
" Aku... Aku... "
Alexa melepas pelukan Frans, ia menatap tajam ke arah Frans.
" Kamu membohongiku! Kau tidak lembur tapi menemui Sinta dan kalian bermalam bersama di hotel xx, bukan begitu tuan Frans?" Tanya Alexa menekan kata tuan Frans.
Deg...
Mata Frans membulat menatap Alexa. Ia tidak menyangka jika Alexa mengetahui semuanya. Mau mengelak juga tidak bisa, ia bingung harus bagaimana.
" Maafkan aku sayang! Tapi percayalah aku tidak melakukan apa apa, aku di jebak sayang." Ucap Frans.
" Wah Frans... Kau sungguh luar biasa! Setelah ketahuan kau bilang kau di jebak? Jika kau masih mencintai Sinta seharusnya kau menikahinya saja, bukan malah memaksa menikahiku. Apa kau tidak ingat anak dan istrimu yang menunggumu di rumah? Apa kau tidak memikirkan perasaan kami? Kalau kau tidak berbohong padaku aku bisa saja percaya kalau kau di jebak, tapi kau memberi alasan padaku dengan mengatakan lembur, kau juga bilang pada Sinta lewat telepon kalau pertemuan ini harus di rahasiakan, kau tidak ingin ada orang tahu. Lalu bagaimana Sinta bisa menjebakmu hah? Kau terlalu banyak alasan. Bilang saja kalau kau masih mencintainya dan tidak bisa melupakannya." Ujar Alexa.
" Tidak Alexa! Aku hanya mencintaimu, aku mohon maafkan aku! Aku memintanya untuk merahasiakannya karena aku takut kamu salah paham dan sakit hati sayang. Sinta meminta aku untuk menemuinya di resto hotel xx, dia curhat tentang hubungannya yang tidak di restui tante Erna. Tapi setelah meminum jus, tiba tiba kepalaku pusing dan aku tidak ingat apa apa. Percayalah padaku kalau aku hanya mencintaimu bukan dia." Ucap Frans.
" Bulshit dengan semua kata cintamu Frans, kau menuduhku selingkuh tapi kau sendiri yang menyelingkuhi ku." Cebik Alexa naik ke atas ranjang. Ia menyusui Aksa dengan. posisi miring.
Frans mengacak rambutnya, ia masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya dari bekas pelukan Sinta.
" Aku akan mendapatkan bukti itu Sinta, setelah aku mendapatkan buktinya aku akan membuatmu menyesal karena sudah bermain main denganku." Monolog Frans mengguyur tubuhnya di bawah shower.
Alexa menepuk nepuk punggung Aksa sambil tersenyum.
" Ternyata kau benar benar mencintaiku Frans, terlihat jelas di matamu kalau kau takut kehilangan aku. Tapi aku harus sedikit memberimu pelajaran agar kau tidak menyembunyikan apa apa lagi dariku Frans. Sayang, Papimu sangat menyayangi kita." Ujar Alexa.
Keluar dari kamar mandi, Frans berbaring di belakang Alexa. Lalu ia memeluk Alexa dari belakang.
" Biarkan seperti ini! Aku butuh kenyamanan pelukanmu saat ini." Ucap Frans menyusupkan wajahnya ke tengkuk leher Alexa.
Alexa membiarkannya, ia juga tidak tega melihat Frans seperti itu. Tak lama terdengar dengkuran halus dari Frans, Alexa yakin kalau Frans tertidur.
Alexa membalikkan badannya dengan pelan, ia menatap wajah lelah Frans.
Cup...
__ADS_1
Alexa mencium bibir Frans yang sangat menggoda.
" Tidurlah Frans! Tenangkan dirimu! Aku akan membantumu menuntaskan masalah ini, tentunya setelah aku tahu tujuan Sinta melakukan semua ini." Gumam Alexa.
...----------------...
Malam ini Arian sedang menyiapkan makan malam untuknya dan Dira. Dira duduk di kursi roda sambil menatap Arian dengan seksama.
