
"Ke kantor. Masuk Nggie gue anter" ujar Vano meminta Anggie untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Beneran? Nanti gue ngerepotin elo lagi" ujar Anggie yang pura pura menolak apa yang ditawarkan oleh Vano. Padahal dalam hatinya Anggie sangat bersorak karena Vano bersedia mengantarkannya ke kampus. Jarang jarangnya dia bertemu dengan Vano di pinggir jalan, jadi kesempatan langka ini tidak seharusnya di tolak oleh Anggie.
"Banyak gaya loe, nanti loe nyesel kalau nggak naik ke mobil gue" ujar Vano.
"Haha haha bener ya, kapan lagi gue naik mobil mewah dan diantar sama cowok ganteng kayak elo" balas Anggie yang luar biasa senangnya bisa diantar oleh Vano ke kampus.
Anggie kemudian masuk ke dalam mobil Vano. Anggie duduk di sebelah Vano.
"Hem memang enak ya duduk di atas mobil bagus" ujar Anggie sambil tersenyum.
"Jangan banyak gaya Anggie" ujar Vano.
"Lah benerkan Vano. Memang sangat enak dan sangat empuk duduk di kursi mobil kamu. Beda banget rasanya dengan duduk di kursi angkot ataupun bus kota" jawab Anggie.
Vano akhirnya lebih memilih diam. Dia tahu apa yang terjadi dengan keluarga Anggie berdasarkan versi yang diceritakan oleh Kayla. Tetapi Vano tidak ingin langsung saja memutuskan hubungan persahabatan nya dengan Anggie. Bagi Vano apa yang terjadi antara kedua orang tua Anggie dengan maminya Kayla itu adalah urusan mereka, bukan urusan Vano.
"Oh ya Anggie, loe mau kerja di perusahaan gue?" tanya Vano yang sangat kasihan sekali melihat Anggie yang harus kerja di swalayan sampai malam hari.
"Untuk sampai saat ini, gue masih bisa kerja di swalayan Vano. Gue belum kepikiran untuk kerja di perusahaan." lanjut Anggie
"Lagian kalau kerja di perusahaan waktu gue harus full di sana. Sedangkan gue masih kuliah, belum lagi gue masih kontrak menjadi asisten dosen. Jadi, maaf sepertinta gue harus menolak kebaikan hati loe" ujar Anggie.
Anggie sama sekali tidak ingin menerima uluran tangan orang lain selagi dia masih bisa dan mampu untuk memenuhi semua kebutuhannya dan Mama. Hal ini bukan kali pertama Vano memberikan bantuannya kepada Anggie, sudah berulang kali Vano berusaha membantu Anggie, tetapi Anggie dengan beribu alasan menolak bantuan dari Vano.
"Anggie ini sudah berapa kali kamu menolak bantuan dari aku" ujar Vano.
__ADS_1
"Vano, ada saatnya aku akan menerima bantuan dari kamu. Tapi belum sekarang saatnya Vano. Yakinlah saat aku butuh bantuan, aku akan mencari kamu. Kamu orang pertama yang akan aku temui" ujar Anggie sambil tersenyum ke arah sahabatnya itu.
Anggie memang tidak ingin menerima bantuan dari siapapun. Prinsip hidup Anggie yang menempa dan mambuat Anggie menjadi seperti itu
Tak terasa perjalanan ke kampus sudah berakhir. Vano memberhentikan mobilnya di depan gerbang kampus.
"Beneran tidak mau di antar sampai parkiran?" ujar Vano meyakinkan Anggie sekali lagi dengan permintaan yang diajukan Anggie kepada Vano.
"Ya sampai sini saja" jawab Anggie.
Anggie tidak ingin ada gosip di kampus yang pada akhirnya akan terdengar oleh Kayla. Anggie tidak ingin hal buruk terjadi lagi kepada Mama, hanya karena Vano mengantarkan Anggie ke kampus seperti kejadian waktu itu.
