan kemarahan yang tidak berusaha di kontrol oleh Kayla. Kayla benar benar akan melepaskan kemarahannya kepada Vano saat itu juga. Bagi Kayla sekarang meluapkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya adalah tujuan utama kedatangannya saat ini ke perusahaan Kayla.
Vano paham kemana arah pembicaraan Kayla saat ini. Dia sangat yakin kalau Kayla pasti ingin membahas masalah ini sekarang. Kayla bukan tipe perempuan yang akan menunda nunda pembicaraan saat dirinya memang membutuhkan jawaban saat itu juga. Itulah Kayla, wanita yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan saat dirinya mendapatkan sebuah peluang yang bagus.
"Sebelumnya aku minta maaf, karena kesalahan aku, kamu menjadi sakit begini" ujar Vano mulai membuka percakapan antara dirinya dengan Kayla untuk membahas permasalahan kedatangan Kayla yang marah marah tadi dan pada akhirnya berujung kepada Kayla yang dengan tiba tiba jatuh sakit.
"Kenapa kamu harus minta maaf? Kamu tidak ada salah apa apa." jawab Kayla masih dengan sikap penuh kepalsuannya itu
"Emang kamu salah apa ya, kalau aku boleh tau?" lanjut Kayla bertanya kepada Vano.
Vano memandang lurus ke manik mata Kayla. Vano mencari sesuatu di balik mata indah wanita yang sangat dicintainya itu. Wanita yang sebenarnya suda mengambil Vano dari sahabat terbaiknya. Hal itu sama sekali tidak disadari oleh Vano. Kayla memainkan peranan yang bagus juga dibagian itu.
"Hem. Kamu nggak usah pura pura tidak tau seperti itu sayang. Basi banget" jawab Vano yang ternyata kesal dengan apa yang dikatakan oleh Kayla.
Lagi lagi Vano hari ini membuat Kayla menjadi kesal. Padahal maksud Kayla menjawab seperti itu supaya Vano bisa dibuat merasa bersalah kembali.
"Kalau kamu ingin membuat aku menjadi merasa bersalah atas apa yang telah aku lakukan tadi," ujar Vano dengan suaranya yang tenang, setenang pembawaan Vano saat bertemu dengan rekan rekan bisnisnya di luar sana.
"Maka selamat kamu berhasil membuat aku menjadi merasa bersalah atas apa yang telah aku lakukan kepada kamu tadi" lanjut Vano.
Vano kemudian terdiam, Vano sengaja mengambil jeda waktu untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Kayla supaya Kayla bisa mengerti dan paham dengan maksud yang dikatakan oleh Vano kepada Kayla.
Vano menggusar rambutnya. Dia terlihat sedikit membuat dirinya kembali menjadi tenang dengan cara sederhana itu.
Kayla hanya bisa menatap Vano dengan sedemikian rupa. Bagi Kayla sekarang dia hanya ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh Vano. Sesakit apapun itu, Kayla pasti akan tetap mendengarkan. Tetapi setengah lebih dari hati Kayla mengatakan bahwasanya, Vano tidak akan mungkin marah kepada dirinya.
"Kayla, sebenarnya" ujar Vano.
Kayla melihat Vano sedikit lebih serius lagi dari pada yang tadi.
'Ada apa ini?'
'Kenapa terjadi perubahan dalam arah pembicaraan antara aku dengan Vano?'
__ADS_1
'Kenapa Vano mendadak menjadi orang yang serius?'
Kayla berusaha menebak nebak apa yang terjadi sekarang. Dia menjadi sangat ragu dengan arah pembicaraan selanjutnya. Kayla takut kalau arah pembicaraan selanjutnya adalah sebuah berita yang tidak baik untuk dirinya.
Vano membaca raut cemas di wajah kekasihnya itu. Ingin rasanya Vano tertawa, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Vano, karena bagaimanapun Vano tidak ingin Kayla memeliki rasa sedih dalam hatinya.
"Ada apa Vano? Kamu mau meninggalkan aku, karena aku sakit dan marah marah tadi?" akhirnya Kayla memutuskan untuk mengeluarkan pertanyaan itu sebelum dirinya benar benar di lempar oleh Vano keluar dari dalam kehidupan Vano untuk saat ini.
Vano terdiam. Dia tidak menyangka kalau Kayla akan berkata dan mengambil kesimpulan seperti itu.
"Tidak sayang, sama sekali tidak. Apapun dan bagaimanapun keadaan kamu, kamu tetaplah pilihan pertama dalam hidup aku. Tidak ada yang lain sayang" kata Vano berusaha menentramka hati dan pikiran Kayla.
Vano tidak ingin Kayla memiliki pemikiran macam macam dan berakhir Kayla berada di rumah sakit. Vano tidak menginginkan hal itu terjadi. Sama sekali tidak menginginkan.
