
Hari sudah sangat gelap saat Anggie sampai depan rumah sederhana tempat dirinya dan juga Mama tinggal setelah mereka berdua memutuskan untuk keluar dari mansion mewah milik keluarga Sanjaya itu. Mansion yang dulunya seluruh penghuni merasa sangat bahagia, baik keluarga Sanjaya sendiri maupun para maid yang bekerja di sana. Mereka semua sangat bahagia. Sampai pada hari dimana kebahagiaan itu berakhir dan membuat Nyonya besar dan nona muda Sanjaya harus angkat kaki dari mansion mereka sendiri.
Tok tok tok. Anggie mengetuk pintu rumah sederhana tersebut, pintu rumah yang sudah di cat oleh Anggie saat mereka memutuskan untuk membeli rumah tersebut sebagai tempat tinggal. Rumah yang dulunya terlihat sangat kusam dan sedikit menakutkan itu. Tetapi di tangan Mama yang memang sangat rajin, rumah tersebut sudah berubah. Bunga bunga dalam pot terlihat di teras rumah sederhana itu. Sedangkan di perkarangan rumah, Mama menanam beberapa bumbu dapur yang juga berguna untuk obat herbal. Serta di perkarangan samping rumah, Mama menanam beberapa jenis sayuran. Mama melakukan semua itu untuk menghemat pengeluaran mereka, apalagi Mama juga tahu bagaimana lelahnya Anggie saat mencari uang di luar sana. Sehingga mama harus menekan pengeluaran sebisa mungkin. Mama tidak ingin lelah putrinya berakhir dengan sia sia saja.
Mama yang memang sudah menunggu Anggie dari tadi di dalam rumah, berjalan membuka pintu rumah untuk anak gadisnya yang sudah keluar dari pagi melakukan aktifitasnya. Mulai dari kuliah sampai harus bekerja paruh waktu di sebuah supermarket besar yang ada di tengah kota. Sebuah hal yang dalam mimpipun dulu tidak pernah terbayangkan oleh Mama maupun Anggie. Tetapi kehidupan tetap harus dijalankan, sehingga Mama dan Anggie harus kuat dalam menjalankannya.
Anggie menyalami tangan orang tua satu satunya yang dimiliki oleh dirinya saat ini.
"Kenapa malam sekali nak pulangnya?" tanya Mama sambil menggandeng tangan Anggie untuk masuk ke dalam rumah. Suara cemas mama terlihat sangat jelas saat ini. Mama dari tadi menunggu Anggie sambil terus melihat ke arah jam dinding.
"Tadi ada hitung stok barang dulu Mama. Makanya Anggie telat pulang" jawab Anggie memberitahukan kepada Mama apa penyebab dirinya sampai telat pulang ke rumah dari biasanya.
"Mama pasti cemas?" tebak Anggie.
Mama mengangguk. "Nggak ada orang tua yang nggak cemas, anak gadisnya telat pulang dari biasanya. Apalagi di malam hari seperti sekarang ini" jawab Mama sambil berusaha tersenyum kepada Anggie. Mama tidak ingin Anggie ikut ikutan cemas dan gelisah.
"Maafkan Anggie ya ma" ujar Anggie.
"Karena Anggie pulang telat, mama menjadi nggak bisa tidur" lanjut Anggie yang sangat tau bagaimana Mamanya itu kalau sudah cemas dengan keadaan Anggie.
Mama mengangguk. Mama paham dengan model pekerjaan Anggie. Sebelum mama menikah dengan Tuan Sanjaya, mama dulunya adalah pelayan dari sebuah swalayan, sehingga mama sangat tau bagaimana repotnya pekerjaan dari seorang Anggie.
__ADS_1
"Kamu sudah makan?" tanya Mama.
"Mama belum makan?" Anggie balik bertanya kepada orang tuanya itu.
"Belum sayang. Mama tidak akan mungkin makan duluan, sedangkan anak gadis mama yang bekerja di luar sana belum pulang, mama juga nggak tau apakah dia sudah makan atau belum" jawab Mama sambil melihat ke arah Anggie.
