
Pagi ini Arian membantu Dira mandi, dengan telaten ia menggosok punggung Dira dengan busa sabun.
" Maaf Mas aku telah merepotkanmu." Ucap Dira.
" Tidak masalah ini sudah kewajibanku." Sahut Arian.
Setelah selesai, Arian menggendong Dira ke ranjangnya. Tanpa malu ia membantu Dira berpakaian. Arian menyisir rambut panjang Dira.
" Selesai, sekarang ayo kita sarapan." Arian menggendong Diran ke kursi rodanya, ia mendorongnya menuju meja makan.
" Biar aku ambil sendiri Mas!" Ucap Dira.
Keduanya makan dengan khidmat. Dira nampak bahagia dengan perlakuan Arian padanya. Ia mencuri pandang menatap Arian yang sedang makan.
" Aku berharap kau bisa menjadi milikku selamanya Mas, aku juga berharap kau bisa mencintaiku seperti kau mencintai Alexa." Batin Dira.
Dira melanjutkan makannya. Selesai makan ia kembali ke kamarnya, Arian membopongnya ke atas ranjang. Tatapan mereka bertemu...
Deg... deg... deg...
Jantung keduanya berdetak dengan kencang, Arian menatap Dira dengan sangat dalam.
" Mas.. " Lirih Dira.
" Maaf." Ucap Arian salah tingkah.
" Aku berangkat dulu! Semua kebutuhanmu sudah aku siapkan di atas nakas, aku akan pulang saat makan sian nanti. Kalau ada apa apa segera telepon aku." Ucap Arian.
" Iya Mas, hati hati!" Ucap Dira.
Arian menganggukkan kepalanya. Arian segera keluar kamarnyakamarnya untuk berangkat kerja.
Dira senyam senyum sendiri membayangkan tatapan mata Arian.
" Semoga berawal dari mata lalu turun ke hati dan berakhir bahagia." Gumam Dira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alexa baru saja memakaikan baju kepada Aksa. Ia menghampiri Frans yang sedang sibuk dengan laptop di depannya.
" Pi ajak Aksa dulu donk! Aku mau mandi." Ujar Alexa.
" Bentar sayang! Tunggu aku selesai dulu ya." Sahut Frans.
" Masih lama nggak?" Tanya Alexa.
" Enggak kok, bentar lagi selesai." Sahut Frans.
Alexa berjalan menuju balkon kamarnya. Ia menimang nimang Aksa hingga hampir satu jam lamanya. Ia menghampiri Frans dengan kesal.
" Kapan sebentarnya? Kenapa dari tadi belum kelar kelar Pi?" Tanya Alexa menatap Frans.
" Iya bentar lagi!" Sahut Frans tanpa menoleh ke arah Alexa.
Alexa menidurkan Aksa di atas ranjang, ia menyusuinya berharap Aksa mau tidur. Hingga satu jam lamanya Aksa baru tertidur. Alexa menatap Frans yang justru berkutat dengan ponselnya sambil senyam senyum sendiri.
__ADS_1
Alexa turun dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ia keluar kamar hendak ke dapur, saat ia menuruni anak tangga tiba tiba kepalanya terasa nyeri pandangannya kabur dan...
" Aaaaaaa." Teriak Alexa.
Frans yang mendengar teriakan Alexa segera berlari menghampirinya dan...
" Alexa!!!!!" Teriak Frans saat melihat tubuh Alexa tergeletak di lantai dengan kepala bersimpah darah.
" Alexa... " Frans mendekati Alexa, ia memangku kepala Alexa di pahanya.
" Sayang bangun sayang! Sayang jangan tinggalkan aku!" Frans menepuk pipi Alexa berharap Alexa akan membuka matanya. Namun usahanya sia sia.
" Sayang aku mohon bangunlah! Maafkan aku!" Frans menarik kepala Alexa ke dalam dekapannya.
Frans segera membopongnya Alexa menuju mobilnya. Ia segera melarikan Alexa ke rumah sakit terdekat. Aksa ia titipkan pada pembantu barunya yang bernama Nia.
Sesampainya di rumah sakit, Alexa segera di tangani oleh dokter. Frans menunggunya di depan ruangan ICU.
" Ya Tuhan selamatkanlah Istriku! Aku mohon padamu ya Rob." Ucap Frans lesu.
Satu jam kemudian dokter keluar dari ruangan, Frans segera menghampirinya.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Frans.