"Terus, kenapa kamu terlihat sangat serius tadi?" tanya Kayla selanjutnya.
"Tadi kamu kan nanyak sama aku, kenapa aku bisa tidak mengangkat panggilan telpon dari kamu, serta kenapa aku tidak membalas pesan chat dari kamu" ujar Vano mulai menjelaskan kepada Kayla. Kekasihnya yang dalam mode wanita sensitif dan takut ditinggalkan.
Kayla mengangguk, dia sudah tidak mau lagi mengeluarkan suaranya. Dia benar benar hanya ingin mendengar penjelasan dari Vano saja untuk saat ini.
"Lebih parahnya lagi, itu harus selesai sekarang juga" lanjut Vano menjelaskan.
"Tadi saat kamu marah marah itu, seharusnya aku ada rapat dengan manager pemasaran dan kepala gudang, untuk memastikan apakah semua barang barang atau stok masih cukup di gudang" kata Vano menjelaskan serinci rincinya kegiatannya hari ini kepada Kayla.
Vano tidak ingin Kayla marah marah lagi dikemudian hari karena dirinya tidak mengangkat panggilan telpon atau membalas chat yang dikirimkan oleh Kayla.
"Kamu pasti tau kan kalau kamu adalah prioritas pertama aku dalam kehidupan ini. Makanya aku tidak ingin kamu salah sangka dengan aku. Aku hanya ingin kamu mengerti kalau aku ini sangat peduli dengan kamu"
"Aku sebenarnya juga tidak ingin mengacuhkan panggilan telpon dan pesan chat yang kamu kirim ke aku, tetapi karena pekerjaan aku yang sudah deadline makanya membuat aku harus tega melakukan itu" Vano berusaha memaparkan dengan bahasa yang halus kepada Kayla supaya Kayla bisa mengerti dan paham dengan pekerjaan Vano yang bisa dikatakan tidak pernah habis.
"Aku hanya ingin kamu paham dengan pekerjaan aku sayang. Pekerjaan yang bisa dikatakan menguras emosi aku. Menguras pikiran dan fokus aku" lanjut Vano.
Vano melihat Kayla yang masih diam. Tetapi Vano bisa melihat kalau Kayla sekarang sudah paham dan sudah mengerti dengan sistem kerja Vano.
__ADS_1
"Apa kamu bisa mengerti sayang?" tanya Vano kepada kekasihnya itu.
Kayla menatap Vano. Dia tidak ingin memberikan jawaban kepada Vano.
Kayla dengan tiba tiba bangun dan memeluk Vano dengan sangat erat sekali. Kayla menumpahkan permintaan maafnya kepada Vano dengan cara memeluk erat Vano.
"Maafkan aku karena sudah memarahi kamu dan berburuk sangka dengan kamu" ujar Kayla dalam pelukan Vano.
Kali ini Kayla tidak memainkan peranannya, tetapi tulus adalah sebuah permintaan maaf dari seorang Kayla yang sudah asal menuduh kepada Vano.
"Maafkan aku juga karena sudah meragukan cinta kamu ke aku" lanjut Kayla.
Sekarang giliran Vano yang diam. Momen hari ini adalah curhat sepasang kekasih karena satu kesalahpahaman antara mereka berdua.
"Jadi pertanyaannya apakah kamu mau memaafkan aku?" tanya Kayla sambil menatap ke arah Vano.
Vano mengangguk. "Ya aku memaafkan kamu. Sekarang, apa kamu memaafkan aku?" tanya Vano balik kepada Kayla.
"Aku memaafkan. Tetapi ada satu syarat" ujar Kayla.
"Ajukan"
"Aku hanya ingin kamu memberikan kabar kepada aku, saat kamu sibuk kerja. Bisa chat mengatakan 'sayang, aku hari ini sibuk baca dokumen, maaf nggak bisa angkat telpon atau balas chat' gimana? Setuju?" kata Kayla mengajukan syarat kepada Vano untuk kebaikan hubungan mereka ke depan, agar tidak ada lagi permasalahan yang sama karena tidak angkat atau tidak balas pesan chat.
"Oke, akan aku lakukan." jawab Vano yang setuju dengan syarat yang diajukan oleh Kayla kepada dirinya.
"Satu lagi sayang, aku akan pastikan waktu aku akan aku habiskan dengan kamu, saat aku memiliki waktu senggang dari pekerjaan." kata Vano meyakinkan Kayla.
"Oke sip" Kayla setuju dengan yang dikatakan Vano.
"Kita keluar makan yuk, aku lapar dari tadi belum makan" kata Vano mengajak Kayla untuk pergi makan siang keluar.
"Oke"
__ADS_1
"Tapi berikan waktu sebentar untuk merapikan diri"
"Sip" Vano setuju dengan permintaan dari Kayla dan memberikan kesempatan kepada Kayla untuk bersih bersih