Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
MERASA BERSALAH


__ADS_3

Yaitu... Karena kau tidak setia pada istrimu sehingga semua ini terjadi ~Me


Setia kok ~Frans


Berarti sudah hilang kan perasaannya? Sudah tidak ada lagi perasaan untukku kan? ~Me


Masih lah.. Perasaan ini sangat sulit aku lupakan ~Frans


Alexa terus mencoba menggoda Frans dengan candaan berharap hati Frans luluh dan tidak marah lagi.


Biasanya kalau membahas soal istri Frans, Alexa akan merasa sakit hati. Tapi kali ini terasa biasa biasa saja. Alexa semakin yakin dengan perasaannya.


Chat terus berbalas sampai pada...


Pengin peluk, tapi takut ada satpam yang siap jaga~ Frans


Besok malam! Kaya'nya satpamnya pulang ~ Me


Trauma ada lampu senter yang menyorot πŸ˜‚ ~ Frans


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ ~Me


Alexa tertawa sendiri mengingat kejadian waktu itu.


Salah sendiri waktu nggak ada mamaku kamu nggak mau ke sini ~ Me


Takut aja! Biasanya kalau firasatku tidak enak pasti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ~ Frans.


Mereka bertukar pesan sampai malam.


Keesokan harinya mereka juga bertukar pesan hingga siang hari. Entah apa yang mereka bahas hanya mereka yang tahu.


Selesai bertukar pesan Alexa segera membuat naskah untuk salah satu novelnya.


Malam hari menjelang. Alexa duduk bersandar pada ranjang sambil berkarya menuruti imajinasinya. Ia teringat Frans yang akan datang ke rumahnya, lalu ia mengirimkan pesan kepadanya.


Satpam sudah pulang, apa kau mau ke siniπŸ˜ƒ~ Me


Iya aku akan ke sana, aku akan menuruti keinginanmu 😁 ~ Frans


Kalau kamu terpaksa nggak usah kemari ~Me


Iya iya maaf, aku ke sana untuk menghilangkan rasa yang menyesakkan dada. Siapa tahu setelah bertemu denganmu sesak itu akan hilang ~ Frans


Semoga saja ~ Me


" Akan aku pastikan kalau aku tidak ada rasa sama kamu, aku juga tidak akan terbawa oleh suasana lagi Frans. Aku bisa melepasmu dengan ikhlas, tapi sebelum Mas Arian pulang biarlah tetap seperti ini! Kita akan lupa dengan perasaan masing masing saat aku tidak bisa menghubungimu lagi." Monolog Alexa.


Drt drt drt


Ponsel Alexa berdering tanda panggilan video.


" Mas Arian." Gumam Alexa.


Ia segera mengangkatnya.


" Halo Mas."


Nampak wajah tampan Arian terpapang di ponsel Alexa.


" Halo sayang, lagi apa?" Tanya Arian.


" Biasa lagi ngetik naskah." Sahut Alexa.


" Owh, Mas ganggu ya." Arian tersenyum manis.


" Enggak kok Mas, Mas udah makan belum?" Tanya Alexa.


" Udah barusan." Sahut Arian.

__ADS_1


Keduanya melanjutkan mengobrol sambil sesekali bercanda.


Alexa merasa bersalah melihat Arian yang sangat peduli kepadanya. Rasa hangat menjalar di dalam hatinya saat melihat wajah tampan dan teduh suaminya.


" Aku hanya mencintainya... Ya.. Aku hanya mencintai Mas Arian bukan yang lain." Batin Alexa.


Setelah hampir setengah jam mengobrol,


" Ya sudah sayang, Mas mau istirahat dulu kamu lanjutin ngetiknya." Ujar Arian.


" Iya Mas kamu hati hati ya di sana, cepat pulang ya aku merindukanmu." Ucap Alexa.


" Mas juga sangat merindukanmu sayang." Sahut Arian menutup panggilan videonya.


Alexa memeluk ponselnya.


Ting....


Alexa membuka chat dari Frans.


Aku ke sana sekarang ~ Frans


Ingin sekali Alexa mengetik kata tidak usah, tapi tangannya malah mengetik 'Ya'


Jantung Alexa berdebar dengan kencang. Ia menyentuh dadanya sendiri mencoba menetralkan detak jantungnya.


Aku sudah di depan pintu belakang ~ Frans


Ya aku bukakan pintu dulu ~Me


Alexa turun ke bawah membukakan pintu untuk Frans.


Frans segera masuk ke dalam lalu menutup pintunya. Keduanya saling bertatapan.


Frans memajukan wajahnya hendak mencium Alexa namun Alexa memundurkan kepalanya menghindari ciuman Frans.


Frans tersenyum dengan tingkah Alexa. Ia menarik pinggang Alexa mengikis jarak di antara mereka. Alexa mengalungkan tangannya ke leher Frans menatap Frans dengan intens.


Frans hendak menggigit telinga Alexa namun Alexa kembali menghindarinya. Frans kembali tersenyum. Tak tahan dengan tingkah Alexa, Frans mencium bibir Alexa. Alexa membalasnya, ia ingin tahu apa yang hatinya rasakan.. Hampa... Tidak ada lagi desiran aneh yang pernah ia rasakan.


