Tempat Untuk Kembali

Tempat Untuk Kembali
Tempat Untuk Kembali *47


__ADS_3

Anggie memeluk Vina dengan sangat kuat. Pertahanan yang diperlihatkan Anggie dari tadi, pertahanan yang sangat kuat itu mendadak rubuh saat Anggie bertemu dengan sahabatnya itu. Anggie menangis tersedu sedu dalam pelukan Vina. Anggie menumpahkan semua kesedihannya kepada sahabat terbaiknya itu.


Dokter Kevin yang melihat bagaimana Anggie menangis dalam pelukan sahabatnya, tidak menyangka kalau Anggie akan bisa seperti sekarang ini. Tadi Anggie benar benar terlihat tegar dan kuat, tidak ada tangis yang lolos dari mulut Anggie. Sedangkan sekarang, Anggie menangis sampai tersedu sedu, semua emosi dikeluarkan oleh Anggie di dalam pelukan sahabat baiknya itu. Sahabat yang selalu ada untuk dirinya selama ini.


"Ternyata dia sangat pandai mengendalikan dirinya" kata dokter Kevin dengan suara sangat pelan sekali.


"Hay sabar ya. Semuanya pasti akan kembali normal lagi. Jangan cemas akan hal itu" kata Vina berusaha menenangkan Anggie yang terlihat bernar benar terpuruk saat ini.


"Mama Vin. Mama" ujar Anggie dengan nada menyesal.


"Kalau gue nggak ijinin mama ke pasar, nggak akan terjadi hal seperti ini Vin"


"Ini salah gue. Gue salah karena sudah ijinin mama untuk ke pasar" lanjut Anggie mencurahkan semua yang dirasakannya kepada Vina.


Dokter kevin menyimak pembicaraan antara Anggie dan Vina. Dia sama sekali tidak tertarik untuk pergi dari sana.


"Gue hanya tinggal sendiri sekarang Vin. Kalau terjadi apa apa dengan Mama, dengan siapa lagi gue di dunia Vin. Nggak akan ada lagi keluarga dalam hidup gue" lanjut Anggie lagi masih memeluk Vina.


Dokter kevin melihat ke arah Anggie. Anggie yang belum makan sejak tadi, di tambah dengan emosinya yang sekarang, sepertinya akan membuat Anggie tumbang dalam seketika.


"Vina, boleh bawa Anggie untuk duduk dulu. Dia dari tadi belum makan" ujar dokter kevin dengan nada penuh perhatian kepada Anggie


Vina kaget kenapa dokter yang satu ini bisa tau namanya. Anggie juga kaget kenapa dokter Kevin bisa kenal dengan Vina. Anggie kemudian melepaskan pelukannya dari Vina, dia penasaran dengan dokter kevin.


Vina menatap lama ke arah dokter kevin, tetapi sampai selama itu dia melihat dokter kevin, tidak sedikitpun memori tentang dokter kevin menyangkut di otaknya. Sama sekali tidak ada.


"Maaf dokter, setelah saya pikir pikir, saya tidak kenal dengan dokter dan baru kali ini melihat wajah dokter" ujar Vina dengan tenang.


"Kamu memang baru sekali ini melihat saya Vina. Tapi saya sangat sering mendengar nama kamu dar seseorang" jawab dokter kevin.

__ADS_1


Jawaban dari dokter kevin semakin membuat Anggie dan Vina semakin tidak mengerti. Mereka berdua saling memandang satu dengan yang lainnya.


"Gue baru tadi kenal dan ngomong nama loe" ujar Anggie yang tidak ingin disalahkan oleh Vina.


Dokter kevin mendengar jawaban yang diberikan oleh Anggie kepada Vina.


"Bukan Anggie yang memberitahukan nama kamu ke saya. Dia masih orang terdekat kamu tapi bukan Anggie" kata dokter Kevin memperkuat pernyataan dari Anggie.


"Oh oke. Jadi siapa?" tanya Vina.


Saat itulah kekasih hati Vina baru datang dari suatu tempat.


"Kevin, loe ngapain di sini?" tanya kekasih Vina.


