Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *55


__ADS_3

"Kamu udah makan siang sayang?" tanya Vano yang berharap kalau Kayla belum makan siang. Kalau pun seandainya sudah, Vano akan tetap meminta Kayla untuk menemaninya makan siang.


"Belum sayang. Kamu bawa bekal apa?" tanya Kayla penasaran. Kayla tau Vano membawa bekal makanan saat melihat paper bag yang dibawa oleh Vano dari luar.


"Seperti biasa sayang" jawab Vano memperlihatkan merk restoran yang ada di paper bag itu.


"Wow enak lah itu. Bentar aku ambil piring dulu" ujar Kayla dengan sangat bersemangat saat melihat logo dari paper bag yang dibawa oleh Vano.


"Haha haha. Kamu memang nggak bisa menolak pesona makanan dari restoran ini sayang" tawa Vano langsung pecah saat melihat Kayla yang langsung bersemangat saat melihat makanan dari restoran favorit merek yang dibawa oleh Vano untuk makan siang kali ini.


Kayla kemudian meminta salah seorang karyawan untuk mengambil beberapa piring ke pentri. Sedangkan dirinya mengambil dua botol air mineral ke dalam lemari pendingin.


Sambil menunggu karyawan datang, Kayla dan Vano mengobrol. Mereka membahas tentang bisnis yang akan mereka buat berdua. Bisnis cafe gaul yang sedang menjamur seperti jamur yang tumbuh di musim hujan.


"Apa kamu sudah dapat tempat untuk kafe itu sayang?" tanya Kayla yang memang menyerahkan konsep pembangunan kafe mereka kepada Vano.


"Sudah sayang. Aku sudah dapat tempatnya. Nanti sepupang dari rumah sakit kita berdua ke sana untuk melihat tempat tersebut." kata Vano memberikan laporan perkembangan bisnis mereka yang akan dilakukan berdua.


"Oh oke. Nanti kita lihat, apakah sesuai dengan konsepnya atau tidak" kata Kayla lagi.


"Permisi Nona, saya mau mengantarkan peralatan makan Anda" Ujar salah seorang karyawan Kayla yang tadi diminta oleh Kayla untuk mengambil peralatan makan ke pantry yang ada di bagian belakang butik.


"Oh silahkan masuk saja" Kayla mempersilahkan karyawan itu untuk masuk dan menaruh peralatan makan tersebut di atas meja yang ada di ruang kerja Kayla itu.


Setelah semua peralatan makan di taruh oleh karyawan ke atas meja, Kayla kemudian mengeluarkan semua menu makanan yang dibeli oleh Bryan tadi.


Kayla membuka semua kotak makanan itu. Wangi dari setiap makanan yang ada langsung memenuhi ruang kerja Kayla saat itu juga.

__ADS_1


"Wanginya beneran full sayang. Pasti enak. Aku udah tidak sabaran lagi untuk mencicipi nya" kata Kayla yang sudah tidak sabaran lagi untuk mencicipi makanan yang dibawa oleh Vano


Kayla mengambilkan makanan untuk Vano terlebih dahulu. Setelah itu barulah dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Serius kamu makan sebanyak itu sayang?" tanya Vano yang kaget melihat porsi makan Kayla yang luar biasa banyaknya dar pada porsi makan Kayla yang biasa.


"Sekali sekali tak apalah sayang. Nanti di tukar langsung dengan kordeo, sehingga lemak lemak itu langsung pergi lagi, tidak mengendap di badan aku dia" Jawab Kayla yang memang selalu senam setiap kali dia selesai makan seporsi jumbo seperti sekarang ini.


"Nggak apa apa sayang. Aku tidak marah kamu makan banyak. Malahan aku sangat senang, lebih senang saat melihat kamu makan segini banyaknya di bandingkan porsi makan biasa kamu" kata Vano yang tidak ingin Kayla bersedih karena pertanyaan nya tadi.


"Emang kamu nggak malu luca calon istri gendut?" Tanya Kayla penasaran


"Nggak. Bagi aku yang penting hari dan pikirannya serta perasaannya hanya untuk aku saja. Itu yang paling penting. Langsung, cantik, putih dan yang lainnya itu adalah bonus." jawab Vano lagi menjelaskan seperti apa wanita yang akan membuat dirinya bahagia.


"Dan semua itu ada di kamu sayang" ujar Vano memuji Kayla.


