
Sampai di rumah Frans dan Alexa masuk ke kamar mereka. Alexa menidurkan Aksa di atas ranjang.
" Pi jagain Aksa ya, aku mau ganti baju dulu." Ucap Alexa.
" Iya sayang." Sahut Frans.
Frans duduk bersandar di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
Ting..
Satu pesan masuk dari Sinta, ia segera membukanya.
Frans tolong temui aku di resto hotel xx nanti malam, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu, jangan beritahu Alexa aku takut dia berpikiran yang macam macam tentang kita
" Sinta kenapa? Apa ada masalah dengannya? Haruskah aku menemuinya? Ah aku jadi bingung seperti ini." Monolog Frans.
Ceklek....
Alexa keluar dari kamar mandi, Frans segera mematikan ponselnya.
" Pi kamu mau minum kopi apa mau tidur?" Tanya Alexa menatap Frans.
" Aku mau kopi sayang, antar ke ruang kerja ya." Ujar Frans.
" Iya, aku buatkan dulu." Sahut Alexa keluar kamarnya.
Setelah Frans mengganti bajunya ia masuk ke ruang kerjanya. Alexa membawakan kopi untuk Frans, saat ia hendak membuka pintu ia mendengar Frans berbicara pada seseorang.
" Iya aku akan menemuimu, jangan sampai ada yang tahu tentang pertemuan ini! Aku tidak mau membuat Alexa ataupun yang lainnya curiga dengan kita." Frans menutup sambungan teleponnya.
" Frans mau menemui siapa? Kenapa sepertinya pertemuan ini sangat rahasia? Aku harus mencari tahu semuanya." Monolog Alexa.
Tok tok...
" Masuk sayang." Teriak Frans dari dalam.
Alexa masuk ke dalam menghampiri Frans.
" Pi ini kopinya." Alexa memberikan secangkir kopi kepada Frans.
" Terima kasih sayang." Ucap Frans.
" Pi, nanti malam aku ingin makan bakso di kedai biasa kita beli. Lagian udah lama juga kan kita nggak pernah ke sana." Ujar Alexa.
" Maaf sayang kalau malam ini aku nggak bisa, aku ada meeting dengan client di kantor. Mungkin aku juga sekalian lembur jadi aku pulang larut malam. Lain kali saja ya." Sahut Frans menatap Alexa.
" Begini rasanya di bohongi sama suami sendiri, aku ingin lihat sejauh mana kau berbohong Frans." Batin Alexa.
" Baiklah tidak pa pa, kita bisa pergi lain kali." Sahut Alexa.
" Maaf ya sayang." Ucap Frans merasa bersalah.
" Hmm."
Alexa keluar meninggalkan Frans.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang." Batin Frans.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini sesuai janji Frans pada Sinta, ia menemui Sinta di resto hotel xx. Alexa yang sudah mengikutinya dari rumah segera mencari tempat duduk di belakang meja Frans.
" Kau datang Mas, terima kasih sudah memenuhi undanganku." Ucap Sinta.
" Ada apa kau memintaku ke sini?" Tanya Frans to the point.
" Sebenarnya bukan masalah penting, aku hanya ingin curhat saja." Sahut Sinta.
" Curhat? Soal apa?" Frans mengerutkan keningnya.
" Soal hubunganku dengan Rio yang tidak mendapat restu dari tante Erna. Kami semakin dekat tapi kami tidak bisa bersama, bagaimana menurutmu Mas? Apakah aku harus memperjuangkan cinta ini atau aku harus mundur?" Tanya Sinta meminta pendapat.
" Itu sih tergantung kamu sama Rio Sin, mendingan kamu bicarakan soal ini pada Rio, dia mau mengambil keputusan yang bagaimana." Ujar Frans.
Pelayan memberikan dua gelas jus anggur di meja mereka.
" Terima kasih." Ucap Frans yang di balas anggukan kepala oleh pelayan.
" Di minum dulu Mas!" Ucap Sinta.
Frans meminum jusnya begitupun dengan Sinta. Sinta tersenyum smirk menatap Frans. Keduanya lanjut mengobrol sampai...
" Shh... Kepalaku pusing sekali." Ucap Frans memegangi kepalanya yang terasa pusing.
" Mas kamu kenapa?" Sinta mendekati Frans.
" Aku antar pulang ya." Ujar Sinta.
" Tidak usah! Aku akan menelepon Toni saja!" Ucap Frans mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Belum sempat Frans menelepon Toni ia sudah tidak sadarkan diri.
