
Satu bulan berlalu kini Alexa resmi menyandang status janda begitupun dengan Frans. Ia resmi menjadi duda di usianya yang di bilang masih muda. Selama satu bulan Alexa tidak pernah berhubungan dengan Frans ataupun Arian.
Alexa bekerja sebagai manager cafe milik temannya yang bernama Rio. Pagi ini ia berangkat bekerja menggunakan mobilnya.
Sesampainya di cafe, Alexa segera masuk ke ruangannya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Rio yang sudah ada di dalam sana. Tidak biasanya Rino ada di sana sepagi ini.
" Pagi Yo, tumben kamu sudah ada di sini." Ucap Alexa duduk di sofa depan Rio.
" Gue sedang ada masalah Xa." Sahut Rio.
" Masalah apa?" Tanya Alexa.
Sebagai sahabat ia bertanya, barang kali ia bisa membantu permasalahan temannya.
" Gue mau nikah, tapi mama gue nggak setuju karena dia seorang jan... da. Maaf!" Ucap Rio.
" Tidak pa pa, aku tidak tersinggung kok." Sahut Alexa.
" Gimana ceritanya kamu bisa mengenal wanita itu?" Alexa kembali bertanya.
" Sebenarnya aku merebutnya dari suaminya. Aku menjalin hubungan dengannya saat dia masih menjadi istri orang, dan kebetulan suaminya juga menjalin hubungan dengan wanita lain. Kesempatan itu ia gunakan untuk bercerai dengan suaminya dan akan menikah denganku, tapi mama menentang keras hubungan ini. Aku bingung mau bagaimana." Ujar Rio menarik kasar rambutnya.
" Sabar aja! Lagian dia belum lama kan menyandang status janda jadi jangan buru buru untuk menikahinya. Untuk saat ini turuti saja apa yang tante Erna mau, lakukan pendekatan perlahan lahan. Aku yakin tante Erna pasti akan luluh dengan sendirinya." Ucap Alexa.
" Kau benar Xa, terima kasih sudah membuatku tenang." Ucap Rio.
" Sama sama." Sahut Alexa.
Mereka saling mengobrol untuk sedikit melupakan masalah mereka.
" Aku ke dapur dulu ya mengecek bahan bahan." Ucap Alexa.
" Oke." Sahut Rio.
Alexa ke dapur melihat bahan bahan makanan yang akan di masak untuk para pelanggan yang memesannya. Ia harus memastikan semua bahan yang di gunakan fresh dan berkualitas baik.
Saat ia mencium aroma amis tiba tiba perutnya terasa mual seperti di aduk aduk. Ia membekap mulutnya dengan tangan lalu berlari ke wastafel kamar mandi.
Huek.. Huek.... Huek...
Alexa memuntahkan semua isi perutnya. Nabila yang mendengar managernya muntah muntah segera memberitahu Rio. Rio segera menghampirinya.
" Alexa kamu kenapa?" Rio memijat pelan tengkuk Alexa.
Huek...
Alexa membasuh mulutnya dengan air bersih lalu mengeringkannya dengan tisu.
" Aku tidak pa pa Yo, mungkin aku masuk angin saja. Tadi mencium bau amis tiba tiba langsung mual." Sahut Alexa.
" Kalau begitu kamu istirahat saja." Ucap Rio.
__ADS_1
Rio menuntun Alexa kembali ke ruangannya. Alexa berbaring di atas sofa sambil memijat pelipisnya.
" Mau aku pijat kepalanya?" Tanya Rio.
" Tidak usah Yo, terima kasih sudah perhatian sama aku." Ucap Alexa.
" Sesama teman sudah menjadi kewajiban kita saling mensuportkan." Sahut Rio.
" Kalau begitu aku keluar dulu ya, biarkan aku melakukan tugasmu hari ini." Sambung Rio.
" Terima kasih." Ucap Alexa.
Rio keluar ruangan.
" Aku kenapa ya? Tidak biasanya aku muntah muntah begini." Monolog Alexa.
" Astaga tanggal berapa ini?"
Alexa segera menyalakan ponselnya lalu melihat tanggal yang tertera di layar depan.
