
Satu bulan berlalu hubungan Arian dan Dira semakin dekat setelah keduanya saling membuka hati. Seperti pagi ini, Dira ikut menyiapkan sarapan yang di masak oleh Arian.
" Mas biar aku saja." Ucap Dira.
Arian menatap Dira sambil mengerutkan keningnya.
" Mulai sekarang aku akan memanggilmu Mas, nggak pa pa kan?" Tanya Dira.
" Nggak pa pa memang itu seharusnya daripada kamu panggil aku cuma nama doank." Sahut Arian.
" Terima kasih telah sabar menghadapiku selama ini." Ucap Dira.
" Sama sama." Sahut Arian.
Setelah selesai keduanya makan dengan khidmat. Dira nampak bahagia memiliki suami seperti Arian yang penyabar walaupun sedikit tidak peka tapi setidaknya sekarang Arian selalu punya waktu untuknya. Tidak seperti saat bersama Alexa dulu.
" Besok kamu mulai terapi, tadi dokter Arlan meneleponku." Ucap Arian.
" Iya Mas, doakan aku supaya cepat sembuh dan bisa berjalan lagi." Ucap Dira.
" Tentu, doa terbaik untukmu." Sahut Arian.
Walaupun belum ada cinta di hati Arian namun Arian menjalankan kewajibannya menjadi suami untuk mengurus istrinya dengan penuh kasih sayang. Dira berharap Arian bisa mencintainya seperti Arian mencintai Alexa dulu.
Di tempat lain tepatnya di rumah Frans. Sikap Alexa selama satu bulan ini sedikit berubah dan itu membuat Frans nampak frustasi.
" Sayang pulang kerja nanti aku mau mengajakmu jalan jalan, mau ya." Ucap Frans duduk di tepi ranjang menatap Alexa yang sedang menyusui Aksa.
" Maaf Pi aku tidak bisa, kau bisa jalan dengan Sinta." Sahut Alexa.
" Sayang jangan menyebut nama Sinta lagi! Aku tidak mau mendengarnya." Ujar Frans.
" Sudah satu bulan sejak kejadian itu, kenapa Sinta tidak ke sini untuk meminta pertanggung jawabanmu?" Alexa menatap Frans.
" Andai pun dia kemari aku tidak akan bertanggung jawab apa apa padanya. Aku yakin kalau aku tidak melakukan kesalahan apapun kecuali membohongimu." Sahut Frans.
" Kita akan lihat bagaimana Sinta membuktikannya padamu Pi." Ujar Alexa.
Baru di bicarakan sosok Sinta sudah nongol di depan pintu kamar Alexa.
" Ngapain kamu ke sini?" Tanya Alexa to the point.
" Mau meminta pertanggung jawaban Mas Frans." Sahut Sinta enteng.
" Kita bicarakan di bawah saja!" Ucap Frans.
Setelah menidurkan Aksa di ranjang, ketiganya turun ke bawah. Tak lupa Alexa membawa ponselnya.
" Aku hamil Mas." Ucap Sinta duduk di sofa. Ia menyodorkan sebuah tespack dan surat keterangan dari dokter yang menyatakan Sinta positif hamil.
" Apa?" Pekik Frans tak percaya.
__ADS_1
" Kau jangan mengada ada Sinta, aku tidak melakukan apapun padamu lalu bagaimana kau bisa hamil hah?" Tanya Frans tidak percaya.
" Kau lupa apa pura pura lupa hah? Kau yang memaksaku untuk melakukannya kau bilang akan bertanggung jawab atas semua ini. Lalu apa? Saat aku meminta pertanggung jawabanmu kau malah mengelak. Aku tidak mengharapkan ini darimu Mas. Aku tidak mau tahu, kau harus bertanggung jawab pada janin yang aku kandung." Ucap Sinta tegas.
Frans menarik kasar rambutnya, ia menatap Alexa yang saat ini menatapnya juga.
" Sayang jangan percaya dengan Sinta, semua bukti ini pasti palsu." Ucap Frans.
" Palsu? Kau bilang ini palsu? Ini surat asli dari rumah sakit ternama Mas. Bagaimana bisa kau bilang ini palsu." Sahut Sinta.
Sinta menatap Alexa.
" Alexa jangan diam saja, apa yang akan kau lakukan setelah melihat semua ini? Apa kau mau mengundurkan diri atau kau mau di madu?" Tanya Sinta.
" Tidak!!! Aku tidak akan menikahimu, aku yakin dia bukan anakku." Kukuh Frans.
" Apa aku perlu melakukan tes DNA?" Tanya Sinta untuk meyakinkan Frans.
" Coba saja!" Sahut Alexa membuat Sinta terkejut.
" Kenapa kau terkejut begitu? Apa kau takut tidak bisa membuktikannya?" Tanya Alexa tersenyum remeh.
" Apa maksudmu Alexa? Aku bisa membuktikannya tapi tunggu dua bulan lagi." Ujar Sinta.
