Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
The Last BONCHAP


__ADS_3

" Pikirkan baik baik ucapanku Alexa! Jika kau sampai salah melangkah maka kau akan menyesal karena telah kehilangan semuanya." Ujar Arian.


" Ayo sayangnya Papa kita jalan jalan!" Ajak Arian kepada kedua putranya.


" Iya Pa." Sahut Aksa dan Aska bersamaan.


Arian membawa twins ke taman belakang, ia sengaja memberikan waktu untuk Frans dan Alexa menyelesaikan masalah mereka.


Frans mendekati Alexa, ia menatap Alexa dengan tatapan penuh rasa bersalah. Frans menggenggam tangan Alexa.


" Sayang aku minta maaf! Aku menyesali perbuatanku sayang. Jujur... Selama ini aku merasa kesepian, kau selalu sibuk dengan kedua putra kita. Bahkan kau tidak ada waktu untukku lagi. Kebutuhan biologisku terabaikan begitu saja. Aku pria normal sayang, melihat Diana seperti itu membuat jiwa kelakianku meronta. Aku gelap mata, saat dia menggodaku bukannya aku menghindar aku justru tergoda dengan rayuannya. Aku memang bodoh... Sangat bodoh sayang." Ucap Frans.


" Aku bersyukur kau datang tepat waktu. Itu tandanya Tuhan menyelamatkan hubungan kita sayang. Jika Tuhan saja masih ingin kita bersama lalu kenapa kau ingin berpisah dariku? Aku mohon pikirkan baik baik keputusanmu ini." Sambung Frans.


Alexa menarik tangannya.


" Akan sudah memikirkan baik baik tentang keputusanku, aku tidak akan pergi, aku akan tetap berada di sini."


Frans merasa sangat bahagia mendengar ucapan Alexa.


" Terima kasih sayang." Ucap Frans mencium tangan Alexa.


" Tapi aku belum memaafkanmu. Hatiku juga tidak bisa kembali seperti sebelumnya." Ucap Alexa.


" Apa maksudmu sayang?" Tanya Frans.


" Hatiku sakit, dan rasa sakit itu membuat hatiku hambar. Aku akan lihat apakah kau membuat kesalahan lagi atau tidak. Jika iya, maka aku akan pergi saat itu juga. Jika tidak mungkin perasaan itu akan kembali untukmu sepenuhnya." Ujar Alexa.


" Aku paham maksudmu sayang, apapun alasanmu aku akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan ini lagi. Aku mencintaimu." Ucap Frans hendak mencium Alexa namun Alexa menghindarinya.


Alexa berlalu dari kamarnya, Frans menghela nafasnya. Walaupun sikap Alexa berubah setidaknya cintanya tidak akan berubah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepuluh tahun berlalu kini Aksa dan Aska tumbuh menjadi pria yang sangat tampan. Mereka menjadi idola di sekolahnya. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di semester kedua. Nampak Alexa sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.


" Pagi Mami." Sapa Aksa dan Aska bersamaan.


" Pagi sayang." Sahut Alexa.


Aska dan Aksa menghampiri Alexa dan..


Cup...


Aksa mencium pipi kiri sedangkan Aska mencium pipi kanan Alexa karena kening bagian Frans.


" Ciuman selamat pagi." Ucap keduanya duduk di kursinya.

__ADS_1


Tak lama Frans juga menghampiri Alexa.


" Pagi sayang." Sapa Frans mencium kening Alexa.


" Pagi Pi." Sahut Alexa.


" Sekarang saatnya makan, Mami mengambilkan makanan untuk papi dulu baru kalian."


" No Mam." Ucap Aska.


" Kami yang akan melayani Mami mulai hari ini. Mami sudah mengurus kami selama ini. Sekarang giliran kami yang akan mengurus Mami walaupun hanya hal kecil saja." Timpal Aksa.


Alexa tersenyum bahagia mendengar ucapan kedua putranya yang sangat menyayanginya itu.


" Terus Papi siapa yang mengurus?" Tanya Frans.


" Mami." Sahut twins.


" Mulai sekarang Mami hanya akan mengurus Papi." Ujar Aska.


" Kalian pintar sekali, sebagai imbalannya kalian mau apa dari Papi?" Tanya Frans menatap keduanya.


" Kami mau... " Aksa menjeda ucapannya.


Twins saling melempar pandangannya lalu menatap kedua orang tuanya.


" Kami mau adek bayi." Ucap keduanya bersamaan.


" Kenapa ekspresi Mami seperti itu?" Tanya Aska.


" Kami hanya menginginkan adek bayi Mi." Timpal Aksa.