" Kalau di lihat lihat Arian cakep juga, lebih cakep dari pada Yudha. Sikapnya juga jauh lebih sabar dari Yudha, mungkin Tuhan memang memberikan yang terbaik untukku. Aku akan membuat Alexa menyesal karena telah melepas suaminya. Akan aku pamerkan kebahagiaanku padanya suatu saat nanti. Aku akan mencoba menerima Arian sebagai suamiku seperti yang di katakan oleh mama." Batin Dira.
" Kenapa kau menatapku begitu?" Tanya Arian menatap Dira.
" Siapa yang menatapmu? Aku sedang melamun memikirkan bagaimana caranya aku bisa sembuh. Aku tidak mau terus berada di atas kursi roda ini, aku ingin berjalan seperti dulu lagi." Sahut Dira.
" Andai saja kau tidak menabrak ku waktu itu, pasti aku tidak akan mengalami hal seperti ini." Cibir Dira.
" Maafkan aku! Aku tidak sengaja melakukannya, ini murni karena musibah yang menimpa kita." Ucap Arian.
" Dan aku harap semoga pernikahan ini menjadi anugerah untuk kita. Aku tidak mau mengalami kegagalan lagi." Sambung Arian.
" Kalau kamu mau kau bisa mencobanya dengan lelaki lain, jadi kita sama sama barang second." Ucap Arian enteng.
Dira melongo menatapnya.
" Kau pikir aku wanita apaan hah?" Ucap Dira tidak terima.
Arian mengedikkan bahunya.
" Walaupun aku terlihat arogan tapi aku tidak pernah melakukan hal seliar itu ya. Jangan samakan aku dengan wanita nakal di luar sana." Ucap Dira.
" Ya mana ku tahu." Sahut Arian.
" Kau.... " Dira mengepalkan erat tangannya.
" Sekarang makanlah! Karena marah marah butuh energi ekstra untuk melakukannya. Kau kerjaannya marah marah terus." Ucap Arian memberikan sepiring makanan di depan Dira.
__ADS_1
Dira makan dengan lahap begituoun dengan Arian. Dira tidak menyangka kalau Arian pandai memasak.
" Kenapa kau tidak kembali bekerja di kota K Arian?" Tanya Dira menatap Arian.
" Mas... Yang sopan kalau menyebut suami." Ujar Arian.
" Alah udah ah nggak usah protes! Tinggal jawab aja pertanyaanku!" Sahut Dira.
" Aku keluar dari pekerjaanku sebelumnya, aku akan mencari pekerjaan di sini saja. Aku harus merawatmu setiap waktu, jadi aku tidak bisa meninggalkanmu. Lagian aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi dimana Alexa kesepian karena aku tidak ada waktu untuknya. Aku ingin membenahi diriku agar kau tidak mengeluhkan waktu kepadaku." Sahut Arian membuat Dira terharu.
" Terima kasih sudah berusaha memberikan yang terbaik untukku." Ucap Dira.
" Kau tahu terima kasih? Aku tidak menyangka kau bisa mengucapkan kata itu. Aku pikir kamu gadis sombong yang selalu iri dengan hidup orang lain. Ternyata kau bisa juga menghargai orang lain." Ujar Arian.
" Aku juga ingin membenahi diriku, kemarin mama mengucapkan kata kata yang membuka hatiku. Aku sadar jika ingin hidup bahagia maka aku harus banyak banyak bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. Aku yakin Tuhan memberikan yang terbaik untukku, untuk itu bantu aku untuk menjadi manusia yang baik." Ucap Dira tanpa malu.
" Baiklah mari kita sama sama membenahi diri untuk mencapai kebahagiaan bersama. Semoga Tuhan memudahkan jalan kita dan membukakan pintu kebahagiaan untuk kita." Ucap Arian.
" Mulai sekarang mari kita buka hati masing masing untuk menerima satu sama lain." Sambung Arian.
" Aku akan mencobanya." Sahut Dira.
" Mungkin ini yang terbaik untukku, aku lelah menjadi orang jahat, ini saatnya aku menjadi manusia yang baik." Batin Dira.
" Semoga aku bisa menjadi imam yang baik untukmu Dira, semoga aku bisa menuntunmu menuju syurgaNya." Ucap Arian.
" Amin." Sahut Dira.
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak buat Author ya..
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U all.....
TBC...
__ADS_1