Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
COBAAN DATANG LAGI


__ADS_3

" Kamu salah Dira, aku..... " Arian menjeda ucapannya.


" Kenapa? Apa kamu mau mengatakan kalau kamu tidak mencintaiku?" Selidik Dira.


" Tidak...


" Apa?" Pekik Dira menatap Arian tidak percaya.


" Jadi reaksimu tadi bukan karena kau mencintaiku Mas?" Dira menjadi lemas. Impian Arian membalas perasaannya pupus sudah.


" Baiklah aku tahu apa yang harus aku lakukan." Dira menuju almari mengambil kopernya.


" Apa yang kau lakukan Dira? Jangan terbawa emosi! Dengarkan penjelasanku dulu!" Ucap Arian mencekal tangan Dira.


" Lepas!!" Dira menepis tangan Arian.


Dira menatap Arian dengan tajam.


" Penjelasan apa lagi hah? Apa yang harus aku dengar dari mulutmu Mas? Hanya kepahitan....." Ucap Dira.


" Hanya rasa sakit yang selalu kau berikan pada hatiku. Kau tidak tahu bagaimana rasanya sakit karena mencintai orang yang tidak mencintai kita. Kau tidak tahu rasanya bagaimana kita mengharapkan cinta dari orang itu Mas. Sakit..." Dira menepuk dadanya sendiri.


" Rasa sakit Mas, tidak ada yang lain." Teriak Dira mengusap air mata.


Tiba tiba Arian menarik Dira ke dalam pelukannya. Dira menangis tersedu sedu mengeluarkan rasa sesak di dadanya.


" Maafkan aku! Maafkan aku Dira! Dengarkan penjelasanku! Kau salah paham padaku. Kata tidak yang aku maksudkan, aku tidak akan bilang seperti yang kau tuduhkan." Ucap Arian menangkup wajah Dira.


" Lalu apa maksudmu?" Tanya Dira.


" Jujur... Aku mulai ada rasa kepadamu. Aku mulai nyaman berada di dekatmu. Ada rasa cemburu yang aku rasakan saat aku melihatmu dengan Yudha. Aku merasakan seperti apa yang aku rasakan kepada Alexa, Dira. Apakah aku bisa menyebutnya cinta?" Terang Arian menatap Dira.


Ada ribuan kupu kupu di dalam hati Dira setelah mendengar semua ungkapan Arian.


" Kau ingin memastikannya?" Tanya Dira.


Arian menganggukkan kepalanya.


Dira menangkup wajah Arian lalu mengecup bibirnya. Ia mencecap bibir Arian dengan lembut. Ia menggigit pelan bibir bawah Arian membuat Arian membuka mulutnya.


Dira mengekspos setiap inchinya, ia mengabsen setiap deretan gigi Arian dengan lembut. Jantung Arian berdebar dengan kencang. Ada desiran aneh dalam hatinya.


Tidak tahan di kuasai oleh Dira, Arian mengambil alih perannya. Ia mendorong Dira dengan pelan ke atas ranjang. Ia mendukung Dira lalu mencium bibirnya dengan lembut. Dira mengalungkan tangannya ke leher Arian, Arian memperdalam ciumannya.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Ciuman yang semula lembut kini semakin menuntut. Rasa panas mulai membakar suhu tubuh keduanya. Entah siapa yang mulai, tanpa mereka sadari kini keduanya sama sama polos.


" Bolehkah aku melakukannya?" Tanya Arian menatap wajah Dira dengan mata memerah.

__ADS_1


Dira menganggukkan kepalanya karena ia memang menginginkan sesuatu yang lebih. Ia ingin menyerahkan hidupnya kepada suaminya. Mungkin dengan cara seperti ini Arian akan melabuhkan hatinya dan memberikan cinta sepenuhnya kepada Dira.


Arian menuntun sang junior menuju pintu kenikmatan. Dengan pelan ia mulai mendorongnya.


" Shhh" Desis Dira saat merasakan sakit di bagian bawah sana. Ia mencengkeram erat sprei untuk melampiaskan rasa sakitnya.


Arian berhenti sejenak, ia kembali mencium bibir Dira dengan lembut membuat Dira terbuai dan melupakan rasa sakitnya. Tanpa Dira sadari kini Arian mulai memacu tubuhnya dengan pelan. Rasa sakit yang tadi ia rasakan kini berubah menjadi kenikmatan.


