Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *56


__ADS_3

Vano dan Kayla kemudian masuk ke dalam mobil sport keluaran terbaru yang baru saja dibeli Vano beberapa hari yang lalu. Mobil sport keluaran terbaru dari merk yang selalu di koleksi oleh Vano sejak Vano mengenal mobil sport.


"Baru lagi sayang? Aku kenapa baru lihat ya ni mobil" tanya Kayla saat mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit.


"Haha haha haha. Gimana lagi sayang, tertarik" ujar Vano yang paham arti pertanyaan dari Kayla kepada dirinya.


"Oh oke. Kalau merk ini tidak akan bisa aku larang. Tapi jangan beli merk lain. Aku nggak mau kamu menghambir hamburkan uang hanya karena hobby seperti ini" lanjut Kayla.


Kayla aangat tau betapa tergila gilanya Vano dengan merk mobil sport yang satu itu. Dia tidak akan bisa menolak pesona mobil sport yang merk itu. Vano pasti akan membelinya. Walaupun Mami Wijaya sudah ngamuk ngamuk, tetapi Vano tidak akan mendengar apa yang akan dikatakan oleh Mami. padahal selama ini Vano merupakan anak yang menuruti semua yang dikatakan oleh Mami. Tapi untuk alasan mobil sport merk itu Vano tidak akan mendengarkan Mami.


"Siap sayang. Kamu kan tau juga kalau aku hanya suka mobil yang seperti ini. Sedangkan merk lain aku nggak suka. Kami tenang saja" jawab Vano yang tidak ingin Kayla memikirkan hal hal yang tidak penting yang hanya akan membuat Kayla sakit hati sendiri.


"hem oke sayang. Aku paham. " jawab Kayla sambil tersenyum


"Terimakasih sayang, terimakasih atas pengertiannya" ujar Vani kemudian sambil mengusap kepala Kayla dengan usapan lembut penuh kasih sayang kepada Kayla.


Vano meraih kepala Kayla. Dia memeluk leher kekasihnya itu dan mengusap puncak kepala Kayla dengan usapan penuh kasih sayang. Kayla sangat menikmati momen yang langka itu. Vano akan selalu bersikap romantis hanya pada saat saat tertentu saja.


Kayla menghidupkan musik yang ada di mobil Vano, kebetulan sekali lagu yang terdengar adalah lagu favorit mereka berdua. Vano dan Kayla kemudian mengikuti lirik lagu favorite mereka berdua itu. Mereka terus menyanyi dengan suara yang sebenarnya bagus apalagi kalau pakai mic yang mahal, maka suara Vano dan Kayla tidak akan kalah saing dengan artis artis di luar sana.


Kayla sampai harus mengulang berkali kali lagu itu. Mereka berdua sampai tertawa karena kelakuan absurd yang telah mereka lakukan selama perjalanan menuju rumah sakit.


"Haha haha haha. Kamu ada ada ajaa sayang, masak kamu ulang ulang terus aja lagu nya" kata Vano sambil mengajak rambut Kayla.


"Sayang rambut aku. Kamu tau berapa lama aku menghabiskan waktu untuk menatanya seperti ini? eeee kamu malah dengan enaknya ngacak ngacak rambut aku sayang. Jadi rusak kan dia." ujar Kayla dengan cemberut dan memajukan bibirnya saat Vano mengacak rambutnya bagian atas.


"Maaf sayang. Saking lucunya apa yang kamu lakukan membuat aku tidak tahan untuk mengacak rambut kamu" lanjut Vano sambil tersenyum ke arah Kayla.


Kayla meraih tasnya dari jok belakang. Dia mengambil sisir yang ada di dalam tas tangannya itu. Kayla kembali menyisir ulang rambutnya. Setelah itu sedikit membetulkan riasan nya yang sudah mulai sedikit hilang dari wajahnya.


