Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
MERASA HINA


__ADS_3

Alexa sedang menyiapkan sarapan di dapur. Dengan langkah pelan Frans menghampirinya lalu...


Grep...


Frans memeluk Alexa dari belakang membuat Alexa menghentikan kegiatannya. Frans merindukan sikap Alexa yang hangat. Semalaman Alexa terus mengabaikannya hingga pagi ini.


" Aku minta maaf sayang! Aku terbawa emosi saat melihat kamu dekat dengan Arian, aku tidak berpikir panjang mengatakan hal hal yang menyakitkan hatimu. Aku mohon maafkan aku sayang!" Ucap Frans.


Alexa tidak peduli, ia melanjutkan kegiatan masaknya walaupun sedikit kesulitan karena Frans tidak mau melepas pelukannya.


" Sayang, kalau kau tidak mau memaafkan aku setidaknya jangan diamkan aku seperti ini! Aku tidak sanggup menerima sikap dinginmu ini sayang, aku mohon!" Ujar Frans.


Alexa melepas tangan Frans yang melingkar di perutnya. Ia menata makanan lalu menyajikannya di meja makan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Setelah itu ia meninggalkan Frans di dapur sendirian.


Frans duduk lesu di kursi, ia menatap makanan yang ada di depannya. Walaupun Alexa marah tapi ia tetap melayani Frans.


" Bagaimana caranya membuat Alexa tidak marah lagi? Bodoh kamu Frans... Kenapa kamu bisa terbawa emosi sih!" Kesal Frans.


Tidak selera makan, Frans menyusul Alexa ke kamarnya. Alexa sedang memakaikan baju kepada Aksa, sepertinya Aksa baru saja mandi. Frans menghampiri keduanya.


" Anak Papi udah mandi ya, berjemur yuk sama Papi." Ujar Frans melirik Alexa.


Biasanya Alexa akan menyahut menggantikan Aksa tapi kali ini ia hanya diam saja.


Selesai memakai baju, Alexa menyusui Aksa di atas ranjang. Lagi lagi Frans hanya bisa menghela nafasnya saja.


" Alexa... Aku tidak tahan dengan sikap dinginmu ini! Kalau kau marah lebih baik pukul aku! Tampar aku! Tapi jangan seperti ini Alexa." Tekan Frans.


Alexa tidak peduli, ia lebih memilih menyibukkan diri dengan Aksa. Frans yang merasa kesal meninggalkan kamarnya menuju ruang kerja.


...----------------...


Malam ini Toni dan teman temannya berkunjung ke rumah Frans untuk bertemu dengan Alexa dan Aksa. Saat pernikahan mereka tidak datang kecuali Toni.


Mereka berenam duduk di sofa ruang tamu.


" Mana istri sama anak lo Frans? Kita pengin ketemu lah dan ngucapin selamat buat mereka berdua." Ujar Toni.


" Sebentar aku panggil dulu!" Sahut Frans beranjak menuju kamarnya.


Sampai di kamar ia menghampiri Alexa yang sedang tiduran menemani Aksa.


" Sayang, di bawah ada teman temanku yang ingin bertemu denganmu dan Aksa. Kau bisa kan menemui mereka?" Frans menatap Alexa.


Jangankan menyahut, Alexa bahkan tidak menoleh ke arahnya sama sekali. Frans menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia keluar kamar kembali menemui teman temannya.


" Mana istri lo?" Tanya Fajar.


" Maaf! Mereka sudah tidur, gue tidak tega membangunkannya." Sahut Frans duduk di tempatnya semula.


" Yah sayang sekali, padahal kami sengaja datang jam tujuh biar bisa ketemu." Ujar Fajar.


" Atau jangan jangan istrimu tidak mau menemui kami lagi, masa' jam segini udah tidur, istrimu pemalu ya." Ujar Rofi.


Frans tersenyum kecut ke arahnya.

__ADS_1


" Atau jangan jangan lo yang nggak ngijinin istri lo buat menemui kami, tega bener lo Frans! Kita udah jauh jauh sampai sini cuma buat ngucapin selamat sama istri dan anak lo malah nggak di temui, lo takut gue ngembat istri lo... Nggak mungkin lah gue begitu, itu mah namanya pagar makan tanaman." Ucap Fajar terkekeh.


" Bukan gitu lah, emang dia udah tidur kok." Sahut Frans.


" Kau membuatku tidak enak di depan mereka Xa." Batin Frans.


Tap tap tap..


Semuanya menoleh ke arah tangga, Alexa turun menghampiri mereka sambil menggendong Aksa.


" Sayang kau bangun." Ucap Frans dengan mata berbinar.


" Iya Pi." Sahut Alexa duduk di sebelah Frans.


" Wah cakep bener anak lo Frans, mirip banget sama lo." Ujar Rofi menatap Aksa.


" Selamat untuk kalian berdua, semoga kalian selalu bahagia." Ucap Fajar.


" Terima kasih." Sahut Alexa.


" Sini gendong Papi!" Ucap Frans.


Alexa memberikan Aksa pada Frans. Ia ke dapur membuat minuman untuk teman teman Frans. Setelah selesai, Alexa kembali ke ruang tamu dengan membawa enam gelas kopi dan kue di piringnya.