Ada rasa bahagia dari dalam hati Dira. Ia bangga menyerahkan kehormatannya kepada sang suami tercinta. Ia berharap akan hidup bahagia bersama cinta dan kasih sayang Arian. Ia juga berharap akan ada keajaiban yang Tuhan turunkan kepadanya dengan mengirimkan seorang anak di dalam rumah tangga mereka.


Arian merasakan sesuatu yang mendalam di dalam hatinya. Ia merasa tidak mau kehilangan Dira setelah ini. Ia yakin jika yang ia rasakan untuk Dira adalah cinta. Ia berjanji akan memperlakukan Dira dengan baik seperti ia memperlakukan Alexa dulu.


" Cukup sekali aku kehilangan, dan tidak akan terulang lagi." Batin Arian.


Satu jam lamanya Arian memainkan permainannya sampai keduanya sama sama mencapai puncak nirwana. Arian merebahkan tubuhnya di samping Dira lalu menyelimutinya.


" Terima kasih, aku berharap akan ada Arian junior di sini." Ucap Arian tanpa sadar sambil mengelus perut Dira seperti kebiasaannya kepada Alexa.


Deg...


Jantung Dira terasa berhenti berdetak. Ia menatap wajah Arian yang saat ini menatapnya.


" Apa kau menganggapku sebagai Alexa?" Tanya Dira.


" Kenapa kau bertanya begitu? Kau Dira.. Diraku." Sahut Arian merapikan anak rambut Dira.


" Aku ingatkan jika aku tidak bisa memberikanmu semua itu." Ucap Dira sedih.


Dira menganggukkan kepalanya.


Cup....


Arian mengecup bibir Dira.


" Aku mencintaimu." Ucap Arian membuat Dira melongo.


" Ya... Aku mencintaimu.Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi! Tidak ada alasan untukmu meninggalkan aku karena aku sudah membalas cintamu." Ucap Arian.


" Aku akan tetap di sini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Mas. Terima kasih telah membalas perasaanku, aku sangat bahagia mendengarnya." Ucap Dira memeluk. perut Arian.


" Sekarang tidurlah! Kau tidak boleh tidur malam malam demi kesehatanmu." Ucap Arian.


" Iya Mas." Sahut Dira memejamkan matanya.


Keduanya terlelap bersama sambil berpelukan.


...****************...

__ADS_1


Di dalam kamar Frans, Alexa sedang menggendong Aksa yang nampak rewel. Ia terus menimang Aksa untuk menenangkannya.


" Sh sh sh sayang... Kamu kenapa sih? Kenapa kamu rewel terus seperti ini?" Ujar Alexa bingung.


" Kamu kangen sama papi ya? Sabar ya sayang! Papi lagi kerja di luar kota. Papi pulang besok pagi sayang." Ujar Alexa menciumi Aksa.


Ya... Frans sedang berada di luar kota selama dua hari ini. Proyek yang ada di sana mengalami masalah, ia harus turun tangan untuk menanganinya sendiri.


Alexa menyentuh dahi Aksa yang panas. Ternyata Aksa demam.


" Ya Tuhan Aksa demam lagi, aku paling takut kalau Aksa demam di saat aku di rumah sendiri seperti ini. Aku telepon Frans aja kali ya, biar dia bisa nemenin aku jagain Aksa."


Alexa mengambil ponselnya, ia menelepon Frans namun tidak di angkat.


" Kemana kamu sih pi? Kenapa tidak di angkat juga. Nggak tahu apa istri lagi panik gini." Gerutu Alexa.


Alexa mencoba menelepon lagi sampai...


" Halo."


" Suara perempuan." Batin Alexa.


" Halo.. Dimana suami saya? Kenapa ponselnya ada padamu?" Tanya Alexa.


" Oh Frans... Dia lagi tidur mbak, kecapekan soalnya kami habis.... "


Klik...


Tiba tiba sambungan ponselnya terputus.


" Halo... " Ucap Alexa dengan nada tinggi.


" Argh sial!!!" Umpat Alexa.


" Apa yang coba wanita tadi tunjukkan? Kenapa Frans ada bersamanya? Bukankah ini terlalu malam untuk meeting bersama client? Ya Tuhan... Cobaan apa lagi yang kau kirimkan untuk rumah tanggaku ini? Aku berharap Frans tidak melakukan hal yang membuatku kecewa." Monolog Alexa.


Ting...


Alexa segera membuka kiriman foto yang Frans kirimkan. Tiba tiba...


Deg....


Kira kira kenapa nih?????


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author biar author makin semangat...


Terima kasih untuk kalian semua yang telah memberikan suportnya kepada author, semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All....


TBC.....


__ADS_2