
Malam ini Frans kembali menemui Alexa atas permintaan Alexa sendiri. Kini keduanya duduk di ruang tamu saling berhadapan.
" Apa yang ingin kau bicarakan Xa? Apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Frans menatap Alexa.
" Aku ingin mengakhiri hubungan ini Frans."
Jeduarrrrr
" Hubungan yang tidak pernah ada ikatan tapi sulit di lepaskan. Kita sudahi semua ini sampai di sini sebelum semakin jauh. Aku akan mengakui kesalahanku di depan Mas Arian jika dia sudah pulang nanti. Aku harap Mas Arian akan memaafkan aku." Ucap Alexa.
Frans memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.
" Alexa tapi aku...
" Sudahlah Frans! Lupakan semua yang telah terjadi di antara kita. Anggap saja kita tidak pernah menjalin hubungan apapun selama ini. Aku ikhlas melepasmu dan aku harap kau juga harus ikhlas melepasku, ku mohon hargai keputusanku Frans." Ucap Alexa menundukkan kepalanya.
Frans menatap Alexa dengan mata nanar. Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya.
" Jangan menangis Frans, kita bertemu dengan senyuman dan kita harus berpisah dengan senyuman juga. Tersenyumlah dan berbahagialah bersama keluarga kecilmu." Ucap Alexa.
" Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali?" Tanya Frans menatap Alexa.
Alexa menganggukkan kepalanya.
Alexa dan Frans berdiri saling berhadapan. Frans langsung memeluk erat tubuh Alexa. Perasaannya hancur... Cintanya dengan Alexa kembali pupus.
" Maafkan aku Frans yang telah mengambil keputusan ini." Ucap Alexa.
" Aku menghargai keputusanmu Xa, semoga kau bahagia." Sahut Frans.
Frans berlalu begitu saja. Alexa hanya menatapnya tanpa mau menghentikan kepergiannya.
" Inilah yang terbaik untuk kami berdua." Batin Alexa.
Alexa kembali ke kamarnya. Ia mencoba memejamkan matanya.
Jam dua belas malam ponsel Alexa berdering.
Drt drt drt..
Panggilan masuk dari Frans, dengan malas ia mengangkatnya.
" Halo Frans." Sapa Alexa.
" Maaf Nona saya menghubungi anda karena ini panggilan terakhir di ponsel ini, Tuan yang punya ponsel ini mabuk berat di club kami sambil terus mengamuk. Kami tidak mau dia membuat kekacauan Nona, bisakah Nona kemari sekarang juga?"
" Baiklah! Kirimkan alamatnya!" Ucap Alexa mematikan sambungan teleponnya.
Tak lama pegawai club mengirimkan lokasi clubnya. Alexa segera melajukan mobilnya menuju club xx. Sampai di sana ia segera masuk ke dalam.
Alexa sampai menutup telinganya karena tidak tahan dengan suara bising. Seorang pegawai club menghampirinya.
__ADS_1
" Nona, anda mau menjemput Tuan itu?" Pria itu menunjuk Frans yang menyandarkan kepalanya pada meja.
" Iya." Sahut Alexa menghampiri Frans.
" Tolong bantu saya membawanya ke mobil Mas." Ucap Alexa.
" Baik Nona." Sahutnya.
Mereka membawa Frans ke mobil.
" Alexa... Kenapa kau lakukan ini padaku? Aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri, tapi aku juga mencintai istriku.. Alexa... Jangan lakukan ini padaku." Racau Frans.
Sesampainya di mobil, mereka merebahkan Frans di atas jok.
" Terima kasih Mas." Alexa memberikan tips pada pria itu.
" Sama sama Nona." Sahutnya.
Alexa melajukan mobilnya ke... Alexa berpikir keras, ia mau membawa Frans kemana?
" Ke rumah tidak mungkin, akan ada berita viral besok pagi. Kalau aku antar ke rumahnya, Sinta pasti akan tahu hubungan ini karena Frans terus meracau memanggil namaku. Berpikirlah Alexa... " Monolog Alexa.
" Aku bawa ke apartemen saja." Ucap Alexa akhirnya.
Alexa menuju apartemennya. Sampai di sana ia memapah Frans masuk ke dalam.
" Alexa... "
" Busyet berat banget.. Makan apa sih kamu Frans." Gerutu Alexa.
Frans yang merasa gerah segera melepas pakaiannya.
" Frans kenapa di lepas?" Alexa mendekatinya.
