Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *28


__ADS_3

"Jadi bagaimana dengan kondisi anak saya dokter? Apa Kayla dalam keadaan baik baik saja" tanya Papi Sanjaya. Kecemasan terlihat sangat jelas dari nada suara Tuan Sanjaya. Kecemasan seorang ayah terhadap kesehatan putri tercintanya.


"Perkenalkan Tuan, nama saya dokter Doni, dokter spesialis penyakit dalam." ujar dokter Doni memperkenalkan dirinya kepada semua orang yang ada di sana.


"Saya dokter Andri" kata dokter Andri.


Tuan Sanjaya kemudian memperkenalkan anggota keluarganya satu persatu. Sekarang dokter menjadi tahu dengan keluarga seperti apa yang sedang mereka hadapi saat sekarang ini


"Begini Tuan dan Nyonya. Kami berdua sebelumnya meminta maaf kepada Tuan dan Nyonya" ujar dokter Doni dengan nada tenang. Dokter Doni berusaha mengendalikan kondisi agar keluarga Kayla bisa bersikap tenang saat mendengar penjelasan dari dokter nantinya.


Tuan dan Nyonya Sanjaya saling memandang satu dengan yang lainnya. Feeling mereka mengatakan kalau anak mereka dalam kondisi yang tidak sehat sehat saja. Mereka sangat yakin kalau kondisi Kayla sedang dalam masa yang gawat. Begitu juga dengan keluarga Wijaya, mereka bertiga saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka sama cemas nya dengan keluarga Sanjaya. Kecemasan yang sudah menaungi mereka dari tadi.


"Kami siap menerima apapun itu dokter. Apapun penyakit putri kami, kami siap menerimanya" ujar Tuan sanjaya meyakinkan dokter kalau mereka akan menerima dengan lapang dada apa yang akan dikatakan oleh dokter kepada mereka semua.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kami, kami menyimpulkan bahwasanya Nona Kayla menderita penyakit hepatitis C" ujar dokter Doni mengatakan hasil analisa mereka berdua.


Nyonya Sanjaya yang mendengar apa yang dikatakan oleh dokter tentang penyakit Kayla, langsung menggenggam erat tangan Tuan Sanjaya. Nyonya Sanjaya sama sekali tidak siap untuk mendengar vonis dokter itu.


"Dokter apakah itu sudah berdasarkan hasil labor?" tanya Tuan Sanjaya dengan penuh harap kalau analisa dan kesimpulan dari penyakit yang dikatakan oleh dokter masih belum berdasarkan hasil uji laboratorium.


"Sama sekali belum Tuan Sanjaya. Itu hanyalah hasil pemeriksaan kami saja. Hasil labor akan keluar besok. Maka besok barulah bisa kami pastikan Nona Kayla sakit apa" kata dokter Andri menjelaskan lebih terperinci lagi. Kedua dokter itu tidak ingin terjadi kesalahpahaman nantinya saat hasil labor keluar keesokan harinya.


"Jadi, apakah masih ada harapan bahwasanya praduga dokter itu salah?" tanya Nyonya Sanjaya yang masih berharap kalau hasil pemeriksaan dokter adalah salah.


"Masih ada kemungkinannya Nyonya. Tapi itu sangat jarang sekali." jawab dokter Andri sambil berusaha sedikit tersenyum.


"Jadi apa yang harus kami lakukan sekarang dokter?" tanya Vano yang tidak bisa hanya mendengar saja apa yang dikatakan oleh dokter yang memeriksa Kayla tadi.

__ADS_1


"Sekarang kami sudah memberikan obat. Kita akan menerima hasil labornya pagi sekali. Jadi, setelah hasil labor keluar, kita akan menberikan tindakan yang tepat untuk penyakit yang di derita nona Kayla" ujar dokter Andri melanjutkan penjelasannya


Tuan dan Nyonya Sanjaya saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Mereka berdua masih berharap kalau analisa dari dokter adalah sebuah kesalahan. Mereka tidak ingin Kayla menderita penyakit itu. Mereka ingin Kayla kembali sehat seperti dulu lagi.


"Sekarang apa kami bisa melihat Kayla dokter?" tanya Tuan Sanjaya dengan nada lemah.


Walaupun penyakit yang dikatakan oleh dokter belum berdasarkan diagnosa final. Tetapi Tuan Sanjaya sudah memiliki feeling sendiri kalau penyakit Kayla memanglah berat. Apalagi Tuan Sanjaya tau bagaimana kredibilitas dokter dokter yang ada di rumah sakit itu. Mereka sangat jarang sekali salah dalam memberikan diagnosa kepada para pasien.