"Gue dokter yang mendapatkan tugas untuk mengobati mamanya Anggie" jawab dokter kevin yang terlihat sudah sangat mengenal kekasih Vina


"Angga, kamu kenal dokter kevin sayang?" tanya Vina.


"Kenal sayang. Dia kan kembaran aku" jawab Angga sambil memeluk dokter kevin yang merupakan saudara kembarnya itu.


"Ah kembar?" ujar Anggie dan Vina kompak mengulang apa yang dikatakan oleh Angga sebentar ini.


"Ya, dia kembaran aku. Tapi kami memang tidak mirip. Jadi, tidak ada orang yang menyangka kalau kami kembar. Lagian kami juga tidak satu aliran" Angga menjelaskan kepada Anggie dan Vina, kenapa dirinya sampai tidak mirip dengan dokter Kevin.


"Oooooo, pantesan dia kenal nama aku sayang. Jadi kamu sering cerita dengan dia?" tanya Vina penasaran.


"Ceritanya nanti saja sayang. Apa kamu sudah jadi bawa Anggie makan malam?" kata angga mengingatkan tujuan kedatangan mereka berdua ke tempat maam Anggie di rawat.


"Ops maaf sayang. Aku lupa" jawab Vina.

__ADS_1


"Aku ke sana dulu dengan Kevin ya. Kamu di sini saja sama Anggie" ujar Angga sambil tersenyum kepada kekasih hatinya itu.


"Oke" jawab Vina yang setuju dengan permintaan dari Angga.


Angga berlalu dari hadapan mereka dengan dokter Kevin. Angga memilih untuk membawa dokter Kevin menjauh dari Anggie supaya Anggie mau di bujuk Vina untuk makan.


"Makan malam dulu yuk Nggi. Gue juga belum makan dari siang" kata Vina mencoba membujuk Anggie untuk mau makan malam bersama dengan dirinya.


"Emang loe belum makan malam?" tanya Anggie yang heran Vina yang datangnya telat sekali juga masih belum makan malam.


"Ya memang belum. Tadi gue telat, pesawat gue delay. Gue nelpon loe masih di luar. Gue udah berusaha mencari penerbangan yang paling cepat, ternyata tidak ada. Makanya gue jadi telat nyampe sini" jawab Vina memberitahukan kepada Anggie apa alasan dia bisa sangat telat sampai di rumah sakit.


"Serius loe sampe segitunya?" tanya Anggie yang kaget mendengar jawaban yang diberikan oleh Vina kepada dirinya sebentar ini.


"Hay sudah jelas iya. Loe dan Mama adalah keluarga gue, makanya apapun yang terjadi kepada loe dan Mama, sesibuk apapun gue, gue akan bisa pastikan ke elo kalau gue akan datang menemui loe" ujar Vina sambil melihat ke arah Anggie.


"Makasi Vin. Makasi banyak atas semuanya" kata Anggie selanjutnya sambil ememluk Vina.


"Dalam keluarga nggak ada kata makasi. Sekarang loe dan gue harus makan. Gue laper" kata Vina.


Vina mengeluarkan semua menu makanan yang tadi di bawa oleh Angga saat menjemput dirinya ke bandara. Anggie melihat berapa banyaknya makanan yang dibawa oleh Vina ke rumah sakit.


"Kanapa sebanyak ini banget Vin?" uajr Anggie kaget saat melihat makanan yang ada di atas meja kecil yang ada di sana.


"Kita berdua butuh energi untuk bisa menjaga mama. Makanya gue harus bawa makanan yang banyak" jawab Vina ngasal saja. Tetapi jawaban itu harus masuk di akal.


"Ada ada aja loe" kata Anggie lagi


Vina memberikan satu kotak nasi goreng lengkap dengan ayam goreng kepada Anggie. Sedangkan dirinya akan makan nasi goreng kampung seperti biasanya.

__ADS_1


Anggie mencoba menyuap makanan itu. Tetapi rasa masakan yang selama ini sangat enak dan sangat disukai oleh dirinya, dengan tiba tiba berubah menjadi tidak enak. Vina bisa melihat hal itu. Anggie tidak bisa membohongi Vina dengan kata katanya lagi. Vina sangat yakin kalau Anggie sama sekali tidak menikmati makanan yang sedang dimakannya saat ini.


__ADS_2