Tapi sayangnya senyuman cantik Kayla tidak sampai menyentuh mata indah Kayla. Mata itu berbicara bertentangan dengan senyuman dari Kayla untuk Vano.


"Ayuk makan nanti lagi ceritanya. Aku lapar" ujar Vano yang sudah tidak bisa lagi menunda untuk menikmati menu makan siang yang ada di depan mereka saat ini.


Vano dan Kayla kemudian menikmati menu makan siang yang dibawa oleh Vano dari luar. Mereka makan dengan sangat lahap, Kayla dan Vano saling tidak berbicara saat makan. Mereka sangat menghormati makanan yang ada di depan mereka, sehingga untuk saling berbicara tidak mereka lakukan sama sekali.


"Kenyang nya" Kata Vano saat selesai menikmati makanan yang di bawanya tadi.


"Sama sayang. Aku kekenyangan juga" Balas Kayla yang merasakan kalau perutnya sangat penuh sekarang ini.


"Gimana nggak akan penuh sayang, kamu makannya sebanyak itu" ujar Vano sambil tersenyum.

__ADS_1


"Siapa suruh bawa makan siang yang enak ya udah sekalian aja makan banyak, lagian mubazir kalau dibuat buang" ujar Kayla mencari alasan menjawab ledekan dari Vano.


Vano tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla kepada dirinya. Dia sangat tau kalau Kayla hanya mencari cari jawaban saja.


"Ya lah yang udah langsung bisa makan dengan kenyang" ujar Vano lagi.


"Haha haha haha. Kita turunin nasinya dulu ya sayang setelah itu baru kita pergi ke rumah sakit" kata Kayla yang sudah buat janji dengan dokter untuk melakukan general chek up.


"Oh oke sayang. Sebentar lagi kita pergi ke rumah sakit" kata Vano yang main setuju saja saran yang diberikan oleh Kayla kepada dirinya.


Swtelah mereka berdua rasakan kalau makanan yang di dalam perut mereka sudah turun ke usus, barulah Vano dan Kayla pergi menuju rumah sakit.


"Jalan sekarang?" Tanya Vano kepada Kayla yang sedang duduk sambil memberikan detail sedikit lagi ke sketsa gaun yang sedang dikerjakannya.


"Oke sayang. Aku simpan ini dulu" Jawab Kayla


Kayla menyimpan semua pekerjaannya ke dalam map yang sudah diberi nomor dan nama pelanggan. Kayla tidak ingin sketsa pesanan konsumennya saling tertukar satu dengan yang lainnya. Makanya supaya mempermudah Kayla dalam bekerja Kayla selalu memberi nama dan nomor untuk setiap map.


Vano menggandeng tangan Kayla untuk turun ke lantai dasar butik nya yang sangat besar itu. Beberapa pengunjung yang melihat Kayla dan Vano menghentikan sejenak kegiatan mereka untuk memilih pakaian yang ingin mereka miliki. Mereka semua lebih memilih untuk melihat ke arah Kayla dan Vano. Para pengunjung butik memang sangat jarang bisa melihat Kayla di sana. Jadi, keberuntungan kali ini tidak disia siakan oleh para pengunjung untuk bisa menyaksikan Kayla. Apalagi bonusnya mereka bisa melihat Vano salah satu pengusaha muda yang sedang naik daun namanya. Siapa yang tidak kenal dengan Vano Putra Wijaya, semua orang pasti kenal dengan keluarga yang sangat tepandang di dunia bisnis itu.


Vano dan Kayla berjalan sambil bergandengan tanga. Mereka sama sekali tidak peduli dengan orang orang yang menatap panjang ke arah mereka saat ini


"Kamu jaga butik ya. saya mau keluar sebentar" ujar Kayla berpesan kepada orang kepercayaan nya itu. orang yang selalu mengelola butik di saat Kayla tidak ada di butik.


"siap nona muda" jawab orang kepercayaan Kayla itu.


Kayla dan Vano kemudian meninggalkan butik dengan memakai mobil sport milik Vano yang baru saja dibelinya seminggu yang lalu. Vano adalah seorang pria yang sangat suka mengoleksi mobil sport. Ntah sudah berapa puluh mobil sport yang terparkir di garasi rumahnya. Sampai sampai ada mobil yang dalam satu bulan tidak dibawa kemana mana oleh Vano saking banyaknya dia memiliki mobil.

__ADS_1


__ADS_2