" Beruntung tidak ada yang serius dengan lukanya Tuan, sepertinya asam lambung istri anda kambuh itu sebabnya dia merasa pusing saat menuruni tangga. Saya sudah pernah bilang jaga pola makannya, jangan sampai terlambat makan." Terang dokter.
" Terlambat makan." Gumam Frans.
" Ya saya rasa nona Alexa belum makan sejak pagi." Sahut dokter.
" Pasien sudah bisa di temui di ruang melati tuan, saat ini pasien butuh perawatan untuk memastikan tidak ada luka dalam pada kepalanya." Ucap dokter.
" Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok!" Ucap Frans.
" Tentu tuan, saya permisi." Ucap dokter meninggalkan Frans.
Frans segera ke ruang rawat Alexa, ia masuk ke dalam menghampiri Alexa yang sedang terbaring lemah di atas ranjang. Ia duduk di kursi tepi ranjang menatap Alexa yang masih setia memejamkan matanya.
Sebenarnya Alexa sudah sadar tapi ia terlalu malas melihat wajah Frans. Itu sebabnya ia pura pura tidur.
" Maafkan aku sayang!" Frans mencium punggung tangan Alexa.
" Saat kau meminta bantuanku justru aku sibuk dengan pekerjaanku, aku tidak tahu kalau kau belum makan sayang. Aku harus melaporkan semua penghasilan dan keuntungan perusahaan pada meeting besok pagi. Aku harus turun mengecek laporannya langsung untuk menghindari kekeliruan." Ucap Frans.
" Setelah itu Toni mengirim pesan padaku, dan kami malah asyik berbalas pesan. Maafkan aku sayang! Maafkan aku yang bodoh ini! Hiks... " Isak Frans menyesali perbuatannya.
Alexa membuka matanya.
" Kamu sudah sadar sayang, terima kasih." Frans memeluk Alexa sebentar.
" Mana yang sakit sayang?" Frans menatap Alexa.
Alexa memalingkan wajahnya membuat hati Frans mencelos.
" Maafkan aku sayang! Aku telah ceroboh dalam menjagamu. Maafkan aku yang telah mengabaikanmu demi pekerjaanku. Aku menyesal sayang, sangat menyesal. Maafkan aku!" Frans mencium tangan Alexa lama.
__ADS_1
" Bukan kamu Pi tapi aku, aku yang ceroboh tidak bisa menjaga diriku sendiri. Seharusnya aku tidak mengharap bantuan orang lain untuk menjaga anakku sendiri." Ucap Alexa menarik tangannya.
Ucapan Alexa begitu menohok hati Frans.
" Dia putraku sayang, jangan katakan kalau dia anakmu sendiri. Maafkan aku!" Ucap Frans.
Tak terasa air mata Frans menetes begitu saja. Ia merasa sangat sedih mendapat perlakuan dingin dari Alexa.
" Sayang... " Panggil Frans.
Alexa tidak bergeming, Frans menghela nafasnya pelan.
Drt drt drt....
Ponsel Frans berdering tanda panggilan masuk.
" Pak satpam?" Gumam Frans.
Frans segera mengangkatnya.
" Halo Pak, ada apa?" Tanya Frans.
" Pak Frans saya lihat pembantu baru anda membawa den Aksa pergi naik mobil, sepertinya dia membawa kabur den Aksa Pak, soalnya dia membawa tas besar."
" Apa??" Pekik Frans.
" Cegah dia Pak! Jangan sampai di keluar dari rumah saya." Titah Frans.
" Tapi mobil mereka sudah meninggalkan kompleks Pak, saya mencoba menelepon bapak dari tadi tapi tidak bisa, sepertinya ada gangguan signal di sini Pak." Ujar pak Satpam membuat Frans lesu.
" Aku akan segera pulang Pak, tolong minta bantuan satpam kompleks depan untuk mencegahnya, siapa tahu dia belum pergi jauh dari sana." Ujar Frans.
" Siap Pak." Sahut pak satpam.
Frans memutuskan sambungan teleponnya.
" Ada apa Pi? Apa yang terjadi?" Tanya Alexa.
Frans menatap Alexa sambil berpikir apakah ia harus memberitahu Alexa atau tidak.
" Katakan ada apa Pi!" Tekan Alexa.
" Nia membawa kabur Aksa."
Jeduar......
Bagaimana kelanjutannya?
Tekan like koment vote untuk mensuport karya author...
Terima kasih untuk readers yang telah memberikan support pada author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC..
__ADS_1