" Bagaimana bisa kalian meminta itu aoda Mami? Mami sudah tua sayang. Di usia Mami sangat beresiko untuk hamil lagi. Jadi buang jauh jauh keinginan kalian itu." Ucap Alexa mengambilkan makanan untuk Frans.


" Tapi Mi." Ucap Aska.


" Sekarang makanlah! Tidak perlu membahas hal yang tidak penting atau kalian akan terlambat ke sekolah." Ucap Alexa.


" Mi kami cuma...


" Aksa... " Tekan Alexa.


" Baiklah Mi, maaf." Ucap Aksa menundukkan kepalanya.


" Makanlah yang banyak! Hari ini kalian ada pertandingan basket kan? Kalian harus mencetak kemenangan untuk Mami." Ucap Alexa.


" Oke Mami." Sahut twins.

__ADS_1


Mereka makan dengan khidmat. Selesai makan Frans berangkat ke kantor sedangkan twins berangkat ke sekolah.


Setelah kepergian mereka Alexa kembali ke kamarnya. Ia membuka laci almarinya lalu mengambil sebuah foto yang masih sangat terawat. Ia duduk di tepi ranjang sambil memandang foto.


" Aksa... Dimana kamu Nak? Kenapa sampai sekarang kamu belum juga di temukan? Entah kenapa Mami mempunyai keyakinan kalau kamu masih hidup Nak. Kamu selalu datang dalam mimpi Mami. Mami berharap suatu saat kamu bisa datang ke hadapan mami dan mami akan memelukmu. Mami tidak akan melepaskanmu jika saat itu tiba sayang. Mami selalu berdoa, dimanapun kamu berada semoga kau selalu bahagia." Ucap Alexa memeluk foto Aksa kecil.


Walaupun di depan keluarga ia berkata ikhlas menerima kepergian Aksa, namun pada kenyataannya ia tidak bisa. Ia selalu teringat dengan putra pertamanya.


" Mami."


Alexa menoleh ke arah pintu, nampak twins berdiri di sana. Alexa segera menyembunyikan fotonya, ia mengusap air mata di sudut matanya.


Twins menghampiri Alexa, keduanya duduk mengapit Alexa. Twins menyandarkan kepala mereka di bahu Alexa.


" Kenapa kalian belum berangkat hmm? Nanti kalau kalian terlambat kalian akan mendapat hukuman. Sekarang berangkatlah!" Ucap Alexa.


" Kami tidak mau. Kami ingin menemani Mami di sini." Sahut Aska.


" Memangnya kenapa dengan Mami? Mami tidak kenapa napa sayang." Ujar Alexa.


" Jangan berbohong lagi Mi! Kami tahu kalau selama ini Mami diam diam menangis merindukan Bang Aksa. Tapi kami pura pura tidak tahu karena takut menyinggung Mami. Tapi sekarang kami tidak bisa hanya melihatnya, kami ingin meringankan beban kesedihan Mami." Ucap Aksa.


" Bersandarlah pada bahu kami Mam! Kami siap menjadi pelampiasan Mami mengeluarkan kesedihan." Ucap Aska.


Alexa nampak terharu dengan kedua putranya. Entah mengapa twins memiliki ikatan kuat dengan Akexa. Apapun yang Akexa rasakan keduanya bisa merasakannya.


" Terima kasih sayang, Mami bangga memiliki kalian berdua." Ucap Alexa mengelus kepala twins.


" Kami menyayangi Mami." Ucap twins.


" Kami lebih menyayangi kalian berdua sayang. Mami selalu berdoa semoga kalian tidak terpisahkan. Semoga kalian bahagia dan mendapatkan jodoh yang baik nantinya." Ucap Alexa


" Kami bahagia jika Mami bahagia. Karena kebahagiaan kami adalah melihat Mami bahagia." Sahut Aksa.


" Terima kasih sayang, Mami tidak tahu bagaimana menjalani hidup tanpa kalian berdua. Kalian memang anak anak Mami yang baik." Ujar Alexa.


" Kami berjanji kepada Mami kalau suatu hari nanti kami pasti akan menemukan bang Aksa. Kami akan membawa bang Aksa kembali bersama kita. Kita akan berkumpul dan hidup bahagia." Ujar Aska.


Alexa tersenyum bahagia.


" Terima kasih Tuhan telah memberikan kebahagiaan ini." Batin Alexa.


Bisakah twins bertemu dengan Aksa?


Lanjut kisahnya di sini ya...


__ADS_1


Miss U All....


...Tamat ...


__ADS_2