FLASHBACK KEJADIAN WAKTU ITU
"Hay ibuk ibuk miskin, tolong katakan sama anak kamu itu, jangan genit" ujar Kayla dengan kasarnya kepada Mama saat Mama sedang berbelanja di warung sayur yang lumayan jauh dari rumah.
"Katakan sama anak perempuan anda, jangan ganggu calon suami orang" Kayla mengatakan dan memperjelas apa maksud perkataannya kepada Mama.
"Maksud kamu, Anggie menganggu calon suami kamu gitu?" ujar Mama memperjelas maksud dari perkataan Kayla.
"Ya. Apa harus saya perjelas, supaya kalian berdua lebih malu lagi" ujar Kayla dengan nada dan gayanya yang sombong.
Mama terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla kepada dirinya. Sedangkan Kayla yang melihat Mama terdiam merasa di atas angin.
"Jadi, ibu miskin, bisa Anda mengajarkan anak anda yang miskin itu untuk tidak mengganggu calon suami saya?" kata Kayla dengan sangat luar biasa sombongnya.
"Hay Nona kaya, kami tahu kami miskin, tapi bukan Anggie yang akan mengganggu calon suami Nona kaya" ujar ibu ibu yang sudah geram dengan kelakuan Kayla yang sama sekali tidak menghormati Mama yang lebih tua darinya.
__ADS_1
"Saya melihat sendiri bagaimana calon suami Nona kaya meminta Anggie untuk masuk ke dalam mobilnya" lanjut Ibu ibu itu
"Jadi kalau Nona kaya mau menyalahkan Anggie, silahkan salahkan saja calon suami Nona kaya itu. Jangan memaki maki seorang ibu yang menjaga putrinya dengan baik" lanjut Ibu ibu yang sangat mengenal baik Mama dan Anggie
"Hay Nona kaya, uang anda kan berlebih itu. Tolong katakan kepada kedua orang tua anda untuk membelikan anda sedikit rasa sopan santun terhadap orang tua" kali ini ibu ibu yang lain berkata dengan melecehkan kepada Kayla.
"Dasar kalian orang miskin" balas Kayla yang sudah kesal berada di sana.
"Hay Nona kaya, walaupun kami miskin tetapi kami punya otak. Tidak seperti anda yang sama sekali tidak punya otak" balas ibu ibu yang lainnya.
"Sudah ibu ibu, biarkan saja Nona kaya ini menghina saya. Ibu ibu jangan sampai menghina dia" ujar Mama.
"Biarkan saja Mama. Dia berhak untuk di hina" ujar Ibu ibu yang lainnya menghujat Kayla.
"Hay Nona kaya, kamu akan pergi dari d sini dengan cara baik baik, atau akan kami usir" ancam seorang ibu ibu yang sedang memegang sapu lidi.
"Kalian berani mengusir saya? Kalian tidak tahu siapa ayah saya?" ujar Kayla dengan murka dan sombong. Kayla sangat marah saat dirinya mau diusir oleh orang orang yang ada di sana, yang membela mati matian Mama dan Anggie
Ibu ibu yang ada di sana sudah tidak tahan lagi dengan gaya dan tingkah Kayla. Mereka maju dan memukul Kayla dengan apa yang mereka pegang.
Penampilan Kayla yang tadinya cetar membahana sekarang sudah seperti orang yang baru keluar dari kandang ayam. Berbagai jenis daun berada di rambutnya saat ini.
"Huf dasar orang orang miskin gila" ujar Kayla dengan membabi buta mengumpat ibu ibu yang tadi menyerangnya dengan berbagai sayuran yang mereka pegang.
Sopir yang berada di kemudi ingin tertawa melihat apa yang terjadi dengan Nona mudanya yang terkenal sangat sombong itu.
"Rasain kamu Nona, makanya jangan memandang orang dengan harta" ujar sopir dengan sangat pelan sekali.
__ADS_1
Sopir tidak ingin dirinya menjadi tumbal amukan Kayla di sepanjang jalan menuju tujuan berikutnya