Sebenarnya alasan Kayla untuk mengulang riasan nya kembali supaya Vano tidak bisa melihat wajahnya yang sedikit lebih pucat dari pada biasanya. Makanya Kayla sering sering merapikab make up nya kembali. Vano sama sekali tidak menyadari hal itu, Vano hanya beranggapan kalau Kayla tidak mau make up nya luntur. Vano tidak akan berpikiran ke arah yang lain, apalagi sampai berpikir kalau wajah Kayla sedang dalam keadaan pucat


Mobil yang dikemudikan oleh Vano sudah masuk ke dalam area rumah sakit. Vano memarkir mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu dia dan Kayla turun sambil memakai payung yang sudah dikembangkan oleh Kayla. Matahari sangat menyengat hari ini sehingga mau tidak mau Kayla harus menggunakan payung menuju lobby rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari parkiran.

__ADS_1


"Kita antrian nomor berapa sayang? Nggak antrian nomor nomor belakang kan sayang? " tanya Vano saat mereka sudah berada di dalam lobby dan Kayla sudah menyimpan payungnya ke dalam tas kembali.


"Nggak tau sayang. Cuma tadi sudah chat dokternya, katanya kalau kita sudah sampai kasih tau ke dia aja" jawab Kayla sambil tersenyum kepada Vano.


"Oh oke kalau gitu" jawab Vano lagi.


Vano sangat tidak suka menunggu. Dia lebih baik membayar lebih mahal dari pada harus menunggu. Makanya tadi Vano bertanya kepada Kayla mereka antrian nomor berapa, sehingga dia tidak perlu menunggu lama lama di kursi tunggu rumah sakit.


Mereka berdua sekarang sudah berada di depan ruang kerja dokter. Vano melihat begitu ramainya pasien yang antri saat ini.


"Sayang, apa dokter kamu ini tidak buka praktek di luar?" tanya Vano saat melihat betapa banyaknya orang yang ada di ruang tunggu.


"Nggak sayang. Dia sama sekali tidak buka praktek. Makanya aku harus datang ke rumah sakit" jawab Kayla lagi.


"Kalau nggak buka praktek, kenapa nggak dijadikan dokter keluarga saja sayang" lanjut Vano yang penasaran dengan dokter tersebut.


"Dia nggak mau sayang" jawab Kayla yang sedikit kesal kepada Vano.


Vano terlalu banyak pertanyaan untuk saat ini. Kayla yang sudah panas semakin panas karena pertanyaan pertanyaan dari Vano kepada dirinya.


"Oke sayang" jawab Vano sambil berusaha sedikit tersenyum ke arah Kayla.


Kayla terlihat mengetik pesan chat di layar laptopnya itu. Sedangkan Vano sudah terlihat tidak nyaman lagi berada di sana. Orang orang terlalu ramai dan semua menatap ke arah Vano.


Seorang suster keluar dari dalam ruang praktek dokter tempat Kayla akan melakukan pemeriksaan tersebut.


"Nona Kayla Sanjaya" ujar suster memanggil nama Kayla.


"Saya suster" jawab Kayla sambil mengangkat tangannya tinggi tinggi saking ramainya orang atau pasien yang berada di ruang tunggu tersebut.


"Silahkan masuk Nona. Dokter sudah menunggu" ujar suster mempersilahkan Kayla untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan tersebut.


Kayla dan Vano kemudian berdiri dari kursi yang mereka duduki sebentar ini. Kayla dan Vano berjalan dengan anggun menuju ruang praktek dokter.

__ADS_1


"Mereka baru datang, kenapa sudah mereka yang diminta masuk terlebih dahulu. Sedangkan kami dibiarkan menunggu" protes salah seorang pasien yang merasa sudah dari pagi menunggu namanya di panggil untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter.


"Benar itu, kenapa nama kami belum dipanggil. Sedangkan dia baru saja datang sudah dipanggil namanya" timpal pasien yang lain menambahkan protes dari pasien yang pertama membuka suara mengajukan protes kepada suster.