"Bisa Tuan." kata Dokter Doni.


"Mari saya antar ke ruang rawat Nona Kayla, Tuan, Nyonya" ujar perawat yang dari tadi berada di dalam ruangan.


Keluarga Sanjaya dan Wijaya diantar oleh perawat menuju ruang rawat Kayla. Mereka akan melihat keadaan Kayla di sana.


Perawat membuka pintu ruang rawat Kayla. Kayla terlihat sedang terbaring lemas di ranjang rumah sakit itu. Selang infus tertancap di tangan sebelah kanan. Sedangkan oksigen stanbay selalu di dekat Kayla untuk antisipasi saat nafas Kayla tiba tiba menjadi sesak.


"Kayla" panggil Nyonya Sanjaya dengan sangat lembut.


"Ini Mami Nak." lanjut Nyonya Sanjaya memanggil Kayla.


"Buka mata kamu sayang" kata Nyonya Sanjaya kembali mencoba memanggil Kayla.


Perawat yang mendengar berjalan menuju ranjang rumah sakit.


"Maaf sebelumnya Nyonya, Tuan. Nona Kayla baru saja minum obat. Jadi, dia akan beristirahat" kata perawat memberitahukan kepada mereka semua kenapa Kayla tidak memberikan respon saat dipanggil.


Nyonya Sanjaya melihat ke arah perawat. Nyonya Sanjaya tidak suka perawat melarang dirinya berbicara dengan putrinya itu. Perawat yang dilihat dengan tatapan mengancam jiwanya itu hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.

__ADS_1


"Tuan, saya permisi dulu. Kalau ada sesuatu yang diperlukan, silahkan pencet tombol ini Tuan" ujar perawat sambil menunjukkan tombol yang harus ditekan oleh mereka semua saat ada sesuatu yang harus dibantu oleh perawat.


"Baik suster. Terimakasih" ujar Tuan Sanjaya dengan ramah.


Perawat kemudian berjalan meninggalkan kamar rawat Kayla. 'Kenapa semua Nyonya Nyonya kelas atas itu terlihat pemarah ya? Sedangkan para Tuan Tuan itu terlihat sangat baik sekali' kata perawat dalam pemikirannya sendiri.


"Tuan dan Nyonya Wijaya, Vano. Kalian semua boleh pulang, lebih baik beristirahat dulu. Tuan dan Nyonya sudah melewati hari yang cukup berat hari ini" ujar Tuan Sanjaya saat mereka siap mengobrol di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Tapi Tuan, biarkan kami ikut menunggui Kayla di sini" ujar Tuan Wijaya menolak apa yang dikatakan oleh Tuan Sanjaya.


Tuan Sanjaya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Wijaya kepada dirinya. Tetapi dia tidak boleh egois. Kayla belumlah sah menjadi menantu mereka.


"Kami sangat berterimakasih sekali atas niat baik Tuan dan Nyonya. Tetapi, biarlah kami berdua yang menjaga Kayla di sini" ujar Tuan Sanjaya menolak dengan halus permintaan dari Tuan Wijaya.


"Tapi apa Tuan dan Nyonya tidak lelah juga karena sudah seharian beraktifitas?" kali ini yang bertanya adalah Nyonya Sanjaya


"Sama sekali tidak Nyonya. Kami masih kuat kalau hanya di suruh tidur di rumah sakit" jawab Tuan Sanjaya meyakinkan Tuan dan Nyonya Wijaya.


Tuan dan Nyonya Wijaya saling berpandangan satu dengan yang lainnya. Mereka pada akhirnya sampai kepada satu kesimpulan.


"Baiklah kami akan pulang untuk malam ini. Tapi kami akan datang lagi besok siang" ujar Tuan Wijaya.


"Silahkan Tuan, kami sangat senang kalau Tuan dan Nyonya mau datang membesuk Kayla besok" kata Tuan Sanjaya.


Tuan dan Nyonya Wijaya kemudian berpamitan kepada Tuan Sanjaya. Sedangkan Nyonya Sanjaya sedang duduk di samping Kayla.


"Vano permisi pulang Papi" ujar Vano kepada Tuan Sanjaya.

__ADS_1


"Hati hati di jalan Vano" ujar Papi Sanjaya menjawab perkataan Vano.


__ADS_2