Sinta memanggil dua orang pria untuk membawa Frans ke salah satu kamar hotel. Diam diam Alexa membuntutinya.
" Terima kasih! Ini upah untuk kalian berdua." Sinta memberikan sejumlah uang pada keduanya.
Setelah itu Sinta masuk ke kamarnya menghampiri Frans yang tergeletak di atas ranjang.
" Maafkan aku Mas! Aku harus melakukannya." Sinta tersenyum smirk.
Dengan kepintaran yang Alexa miliki ia berhasil mendapatkan kunci cadangan kamar Sinta. Ia membukanya dengan pelan lalu merekam apa yang Sinta lakukan pada Frans.
"Benar benar menjijikkan... Aku tidak menyangka kau bisa berbuat serendah ini Sinta, aku akan mengikuti permainanmu demi mengetahui tujuanmu yang sebenarnya." Batin Alexa.
Satu persatu Sinta membuka baju Frans dan bajunya. Ia masuk ke dalam selimut yang sama lalu memeluk Frans. Tanpa malu ia mengambil gambar mereka berdua.
" Aku akan mendapatkan kamu kembali Mas, dan kita bertiga akan hidup bahagia. Kau milikku jadi bukan salahku merebutmu kembali dari Alexa." Ucap Sinta mengelus rahang Frans, lalu ia mencium bibirnya.
Pagi hari Frans mengerjapkan matanya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar yang nampak asing baginya.
Merasa ada yang memeluknya ia menoleh ke samping, dan...
__ADS_1
" Astaga!!!!" Pekik Frans.
Sinta membuka matanya pura pura kaget dengan suara Frans.
" Sinta... " Gumam Frans.
" Mas kau sudah bangun?" Sinta mengucek matanya.
" Apa yang terjadi dengan kita Sinta? Kenapa kau... " Frans menjeda ucapannya saat melihat Sinta yang tidak berpakaian.
Ia melihat dirinya sendiri dan betapa kagetnya saat ia menyadari kalau tubuhnya polos.
" Sinta apa yang kau lakukan padaku hah? Katakan Sinta!" Bentak Frans.
" Mas.. Semalam kamu merasa pusing, saat aku mau mengantarmu tiba tiba kau menarikku ke sini. Dan kita... Kau memaksaku melakukan itu Mas, kau bilang mau bertanggung jawab kepadaku. Aku tidak kuasa untuk memberontak jadi aku pasrah saja. Maafkan aku Mas." Sahut Sinta.
" Tidak! Ini tidak mungkin terjadi! Aku tidak mungkin mengkhianati Alexa, aku tidak akan menyentuh wanita lain selain Alexa, aku hanya mencintainya dan hanya akan menyentuhnya." Ucap Frans.
Sinta mengepalkan erat tangannya.
" Lagian aku juga tidak merasakan apa apa, aku yakin tidak terjadi apa apa di antara kita Sinta." Ucap Frans menatap Sinta
" Atau jangan jangan kau sengaja menjebakku Sinta?" Selidik Frans.
" Tidak Mas, untuk apa aku menjebakmu? Kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada dua pelayan yang ada di resto itu. Mereka melihat kau menarikku ke sini." Ujar Sinta.
Frans menarik kasar rambutnya, ia merasa frustasi dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Frans memakai bajunya kembali. Mereka berdua menemui dua pelayan yang memberikan keterangan kalau apa yang di katakan Sinta adalah benar.
Frans semakin merasa frustasi, ia tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan pada Alexa. Ia tidak mau sampai Alexa marah padanya. Saat ini Frans tidak bisa berpikir apa apa, yang pikirkan ia harus cepat sampai rumah dan memeluk Alexa untuk mendapatkan kenyamanan.
" Aku tidak bohong Frans, aku berharap kau juga tidak membohongiku. Jika terjadi sesuatu padaku kau harus bertanggung jawab." Ucap Sinta.
" Aku akan mengumpulkan bukti kalau aku tidak bersalah. Jika dugaanku benar kau sengaja menjebakku, kau akan menanggung akibatnya Sinta." Ancam Frans meninggalkan Sinta.
Frans pulang ke rumahnya, ia segera masuk ke kamar menghampiri Alexa yang sedang memakaikan baju pada Aksa.
Grep...
Frans memeluk Alexa dari belakang.
" Maafkan aku sayang!" Ucap Frans.
" Maaf untuk apa Mas?" Tanya Alexa.
" Aku... Aku...
Ngaku nggak nih?
Jangan lupa tekan like koment vite dan kasih 🌹yang banyak buat author ya...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All...
__ADS_1
TBC....