" Silahkan di nikmati!" Ucap Alexa.


" Terima kasih."


Alexa kembali duduk di samping Frans.


" Iya." Alexa menganggukkan kepala.


" Wah aku tidak menyangka kalau Frans punya istri seorang pengusaha, sama sama pengusaha ini namanya." Ujar Roger.


" Hanya usaha kecil saja kok." Sahut Alexa


Mereka melanjutkan mengobrol, sesekali Alexa menimpali jika di tanya. Frans menatap Alexa begitupun sebaliknya.


" Senyum donk sayang! Kelihatannya kamu sedih banget." Ucap Frans merapikan anak rambut Alexa.


" Cie pengantin baru.. Ehem ehem.. " Goda Toni.


" Aku ngantuk Pi, aku pamit tidur dulu ya." Ucap Alexa menggendong Aksa.


" Ya sudah kamu tidur duluan, nanti aku menyusul." Ucap Frans.


" Mari semuanya." Ucap Alexa undur diri.


" Silahkan!" Sahut Toni.


Alexa kembali ke kamarnya, ia tidur dengan nyenyak sambil memeluk Aksa.


" Istri lo cantik Bro, pantas saja lo nggak bisa move on darinya." Ucap Roger.


" Bukan hanya kecantikannya Bro, tapi juga hatinya yang membuat gue tidak bisa melupakannya. Pokonya cinta mati lah aku sama dia." Sahut Frans.

__ADS_1


" Percaya percaya... Memang auranya beuh... Bikin jantung cenat cenut." Timpal Toni.


Mereka bercanda saling meledek satu sama lain hingga jam sebelas malam.


Setelah teman temannya pulang, Frans kembali ke kamar. Ia naik ke atas ranjang memeluk Alexa dari belakang.


" Maafkan aku sayang! Aku harap besok pagi kamu udah nggak marah sama aku." Frans mencium pucuk kepala Alexa.


...----------------...


Alexa mengerjapkan matanya, ia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul lima pagi. Ia segera turun dari ranjang masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.


Alexa turun ke bawah menuju dapur, hatinya mencelos melihat makanan yang ia siapkan semalam masih utuh, itu berarti Frans belum makan dari semalam.


Alexa mengurungkan niatnya untuk masak, ia berpikir buat apa sudah susah masak kalau tidak di makan. Ia memilih membersihkan rumah sampai jam enam pagi.


Frans masuk ke dapur, ia melihat meja makan yang kosong.


" Sayang kamu tidak masak pagi ini?" Tanya Frans menatap Alexa yang sedang mencuci tangannya di wastafel.


Alexa diam, hal ini membuat Frans kehilangan kesabaran. Frans menghampirinya lalu mencekal lergelangan tangannya.


" Kalau aku bertanya, jawab Alexa!" Tekan Frans menatap Alexa.


" Kalau tidak ada di meja berarti aku tidak masak, gampang kan!" Sahut Alexa membalas tatapan Frans.


" Buat apa aku memasak kalau kau tidak memakannya? Tidak perlu terus mencari kesalahanku! Aku tahu aku telah melakukan kesalahan Frans, bahkan menikah denganmu pun merupakan kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan."


" Alexa!!!" Bentak Frans tanpa sadar.


Alexa berjingkrak kaget. Ia menepis tangan Frans lalu menatap tajam ke arah Frans.


" Kenapa? Apa aku salah bicara? Bukankah benar kalau pernikahan ini berawal dari sebuah kesalahan? Aku rasa pernikahan ini tidak akan bahagia karena banyak yang mengutuk hubungan ini Frans." Tekan Alexa.


" Kau mengingatkan aku pada posisiku, aku wanita murahan yang merebutmu dari istrimu, aku wanita murahan yang mengkhianati cinta tulus suamiku, aku wanita murahan yang tergoda dengan pria yang telah berisitri sepertimu." Teriak Alexa mengeluarkan sesak yang ia tahan selama ini.


" Sayang bukan itu maksudku, aku minta maaf!"


" Minta maaf untuk apa hah? Semua orang akan mengatakan hal yang sama denganmu, memang aku yang salah di sini Frans, aku yang tidak bisa menjaga harga diriku sendiri. Aku merendahkan martabatku dengan berhubungan denganmu, aku wanita hina, aku wanita yang tidak punya prinsip, aku wanita yang tidak ada nilainya, aku wanita hina Frans... Aku tidak pantas mendampingi siapapun." Alexa berjalan meninggalkan Frans.


Frans segera mengejarnya.


" Alexa tunggu!" Ucap Frans.


Alexa masuk ke kamarnya, ia mengunci pintunya dari dalam. Tubuhnya luruh ke lantai sambil terisak.


" Hiks... Hiks..... Inikah hukuman untukku karena telah mengkhianatimu Mas Arian... Maafkan aku! Hiks.... Rasanya sakit sekali di cap sebagai wanita murahan oleh suami sendiri. Hiks... " Alexa menepuk dadanya berharap semua sesak yang ia rasakan bisa hilang.


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC...

__ADS_1


__ADS_2