Frans ******* lembut bibir Alexa, ia berniat menggigit bibir Alexa seperti yang Alexa pernah lakukan padanya namun lagi lagi Alexa berhasil menghindarinya.


Frans melepas pagutannya, ia kembali menatap Alexa. Alexa menangkup wajah Frans.


" Kau tidak pandai menggigit Frans, akan aku ajari!" Ucap Alexa.


Alexa memajukan wajahnya hendak mencium bibir Frans namun ia malah tertawa.


" Sttt jangan tertawa takut ada orang!" Ujar Frans.


" Iya iya maaf." Ucap Alexa terkekeh.


Alexa mencium bibir Frans membuat Frans terbuai, tiba tiba Alexa menggigit bibir bawah Frans.


" Gimana?" Alexa menaik turunkan alisnya. Frans hanya membalasnya dengan senyuman saja.


" Kau curang! Kenapa kau memakai jaket yang menutupi lehermu? Biar aku tidak bisa menggigit lehermu begitu?" Alexa menatap Frans.


Frans menurunkan resleting jaketnya hingga menampakkan lehernya. Alexa menggigit pelan leher putih itu.


" Jangan di sini! Nanti akan merah." Ucap Frans.


Alexa menatap Frans yang malah menurunkan kerah kaosnya.


Tanpa ragu Alexa menyesap dada Frans meninggalkan jejak merah di sana. Bukan Frans yang ada di dalam pikirannya saat ini tapi suaminya, Arian.


Alexa menjauhkan bibirnya. Ia menatap Frans yang juga menatapnya dengan mata memerah. Entah karena apa Alexa sendiri tidak tahu.


" Kurang merah." Ucap Alexa kembali menyesapnya sampai warna kemerahan itu nampak jelas.

__ADS_1


Seperti garis berwarna merah. Alexa tidak tahu saja kalau kejahilannya membuat tubuh Frans menegang. Alexa menatap Frans begitupun sebaliknya. Keduanya saling berpelukan memahami perasaan masing masing.


" Rasa itu sudah hilang, terima kasih Tuhan." Batin Alexa.


Alexa melepas pelukannya.


" Sudah." Ucap Alexa.


Raut wajah Frans berubah menjadi kecewa.


" Baiklah." Sahut Frans keluar dari dapur Alexa.


Alexa melihat langkah Frans tiba tiba berlari mengejarnya ia menarik Frans hingga berbalik badan lalu memeluknya.


" Hiks... Hiks.... " Alexa terisak dalam pelukan Frans.


" Hei kenapa menangis? Sudah jangan menangis! Masuklah keburu ada orang lewat." Ucap Frans.


Alexa justru mengeratkan pelukannya.


" Hiks... " Alexa semakin terisak.


Frans menoleh ke kanan kiri, ia takut ada orang yang memergoki mereka.


Frans mencoba melepas pelukan Alexa.


" Lanjut di WA saja! Sekarang aku harus pergi!" Ucap Frans mendorong pelan tubuh Alexa.


Alexa melepas pelukannya. Ia berjalan menuju pintu sambil mengusap air matanya. Bukannya masuk tapi ia malah menyandarkan punggungnya pada tembok. Ia menatap Frans dengan air mata berderai di pipinya.


Bukan karena terbawa perasaannya lagi, tapi ia menangis karena merasa bersalah pada Frans. Ia tidak punya perasaan apa apa pada Frans tapi ia malah memberikan harapan pada hubungan ini.


Frans memberikan kode dengan tangannya meminta Alexa masuk ke dalam. Alexa masuk ke dalam. Ia menyandarkan punggungnya pada pintu.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.... " Dada Alexa terasa sesak. Bayangan senyum bahagia Frans terlintas di pikirannya. Ia merasa sangat bersalah.


Setelah sedikit tenang Alexa mencuci mukanya lalu kembali ke kamarnya. Ia membuka aplikasi hijau yang ternyata ada pesan dari Frans.


Kenapa malah nangis? Jangan menangis! Aku tidak tega melihatmu menangis seperti ini ~Frans.


Hanya di baca oleh Alexa tanpa mau membalasnya.


Ting...


Maaf! ~ Frans


Lagi lagi hanya di baca saja oleh Alexa. Ia tidak mau semakin merasa bersalah kepada Frans.


Alexa... Jangan menangis! Maafkan aku~ Frans


Frans nampak gelisah menanti balasan chat dari Alexa.


Tidak... Aku tidak pa pa~ Me


Tidak tega akhirnya Alexa membalasnya.


Kenapa harus nangis? Ada apa sebenarnya? ~ Frans


Aku tidak pa pa Frans, sudah lah kamu tidak perlu tahu, sekarang bahas lainnya saja ~Me


Tidak mau memaksa dan membuat Alexa semakin sedih, Frans tidak lagi menanyakannya. Mereka saling berbalas chat membahas yang lainnya hingga larut malam.


" Apa yang akan aku lakukan ke depannya setelah ini? Langsung menghindari Frans aku tidak tega, mau lanjut chat an tapi hati ini sudah tidak menginginkannya? Aku benar benar bingung saat ini." Batin Alexa.


Jangan lupa tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih untuk readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2