Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
Malam Pengantin


__ADS_3

Setelah Alexa menidurkan Aksa di sisi ranjang yang biasa ia tiduri, Alexa mendekati Frans lalu membuka selimutnya.


" Frans... " Alexa mengguncang pelan pundak Frans.


" Engh." Lenguh Frans mengubah posisinya menjadi terlentang.


Frans membuka matanya menatap Alexa.


" Aksa sudah tidur." Ucap Alexa.


Frans menoleh sebentar ke arah Aksa lalu ia menatap Alexa kembali.


" Lalu?" Tanya Frans.


" Lalu? Kau tadi menunggu dia tidur, sekarang setelah dia tidur kamu malah nanya." Ujar Alexa cemberut.


" Ya sudah sekarang kamu tidur aja." Ucap Frans memeluk Alexa.


" Kok malah tidur sih!" Ucap Alexa.


" Terus kamu maunya apa?" Goda Frans.


" Tau ah." Sahut Alexa kesal.


" Aku tahu kalau kamu mau memberikan hakku malam ini, tapi aku tidak mau memaksamu sayang. Aku ingin melakukannya atas dasar suka sama suka. Saling menginginkan satu sama lain bukan karena kamu terpaksa." Ujar Frans.


" Aku menginginkannya Frans." Ucap Alexa sedikit gugup.


Ya ia harus melakukan ini karena kewajibannya sebagai seorang istri, ia juga ingin menghapus nama Arian dan menggantikan dengan nama Frans dalam hatinya.


Tuhan sudah menyatukannya dengan Frans, dan ia tidak mau mengalami kegagalan lagi. Ia berharap ini pernikahannya yang terakhir.


" Jangan bohong hanya untuk menyenangkan aku sayang! Tenang saja aku bisa menunggu sampai kau benar benar menginginkannya karena cinta yang tumbuh di hatimu." Ucap Frans mengeratkan pelukannya.


Alexa dapat merasakan detak jantung Frans yang berdegup sangat kencang. Sama seperti saat pertama kali ia memeluknya dulu.


Alexa menatap mata Frans yang terlihat memerah. Ia tersenyum manis ke arah Frans.


" Dulu kita melakukannya dengan ragu dan aku harus membentengi diriku karena ada hubungan yang harus kita jaga, sekarang Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk menyatukan perasaan kita lagi. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk merajuk kenangan indah yang bahagia tanpa takut melukai perasaan orang lain lagi." Ucap Alexa.


Frans tersenyum ke arahnya.


" Kau yang memintanya, jangan harap aku akan melepaskanmu begitu saja." Ucap Frans.


" Aku ingin tahu seberapa kuat dirimu, ciuman saja kau payah! Bahkan kau tidak bisa membalas gigitanku." Ucap Alexa mengejek.


" Kamu mengejekku, akan aku buktikan seberapa kuat milikku ini. Kau akan menyesal karena telah menantangnya." Sahut Frans.


" Coba saja!" Sikap menantang Alexa muncul ke permukaan.


Dengan sigap Frans menindih tubuh Alexa. Ia merapikan anak rambut Alexa sambil terus menatap wajahnya. Alexa mengalungkan tangannya ke leher Frans.


" Apa kau bisa melakukannya?" Tanya Frans memastikan.

__ADS_1


" Kenapa tidak?" Alexa balik bertanya.


" Baiklah!" Sahut Frans.


Frans memajukan wajahnya, ia menyusupkan tangannya ke belakang kepala Alexa lalu mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa memejamkan matanya mencoba menerima setiap sentuhan Frans.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Setelah puas bermain di bibir, ciuman Frans turun ke leher Alexa. Ia memainkan lidahnya di sana. Sesekali ia menyesap meninggalkan tanda merah di sana membuat tubuh Alexa menegang.


" Sshhh Frans." Beruntung Alexa tidak salah menyebut nama.


" Apa sayang?" Goda Frans dengan suara seraknya.


Frans kembali bermain di leher Alexa, tangannya mulai bergerilya kemana mana sampai berhenti di salah satu gundukan kembar Alexa. Ia meremas nya pelan membuat Alexa mendes"h.


Tanpa Alexa sadari jika Frans telah berhasil membuka piyama tidurnya. Tubuh putihnya terpapang jelas di mata Frans membuat jiwa kelakian Frans meronta.


Frans membuka kain yang menutupi bagian sensitif Alexa. Ia memanjakan tubuh Alexa dengan sentuhan lembutnya. Alexa hanya bisa pasrah di bawah kukungannya.


Malam ini Alexa berhasil menjalankan kewajibannya. Ia mencoba mengukir kembali nama Frans di dalam hatinya. Keduanya saling menyatukan dan melengkapi perasaan masing masing dalam indahnya surga dunia.


" Terima kasih sayang." Frans mencium kening Alexa setelah sama sama mencapai puncak nirwana.


Ia menyelimuti tubuh Alexa sampai batas dada.