"kenapa mereka tidak antri? apa karena mereka orang kaya, sehingga tidak perlu antri seperti kami kami ini? kalau begitu ini rumah sakit tidak adil" ujar pasien yang lainnya.


Suasana yang tenang seketika berubah menjadi hangat dan riuh serta aura aura protes dari seluruh pasien yang ada di ruang tunggu itu.


Kayla dan Vano sama sekali tidak peduli dengan protes yang diajukan oleh pasien pasien yang sudah menunggu dari tadi pagi. Mereka berdua tetap berjalan masuk ke dalam ruang praktek dokter.


Kayla dan Vano juga meninggalkan sendirian suster yang tadi memanggil mereka berdua untuk masuk ke dalam ruangan, berada di luar ruang praktek untuk menenangkan para pasien yang sedang protes tersebut.


"Selamat siang dokter" ujar Kayla menyapa seorang dokter pria yang tampan dan terlihat sangat berwibawa serta tentunya masih muda sekali, seumuran dengan mereka.


"Selamat siang Nona Kayla" jawab dokter tersebut tanpa tersenyum sama sekali.


"Oh Nona Kayla sekarang berdua datangnya?" tanya dokter yang kaget saat melihat kalau Kayla sekarang datang berdua dengan Vano tidak sendirian lagi seperti biasanya.


"Iya dokter kali ini saya datang bersua. Hari ini saya datang bersama dengan tunangan saya. Kenalkan namanya Vano Wijaya" ujar Kayla memperkenalkan Vano kepada dokter yang akan memeriksa Kayla nantinya.


"Vano Wijaya, tunangannya Kayla" kata Vano menyebutkan nama lengkapnya.


Nada suara Vano seperti seorang kekasih yang sedang dilanda kecemburuan yang luar biasa. Vano layak cemburu karena dokter yang memeriksa Kayla sangat tampan sekali. Vano takut kalau nantinya Kayla akan merasa nyaman berada di dekat dokter, dan hal itu pastinya akan membuat hubungan antara Vano dan Kayla menjadi memburuk. Vano tidak ingin itu terjadi dalam hubungan mereka


"Angga" ujar dokter menyebutkan namanya.


Dokter Angga bisa merasakan nama kecemburuan dari nada suara Vano saat Vano mengatakan kalau dirinya adalah tunangan Kayla. Tetapi dokter Angga sama sekali tidak ambil pusing dengan hal itu. Dia sama sekali tidak tertarik dengan Kayla. Sudah ada satu wanita yang membuatnya tertarik untuk saat ini. Tapi sayangnya wanita itu sedang tertarik dengan seorang laki laki yang tidak tertarik kepada dirinya Cinta itu memanglah sangat rumit, saat kita suka, eee dia yang tidak suka. Saat dia suka giliran kita yang tidak suka. Benar benar sebuah cinta yang sangat menarik sekali.


"Silahkan duduk Nona Kayla dan Tuan Vano" ujar angga mempersilahkan Kayla dan Vano untuk duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Angga.


Kayla dan Vano kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan untuk pasien tersebut. Vano duduk seperti orang yang enggan untuk duduk dengan tenang.


"Tenang saja tuan Vano, kursi saya bersih kok. Tidak ada virus atau bakteri yang tertinggal di sana. Kalau tuan Vano masih ragu, saya akan ambilkan disinfektan untuk menyemprot kursi itu terlebih dahulu" kata angga yang tau kalau Vano terlihat enggan untuk duduk di kursi tersebut.

__ADS_1


"Maaf dokter, tidak apa apa. Terimakasih" jawab Vano.


Vano sudah mendapatkan plototan tidak suka dari Kayla akan sikapnya yang canggung dan sedikit membuat dokter Angga tersinggung dengan sikap dan gayanya tadi.


__ADS_2