" Aku tidak akan menunggu selama itu, aku akan membuktikannya sekarang." Ucap Alexa membuka ponselnya.
" Apa yang ingin kau buktikan sayang?" Tanya Frans menatap Alexa.
Frans melongo melihatnya. ia tidak menyangka jika Sinta bisa melakukan hal serendah ini. Frans menunjukkan video itu pada Sinta. Raut wajah Sinta berubah menjadi masam. Jantungnya betdetak dengan sangat kencang. Ia tidak akan bisa mengelak karena memang video itu asli.
" Aku ingin tahu apa alasanmu melakukan semua ini, itu sebabnya aku diam saja selama ini Sinta. Aku juga ingin tahu, dengan siapa kau hamil?" Tanya Alexa menatap Sinta.
" Aku.. Aku.... " Sinta menjeda ucapannya sambil menundukkan kepalanya.
" Katakan saja! Siapa tahu aku bisa membantumu." Ucap Alexa.
Sinta tidak bergeming. Ia hanya diam saja.
" Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal serendah ini Sinta, kau benar benar licik. Hanya untuk menutupi aibku kau tega melakukan semua ini padaku. Kenapa harus aku? Kenapa kau harus menghancurkan hubunganku dengan Alexa?" Tanya Frans tidak percaya.
" Dulu Alexa juga menghancurkan hubungan kita." Sahut Sinta.
" Tidak! Hubungan kalian hancur karena kalian sendiri. Kau mengkhianati Frans dan Frans mengkhianatimu. Aku sudah meminta Frans mundur waktu itu. dan ingat! Aku menikah dengan Frans setelah kalian berpisah dan tidak hubungan apa apa lagi." Ucap Alexa dengan tegas.
" Alexa benar, kita sendiri yang menghancurkan hubungan ini. Aku tidak mencintaimu tapi aku mencintai Alexa." Ucap Frans.
" Sekarang kau harus menerima akibat dari perbuatanmu itu Sinta, kau harus membayar sikap dingin Alexa padaku dengan mahal. Aku akan memberikan hukuman padamu." Ucap Frans.
" Aku minta maaf! Tapi tolong jangan hukum aku! Kasihanilah anak di dalam kandunganku!" Ucap Sinta meminta belas kasihan.
" Aku tidak peduli, kau harus di penjara karena telah mencemarkan nama baikku." Ucap Frans.
__ADS_1
Sinta langsung berlutut di depan Frans.
" Mas aku mohon hiks.... " Isak Sinta.
" Aku bingung harus bagaimana saat aku tahu kalau aku hamil, aku sudah mencoba menjebak Rio tapi tidak berhasil. Saat itu yang terlintas dalam pikiranku hanya kamu Mas. Tanpa pikir panjang aku merencanakan hal itu. Aku mohon maafkan aku!" Ucap Sinta.
" Lalu siapa pria yang membuatmu seperti itu?" Tanya Frans menatap Sinta.
Sinta menatap Frans dan Alexa bergantian.
" Siapa Sinta?" Tanya Frans lagi.
" Kakak iparku."
Jeduar...
Frans dan Alexa benar benar terkejut mendengar ucapan Sinta.
" Kak Iban?" Tanya Frans memastikan.
" Iya, dia selalu memaksaku untuk melayaninya. Aku tidak kuasa karena dia terus mengancamku Mas. Hingga akhirnya aku mengandung anaknya." Terang Sinta.
" Kau harus meminta pertanggung jawabannya, segera beritahu kakakmu itu sebelum semuanya terlambat dan perutmu semakin membesar agar kau tidak jadi bahan gunjingan orang." Ucap Frans.
" Kau memaafkanku?" Tanya Sinta.
" Aku tidak akan pernah memaafkanmu, hukum Tuhan akan datang padamu suatu hari nanti. Mulai sekarang jangan usik kehidupanku lagi!" Ujar Frans.
" Baiklah aku akan pergi Mas, sekali lagi maafkan aku." Ucap Sinta segera berlalu dari sana.
" Kau hutang penjelasan padaku sayang." Ucap Frans menatap Alexa.
" Penjelasan apa?" Tanya Alexa.
" Tentang sikap dinginmu padaku, padahal kau tahu aku tidak bersalah." Sahut Frans.
" Itu karena aku ingin menjahili kamu saja." Sahut Alexa.
" Jadi kamu sengaja melakukan semua ini padaku? Kamu sengaja membuatku uring uringan selama ini begitu? Nakal kamu ya."
Frans menggelitik perut Alexa membuat Alexa tertawa terpingkal pingkal. Frans merasa lega karena masalahnya telah terselesaikan. Ia berharap tidak akan ada kejadian seperti ini lagi ke depannya.
Ada yang kepo dengan kisah Sinta dan kakak iparnya?
Kalau ada nanti akan author selipin di sini...
Jangan lupa tekan liek koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author...
Terima kasih untuk readera yang telah mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....