
Alexa menyiapkan sarapan untuk Frans pagi ini. Ia memasak nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya. Padahal selama ini Alexa tidak bisa makan nasi goreng karena penyakit maghnya.
" Hmm sepertinya enak nih." Ucap Frans menghampiri Alexa.
" Semoga ya Pi." Sahut Alexa membuat Frans tersenyum dengan sebutan Pi. Entah mengapa rasanya begitu hangat di hatinya.
" Aksa lagi apa Pi?" Tanya Alexa menatap Frans.
" Bobok lagi dianya, oh ya sayang hari ini aku harus ke showroom karena ada pelanggan yang mau mengagendakan liburan." Ujar Frans.
" Iya nggak pa pa, kamu hati hati." Sahut Alexa.
" Kamu juga hati hati sayang! Kalau ada apa apa langsung telepon aku, aku akan pulang agak sore nanti." Ujar Frans.
Alexa menganggukkan kepalanya.
Mereka makan dengan khidmat, selesai sarapan Frans berangkat kerja. Alexa kembali ke kamarnya menyusui Aksa.
" Anak Mami sayang kamu cakep banget sih! Mirip banget sama papi kamu." Alexa mengelus lembut pipi Aksa.
Ting tong...
Alexa menidurkan Aksa di ranjang. Ia segera membuka pintunya.
" Mas Arian, darimana Mas tahu kalau aku tinggal di sini?" Tanya Alexa.
" Aku salah satu pelanggan Frans, jadi aku bisa dengan mudah menemukan alamatnya." Sahut Arian.
" Silahkan masuk!" Ucap Alexa.
Keduanya duduk di sofa ruang tamu. Alexa segera membuatkan segelas jus mangga kesukaan Arian lalu menyajikannya di depan meja Arian.
" Kau masih ingat kesukaanku Xa." Ucap Arian.
" Hanya kebetulan saja Mas." Sahut Alexa mencoba mengendalikan dirinya.
Bagaimana tidak? Di saat Alexa ingin melupakan perasaannya pada Arian, tiba tiba Arian muncul di depannya. Ingin sekali ia memeluknya dengan erat namun sekuat tenaga ia menahannya.
" Oh ya ada perlu apa kamu ke sini Mas?" Tanya Alexa.
" Mas butuh pendapatmu Xa, saat ini Mas sedang dalam masalah besar." Ucap Arian.
" Masalah besar?" Alexa mengerutkan keningnya.
" Mas menabrak seorang wanita, dan saat ini kedua kakinya mengalami kelumpuhan Xa. Mas bingung harus bagaimana karena keluarganya menuntut Mas untuk menikahinya. Mereka berpikir tidak akan ada pria yang mau menikahi wanita cacat seperti putrinya. Mas benar benar bingung Xa, kenapa hidup Mas jadi kacau seperti ini setelah kau tinggalkan." Ucap Arian menghela nafasnya pelan.
Alexa bisa melihat kesedihan di wajahnya. Rasa bersalah kembali menyeruak di dalam. hatinya.
" Pernikahan.... Masih ada rasa trauma di dalam diri Mas tentang pernikahan Xa, Jika Mas menikahinya Mas takut gagal lagi apalagi Mas sama sekali tidak mengenalnya apalagi mencintainya. Tapi Mas juga tidak bisa mengabaikan nasibnya begitu saja, Mas harus bagaimana Xa?" Sambung Arian.
" Maafkan aku Mas! Karena perbuatanku meninggalkan luka di dalam hatimu. Aku tidak menyangka jika semuanya akan berakhir begini. Maafkan aku Mas!" Ucap Alexa menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Mas sudah memaafkanmu Xa, Mas juga sudah ikhlas melepasmu. Demi kebahagiaanmu Mas rela melakukan apapun." Sahut Arian.
Hening...
Keduanya nampak fokus pada pemikiran masing masing. Alexa yang di mintai pendapat nyatanya hanya diam saja. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
" Bagaimana menurutmu Xa? Apa Mas harus menikahinya? Atau lebih baik Mas masuk penjara saja?" Tanya Arian menatap Alexa.
" Kalau kau sampai masuk penjara, maka repurtasimu akan hancur Mas. Menurutku akan lebih baik jika kau menikahinya dan belajar menerimanya, aku yakin kau bisa melakukannya Mas. Cinta akan hadir seiring berjalannya waktu, tapi satu pesanku! Kau harus selalu ada untuknya! Apalagi dengan kondisi dia yang seperti ini, dia sangat membutuhkan dukunganmu Mas." Ujar Alexa.
Arian nampak memikirkan ucapan Alexa sambil mengangguk anggukan kepala.
" Kau benar Xa, kalau begitu aku akan menikahinya. Aku akan mencoba berdamai pada keadaan dan menerimanya sebagai istriku sebagai bentuk tanggung jawabku padanya, aku akan memberikan waktuku untuk mengurusnya. Semoga ini jalan Tuhan untuk membuatku bahagia." Ucap Arian pasrah.