" Sebelas.... Ya Tuhan aku terlambat datang bulan. Harusnya aku haid tanggal tujuh, apa aku...... Tidak tidak! Ini tidak boleh terjadi, aku tidak mau mengandung anak Frans. Masalah ini akan semakin rumit, Frans sudah bahagia bersama Sinta. Aku tidak mau mengganggu kebahagiaan mereka karena anak ini. Ya Tuhan... Semoga dugaanku salah, aku harus memastikannya nanti." Monolog Alexa dengan penuh kekhawatiran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor Frans, Ia sedang mengerjakan pekerjaannya. Namun tiba tiba kepalanya berdenyut nyeri tak tertahankan.
" Shhh kenapa kepalaku nyeri sekali." Frans memijat pelipisnya berharap nyerinya akan hilang.
" Lo kenapa Frans? Kenapa muka lo pucet gitu?" Tanya Toni.
" Gue pusing banget Ton." Sahut Frans.
Tiba tiba perut Frans terasa seperti di aduk aduk. Ia segera berlari ke kamar mandi.
Huek...
" Lo masuk angin kali Frans." Ucap Toni mengikuti Frans ke kamar mandi.
" Sepertinya Ton." Frans kembali ke kursinya.
Tiba tiba ia menginginkan sesuatu.
" Ton, yang jualan rujak paling enak mana ya?"
Pertanyaan Frans membuat Toni melongo.
" Jam sembilan pagi kamu mau makan rujak?" Tanya Toni.
Frans menganggukkan kepala.
" Lo masuk angin apa ngidam?" Selidik Toni.
__ADS_1
Deg...
Jantung Frans terasa berhenti berdetak.
" Ngidam? Kalau aku beneran ngidam siapa yang hamil? Selama tiga bulan terakhir aku tidak pernah melakukannya dengan Sinta. Atau.... Astaga.. Apa mungkin Alexa yang hamil? Tidak... Bagaimana kalau memang benar Alexa yang hamil? Aku harus senang atau sedih? Aku tidak mau Arian mengakui anakku sebagai anaknya, tapi aku juga tidak mungkin menghancurkan kebahagiaan Alexa dengan mengakui anaknya? Ya Tuhan... Aku benar benar bingung kali ini." Frans asyik dengan lamunannya.
" Frans." Toni menyenggol lengan Frans membuatnya tersadar dari lamunannya.
" Ah iya, kenapa?" Tanya Frans.
" Lo beneran pengin makan rujak?" Tanya Toni menatao Frans.
" Iya gue pengin banget Ton, dimana aku bisa mendapatkannya?" Tanya Frans.
" Lo tinggal suruh OB aja buat belikan, beres." Ujar Toni.
" Iya kau benar, sebentar ya." Sahut Frans.
Frans segera menelepon bagian OB, ia meminta salah satu OB untuk membelikan rujak untuknya.
Setengah jam kemudian Frans mendapatkan pesanannya.
" Widih yang udah dapat rujak." Ucap Toni.
" Apa kau mau?" Tawar Frans.
" Tidak, kamu makan sendiri aja." Sahut Toni.
Frans segera memakannya, Toni memejamkan matanya melihat Frans yang memakan rujak nya dengan lahap. Padahal isinya mangga muda sama kedondong saja. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana asamnya rujak itu.
Selama memakan rujak pikiran Frans terus tertuju pada Alexa. Rasa cinta di dalam hati mendorongnya untuk mencari tahu tentang kebenaran dugaannya. Entah mengapa ada kebahagiaan tersendiri jika benar Alexa hamil anaknya.
" Apa aku telepon aja Alexa ya? Tapi aku sudah menghapus nomornya. Kalau aku nyamperin ke rumah takut dia marah dan malah akan mengganggu rumah tangganya. Ya Tuhan aku benar benar bingung sekali." Batin Frans frustasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang kerja Alexa segera masuk ke kamar mandi. Ia melakukan test urine sesuai petunjuk yang ada di kardus tespack yang ia beli tadi. Setelah menunggu lima menit ia segera membaca hasilnya.
Deg....
Positif...
Alexa hamil anak Frans. Alexa nampak seperti orang linglung. Ia terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Beginilah cara Tuhan menghukumnya karena semua dosa dosa yang telah ia perbuat? Atau Tuhan sedang merencanakan rencana lain untuk kebahagiaan Alexa?
Penasaran kelanjutannya?
Tekan like koment vote 🌹nya buat Alexa
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All.....
__ADS_1
TBC....