Tatapan Frans tertuju pada Alexa. Mata merah mengisyaratkan kesedihan yang mendalam di tambah efek alkohol.
Frans menarik Alexa hingga jatuh di atas tubuhnya. Ia mengunci tubuh Alexa dengan memeluk pinggangnya.
" Frans lepaskan aku! Kau sedang tidak sadar saat ini." Ucap Alexa takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
" Alexa.. Kau telah membuatku gila." Frans menahan tengkuk Alexa lalu menciumnya dengan lembut.
Alexa tidak bisa memberontak karena tenaga Frans lebih besar dari tenaganya.
Ciuman yang semula lembut kini menjadi ciuman yang menuntut. Frans membalikkan posisi hingga ia yang menindih tubuh Alexa.
" Frans jangan seperti ini! Ku mohon!" Ucap Alexa berharap Frans segera tersadar.
Namun harapan tinggallah harapan. Bukannya melepaskan Alexa, Frans justru memaksa Alexa melayani nafsu bejatnya.
" Frans ku mohon jangan lakukan ini padaku hiks!" Pinta Alexa berderai air mata.
__ADS_1
Namun ucapan Alexa tidak di dengarkan oleh Frans. Malam ini Frans menyatukan cinta mereka melalui sentuhan paksanya.
" Alexa aku mencintaimu sayang." Frans kembali mencium bibir.
Frans terus memacu tubuhnya dibatas tubuh Alexa. Air mata mengiringi permainan Frans malam ini. Setelah hampir satu jam lamanya, akhirnya Frans tumbang di samping Alexa.
Frans memeluk tubuh Alexa, karena kelelahan keduanya memejamkan mata menuju alam mimpi.
Pagi hari Frans lebih dulu bangun daripada Alexa.
" Shh." Frans duduk bersandar pada headboard sambil memegangi kepalanya.
" Hah.. Aku bermimpi bercinta dengan Alexa, ya Tuhan kenapa rasanya hati ini sakit menerima keputusan Alexa." Ucap Frans belum menyadari Alexa ada di sampingnya.
Saat Frans menarik selimut, ia merasakan berat seperti ada yang menahannya. Ia menoleh ke samping dan...
Deg...
Jantungnya berdetak sangat kencang. Ia menatap Alexa yang masih teridur pulas. wajahnya nampak sembab.
" Ya Tuhan... Apa yang telah aku lakukan pada Alexa? Apakah kejadian semalam bukan mimpi? Aku telah memperk*sanya? Astaga Franssss.... " Frans menarik kasar rambutnya.
Ia masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya di bawah guyuran shower.
Alexa yang baru bangun menyandarkan punggungnya pada headboard. Air mata kembali menetes di pipinya. Ia tidak tahu bagaimana caranya memberitahu Arian masalah ini.
" Hiks... Hiks... Maafkan aku Mas! Kalau aku tahu kejadiannya akan seperti ini aku tidak akan menjemput Frans di club hiks.. " Isak Alexa.
Frans yang baru kelaur dari kamar mandi langsung menghampirinya.
" Maafkan aku Xa! Aku tidak tahu jika semua ini akan terjadi pada kita. Maafkan aku!" Ucap Frans menatap Alexa.
" Pergilah Frans! Anggap semua ini tidak pernah terjadi. Dan anggap saja ini sebagai salam perpisahan kita. Setelah ini jangan temui ataupun hubungi aku lagi." Ujar Alexa lirih.
" Aku tidak akan menghubungimu setelah aku tahu pernikahanmu dengan suamimu baik baik saja. Kabari aku jika kau sudah memberitahu soal hubungan kita kepada suamimu. Saat itu juga aku akan memberitahu istriku." Ujar Frans.
" Mas Arian akan pulang malam ini, aku akan langsung mengatakan padanya. Kau juga bisa memberitahu istrimu malam ini juga. Jika pernikahan kita baik baik saja, maka jangan hubungi aku lagi." Ucap Alexa dengan berat.
" Baiklah aku akan menuruti keinginanmu, semoga kau bahagia. Aku pergi dulu." Ucap Frans meninggalkan kamar Alexa.
" Hikss... Hiks... Bagaimana jika Mas Arian menceraikan aku? Apa yang akan aku lakukan tanpanya?"
Kira kira Arian memaafkan nggak nih?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya buat author yang cantik dan untuk unyuk ini..
Terima kasih...
Miss U All...
TBC..
__ADS_1