" Tidurlah sayang." Ucap Frans kembali mencium Alexa.


Frans memakai pakaiannya lalu memindahkan Aksa di tengah tengah mereka. Ia tidur sambil memeluk Aksa, sedangkan Alexa sudah tidur duluan mungkin efek kelelahan.


Pagi ini Alexa bangun kesiangan. Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. Tidak ada Aksa ataupun Frans. Alexa turun dari ranjang menuju kamar mandi.


" Kalian di sini rupanya, kenapa tidak membangunkan aku?" Alexa duduk di samping Frans.


" Aku tidak tega, tidurmu terlihat sangat pulas." Sahut Frans.


" Maaf! Aku merasa sangat lelah." Ucap Alexa.


" Tidak masalah sayang." Sahut Frans.


" Anak Mami udah ganteng aja nih, senang ya di mandiin sama Papi." Alexa mengelus pipi Aksa.


" Iya donk Mam." Sahut Frans menirukan suara anak kecil.


Frans tersenyum melihat leher Alexa yang penuh dengan lukisannya.


" Ngapain senyum senyum gitu? Bangga ya dengan karya seni yang kamu lukiskan di leherku!" Cebik Alexa.


" Iya donk, dulu aku harus sembunyi sembunyi melakukannya sekarang aku sudah bisa mengeksposnya." Ucap Frans.


" Kamu yah bener bener, udah lah aku mau masak aja daripada dekat dekat sama kamu cuma di ledekin mulu." Ujar Alexa.


" Gantian donk sayang! Dulu kamu yang suka godain aku sekarang aku yang suka godain kamu, biar impas." Sahut Frans.


" Mami masak dulu ya sayang." Alexa mencium pipi Aksa.

__ADS_1


" Pipi Papinya belum." Ucap Frans.


" Nggak mau!" Ucap Alexa menatap Frans.


" Pengin di sentuh ini Yank!" Ucap Frans.


" Apa sih! Godain mulu deh." Alexa meninggalkan Frans menuju dapur.


Frans menggelengkan kepalanya. Ini lah yang membuatnya selalu jatuh cinta pada Alexa setiap harinya.


Alexa mulai memasak, hari ini ia memasak rendang dan sop buntut sapi. Setelah selesai ia segera menanya di meja makan.


Alexa menghampiri Frans yang sedang bermain dengan Aksa di kamarnya.


" Frans sarapan udah siap." Ucap Alexa.


" Ganti panggilannya donk! Kamu seperti memanggil teman kamu bukan suamimu." Ujar Frans.


" Memangnya aku harus memanggilmu apa? Sayang? Hubby? Cintaku? Suamiku?" Tanya Alexa menghampirinya.


" Terserah kamu manggil aku apa, yang jelas jangan panggil nama." Sahut Frans.


" Karena kita sudah punya anak maka aku akan memanggilmu Papi. Bagaimana?" Tanya Alexa.


" Ide yang bagus, coba ulangi!" Ujar Frans.


" Papi... Sarapannya udah siap." Ucap Alexa.


" Ha ha ha ha.. " Alexa tertawa lepas mendengar ucapannya sendiri. Frans tersenyum melihatnya.


Grep..


Frans menarik tangan Alexa hingga jatuh ke pangkuannya. Alexa menatap Frans dengan jantung deg deg an.


" Perasaan ini mulai muncul lagi di hatiku. Sepertinya aku bisa dengan mudah melupakan Mas Arian. Maafkan aku Mas Arian! Ternyata memang Frans mampu meluluhkan hatiku dengan mudah seperti yang ia lakukan selama ini. Perhatiannya, kasih sayangnya, cintanya, membuatku selalu merasa nyaman berada di dekatnya." Ujar Alexa dalam hatinya.


" Kau memikirkan apa? Jangan bandingkan aku dengan Arian! Karena kami orang yang berbeda." Ucap Frans merapikan anak rambut Alexa.


" Aku sedang tidak membandingkan siapapun, aku hanya sedang memastikan perasaanku sendiri." Sahut Alexa.


" Lalu bagaimana perasaanmu padaku?" Tanya Frans.


" Masih abu abu, aku belum berhasil mengukir namamu dengan jelas di hatiku. Tapi aku berjanji padamu, aku akan berusaha sebisa mungkin, karena aku tidak mau gagal lagi dalam pernikahan. Aku harpa kau akan sabar menunggu." Ucap Alexa.


" Aku akan menunggunya seperti aku menunggumu selama ini sayang." Sahut Frans mencium pipi Alexa.


Hai Hai readers tersayang... Di sini Alexa bukan murahan ya tapi dia sedang berusaha menjadi seorang istri yang baik. Belajar dari pengalaman sebelumnya ia tidak mau sampai perselingkuhan terjadi di dalam pernikahan mereka. Apalagi sudah ada anak di antara mereka.


Jangan lupa tekan like koment dan kasih 🌹yang banyak buat author...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2