Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
PAPA Untuk ARSYA


__ADS_3

" Alexa, jika Arsya tidak bertemu dengan Frans dia akan menangis, aku takut dia kejang kejang Alexa. Siapa yang akan bertanggung jawab atas itu?" Sinta menatap Alexa dengan tatapan memohon.


" Aku."


Alexa dan Sinta menoleh ke belakang.


" Rio." Gumam keduanya.


Rio mendekati Sinta dan Alexa.


" Aku yang bertanggung jawab Sinta, aku yang akan menjadi papa untuk Arsya. Aku akan menikahimu." Ucap Rio.


Sinta nampak terkejut, ia menutup mulutnya dengan tangannya.


" Rio aku...


" Jujur, aku masih mencintaimu Sinta. Saat aku mengetahui tentang dirimu saat itu, aku memang marah. Aku membencimu. Bahkan aku berusaha untuk melupakanmu. Namun aku tidak bisa Sinta. Rasa cintaku ternyata lebih besar daripada rasa benciku padamu. Aku berusaha untuk ikhlas melepasmu tapi aku tidak bisa." Ujar Rio.


Rio menangkup wajah Sinta.


" Aku mencintaimu Sinta." Ucap Rio.


Grep...


Sinta memeluk tubuh Rio dengan erat seolah meluapkan semua perasaannya.


" Aku juga mencintaimu Rio... Hiks... Maafkan aku! Maafkan aku yang telah mengkhianatimu. Aku tidak bermaksud melukaimu, aku terpaksa melakukannya Rio. Kak Iban mengancam akan menyakiti kakakku jika aku tidak mau menuruti keinginannya. Maafkan aku hiks." Isak Sinta.


Ya sampai saat ini Sinta masih mencintai Rio. Hanya saja Sinta cukup tahu diri dengan keadaannya saat itu. Ia merasa menjadi wanita yang sangat kotor. Ia merasa tidak pantas mendampingi pria sebaik Rio.


" Mama, siapa om ini?" Tanya Arsya menarik narik tangan Sinta.


Rio melepas pelukan Sinta, ia berjongkok menyadari tinggi Arsya.


" Kenalkan sayang! Aku papamu." Ucap Rio mengulurkan tangannya.


" Papa? Lalu papa Frans?" Tanya Arsya bingung.


" Dengar sayang!" Ucap Rio.


" Frans itu bukan Papamu. Dia teman kami, mamamu dan aku. Akulah Papamu yang sebenarnya, kami terpisah karena kesalahan pahaman sayang. Tapi Papa bahagia, akhirnya Papa bisa menemukan kamu dan mamamu sayang. Maafkan Papa ya! Karena Papa, kamu dan Mama harus hidup menderita selama ini. Karena Papa, kamu harus memendam rindu selama bertahun tahun lamanya untuk Papa sampai sampai kamu menganggap Frans sebagai Papa kamu. Kamu mau kan memaafkan Papa?" Tanya Rio menatap Arsya.


" Apa Papa tidak akan meninggalkan kami lagi?" Tanya Arsya memastikan.


" Papa berjanji sayang, setelah ini kita akan berkumpul menjadi keluarga bahagia selamanya. Papa akan selalu mendampingimu dan mamamu. Papa akan membuatkan adik yang banyak untukmu." Ujar Rio mengerlingkan mata ke arah Sinta membuat Sinta jadi salah tingkah.

__ADS_1


" Yey... Aku sayang Papa." Sorak Arsya memeluk Rio.


" Papa juga sayang kamu." Sahut Rio.


Alexa dan Sinta nampak haru melihat semua itu.


" Rio, bagaimana dengan Mama kamu? Mama kamu pasti tidak akan membiarkanmu menikahiku begitu saja Rio. Aku harap kamu tidak lupa jika mamamu menentang hubungan kita sebelumnya." Ujar Sinta.


Rio berdiri di hadapan Sinta sambil menggandeng Arsya.


" Mamaku sudah meninggal dua tahun lalu." Ucap Rio.


" Maaf." Ucap Sinta.


" Tidak masalah, sekarang tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Aku akan segera mengurus pernikahan kita. Dan aku harap setelah ini kau tidak mengganggu Frans lagi." Ucap Rio.


Deg..


Hati Sinta mencelos.


" Apa kamu melakukan semua ini karena kamu ingin melindungi Alexa dariku? Kau sengaja berpura pura masih mencintaiku supaya aku masuk ke dalam genggamanmu begitu?" Selidik Sinta menatap tajam ke arah Rio.


" Bukan begitu Sinta, aku tidak mau kau mengganggu Frans karena aku cemburu. Aku takut kamu kembali mencintai Frans seperti dulu lagi." Ujar Rio membuat Sinta menyembunyikan senyumannya.