"Anggie juga belum makan" jawab Anggie dengan jujur.
Anggie sudah tau kebiasaan dari mamanya itu, jadi dia tadi menolak ajakan makan bakso dari teman temannya. Anggie tidak ingin mama lama menunggu dirinya dalam keadaan lapar. Anggie tidak ingin membuat kecewa mama.
Mama tersenyum mendengar jawaban anak gadisnya itu. Mama sudah sangat yakin kalau Anggie tidak akan makan di luar.
Mama mengangguk "Mama sengaja memasak ini karena, mama sudah sangat lama rasanya tidak memasak sambal kesukaan kamu ini"
"Jadi, tadi saat tukang sayur lewat mama beli." jawab Mama.
"Tapi maaf sayang, tidak banyak seperti biasanya" jawab Mama dengan nada sendi melihat ayam kecap yang ada hanya lima potong saja.
"Tidak apa apa Mama. Mama jangan sedih gitu. Kita makan hanya berdua saja. Jadi, sambal ini masih bisa kita makan untuk besok pagi." jawab Anggie.
Mama tersenyum melihat ke arah Anggie. Padahal dulu waktu masih tinggal di mansion besar, Anggie akan langsung makan tiga potong ayam, saat mama memasak ayam kecap. Sedangkan sekarang ini, Anggie sangat jauh berubahnya.
__ADS_1
Mama dan Anggie mulai menikmati hidangan makan malam sederhana yang di buat oleh Mama. Menu ayam kecap yang dicampur tahu, setelah itu ada sambal yang di rebus, dan sebagai sayuran nya ada buncis yang di rebus mama.
"Ini bener bener enak Mama. Anggie sangat suka. Makasih udah membuatkan makanan kesukaan Anggie.
"Anggie mandi dulu ma, Mama langsung istirahat saja ya. Biar Anggie saja yang bersih bersih meja makan." ujar Anggie yang memilih untuk makan terlebih dahulu karena Anggie yakin kalau Mama sudah terlalu letih hari ini.
Mama mengangguk. Mama kemudian masuk ke dalam kamar, sedangkan Anggie membersihkan meja makan terlebih dahulu, Anggie juga mencuci semua peralatan makan yang tadi dipakai oleh dirinya dan Mama. Setelah semua itu selesai dikerjakan, barulah Anggie membersihkan badannya.
"Huf akhirnya bisa juga merasakan kesegaran setelah mandi" ujar Anggie sambil duduk di depan cermin.
Anggie memakai skincare malamnya. Walaupun keuangannya pas pasan tetapi Anggie tetap membeli skincare untuk wajah dan juga kulitnya. Dia tidak mau karena kehidupan yang dijalaninya sekarang ini berat, membuat dirinya tidak bisa merawat wajah dan juga kulitnya itu.
"Buat tesis bentar setelah itu langsung tidur" ujar Anggie.
"Harus tamat cepat, biar bisa bahagiakan Mama" ujar Anggie saat membaca kertas yang tertempel di cermin rias nya itu.
Anggie mengeluarkan laptop miliknya. Satu satunya barang mahal yang dibawa oleh Anggie dari mansion besar milik Papinya itu. Anggie mulai mengetik, dia benar benar memfokuskan dirinya untuk menyelesaikan tesisnya secepat yang dia bisa usahakan.
Tepat pukul dua dini hari, Anggie sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi. Dia mematikan laptop dan kemudian memilih untuk langsung beristirahat. Besok dia ada jam mengajar dan juga harus bekerja seperti biasanya.
Dalam sekejap Anggie sudah masuk ke alam mimpinya. Dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa beristirahat. Hal ini dikarenakan karena dia sudah terlalu lelah dan capek dalam menjalani hari harinya yang sangat berat, tetapi karena ada Mama, membuat Anggie tidak bisa berpangku tangan. Dia harus bekerja keras, dia tidak boleh lemah dalam menghadapi kehidupan yang harus dijalaninya saat ini.
__ADS_1