" Aku doakan semoga kau selalu bahagia Mas, kau pria yang baik dan bertanggung jawab. Hanya saja aku yang tidak pandai bersyukur, maafkan aku!" Lagi lagi Alexa meminta maaf pada Arian.
Sambil menghabiskan minumannya, Arian dan Alexa saling mengobrol.
" Mas harus pergi Xa, tidak enak kalau Mas lama lama ada di sini. Terima kasih sudah memberikan Mas masukan, sekarang Mas merasa lega karena masalah Mas telah teratasi. Datanglah ke pernikahan Mas nanti." Ucap Arian.
" InsyaAllah Mas." Sahut Alexa.
Alex mengantar Arian sampai teras, belum juga sampai pintu tiba tiba...
" Awh." Pekik Alexa berjongkok.
" Kamu kenapa Xa?" Arian jongkok di depannya.
" Magh kamu kambuh, kamu pasti telat makan." Ujar Arian.
" Aku tadi makan nasi goreng Mas." Sahut Alexa.
" Sudah tahu kalau setiap makan nasi goreng perutmu akan terasa panas, lalu kenapa kamu makan hah? Selalu saja ceroboh." Ucap Arian.
" Aduh Mas sakit banget."
Keringat dingin meluncur di dahi Alexa karena saking sakitnya. Tidak tega melihat itu Arian menggendong Alexa lalu menurunkannya di sofa, tiba tiba...
" Apa yang kalian lakukan hah?" Teriak Frans.
Frans yang melihatnya seketika terbawa emosi, dengan langkah cepat ia menghampiri keduanya.
" Frans." Ucap Alexa menatap Frans.
" Apa ini yang kalian lakukan jika tidak ada aku di rumah? Apa kalian sering ketemuan di belakangku? Apa ini yang kau lakukan Alexa?" Bentak Frans.
" Aku bisa menjelaskannya Pi." Ujar Alexa.
" Tenang Frans! Ini tidak seperti yang kau kira. Alexa...
" Alexa apa hah?" Bentak Frans.
__ADS_1
" Ini sebabnya kau tidak kunjung membalas perasaanku Alexa! Karena apa? Karena di dalam pikiranmu masih ada Arian. Aku tidak menyangka kau bermain di belakangku! Tapi aku tidak heran karena memang ini sifatmu dari dulu, kau wanita murahan!" Frans menunjuk wajah Alexa.
Deg..
Jantung Alexa terasa berhenti berdetak. Sakit rasanya saat Frans menganggapnya sebagai wanita murahan.
Alexa berlari sambil membungkuk memegangi perutnya. Frans membulatkan matanya menatap Alexa yang terus menaiki anak tangga.
" Dia... " Frans menatap Arian.
" Ya... Magh nya kambuh dan dia tidak bisa berjalan makanya aku menggendongnya." Ucap Arian.
" Kami tidak berhubungan saja kau bisa semarah ini, lalu bagaimana dengan aku? Kalian menjalin hubungan di belakangku selama berbulan bulan lamanya, tapi aku tidak pernah menyebut Alexa sebagai wanita murahan. Aku tidak pernah menyalahkannya dalam setiap masalah apapun, aku selalu menyalahkan diriku sendiri. Semoga Alexa memaafkan ucapanmu yang menyakitkan itu." Arian pergi meninggalkan Frans.
" Arghhh... " Frans menarik kasar rambutnya.
Ia segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Ceklek...
Frans menatap Alexa yang sedang telungkup di atas ranjang. Bahunya naik turun menandakan ia sedang menangis. Dengan pelan Frans menghampirinya.
" Sayang maafkan aku!" Frans mengelus kepala Alexa.
" Hiks... hiks... " Isak Alexa.
" Sayang ku mohon jangan menangis! Aku tidak sanggup melihatmu menangis seperti ini. Maafkan ucapanku! Maafkan aku." Frans memeluk punggung Alexa.
Alexa tidak bergeming, ia terus terisak mengeluarkan sesak di dadanya.
" Sayang berhentilah menangis! Lebih baik kau pukul aku saja daripada menangis seperti ini." Tak terasa air mata Frans menetes di pipinya.
" Maafkan aku sayang!" Ucap Frans.
Oek oek oek...
Aksa menangis, Frans segera menggendongnya.
" Anak Papi sayang ikutan sedih ya, maafkan Papi ya sayang! Maafkan Papi yang telah membuat mami kamu sedih." Frans menciumi pipi putranya.
Alexa masih dengan posisinya membuat Frans merasa sangat bersalah.
Nah loh Frans mau di apain udah bikin Alexa nangis?
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author ya...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All...
TBC....
__ADS_1