" Aku memaafkanmu." Sahut Rio.


Sinta menatap Alexa yang saat ini sedang menatapnya juga.


" Alexa, semua sudah jelas. Bolehkah aku dan Arsya menjenguk Frans untuk mengucapkan terima kasih padanya? Aku tidak ada maksud lainnya." Ujar Sinta.


Alexa menatap Rio yang di balas anggukkan kepala olehnya.


" Baiklah, ayo!" Ucap Alexa.


Mereka berempat masuk ke ruang rawat Frans. Nampak Frans duduk bersandar pada kepala ranjang.


" Kamu sudah bangun Pi." Ucap Alexa mendekati Frans.


" Iya sayang." Sahut Frans.


Frans menatap tiga orang yang berdiri di belakang Alexa.


" Sinta, Arsya." Gumam Frans.


" Papa... Eh maksudku Om, aku sudah bertemu dengan Papaku yang sebenarnya." Ucap Arsya polos.

__ADS_1


" Papamu?" Frans mengerutkan keningnya.


" Ya.. Akulah Papanya Arsya, kami akan menikah Frans." Ucap Rio memberikan kode lewat matanya.


" Ah iya, selamat kalau begitu." Ucap Frans.


" Arsya, selamat ya akhirnya kamu menemukan Papamu yang sebenarnya. Maafkan Om yang telah membohongimu selama ini. Om sudah mencoba memberitahumu dari awal kalau Om bukan Papamu tapi kamu tetap kukuh menganggapku sebagai Papamu. Tapi tidak pa pa, yang penting kamu sudah bertemu dengan Papa kandung kamu." Ujar Frans.


" Iya Om, terima kasih sudah menemani Arsya selama ini." Ucap Arsya.


" Sama sama Arsya." Sahut Frans.


Frans merasa lega, setidaknya Rio berhasil menyelesaikan masalahnya.


" Aku juga mau berterima kasih padamu Frans." Ucap Sinta menatap Frans.


" Aku minta maaf telah membawa masalah ke dalam pernikahan kalian. Aku sama sekali tidak berniat merebutmu dari Alexa, semua ini pure karena Arsya sendiri yang mempunyai pikiran kalau kamu adalah papanya. Saat beberes almari, Arsya menemukan dompetku yang lama tidak aku pakai. Dan tanpa sengaja ia melihat foto kita berdua saat kita baru menikah. Dia menyimpulkan jika itu foto papanya. Aku juga sudah memberikan pengertian padanya, tapi dia selalu kejang kejang saat aku mengatakannya. Sejak saat itu aku membiarkan Arsya memandangi fotomu setiap hati dan menganggapmu papanya. Aku berpikir kita tidak akan pernah bertemu lagi. Tapi tidak aku sangka saat di mall itu kalian malah bertemu." Terang Sinta panjang lebar.


" Aku minta maaf Frans, Alexa." Ucap Sinta.


" Mau bagaimana lagi Sinta? Semua sudah berlalu. Aku memaafkanmu, yang jelas sekarang kau sudah ada Rio. Aku memintamu untuk tidak mengganggu kehidupanku lagi. Kita jalani hidup sendiri sendiri tanpa saling terhubung. Aku tidak mau putraku kembali marah padaku." Ucap Frans.


" Aku akan menuruti apa keinginanmu Frans. Terima kasih atas semua yang telah kau korbankan untukku." Ucap Sinta.


Sinta menatap Alexa.


" Maafkan aku Xa, aku selalu merepotkan dan membuat kamu salah paham. Aku minta maaf yang sedalam dalamnya." Ucap Sinta.


" Aku memaafkanmu Sin, semoga kalian bahagia." Ucap Alexa


" Terima kasih Xa. Terima kasih untuk dua bulan ini. Setidaknya kehadiran Frans menyelamatkan nyawa Arsya. Aku mohon doa darimu, semoga pernikahanku dan Rio membawa kesembuhan untuk Arsya." Ujar Sinta.


" Amin... Doa terbaik untuk kalian bertiga." Sahut Alexa.


Alexa mendekati Rio, keduanya saling melempar tatapan.


" Rio, kau sendiri yang mengambil keputusan ini. Aku berharap kau tidak menyia-nyiakan Sinta dan Arsya. Kau harus bisa menjadi ayah kandung untuk Arsya sesuai ucapanmu." Ucap Alexa.


" Aku berjanji akan menjadi ayah kandung untuknya Xa. Aku akan menyayanginya sepenuh jiwa dan ragaku. Dia putraku Xa, milikku, bukan milik orang lain." Ujar Rio.


" Aku percaya padamu Yo. Semoga bahagia." Ucap Alexa.


" Amin." Ucap semua orang.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2